Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Model Ruang Tenang untuk Mendukung Regulasi Diri Anak ADHD di Sekolah Inklusi Nurjanah, Alya Rifa; Hartanti, Riska; Minsih, Minsih; Widyasari, Choiriyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model ruang tenang yang dirancang secara khusus guna mendukung regulasi diri anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di sekolah inklusi. Latar belakang penelitian didasarkan pada kondisi bahwa banyak sekolah inklusi belum memiliki program ruang tenang yang terstruktur dan berbasis kebutuhan spesifik anak ADHD, khususnya dalam menangani kesulitan regulasi emosi, kelebihan rangsangan sensori, serta masalah perhatian dan konsentrasi. Kondisi tersebut menyebabkan penanganan yang dilakukan oleh guru dan pendamping masih bersifat situasional dan belum didukung oleh pedoman operasional yang sistematis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Research and Development dengan desain yang disederhanakan menjadi tiga tahap utama. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan dan studi pendahuluan yang dilakukan melalui telaah dokumen serta wawancara dan diskusi kelompok terarah dengan guru, guru pendamping, dan pihak sekolah. Tahap kedua adalah perancangan model ruang tenang yang mencakup perumusan tujuan program, sasaran pengguna, bentuk aktivitas regulasi diri, prosedur operasional standar, peran guru dan pendamping, serta konsep desain fisik ruang yang disesuaikan dengan kebutuhan sensori anak ADHD. Tahap ketiga adalah pengembangan draf akhir model berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan kajian literatur yang relevan, tanpa melibatkan proses validasi ahli maupun uji coba lapangan. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sekolah inklusi memerlukan model ruang tenang yang aman, nyaman, dan terarah sebagai bentuk dukungan sistematis untuk membantu anak ADHD menenangkan diri, mengelola emosi, dan memulihkan kesiapan belajar. Luaran penelitian berupa dokumen panduan konseptual model ruang tenang yang dirancang sebagai dasar pengembangan layanan pendukung pembelajaran di sekolah.
Peran Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran pada Implementasi Kurikulum Merdeka Nurjanah, Alya Rifa; Sutopo, Anam; Anif, Sofyan
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8680

Abstract

Meningkatkan mutu pembelajaran, terutama di era Kurikulum Merdeka yang menuntut guru lebih kreatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Melalui penelitian ini, penulis ingin menjelaskan peran kepala sekolah dalam menjalankan supervisi serta kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di SD Negeri Sanggrahan Kota Surakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif riset ini dirancang sebagai studi kasus dan mencakup keterlibatan kepala sekolah sebagai subjek utama, penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta penelaahan berbagai dokumen. Selanjutnya, analisis mengacu pada langkah-langkah Miles dan Huberman, yaitu mereduksi data, menampilkan data, kemudian menarik kesimpulan. Dari proses tersebut diperoleh hasil bahwa supervisi dilaksanakan secara terencana dan dialogis melalui tahap konsultasi awal, observasi kelas, umpan balik, serta tindak lanjut yang berkesinambungan. Supervisi berperan penting dalam membantu guru memperbaiki strategi pembelajaran, meningkatkan kreativitas, dan menyesuaikan praktik mengajar dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, supervisi juga berkontribusi pada pengembangan profesional guru dan penguatan budaya reflektif di sekolah. Penelitian ini merekomendasikan agar supervisi kepala sekolah diperkuat melalui pelibatan lebih banyak guru dalam proses refleksi, peningkatan pelatihan kompetensi pedagogik, serta pengembangan mekanisme supervisi yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran secara lebih optimal.
Peran Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Membentuk Kemandirian dan Tanggung Jawab Siswa Hidayah, Refiana; Wulandari, Tri Mitalia Endah; Ayuningsih, Tinaningrum; Nurjanah, Alya Rifa; Wulandari, Murfiah Dewi; Darsinah, Darsinah
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam membentuk kemandirian dan tanggung jawab peserta didik di sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain embedded single case study, penelitian dilakukan di SD Negeri Sanggrahan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHBS berkontribusi signifikan dalam membentuk perilaku mandiri dan bertanggung jawab pada siswa melalui pembiasaan rutin, keteladanan guru, integrasi dalam pembelajaran, dan dukungan fasilitas sekolah. Siswa mampu melakukan berbagai praktik PHBS secara mandiri, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, serta melaksanakan piket kelas. Pengetahuan siswa, pembiasaan, keteladanan guru, dan kebijakan sekolah menjadi faktor yang memperkuat internalisasi perilaku sehat. Temuan ini menegaskan bahwa PHBS tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga merupakan sarana strategis dalam pembentukan karakter peserta didik.