Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL SUKU MANGGARAI NEKA GAKU NGO DATA SEBUAH MODEL PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Asror, M. Zainul
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2023): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v6i2.24493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kearifan lokal “neka gaku ngo data” pada Suku Manggarai dan bagaimana nilai tersebut dapat diadopsi sebagai sebuah model pendidikan anti korupsi. Untuk mencapai tujuan tersebut, data penelitian dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari penelitian tersebut ditemukan: 1) Neka Gaku Ngo Data merupakan sebuah sistem nilai yang telah tertanam kuat pada masyarakat. 2) Penanaman nilai tersebut dilakukan dengan pola tuing (nasihat) yang disampaikan secara terus menerus dalam berbagai kesempatan. 3) Struktur budaya memegan peranan penting menjadi control dalam menjaga nilai-nilai tersebut dapat dijalankan dan dipatuhi oleh segenap anggota masyarakat. Dengan demikian kearifan neka gaku ngo data tersebut dapat menjadi nilai universal yang bisa diadopsi dengan perumusan pola dan sistem seperti yang berkembang pada masyarakat Manggarai.
Edukasi Kesetaraan Gender dan Pencegahan Pernikahan Anak di Pesantren M. Zainul Asror; Asror, M. Zainul; Marzuki, Muhammad; Aulia, Fitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jzydt837

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Darul Muttaqien, Lombok Timur, dengan fokus pada edukasi kesetaraan gender dan pencegahan pernikahan usia anak. Permasalahan utama meliputi tingginya angka putus sekolah akibat pernikahan dini, rendahnya kesadaran orang tua, serta keterbatasan kapasitas guru dalam melakukan pencegahan. Metode pelaksanaan mencakup baseline survey untuk memetakan kondisi awal, penyusunan modul edukasi, pelatihan guru, workshop siswa, post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, pembentukan peer educator, hingga kampanye sekolah dengan slogan “Remaja Sehat, Pesantren Kuat”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata lebih dari 30% pada pengetahuan guru terkait isu gender, hak remaja, dan strategi komunikasi pencegahan. Sementara itu, pengetahuan siswa meningkat rata-rata sebesar 33%, terutama pada aspek keterampilan mengambil keputusan untuk menunda pernikahan dan merancang masa depan pendidikan. Pembentukan santri pelopor menjadi strategi keberlanjutan agar edukasi sebaya terus berjalan di lingkungan pesantren. Secara teoretis, program ini memperkuat bukti bahwa intervensi pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan perspektif gender, nilai keagamaan, dan pendekatan vokasional efektif meningkatkan kesadaran kritis remaja dan pendidik. Secara praktis, model ini mudah direplikasi di pesantren lain karena memadukan pelatihan, pendampingan, dan peer learning dalam satu rangkaian intervensi. Program ini menunjukkan potensi signifikan dalam menekan praktik pernikahan usia anak di Indonesia melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan. Gender Equality Education and the Prevention of Child Marriage in Islamic Boarding Schools Abstract This community service program was conducted at SMK Darul Muttaqien, East Lombok, focusing on gender equality education and the prevention of child marriage. The main challenges identified included a high school dropout rate due to early marriage, low parental awareness, and limited teacher capacity in prevention efforts. The implementation method included a baseline survey to map the initial conditions, development of an education module, teacher training, a student workshop, a post-test to measure knowledge change, formation of peer educators, and a school campaign with the slogan “Healthy Youth, Strong Pesantren (Islamic Boarding School).” The results showed an average increase of more than 30% in teachers’ knowledge regarding gender issues, adolescent rights, and prevention communication strategies. Meanwhile, students' knowledge increased by an average of 33%, particularly in the aspect of decision-making skills to postpone marriage and plan their educational future. The formation of santri pelopor (pioneer students) serves as a sustainability strategy to ensure peer education continues within the pesantren environment. Theoretically, this program reinforces the evidence that community-based educational interventions which integrate gender perspectives, religious values, and a vocational approach are effective in increasing the critical awareness of adolescents and educators. Practically, this model is easily replicable in other pesantren because it combines training, mentoring, and peer learning in one intervention series. The program demonstrates significant potential in curbing the practice of child marriage in Indonesia through a contextual and sustainable educational approach.
Problematika Pembelajaran Sosiologi Dalam Penerapan Metode PBL (Problem Based Learning) di SMA Birrul Walidain NWDI Rensing M. Zainul Hasani; Abdul Latif; M. Zainul Asror
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Problematika yang dihadapi oleh Guru sosiologi dalam menerapkan pembelajaran menggunakan metode PBL di SMA Birrul Walidain NWDI Rensing. Penelitan ini menggunakan metode penelitian kualitatif yakni suatu rancangan metode penelitian yang berfokus pada perspektif, penggalaman, dan perilaku berbagai responden pada suatu kajian penelitian. Penelitian ini dilakukan di SMA Birrul Walidain NWDI Rensing, dari penelitian ini di temukan bahwa probelmatika pembelajaran sosiologi dalam penerapan metode PBL terbagi pada dua problematika yakni problematika yang terjadi pada guru dan problematika yang terjadi pada siswa
Phubbing sebagai Perilaku Menyimpang dalam Pembelajaran Mahasiswa: Perspektif Sosiologi Pendidikan Nurjihad Nurjihad; Abdurrohman Abdurrohman; M. Zainul Asror; Ahmad Tohri
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.36280

