p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Marine Inside
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efforts to prevent oil spills in bunker supply activities at Pertamina Trans Kontinental Plaju Branch Magdalena, Susiarni; Tumanggor, Arief Hidayat; Prasetyo, Hendi; Prihandono, Boedi; Irwansyah, Rudi Harun; Mentari, Sabrina Puti
Journal Marine Inside Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v6i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami dampak pencemaran laut akibat tumpahan minyak dari operasi kapal sebagai alat transportasi laut. Metode pengumpulan data meliputi studi pustaka, dokumentasi, dan data deskriptif dari berbagai sumber. Penelitian ini menyoroti pentingnya pola pencegahan pencemaran yang efektif untuk meminimalkan dampak negatif tumpahan minyak pada ekosistem laut dan lingkungan perairan. Masalah utama yang dikaji adalah upaya pencegahan tumpahan minyak sebelum meluas dan merusak ekosistem. Teori yang digunakan adalah teori pengelolaan sumber daya manusia yang berfokus pada keselamatan dan pencegahan pencemaran laut. Metode pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis data dilakukan secara triangulasi dan berkelanjutan hingga data jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan penanganan tumpahan minyak secara berkala bagi seluruh pekerja sangat penting. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu keselamatan, helm, dan pelampung khusus wajib dilakukan untuk mencegah dampak fatal dari kecelakaan kerja.
PENGUKURAN KEPUASAN PELANGGAN DALAM PELAYANAN BUKU PELAUT DI KANTOR KESYAHBANDARAN UTAMA TANJUNG PRIOK. Magdalena, Susiarni; Tumanggor, Arief Hidayat; Premadi, Ageng; Asnawi; Prihandono, Boedi; Zulistian, Fauhidzi; Anindya, Vania Prada
Journal Marine Inside Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v6i2.94

Abstract

Kepuasan pelanggan adalah faktor kunci dalam memastikan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelayanan buku pelaut online di Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok selama 10 bulan menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hasil penelitian menunjukkan nilai IKM tertinggi pada prosedur pelayanan dan kepastian biaya, masing-masing sebesar 3,66 (sangat baik). Sebaliknya, nilai IKM terendah terdapat pada tanggung jawab petugas dalam pembatasan kuota berkas, yaitu 2,94 (baik). Rata-rata nilai IKM adalah 3,44 dengan konversi 86,03 (sangat baik). Temuan ini menunjukkan prosedur pelayanan sudah jelas dan memadai, namun peningkatan masih diperlukan pada aspek tanggung jawab petugas.
Evaluasi proses kepabeanan ekspor: Studi pengaruh kebijakan INSW terhadap efisiensi dan transparansi Prihandono, Boedi; Tumanggor, Arief Hidayat; Asnawi; Magdalena, Susiarni; Fadhillah, Muhammad Dhika Rizqi; Faiq, Dzaki Muzhaffar; Aisyah, Rif’at Zulian
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak implementasi kebijakan Indonesia National Single Window (INSW) terhadap efisiensi dan transparansi proses kepabeanan ekspor di Indonesia. Menggunakan pendekatan campuran (mixed-method), studi ini mengombinasikan analisis kuantitatif terhadap data waktu clearance dan biaya administrasi, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha dan otoritas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi INSW mampu menurunkan rata-rata waktu penyelesaian kepabeanan dari 48 jam menjadi 36 jam, serta mengurangi biaya administrasi hingga 28%. Selain itu, peningkatan transparansi tercermin dari skor kepuasan pengguna terhadap akses informasi yang mencapai rata-rata 4,2 dari 5, meskipun masih terdapat kendala dalam kejelasan prosedur. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi kesiapan infrastruktur digital dan rendahnya tingkat pemahaman pelaku usaha terhadap sistem. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan literasi digital, dan penyederhanaan prosedur sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan penerapan INSW secara berkelanjutan.   This study aims to evaluate the impact of the implementation of the Indonesia National Single Window (INSW) policy on the efficiency and transparency of export customs processes in Indonesia. Utilizing a mixed-method approach, the research combines quantitative analysis of clearance time and administrative costs with qualitative insights gathered through interviews with business actors and relevant authorities. The findings reveal that the implementation of INSW successfully reduced the average customs clearance time from 48 hours to 36 hours and lowered administrative costs by up to 28%. Additionally, the system enhanced information accessibility, reflected in an average user satisfaction score of 4.2 out of 5, although some issues remain regarding procedural clarity. The main challenges identified include limited digital infrastructure readiness and low user understanding of the system. Accordingly, this study recommends strengthening technological infrastructure, improving digital literacy, and simplifying procedures to optimize the long-term implementation of the INSW policy.
Efektivitas digitalisasi proses impor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam penguatan pengawasan rokok ilegal di Indonesia Purnomo, Sandy Wahyu; Bintari, Pramudyasari Nur; Prihandono, Boedi; Pramuditya, Mahendra Nur,Alif; Mahandika, Ragil Freyhan; Pratiwi, Wulan Aisyah; Surbakti, Galio Brema
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas digitalisasi proses impor yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam memperkuat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan resmi DJBC, publikasi pemerintah, serta dokumen kebijakan terkait digitalisasi kepabeanan dan penindakan barang kena cukai. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif dengan membandingkan kinerja pengawasan sebelum dan setelah penerapan sistem digital kepabeanan, seperti Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), electronic seal (e-seal), Auto Gate System, serta teknologi pemindaian berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi proses impor terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi pengawasan, efisiensi administrasi, serta kualitas penindakan terhadap rokok ilegal. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan jumlah rokok ilegal yang disita, meskipun jumlah penindakan secara kuantitas mengalami penurunan, yang mengindikasikan peningkatan kualitas dan ketepatan sasaran pengawasan. Selain itu, digitalisasi berkontribusi pada peningkatan transparansi layanan kepabeanan dan penguatan sinergi lintas instansi. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan kapasitas sumber daya manusia, yang masih perlu ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan efektivitas sistem digital kepabeanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan kebijakan dalam pengembangan sistem kepabeanan berbasis digital guna memperkuat pengawasan barang kena cukai dan melindungi penerimaan negara. This study aims to analyze the effectiveness of import process digitalization implemented by the Directorate General of Customs and Excise (DGCE) in strengthening the supervision of illegal cigarette distribution in Indonesia. The research adopts a quantitative approach using secondary data obtained from official DGCE reports, government publications, and policy documents related to customs digitalization and excisable goods enforcement. Data analysis is conducted through descriptive and comparative methods by examining supervisory performance before and after the implementation of digital customs systems, including the Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), electronic seals (e-seal), Auto Gate Systems, and data-based scanning technologies. The findings indicate that import process digitalization has proven effective in enhancing monitoring accuracy, administrative efficiency, and the quality of enforcement against illegal cigarettes. This effectiveness is reflected in a significant increase in the volume of seized illegal cigarettes, despite a decrease in the number of enforcement actions, suggesting improved targeting and enforcement precision. Furthermore, digitalization contributes to greater transparency in customs services and stronger inter-agency coordination. Nevertheless, challenges remain, particularly related to technological infrastructure limitations and human resource capacity, which require further improvement to ensure the sustainable effectiveness of digital customs systems. This study is expected to serve as an academic and policy reference for advancing digital-based customs systems to strengthen excisable goods supervision and safeguard state revenue.