Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU SALURAN DRAINASE BATU KALI DENGAN BETON READYMIX DAN BETON PRACETAK PADA RUAS JALAN BOYOLANGU – CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG Saddam Al Akbar Al Satria; Kustamar; Lies Kurniawati Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 9 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v9i2.3178

Abstract

Ruas Jalan Boyolangu - Campurdarat merupakan jalur utama menuju ke destinasi kawasan wisata di pesisir selatan kabupaten tulungagung, jalur ini saat musim hujan sering terjadi banjir dikarenakan saluran drainase tidak mampu menampung air hujan sehingga mengakibatkan air meluap dan menggenangi jalan. Selain itu kendaraan yang melintas memperlambat lajunya yang menimbulkan kepadatan bahkan kemacetan lalu lintas, yang harus segera ditangani dengan normalisasi saluran atau pembuatan saluran drainase baru. Metode alternatif jenis material pembuatan saluran drainase dibutuhkan untuk mempersingkat waktu pelaksanaan pekerjaan dan meminimalkan jumlah tenaga kerja. Salah satu jenis material pembuatan saluran drainase adalah dari beton readymix dan beton pracetak U-ditch. Perbedaan jenis material pembuat saluran ini dengan konvensional adalah pembuatanya dilakukan secara pabrikasi, yang pelaksanaanya di lokasi pekerjaan tinggal dipasang dan tidak membutuhkan waktu yang lama, sehingga tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas yang berkepanjangan. Berdasarkan hasil perhitungan saluran drainase dengan panjang 7.750 meter dengan jumlah tenaga kerja 200 orang/hari didapatkan biaya saluran drainase dengan batu kali Rp. 17.242.200.000,- dengan waktu pelaksanaan 393,78 hari, saluran drainase dengan beton readymix Rp. 20.896.325.000,- dengan waktu pelaksanaan 305,72 hari, saluran drainase dengan precast u-ditch Rp. 41.546.200.000,- dengan waktu pelaksanaan 164,6 hari.
OPTIMASI KOMPOSISI TIPE RUMAH DENGAN PROGRAM QM (Quantitative Analysis for Management) UNTUK MENENTUKAN STUDI KELAYAKAN PERUMAHAN KITANARA REGENCY JOMBANG Sudarso; Kustamar; Lies Kurniawati Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 9 No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v9i2.3179

Abstract

Dengan pertumbuhan jumlah penduduk Jombang yang tinggi maka akan menyebabkan meningkatnya permintaan akan rumah tempat tinggal. Perumahan Kitanara regency yang terletak di jalan Raya Seruni Pulo Lor Desa pulo Jombang menawarkan hunian sebanyak 61 unit rumah yang mana rumahnya terdiri dari 19 buah rumah tipe A, 31 buah rumah tipe C dan 11 buah rumah tipe C. Kelayakan dari perumahan Kitanara Regency menyatakan NPV sebesar Rp 6.155.903.283, BCR sebesar 1,94. dan IRR sebesar 17%. Dengan adanya evaluasi akan dipergunakan untuk mengetahui komposisi bangunan rumah pada proyek pembangunan perumahan Kitanara regency apa sudah optimal seiring dengan permintaan pasar saat ini. Di evaluasi ini membahas beberapa aspek yaitu aspek optimasi dengan metode simpleks, aspek pasar dengan metode deskriptif kualitatif, aspek teknis dengan metode deskriptif kualitatif dan aspek finansial dengan metode estimasi. Di evaluasi ini dipergunakan parameter parameter kelayakan seperti Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) dan Internal Rate of Return (IRR). Penelitian ini menghasilkan jumlah komposisi optimal rumah untuk tipe A, tipe B dan tipe C masing masing berjumlah 16 ; 33 dan 12 buah. Dari analisis finansial berdasarkan komposisi rumah tersebut menghasilkan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 7.613.270.783 > NPV existing, Nilai Benefit Cost Ratio 1,94 (BCR) >1,65 BCR existing dan Nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 17 = IRR existing.
Resapan Dengan Koefisien Permeabilitas Batuan Desain Sumur Lapisan Bawah Lies Kurniawati Wulandari; Kustamar
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 1 (2021): JURNAL INFO MANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i1.3628

