Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN OPERASIONAL DALAM SUSTAINABILITY BISNIS DI KOTA SURABAYA Martha Suhardiyah; Diah Karunia Binawati; - Subakir
Eco-Entrepreneur Vol 2, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Eco-Entrepreneur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ee.v2i2.4359

Abstract

ABSTRAKJumlah penduduk akan berdampak pada masalah ketenagakerjaan, di Indonesia yang mempunyai jumlah penduduk  besar  mengakibatkan  permasalah yang dan kompleks, hal ini disebabkan adanya perbedaan antara kesempatan kerja dengan  angkatan kerja sehingga terjadi pengangguran , oleh karena itu adanya sektor informal seperti UMKM sangatlah membantu mengatasi masalah penyerapan tenaga kerja.  Dalam penelitian ini mengambil populasi dari pelaku UMKM yang menjadi binaan Dinas Koperasi UMKM kota Surabaya dengan sampel sebanyak 119 UMKM. Berdasarkan hasil analisis data dengan analisis deskripsi eksplorasi diperoleh hasil bahwa faktor-faktor Lingkungan operasional yang berupa pesaing, kreditor, pelanggan, tenaga kerja dan pemasok, secara keseluruhan  mempengaruhi sustainability  UMKM  tetapi yang dirasakan paling besar pengaruhnya terhadap sustainability adalah  pelanggan/konsumen.ABSTRACTThe population will have an impact on employment issues, in Indonesia which have large populations resulting a comples problems, this is due to the difference between working opportunity and the number of workforce, that causing unemployment. The informal sectors such as SMEs is helping to overcome the problem of labor. This study takes a population of SMEs that under Department of Cooperatives and SMEs in Surabaya, with a sample of 119 SMEs. Based on the results of the data analysis by descriptive analysis showed that the the operational environment factors in the form of competitors, creditors, customers, workforce and suppliers, have affect towards the sustainability of SMEs, but the greatest effect on sustainability is the customer / consumer.
Penguatan Ekonomi Rumah Tangga dalam Meningkatkan Hasil Olahan Kerupuk Ikan dan Bonggolan di Desa Pengulu, Sidayu, Kabupaten Gresik Mochammad Munir Rachman; Christina Menuk Sri Handayani; Subakir Subakir; Sigid Prihantoro Utomo
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 1 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i1.7116

Abstract

Bisnis kerupuk ikan dan bonggolan yang diproduksi warga Desa Pengulu masih berjalan dengan baik meski dengan skala kecil. Bisnis Kerupuk Ikan dan Bonggolan adalah bentuk integritas suatu produk yang sama-sama memiliki nilai ekonomis, terutama untuk pemberdayaan kemandirian ekonomi keluarga. Namun, pemanfaatannya tidak mampu menghasilkan produk yang maksimal. Metode eksploratif yang dilakukan tim KKN-PPM telah membawa perubahan dan minat warga dalam mengikuti sosialisasi dan praktik dihadir sebanyak 62 peserta. Kegiatan dilakukan dari tanggal 3 Februari - 2 Maret 2020. Beberapa tahapan telah memperoleh informasi. Hasil capaian yang ditemukan bahwa peluang penjualan kerupuk ikan dan bonggolan yang sudah terdistribusi di pasaran Kota Gresik dan Surabaya Raya masih tinggi permintaannya karena daya beli konsumen meningkat, terutama pada saat memasuki bulan Ramadhan. Hal ini, direkomendasikan bahwa harapan ke depan, proses produksinya bisa dilakukan peningkatan pada kualitas produk dengan melalui diversifikasi produk, desain produk maupun kemasan produk untuk lebih kreatif dan inovatif baik melalui pengembangan strategi bersaing maupun memanfaatkan peluang dengan e-bisnis dan e-marketing atau digital marketing. Sehingga dapat menguatkan kemandirian masyarakat dan bisa meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memajukan industri rumahan dalam rangka menunjang kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Pemanfaatan Handuk Bekas dan Kain Satin sebagai Kerajinan Souvenir Vas Bunga dalam Upaya Kemandirian Ekonomi Keluarga di Desa Pengulu, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik Mochammad Munir Rachman; Sigit Prihanto Utomo; Subakir Subakir; Sugiyanto Sugiyanto; Teguh Purwanto
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 6 NOMOR 1 MARET 2022 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.016 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v6i1.7223

