Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tantangan Baru Supervisi Pendidikan dalam Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Rofiuddin Basori, Adib; Ahmad Sauqi; Fahad Achmad Sadat
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2023): Pendidikan Islam dan Penguatan Nilai-Nilai Karakter
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v5i1.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengembangan kurikulum dalam supervisi pendidikan. Kurikulum dan pengajaran saling terkait erat, pengembangan kurikulum harus menjadi fungsi penting dari supervisi pendidikan, dan supervisi harus mendorong kurikulum Merdeka Belajar yang dikembangkan dan dilaksanakan oleh guru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa Kerangka kerja kurikulum yang mencakup dimensi kognitif, sosial-emosional, moral, budaya, demokratis, kreatif-artistik, dan kesehatan dan fisik. Masing-masing dari ketujuh dimensi tersebut merekomendasikan untuk mengintegrasikan ketujuh dimensi tersebut dalam kurikulum merdeka belajar. Setiap dimensi dari kurikulum merdeka belajar akan mendorong pembelajaran dalam dimensi lainnya. Proses pengembangan kurikulum yang disarankan melibatkan pengawas yang memfasilitasi pengembangan profesional untuk guru dan desain kurikulum untuk guru. Kunci keberhasilan supervisi pendidikan dalam implementasi kurikulum merdeka belajar adalah pengembangan kurikulum yang berkesinambungan di tingkat sekolah yang konsisten dengan tujuan yang luas dalam setiap dimensi. Pengembangan yang berkelanjutan ini mencakup pemilihan dan modifikasi kegiatan pembelajaran dan penilaian yang ditemukan dalam panduan kurikulum serta penciptaan kegiatan baru yang dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan budaya, perkembangan sebelumnya, gaya belajar, dan perkembangan yang muncul.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Peningkatan Karakter Religius di MA NU Putra Buntet Pesantren Cirebon Elmontadzery, Ahmad Yazid Fadin; Basori, Adib Rofiuddin; Mujadid, Muhamad
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Transformasi Pendidikan Islam: Moderasi, Inovasi Pembelajaran, dan Penguatan Ka
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v6i1.413

Abstract

Fenomena meningkatnya kenakalan remaja dan perilaku menyimpang di kalangan pelajar Indonesia marak terjadi di Indonesia, hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan pendidikan Islam dan implementasinya. Nilai-nilai pendidikan Islam seharusnya tidak hanya dipelajari pada ranah kognitif semata, melainkan harus dapat meresap ke dalam pribadi siswa sehingga dapat tercermin dalam karakter keseharian siswa. Namun keberagaman pemahaman keislaman dan lingkungan tentu dapat menjadi faktor penting dalam proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam meningkatkan karakter religius. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini mengeksplorasi bagaimana proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam melalui berbagai metode, termasuk wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Temuan Penulisan menunjukkan bahwa proses internalisasi dilakukan melalui kegiatan dalam kurikulum formal dan nonformal. Kegiatan dalam kurikulum formal dilakukan pada setiap mata pelajaran disisipkan nilai-nilai keislaman. Sedangkan pada kegiatan nonformal dilakukan dengan pembiasaan ibadah, ceramah dan kegiatan keagamaan lainnya, serta keteladanan guru dalam berbagai aspek menjadi faktor pendukung proses internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam meningkatkan karakter religius siswa
Dilema Nilai Islam dan Kebutuhan Pasar Kerja:: Perspektif Mahasiswa Tentang Kurikulum PTKI Adib Rofiuddin Basori; Irawan; Rohmat Mulyana Sapdi
TSAQAFATUNA : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Inovasi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tsaqafatuna.v7i2.689

Abstract

Islamic Religious Higher Education (PTKI) faces the challenge of balancing the idealism of Islamic values with the pragmatic demands of the labor market. This research aims to explore students' perspectives on this dilemma within the PTKI curriculum. Using a mixed-methods approach, this study collected quantitative data through a survey of 99 students and qualitative data through in-depth interviews. The findings reveal a significant perception gap: a majority of students (41.4%) feel the curriculum is imbalanced and overly theoretical, with 54.6% considering it irrelevant to current job market needs. This critical view is significantly more pronounced among students with internship experience (62.5%) compared to those without (33.3%). Despite this, an overwhelming majority of students (96%) do not desire a dichotomy but rather support an integrated curriculum that explicitly combines Islamic values with professional skills. The study concludes that the current theory-centric curriculum model is inadequate. It is recommended that the PTKI curriculum be reconstructed towards an applicative hybrid model that integrates theory and practice, thereby producing graduates who are not only professionally competent but also possess strong moral integrity
Integration of Pesantren Curriculum and Higher Education Basori, Adib Rofiuddin; Nugraha, Mulyawan Safwandy; Sopidi, Sopidi; Syibromilisi, Syibromilisi
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.516