Abstract

Banjir masih menjadi salah satu bencana yang menjadi perhatian, karena memiliki daya rusak yang cukup mengganggu, bahkan menimbulkan kerugian dan membahayakan keselamatan. Mayoritas banjir di dominasi oleh air yang merupakan akumulasi dari air limpasan permukaan, sehingga untuk mengendalikannya harus difokuskan pada upaya bagaimana memaksimalkan resapan air hujan ke dalam tanah. Mayoritas pemilik lahan pada daeran tangkapan hujan yang pada umumnya disebut daerah aliran sungai (DAS) adalah masyarakat. Oleh karenanya, dalam upaya pengendaliannya harus melibatkan masyarakat. Konstruksi sederhana yang cukup efektif digunakan adalah sumur resapan, karena memiliki kapasitas yang cukup besar akan tetapi mudah dibuat oleh masyarakat, dengan resiko yang relative kecil. Namun demikian dari tinjuan system drainase, penggunaan sumur resapan memerlukan biaya yang lebih besar dibandingjkan dengan pembuatan saluran drainase untuk mengalirkan hujan ke sungai. Oleh karenanya diperlukan upaya optimasi desain untuk mendapatkan biaya yang paling murah. Desain akan tepat jika digunakan data yang akurat, oleh karenanya dilakukan pengujian koefisien permeabilitas batuan bawah permukaan.
BANTUAN TEKNIS PEMBUATAN SUMUR INJEKSI UNTUK KONSERVASI MATA AIR DI DESA PETUNGSEWU Lies Kurniawati Wulandari; Kustamar; Hirijanto; Hery Setyobudiarso
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 10 No 1 (2021): JURNAL INFO MANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v10i1.3630

Abstract

Beberapa bagian penting dalam pembuatan Sumur Injeksi ialah: penentuan lokasi, penentuan dimensi sumur, penentuan diameter pipa injeksi, dan penentuan system filtrasi. Lokasi yang tepat akan menjamin terkumpulnya air hujan yang cukup dan injeksi yang tepat sasaran. Dimensi sumur dan diameter pipa injeksi yang tepat akan mendapatkan valume tampungan yang efektif, karena seimbang antara debit air hujan yang masuk sumur dan debit air yang diinjeksikan ke lapisan aquifer. Sistem filtrasi yang tepat akan menjamin kualitas air dan laju aliran yang sesuai. Desa Petung sewu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, terletak di sisi timur lereng Gunung Kawi, dengan topografi yang berbukit-bukit. Wilayah administrasi meliputi Dusun: Sengonrejo, Codo, Petungsewu, Codo Ledok, dan Durenan. Jumlah penduduk Desa Petungsewu tahun 2018 adalah 4491 Jiwa dengan jumlah kk 1315, dan mayoritas berprofesi sebagai petani. Kebutuhan air bersih dilayani dengan memanfaatkan sumber - sumber air di beberapa anak sungai, yang dialirkan secara terpisah ke masing-masing dusun, sesuai dengan kondisi topografinya. Kabutuhan air penduduk Dusun Durenan dilayani dengan perpipaan dari Sumber Air di alur sungai Kali Mati, yang berada dalam lahan yang dikelola Perhutani Kabupaten Malang. Peremajaan tanaman yang telah dilakukan mulai tahun.
PENINGKATAN KINERJA SISTEM SALURAN DRAINASE KECAMATAN KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK Baiq Husnul Khotimah; Kustamar; Nenny Roostrianawaty
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.392 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2539

Abstract

Salah satu masalah utama terjadinya genangan di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk terjadi karena kinerja sistem drainase yang tidak berjalan sesuai fungsinya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan analisis untuk peningkatan sistem pada saluran-saluran di Kecamatan Kertosono. Analisis yang digunakan yaitu dengan menganalisis curah hujan 10 tahun terakhir menggunakan metode Log Pearson Type III dan Metode E.J Gumbel. Berdasarkan hasil analisis kapasitas saluran eksisting, didapatkan 2 saluran yang tidak dapat menampung debit saluran. Saluran primer Jl. Ngronggot dengan debit yang tidak tertampung oleh saluran sebesar 0,160 m3/detik dan saluran Jl. Urip Sumuharjo kanan sebesar 0,024 m3/detik. Untuk yang tidak memenuhi syarat maka dilakukan peningkatan saluran drainase dengan membuat sumur resapan dan dengan pelebaran saluran. Dari hasil analisa biaya konstruksi, peningkatan kinerja sistem drainase yang paling ekonomis yaitu dengan sumur resapan.
OPTIMASI DIAMETER PIPA DALAM PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI KECAMATAN WONOTIRTO KABUPATEN BLITAR Muhammad Haidar Nur Hilmy; Dr. Ir, Kustamar,MT; Nenny Roostrianawaty, ST.MT
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.975 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2544