Abstract

Kerajinan merupakan kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan manusia. Karena kerajinan ini dapat menghasilkan hiasan atau barang seni yang dapat dipakai serta dapat mengahasilkan nilai jual yang tinggi. Membuat kerajian tidak hanya memerlukan barang yang baru tetapi dapat juga memanfaatkan barang-barang bekas seperti handuk bekas dan pita satin bekas. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan wawasan terhadap masyarakat dalam memanfaatkan barang-barang bekas khususnya pita dan handuk yang sudah tidak dipakai untuk diolah menjadi barang yang bernilai. Metode pelaksanaan dalam pengabdian ini dilakukan dengan melalui sosialisasi, demo tentang pembuatan bunga dari pita satin bekas dan pembuatan vas dari handuk bekas. Kegiatan ini dilakukan Bersama-sama dengan Ibu-ibu PKK, pemuda dan pemudi karangtaruna serta masyarakat penggerak UKM desa Pengulu Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa masyarakat merespon dan menerima kegiatan dalam pembuatan vas bunga dari handuk bekas dan bunga dari kain satin bekas. Bahkan hasil olahan barang bekas ini dapat dijadikan sebagai bisnis baru. Karena barang-barang olahan ini bisa menjadi sector UKM yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga di Desa Pengulu. Namun, salah satu kendala yang ditemukan adalah kurangnya metode pemasaran yang dilakukan masyarakat Pengulu, mereka hanya menunggu dan mengirimnya pada satu tempat pengelola yakni KOBE (Koperasi Usaha Bersama) Sukses Sejahtera di Kecamatan Sidayu yang selama ini sudah dilakukan. Selain itu, kurangnya wawasan dan jaringan untuk penjualan ke berbagai tempat, alasannya masih minim ptoduk-produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu perlu mendapat dukungan dari tim PPM untuk bekerjasama dalam sosialisasi dan pengembangan untuk lebih maju.
PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP PRODUK RUSAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT JATIM TAMAN STEEL, MFG SIDOARJO Dewi Mashita Indah Pratiwi; Subakir
Majalah Ekonomi Vol 25 No 2 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/majeko.vol25.no2.a2933

Abstract

Dalam dunia bisnis para pelaku bisnis diharuskan untuk menghasilkan kualitas produk yang baik agar dapat bersaing dengan para kompetitor. Akan tetapi dalam prosesnya, kegiatan proses produksi tidak selalu mendapatkan produk yang bagus, terkadang mendapat produk rusak di dalam setiap prosesnya. Ada 2 kategori produk rusak yang diminta oleh perusahaan, yakni produk rusak yang bisa dijual kembali dan juga produk rusak yang sudah tidak bisa dijual lagi. Tujuan melakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan akuntansi produk rusak di dalam perhitungan harga pokok produksi. Perlakuan akuntansi produk rusak di PT Jatim Taman Steel, MFG Sidoarjo nyatanya tidak sesuai dengan teori yang ada, di dalam laporan harga produk tersebut pada bagian laporan produksi, produk rusak yang terjadi tiap tahun dimasukkan dalam produk akhir yang ada setiap tahun, seharusnyahmenurut kajian teori produk rusak tetap mendapat perlakuan sebagaihproduk rusak bukan dimasukkan ke dalam produk selesai. Beberapa teori menjelaskan jika laporan harga pokok produk, pembebanan harga pokok produk rusak dibebankan ke dalam produk akhir yang mengakibatkan harga pokok produk akhir per-unit menjadi lebih tinggi.
PENGARUH TEMPAT PEMBESARAN KOLAM TERPAL TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BELUT (MONOPTERUS ALBUS): Kolam terpal, pertumbuhan Ikan Belut (Monopterus albus) Diah Karunia Binawati; Subakir Subakir
WAHANA Vol 55 No 2 (2010)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.842 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v55i2.1386