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial mahasiswa, termasuk dalam aktivitas pembelajaran di perguruan tinggi. Salah satu fenomena yang semakin sering ditemukan adalah phubbing, yaitu perilaku mengabaikan interaksi tatap muka karena lebih memusatkan perhatian pada smartphone. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, faktor penyebab, dan proses normalisasi phubbing sebagai perilaku menyimpang dalam pembelajaran mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Hamzanwadi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif interpretatif. Informan penelitian terdiri atas 23 orang yang dipilih secara purposive, meliputi 20 mahasiswa dan 3 dosen. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa phubbing diwujudkan dalam aktivitas mengakses media sosial, membalas pesan, menonton video, bermain gim, dan memeriksa notifikasi selama perkuliahan. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh rendahnya orientasi akademik, kuatnya habitus penggunaan smartphone, pembelajaran yang kurang interaktif, rendahnya motivasi belajar, serta normalisasi penggunaan smartphone di lingkungan kelas. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa phubbing telah mengalami transformasi dari perilaku individual menjadi norma sosial baru melalui proses habituasi, imitasi, lemahnya kontrol sosial, dan penerimaan kolektif. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan konsep Academic Phubbing Normalization sebagai perspektif sosiologis untuk menjelaskan transformasi perilaku menyimpang menjadi praktik yang diterima dalam budaya akademik era digital.
MODAL SOSIAL KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK Ria Arlina; M. Zainul Asror; Abdul Latif
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14700

Abstract

ABSTRACT The success of maternal and child health programs is determined not only by the availability of healthcare services but also by the level of community participation, which is strongly influenced by the quality of social relationships between Posyandu volunteers and community members. However, studies examining the role of social capital in strengthening community participation remain limited. This study aimed to analyze the social capital of Posyandu volunteers in enhancing community participation in maternal and child health programs in South Korleko Village. A descriptive qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation involving Posyandu volunteers, mothers of toddlers or pregnant women, and the village midwife, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings revealed that the volunteers' social capital was manifested through trust, social networks, and social norms. Trust emerged as the most influential dimension by strengthening community confidence in volunteer services. Social networks facilitated information dissemination through communication and cross-sector collaboration, while social norms reinforced collective cooperation. These three dimensions collectively enhanced community participation and supported the sustainability of community-based maternal and child health programs. ABSTRAK Keberhasilan program kesehatan ibu dan anak tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan kesehatan, tetapi juga oleh tingkat partisipasi masyarakat yang dipengaruhi oleh kualitas hubungan sosial antara kader Posyandu dan masyarakat. Namun, kajian mengenai peran modal sosial kader Posyandu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis modal sosial kader Posyandu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada program kesehatan ibu dan anak di Desa Korleko Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap kader Posyandu, ibu balita atau ibu hamil, serta bidan desa, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial kader termanifestasi melalui kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial. Kepercayaan menjadi dimensi yang paling dominan karena meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap pelayanan kader. Jaringan sosial memperluas penyebaran informasi melalui komunikasi dan kolaborasi lintas sektor, sedangkan norma sosial memperkuat budaya kerja sama masyarakat. Ketiga dimensi tersebut berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung keberlanjutan program kesehatan ibu dan anak berbasis komunitas.
Pengelolaan Ruang Publik di Destinasi Wisata: Antara Peluang Ekonomi dan Tantangan Sosial Rismawati Rismawati; Huldiya Syamsiar; M. Zainul Asror
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i4.36645

Abstract

This study examines the management of public space in the Labuhan Haji Beach tourism area, East Lombok Regency, focusing on the balance between economic opportunities and emerging social challenges. Employing a qualitative case study design, this research involved observations, in-depth interviews, and documentation involving coffee shop vendors, visitors, beach managers, and village authorities. The findings indicate that coffee shops play a strategic role in supporting the local community’s economy, with increasing economic contributions on both weekdays and weekends. However, the presence of enclosed seating facilities provided to attract visitors has also generated social challenges, including norm-violating activities such as hugging, kissing, and alcohol consumption among visitors. These challenges are driven by weak social control and the absence of written regulations governing conduct within the tourism area. This study recommends strengthening social control mechanisms through regulation, supervision, education, and collaboration among managers, vendors, village authorities, and local communities to create a productive tourism ecosystem while preserving social and religious values.
Pola Relasi Ayah dan Anak dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Generasi Z Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Hamzanwadi Baiq Alyatul Wathani; M. Zainul Asror; L. Muh Istiqlal
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/6jbx1t91

Abstract

This research is motivated by the importance of the relational and communicative dynamics between fathers and their children in shaping character amidst the challenges of modernity faced by Generation Z a context where such relationships often contend with emotional distance and limited verbal communication. The study aims to analyze father-child relationship patterns, describe how university students interpret these relationships, and identify the character values cultivated in Generation Z students at the Faculty of Social Sciences and Economics, Universitas Hamzanwadi. A descriptive qualitative approach within an interpretive paradigm was employed, utilizing in-depth interviews with 20 informants; data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model and examined through the lenses of Family Communication Patterns Theory and Herbert Blumer’s Symbolic Interactionism Theory. The findings reveal that father-child relationship patterns fall into two categories: close and limited; students interpret limited verbal communication and their fathers' physical hard work as symbols of affection (action-oriented meaning) and catalysts for independence; and these dynamics contribute significantly to shaping five key character values in the students: independence, responsibility, discipline, self-confidence, and self-control.