Abstract

Penyebaran air bersih yang kurang merata dikarenakan kondisi geografis yang tidak sama, salah satu contohnya di Kecamatan Wonotirto. Kondisi geografis di Kecamatan Wonotirto merupakan dataran tinggi sehingga air bersih hanya mengandalkan air hujan. Optimasi diameter pipa dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih di Kecamatan Wonotirto ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi jumlah penduduk ditahun 2028, debit kebutuhan, perencanaan jaringan pipa distribusi, dimensi reservoir, dan jenis pompa air. Perencanaan optimasi diameter pipa dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih ini menggunakan metode Hazen-William. Data yang dibutuhkan adalah jumlah penduduk 10 tahun terakhir, data geolistrik, dan peta topografi di Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar. Berdasarkan hasil perencanaan sesuai proyeksi tahun 2028 yaitu pelayanan dengan jumlah penduduk 37,013 jiwa. Besar debit kebutuhan air bersih 63.73 lt/dt, dan dimensi reservoir 1 adalah 6 m x 4 m x 3 m, reservoir 2 adalah 6.5 m x 4 m x 3 m. Jenis pipa PVC dengan diameter 0.75 inchi, 1 inchi, 1.25 inchi, 1.5 inchi, 2 inchi, 2.5 inchi, 3 inchi, 4 inchi, 6 inchi.
KAJIAN EMBUNG PADA KALI KEDUNG WARU UNTUK PENANGGULANGAN BANJIR KABUPATEN TULUNGAGUNG Akhmad Dwi Prasetiya; Kustamar; Hirijanto
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.793 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i1.2560

Abstract

Banjir yang acapkali terjadi di wilayah kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung tepatnya di kali Kedungwaru dikarenakan debit air yang terlalu besar pada puncak musim hujan, jenis pengendalian banjir disini dipilih embung dengan pertimbangan biaya dan keuntungan sebagai penampung debit air berlebih pada musim hujan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluaan lainnya sebagai reservoir air. Perencanaan embung memerlukan data hidrologi, topografi, klasifikasi jenis tanah yang digunakan untuk embung, Dengan data hidrologi yang baik akan didapatkan debit banjir maksimum umur rencana dari embung, dari data-data di atas kita akan dapat menentukan tipe embung ideal yang kita rencanakan juga kondisi material yang paling efisien yang tersedia. Dengan tes tanah didapatkan data tanah yang terdapat disekitar lokasi relatif homogen, sehingga diputuskan menggunakan embung tipe urugan homogen. Dengan hasil yang didapatkan yaitu elevasi muka air normal sebesar +0,50 m dan muka air banjir +2,19 m dan tinggi elevasi jagaan +2,69 m, dengan kemiringan embung hulu sebesar 1:3 dan hilir 1:2,25 dengan tinggi embung secara keseluruhan 2,94 m, lebar puncak embung 2m, panjang tubuh embung 6,28 m sehingga kebutuhan material sebanyak 142 m3. Stabilitas lereng tubuh embung bagian hilir pada kondisi kosong terhadap gempa rencana sebesar 1,98 dengan stabilitas tanpa gempa sebesar 1,981 . Pada kondisi penuh stabilitas lereng tubuh embung hilir terhadap gempa rencana sebesar 1,393 dengan stabilitas tanpa gempa sebesar 1,393..
ALTERNATIF PERENCANAAN TIPE TUBUH EMBUNG NGLUYU, KABUPATEN NGANJUK Retno Pri Anggraningtiyas; Kustamar; I Wayan Mundra
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.72 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v1i2.2568

Abstract

Tubuh Embung Ngluyu membendung aliran Sungai Jurang Dandang di Desa Lengkong Lor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Tubuh embung ini direncanakan dengan tipe urugan homogen dan tipe urugan zonal dengan inti kedap air vertikal. Dari kedua alternatif tipe tersebut, dibandingkan debit rembesan tipe manakah yang lebih sedikit, sehingga dapat mereduksi rembesan lebih banyak. Dari hasil analisa didapatkan dimensi tubuh embung dengan tinggi 6,0 m dan lebar mercu 3,5 m, kemiringan lereng tubuh embung pada tipe urugan homogen bagian hulu 1 : 3 dan bagian hilir 1 : 3, sedangkan untuk tipe urugan zonal dengan inti kedap air vertikal, kemiringan bagian hulu 1 : 1,25 dan bagian hilir 1 : 1,75. Perbandingan debit rembesannya adalah sebesar 0,4070 m3/hari untuk tipe urugan homogen, sedangkan untuk tipe urugan tanah zonal adalah sebesar 0,07028 m3/hari. Sehingga dari hasil analisa tersebut dapat diketahui bahwa tubuh embung tipe urugan zonal dengan inti kedap air vertikal yang paling tepat untuk mereduksi debit rembesan.
KAJIAN SISTEM DRAINASE SUMUR RESAPAN AIR HUJAN KECAMATAN JATIKALEN KABUPATEN NGANJUK Eko Bagus Setiawan; Kustamar; Sriliani Surbakti
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.971 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i1.2577