Abstract

Budidaya ikan belut sebenarnya tidak sulit dan juga tidak mahal, masyarakat yang memiliki lahan sempitpun dapat memelihara ikan belut. Secara teknis budidaya dan pemeliharaan ikan belut (Monopterus albus) hanya memerlukan perhatian dalam memilih tempat atau lokasi budidaya, pembuatan kolam, media pemeliharaan, memilih benih, perkembangbiakan belut, penetasan, makanan dan kebiasaan makan serta hama. Disisi lain peternak ikan belut juga harus memperhatikan tata cara panen, pasca panen, dan pemasaran. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan belut sawah yang berumur 3 bulan. Adapun sampel yang digunakan adalah ikan belut sawah yang berumur 3 bulan yang diperoleh secara acak dari peternak ikan belut di Sengkaling Malang, sejumlah 3 kg. Penelitian ini menggunakan analisis statistika uji T. Hasil perhitungan dengan Uji T menunjukkan bahwa t hitung > t (0,05%), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan bobot awal dan bobot akhir ikan belut setelah dipelihara di dalam kolam terpal selama 30 hari, dengan rata-rata penambahan bobot ikan belut sebesar 2,14 gram.
MODIFIKASI KOMPOR BIJI JARAK SEBAGAI IPTEK BAGI MASYARAKAT PEMBUDIDAYA TANAMAN JARAK PAGAR Setyo Purwoto; Subakir Subakir
WAHANA Vol 56 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.578 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v56i1.1426

Abstract

Guna menekan penggunaan minyak tanah dan atau LPG diperlukan energi alternatif yang baru dan terbarukan. Salah satu upaya dimaksud, yang dapat ditempuh adalah menggunakan BBM nabati, diantaranya pemanfaatan biji jarak pagar (Jatropha curcas L.). Untuk itu diperlukan kompor yang dapat dioperasikan dengan BBM biji jarak pagar tersebut. Permasalahan yang dihadapi mitra dalam penerapan iptek ini adalah : keterbatasan alat cetak material komponen kompor, dan tidak optimalnya kinerja (nyala & cara operasional) kompor dari model yang telah ada. Mengacu pada justifikasi prioritas penanganan bersama mitra, maka solusi utama yang diterapkan adalah: " Modifikasi Kompor Biji Jarak". Hasil kegiatan sosialisasi dan pelatihan perakitan model kompor biji jarak diperoleh 4 model, dimana secara prinsip model yang dimaksud adalah: 1) tungku silindris penuh, 2) tungku silindris melingkar tepi, 3) tungku silindris tengah gantung, 4) tungku bertutup pengatur api. Luaran produk hasil pengembangan dalam pembuatan model kompor biji jarak yang optimal, fleksibel dan efisiensi bahan bakar dalam penerapan iptek ini diperoleh spesifikasi kompor biji jarak sebagai berikut : 1) Ukuran kompor ideal : Panjang dan Lebar permukaan 30 cm, tinggi 30 cm, 2) Kapasitas tungku biji 300 gram - 500 gram, 3) Bahan: dari plat besi dengan ketebalan 0.5 — 0,6 mm, 4) Komponen kompor terdiri dari : sarangan luar dan dalam, tungku bahan bakar, pengatur nyala, penutup, penampung abu, dan badan kompor. 5) Ketahanan kompor lebih dari 3 tahun (referensi), 6) Kemampuan menyala : 300 gram biji jarak mampu menyala selama sekitar 60 menit (dengan kadar air biji sekitar 5%), dimana untuk pemanasan langsung, air sebanyak 2 liter mendidih dalam waktu 12 hingga 13 merit, dan untuk memasak nasi '/2 kg memerlukan waktu sekitar 40 menit. Ketahanan nyala tergantung kadar minyak biji
Pemanfaatan Handuk Bekas dan Kain Satin sebagai Kerajinan Souvenir untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga Mochammad Munir Rachman; Sigit Prihanto Utomo; Subakir Subakir; Christina Menuk Sri Handayani; Siti Samsiyah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 13, No 2 (2022): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v13i2.7706

