Asror, M. Zainul
Universitas Hamzanwadi

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KEARIFAN LOKAL SUKU MANGGARAI NEKA GAKU NGO DATA SEBUAH MODEL PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Asror, M. Zainul
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2023): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v6i2.24493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kearifan lokal “neka gaku ngo data” pada Suku Manggarai dan bagaimana nilai tersebut dapat diadopsi sebagai sebuah model pendidikan anti korupsi. Untuk mencapai tujuan tersebut, data penelitian dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari penelitian tersebut ditemukan: 1) Neka Gaku Ngo Data merupakan sebuah sistem nilai yang telah tertanam kuat pada masyarakat. 2) Penanaman nilai tersebut dilakukan dengan pola tuing (nasihat) yang disampaikan secara terus menerus dalam berbagai kesempatan. 3) Struktur budaya memegan peranan penting menjadi control dalam menjaga nilai-nilai tersebut dapat dijalankan dan dipatuhi oleh segenap anggota masyarakat. Dengan demikian kearifan neka gaku ngo data tersebut dapat menjadi nilai universal yang bisa diadopsi dengan perumusan pola dan sistem seperti yang berkembang pada masyarakat Manggarai.
Edukasi Kesetaraan Gender dan Pencegahan Pernikahan Anak di Pesantren M. Zainul Asror; Asror, M. Zainul; Marzuki, Muhammad; Aulia, Fitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jzydt837

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Darul Muttaqien, Lombok Timur, dengan fokus pada edukasi kesetaraan gender dan pencegahan pernikahan usia anak. Permasalahan utama meliputi tingginya angka putus sekolah akibat pernikahan dini, rendahnya kesadaran orang tua, serta keterbatasan kapasitas guru dalam melakukan pencegahan. Metode pelaksanaan mencakup baseline survey untuk memetakan kondisi awal, penyusunan modul edukasi, pelatihan guru, workshop siswa, post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, pembentukan peer educator, hingga kampanye sekolah dengan slogan “Remaja Sehat, Pesantren Kuat”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata lebih dari 30% pada pengetahuan guru terkait isu gender, hak remaja, dan strategi komunikasi pencegahan. Sementara itu, pengetahuan siswa meningkat rata-rata sebesar 33%, terutama pada aspek keterampilan mengambil keputusan untuk menunda pernikahan dan merancang masa depan pendidikan. Pembentukan santri pelopor menjadi strategi keberlanjutan agar edukasi sebaya terus berjalan di lingkungan pesantren. Secara teoretis, program ini memperkuat bukti bahwa intervensi pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan perspektif gender, nilai keagamaan, dan pendekatan vokasional efektif meningkatkan kesadaran kritis remaja dan pendidik. Secara praktis, model ini mudah direplikasi di pesantren lain karena memadukan pelatihan, pendampingan, dan peer learning dalam satu rangkaian intervensi. Program ini menunjukkan potensi signifikan dalam menekan praktik pernikahan usia anak di Indonesia melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan. Gender Equality Education and the Prevention of Child Marriage in Islamic Boarding Schools Abstract This community service program was conducted at SMK Darul Muttaqien, East Lombok, focusing on gender equality education and the prevention of child marriage. The main challenges identified included a high school dropout rate due to early marriage, low parental awareness, and limited teacher capacity in prevention efforts. The implementation method included a baseline survey to map the initial conditions, development of an education module, teacher training, a student workshop, a post-test to measure knowledge change, formation of peer educators, and a school campaign with the slogan “Healthy Youth, Strong Pesantren (Islamic Boarding School).” The results showed an average increase of more than 30% in teachers’ knowledge regarding gender issues, adolescent rights, and prevention communication strategies. Meanwhile, students' knowledge increased by an average of 33%, particularly in the aspect of decision-making skills to postpone marriage and plan their educational future. The formation of santri pelopor (pioneer students) serves as a sustainability strategy to ensure peer education continues within the pesantren environment. Theoretically, this program reinforces the evidence that community-based educational interventions which integrate gender perspectives, religious values, and a vocational approach are effective in increasing the critical awareness of adolescents and educators. Practically, this model is easily replicable in other pesantren because it combines training, mentoring, and peer learning in one intervention series. The program demonstrates significant potential in curbing the practice of child marriage in Indonesia through a contextual and sustainable educational approach.