Abstract

This study analyzes the amalgamation of the pesantren curriculum and secondary education at STIT Buntet Pesantren Cirebon, focusing on Islamic tenets and academic criteria within the framework of modern education. This study aims to elucidate the implementation of the integration of the pesantren and higher curriculum at STIT Buntet Pesantren Cirebon, as well as to identify the elements that facilitate and impede its achievement. Employing a qualitative case study methodology, data are collected via participant observation, in-depth interviews, and document analysis from the Chairperson, Vice Chairperson, Head of Study Program, and students. This study explains that the integration process centers on three fundamental pillars: faith, knowledge, and charity, with a strong emphasis on moderation (wasathiyah) in the curriculum. Although integration has been successful, the problem lies in the use of pesantren values as indicators in academic evaluation, and character development in the classroom takes time. This study emphasizes the importance of optimizing the implementation of an integrative curriculum, contributing to the literature by demonstrating the application of Islamic principles in the context of practical and academic education.
Program Psikoedukasi untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Santri Buntet Pesantren Cirebon Sapari, Sapari; MZ, Yusuf; Mujadid, Muhamad; Basori, Adib Rofiuddin
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.v7i2.22800

Abstract

Adolescent mental health, particularly among santri  is a critical issue requiring serious attention. This community engagement initiative aimed to enhance mental health literacy at Pondok Buntet Pesantren using a Participatory Action Research (PAR) approach, comprising three main phases: initial assessment, psychoeducation, and counseling guidance. Thirty-six participants completed pre- and post-test evaluations using standardized instruments, specifically the Satisfaction with Life Scale and the Mental Health Literacy Scale. The results indicated a significant increase in students' life satisfaction following the intervention. Although improvements in positive emotions and mental health literacy were not statistically significant, the observed positive trends suggest the program's effectiveness in deepening understanding, reducing stigma, and serving as a crucial preventive measure for maintaining students' mental well-being.
The Phenomenon of Recharging the Soul: An Analysis of Tafsir Al-Mishbah on the Spiritual Needs of Gen Z Abbas, Faiz Musthofa; Almufassir, A Zamzami; Ali Hamdan; Adib Rofiuddin Basori
AL-DZIKRA: JURNAL STUDI ILMU AL-QUR'AN DAN AL-HADITS Vol 20 No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/al-dzikra.v20i1.30615

Abstract

Abstract Generation Z, having grown up in the digital age, faces significant psychological challenges, including increased anxiety, depression, and identity crises. While contemporary psychological frameworks address these issues, they often lack the spiritual dimension crucial for holistic well-being among Muslim youth. Therefore, this study investigates the integration of Tafsir Al-Mishbah by M. Quraish Shihab with the recovery theory by Sonnentag and Fritz (2007), specifically focusing on the mental and spiritual well-being of Generation Z. By using a qualitative approach with descriptive-interpretative analysis, this study illustrates how Shihab's contextual interpretation of the Qur'an provides a robust spiritual framework for managing modern psychological pressures. The research demonstrates that the four dimensions of recovery—psychological detachment, relaxation, mastery, and control—can be deeply aligned with Islamic practices. Specifically, these dimensions correspond to prayer (sholat), remembrance of Allah (dhikr), the obligation to seek knowledge, and managing leisure time according to Sharia principles. The findings suggest that integrating spiritual practices with contemporary recovery theory can significantly foster emotional resilience, offering a comprehensive approach to mental health recovery that encompasses both psychological and spiritual dimensions. Keywords: Generation Z; Islamic spirituality; Mental health; Recovery theory; Tafsir Al-Mishbah.   Abstrak Generasi Z, yang tumbuh di era digital, menghadapi tantangan psikologis yang signifikan, termasuk peningkatan kecemasan, depresi, dan krisis identitas. Meskipun kerangka psikologis kontemporer berupaya mengatasi masalah ini, pendekatan tersebut sering kali kehilangan dimensi spiritual yang sangat penting bagi kesejahteraan holistik pemuda Muslim. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki integrasi Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab dengan teori recovery oleh Sonnentag dan Fritz (2007), dengan fokus khusus pada kesejahteraan mental dan spiritual Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif-interpretatif, studi ini menggambarkan bagaimana tafsir kontekstual Shihab terhadap Al-Qur'an memberikan kerangka spiritual yang kuat untuk mengelola tekanan psikologis modern. Penelitian ini menunjukkan bahwa empat dimensi pemulihan—psychological detachment, relaksasi, mastery, dan kontrol—dapat diselaraskan secara mendalam dengan praktik Islam. Secara spesifik, dimensi-dimensi tersebut berkorespondensi dengan ibadah shalat, dzikir (mengingat Allah), kewajiban menuntut ilmu, dan pengelolaan waktu luang yang sesuai dengan prinsip syariah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan praktik spiritual dengan teori recovery kontemporer dapat meningkatkan ketahanan emosional secara signifikan, serta menawarkan pendekatan pemulihan kesehatan mental yang komprehensif mencakup dimensi psikologis dan spiritual. Kata Kunci: Generasi Z; Kesehatan mental; Spiritualitas Islam; Tafsir Al-Mishbah; Teori recovery.