Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN BERCERITA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK DI DESA SUMBER URIP KABUPATEN REJANG LEBONG Nyayu Masnon; Sri Murti; Dian Ramadan Lazuardi
PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v3i1.488

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil obeservasi yaang dilakukan pada anak-anak yang berada di Desa Sumber Urip Kabupaten Rejang Lebong diperoleh data bahwa nilai-nilai karakter pada anak sudah mulai menunjukkan penurunan. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya: perkembangan teknologi dan media sosial dapat menyebabkan anak-anak lebih banyak terpapar pada konten yang tidak selalu mendukung pendidikan karakter. Isu-isu negatif seperti kekerasan, perilaku tidak sopan, dan ketidakhormatan sering kali tersaji secara eksplisit atau implisit di media, dan dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak. Hal lainya yang menyebabkan menurunnya nilai pendidikan karakter adalah ketidaksadaran orang tua dan pendidik: Beberapa orang tua dan pendidik mungkin kurang menyadari pentingnya pendidikan karakter atau mungkin tidak tahu cara mengajarkannya dengan efektif. Akibatnya, aspek ini bisa terabaikan dalam pendidikan anak. Permasalahan yang terjadi di masyarakat Desa Sumber Urip Kabupaten Rejang Lebong adalah belum adanya kegiatan-kegiatan yang dapat menanamkan nilai pendidikan karakter pada anak. Kegiatan seperti ini seharusnya bisa menjadi wadah yang membantu measyarakat dalam meningkatkan nilai pendidikan karakter kepada anak terlebih dengan kondisi yang saat ini dapat melunturkan nilai karakter tersebut. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada mitra adalah melakukan penanaman nilai pendidikan karakter melalui kegiatan bercerita pada anak di Desa Sumber Urip Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini berbentuk pelatihan pengembangan diri bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kreativitas, dan inisiatif dapat membantu anak-anak dan remaja untuk membangun karakter yang kuat dan mandiri. kegiatan ini dirancang untuk membantu individu mengembangkan nilai-nilai, sikap, dan kepribadian yang positif. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter yang kuat, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Ilokusi dalam Film From London To Bali Karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi Robi Irwansyah; Agung Nugroho; Sri Murti
LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol 3 No 2 (2023): LITERATUR: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/literatur.v3i2.7262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk tindak tutur ilokusi dalam film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kulitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan ilokusi meliputi ilokusi representatif, direktif, ekspresif, komisif, deklarasi dalam dialog-dialog film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, teknik simak, dan teknik mentranskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi dalam film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi terdiri dari ilokusi representatif yakni menyatakan atau mengatakan berjumlah 8 tuturan, 18 tuturan melaporkan atau memberitahukan dan 18 tuturan menyebutkan. Ilokusi representatif ialah ilokusi yang paling banyak ditemukan di film From London to Bali karya Angling Sagaran dan Fajar Bustomi. Ilokusi direktif yakni menyuruh berjumlah 12 tuturan, 2 tuturan memohon, 3 tuturan menuntut dan 8 tuturan menyarankan. Ilokusi ekspresif yakni memuji berjumlah 6 tuturan, 13 tuturan mengucapkan terimah kasih, 5 tuturan mengkritik, 4 tuturan meminta maaf, 4 tuturan mengeluh dan 2 tuturan mengucapkan selamat. Ilokusi komisif yakni tuturan mengancam berjumlah 1. Ilokusi deklarasi yakni memutuskan berjumlah 1 tuturan, 2 tuturan melarang, dan 4 tuturan memberi maaf.