Abstract

Sistem drainase yang umumnya masih menggunakan sistem drainase konvensional, artinya air hujan ditampung oleh saluran drainase yang selanjutnya langsung dibuang kesungai. Dengan demikian air hujan yang dapat diresap oleh tanah akan berkurang. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu upaya penambahan kandungan air tanah yang salah satunya dengan mengalihkan curah hujan yang diterima atap rumah ke dalam imbuhan buatan yaitu sumur resapan. Kajian studi ini bertujuan untuk mengombinasikan sistem drainase yang ada dengan menambahkan sumur resapan agar proses peresapan lebih optimal untuk menjaga air tanah tetap ada. Dari hasil perencanaan didaerah studi diperoleh ukuran sumur resapan diameter 1,4 meter sesuai dengan standart maksimum SK SNI N0. 03 – 2459 – 1991, dengan kedalaman sumur 2,7 meter. Jumlah sumur resapan untuk daerah studi sebanyak 3003 buah. Debit maksimum yang dapat tertampung didalam sumur resapan adalah sebesar 8,2945 x 10-4 m3.det-1. Debit limpasan sebelum adanya sumur resapan untuk lahan pertanian, pemukiman dan pekarangan sebesar 52,54014 m3.det-1. Dan debit limpasan pembanding untuk lahan pemukiman saja sebesar 7,42476 m3.det-1. Debit air hujan yang melimpas setelah adanya sumur resapan di daerah studi sebesar 50,1799 m3.det-1 untuk luasan lahan seluruh wilayah kecamatan jatikalen dan perbandingan debit yang melimpas untuk daerah lahan pemukiman saja yaitu sebesar 5,0645 m3.det-1, sehingga terjadi pengurangan debit limpasan sebesar 4,50% untuk seluruh lahan dan 31,53 % untuk lahan pemukiman pada daerah studi. Sumur resapan yang direncanakan mampu meresapkan air hujan yang tertampung dalam sumur resapan antara 14 jam sampai 24 jam, dengan penambahan sumur resapan sebagai imbuhan pada wilayah Kecamatan Jatikalen akan sangat efisien jika penempatannya diletakkan di daerah pemukiman.
EVALUASI DAN PERENCANAAN SALURAN DRAINASE KECAMATAN TELUK AMBON, KOTA AMBON Lourin; Dr. Ir. Kustamar, MT; Sriliani surbakti
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.772 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v2i2.2579

Abstract

Drainase merupakan salah satu dasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang merupakan komponen terpenting dalam suatu perencanaan infrasturktur sebuah kota. Kota Ambon merupakan salah satu kota yang sering terkena banjir di Indonesia, seperti yang terjadi pada daerah beberapa desa di kecamatan Teluk Ambon. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kurang maksimalnya sistem drainase yang ada karena rusaknya bangunan saluran yang sudah lama dibuat. Evaluasi dan perencanaan drainase dilakukan dengan perhitungan Curah hujan menggunakan metode Gumbel, metode Log Pearson Tipe III, metode Log Normal dan metode Normal, Dari hasil perhitungan didapatakan analisa Perhitungan saluran eksisting pada saluran kecematan Teluk Ambon, didapatakan besar debit rencangan adalah 0,088 m3/dtk pada ruas jalan Dr.Leimena. Kapasitas salauran yang dibutuhkan untuk menampung saluran adalah 0,013 m3/dtk pada Desa Laha Saluran No 3, sedangkan pada saluran eksisting debit banjir sebesar 0,023 m3/dtk, maka didapatkan saluran tidak mecukupi untuk menampung debit tersebut. Untuk mengatasi saluran yang tidak mencukupi, maka dilakukan perencanaan saluran drainase melalui sistem peningkatan kapasitas saluran dengan cara, melakukan pelebaran, penggerukan pada dimensi saluran, yang sesuai dengan tata guna lahan dan kondisi sekitar.