Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Use of Textbooks in Implementing the Independent Curriculum in High Schools Hutabarat, Mikael; Banjarahor, Fonti Fai; Sitohang, Jhon Roger; Sagala, Reni; Manullang, Bonita; Tamba, Anggreni; Prasasti, Tri Indah
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3, No 2 (2024): July 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v3i2.2684

Abstract

The aim of this research is to analyze the use of textbooks in the Merdeka curriculum as a new curriculum implemented in schools in Indonesia, especially high schools. Seeing the way students learn in implementing the Merdeka curriculum is more directed towards student exploration, making the use of books less of a priority in this curriculum. So in this journal we will see whether the use of textbooks is still needed or not in the Merdeka curriculum. The method used in this research activity is using descriptive qualitative research methods. And data collection in carrying out this research was by conducting observations and interviews with high schools. And the research results of this research are presented in summary form.
Peran Guru dalam Mengelola Pembelajaran Cerpen dengan Model PJBL di SMA Negeri 11 Medan untuk Meningkatkan Kualitas Menulis Siswa Manurung, Esa Peggy Nerida; Manik, Jesika Lolo Karina; Sitohang, Jhon Roger; Banjarnahor, Fonti Fai; Sagala, Reni Wati Br; Sibuea, Gracesela Septiana; Hutauruk, Deby Dame Riani; Harahap, Safinatul Hasanah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mengelola pembelajaran cerpen dengan model Project-Based Learning (PJBL) dan menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kualitas menulis siswa di SMA Negeri 11 Medan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek penelitian adalah guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator dalam setiap tahapan PJBL, mulai dari perencanaan proyek, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil karya siswa. Model PJBL terbukti efektif meningkatkan kualitas menulis siswa, yang ditunjukkan melalui peningkatan kreativitas, struktur cerita, dan penggunaan bahasa dalam cerpen yang dihasilkan. Selain itu, siswa menunjukkan respons positif terhadap pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penerapan PJBL dalam pembelajaran cerpen direkomendasikan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa secara signifikan.
Teoritis: Peran Digital Storytelling Interaktif Kemampuan Narasi dan Pemerolehan Bahasa Anak Prasekolah Usia 4-6 Tahun Hutabarat, Mikael Pardomuan; Manullang, Bonita; Tamba, Anggreni Agustina; Sagala, Reni Wati Br; Suhardi, Suhardi; Banjarnahor, Fontifai; Sitohang, Jhon Roger; Harahap, Rosmawaty; Herman, Hidayat
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i2.7208

Abstract

Penelitian ini adalah kajian literatur yang mengevaluasi peran digital storytelling interaktif dalam meningkatkan kemampuan narasi dan pemerolehan bahasa anak prasekolah usia 4–6 tahun. Periode usia ini merupakan masa emas perkembangan bahasa, yang memerlukan stimulasi tepat sebagai dasar keterampilan literasi masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur sistematis, menganalisis artikel jurnal dan dokumen akademis yang relevan dari tahun 2019 hingga 2024.Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan digital storytelling interaktif memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan bahasa anak, baik aspek reseptif (menyimak, memahami instruksi) maupun ekspresif (berbicara, menuturkan kembali). Media ini efektif karena menggabungkan unsur audio, visual, dan interaktivitas, menciptakan pengalaman multisensorik yang mempercepat pemerolehan kosakata, pemahaman struktur kalimat, dan internalisasi bahasa secara kontekstual dan menyenangkan.Selain itu, interaktivitasnya sangat penting dalam mengembangkan kemampuan narasi. Anak didorong menjadi "co-creator" cerita dengan berpartisipasi menentukan alur atau tokoh, yang melatih mereka menyusun peristiwa secara logis dan memahami struktur naratif (awal, tengah, akhir). Proses ini memperkuat berpikir kronologis dan menjadi fondasi literasi awal. Keberhasilan metode ini ditentukan oleh peran guru sebagai fasilitator yang mengarahkan interaksi dan nilai edukatif. Dengan demikian, digital storytelling adalah alat yang efektif untuk mendukung perkembangan linguistik, kognitif, dan sosial-emosional anak.