Abstract

Di Desa Pengulu, masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang mengelola dan mengembangkan usaha sendiri. Akibatnya, masyarakat tidak mampu meningkatkan perekonomian keluarga sebagai sektor tambahan untuk kebutuhan pokok. Kesempatan ini dimanfaatkan tim PPM untuk mensosialisasikan kerajinan dengan memanfaatkan barang bekas. Kerajinan adalah kegiatan yang melibatkan penciptaan barang dengan menggunakan keterampilan tangan manusia. Keterampilan craftmanship dapat digunakan untuk membuat dekorasi atau barang seni yang selain memiliki nilai seni, juga memiliki nilai jual yang relatif tinggi. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat tentang cara menggunakan barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi dan dapat disulap menjadi barang yang bernilai seni. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi cara membuat bunga dan vas bunga. Kegiatan ini diikuti 64 peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, PKK, Krangtaruna, dan komunitas penggerak Usaha Mikro. Luaran dari pengabdian ini menunjukkan respon masyarakat terhadap kegiatan seperti pembuatan vas bunga dari handuk bekas dan bunga dari pita satin bekas. Keinginan masyarakat untuk melaksanakan dan mempraktekkan cara pembuatan awal hingga proses menjadi vas bunga. Hasil olahan barang bekas dari tangan masyarakat menjadi bahan perbincangan warga untuk dapat dimanfaatkan guna meningkatkan perekonomian keluarganya. Namun, warga menemukan bahwa kendala yang paling sulit adalah pembuatan bentuk/desain dan penggunaan metode pemasaran yang minim, serta kekhawatiran akan kegagalan usaha. Untuk itu diperlukan pendampingan tim KKN-PPM untuk bersinergi dalam sosialisasi dan pengembangan agar dapat maju. Hasil pengabdian ini menyarankan agar warga mencari kelemahannya dalam merencanakan dan menyusun strategi pemasaran dengan menjual barang bekas yang bernilai seni, sehingga dapat bermanfaat sebagai peningkatan perekonomian keluarga.
PROFIT SHARING AND BUYING-SELLING FINANCING: WHICH DETERMINES SUSTAINABILITY OF ISLAMIC BANKING DURING COVID-19 PANDEMIC? Sigit Prihanto Utomo; Taudlikhul Afkar; Sugijanto Sugijanto; Subakir Subakir; Yasmine Dwi Cahyani; Tarisya Maulidya Wati
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 7, No 4 (2023): IJEBAR, Vol. 7 Issue 4, December 2023
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v7i4.11198

Abstract

Business activity of Islamic banks is to channel financing with the aim of making a profit. Profit-sharing financing is a characteristic of Islamic Banks that use mudharabah and musharakah contracts. In addition, it is also equipped with buying and selling financing using murabahah, istishna’, and ijarah contracts. Of course, during the Covid-19 pandemic, financial turmoil can have an impact on the ability to earn profits as a form of banking business sustainability. The purpose of this research is to conduct an analysis of the sustainability of Islamic banks during the Covid-19 pandemic through the distribution of profit-sharing financing and buying-selling financing so that the financing that will be known most strengthen the sustainability of Islamic banks in terms of the ability to earn profits. The population in this research is Islamic banks in Indonesia which are sampled with the Saturated sampling technique, so that over all 14 Islamic banks are used in research this. The data analysis technique used is multiple linear regression with the JAMOVI Data tool used 2019-2022 as a year to conduct an analysis of Islamic bank sustainability. Findings of this study show that the most dominant determination of the sustainability of Islamic banks during the Covid-19 pandemic is mudharabah financing
Menumbuhkan Nilai Kewirausahaan Dan Daya Saing Pelaku Usaha Mikro Kecil Di Desa Pengulu, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik Sutama Wisnu Dyatmika; Tony Susilo Wibowo; Subakir; Untung Lasiyono
Ekobis Abdimas Vol 1 No 1 (2020): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ekobisabdimas.1.1.2342

Abstract

Kewirausahaan dapat menyerap banyak tenaga kerja sehingga mampu menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran. Saat ini semua negara terus memperhatikan perkembangan dunia wirausaha mulai dari sektor agraris hingga sektor financial technology. Semua berupaya agar segala sektor yang ada dapat saling berkaitan dan membentuk sebuah pola ekosistem kuat guna menopang perekonomian negara. Demikian halnya yang terjadi di Desa Pengulu Kabupaten Gresik, di desa ini usia produktif lebih memilih untuk bekerja di kota besar terdekatnya yaitu Surabaya. Maka yang terjadi adalah tidak ada penggerak kewirausahaan yang potensial di desa ini. Padahal desa memiliki potensi olahan ikan yang sangat baik mengingat lokasi desa ini relatif dekat dengan pesisir. Untuk itu dilakukanlah program pengabdian masyarakat di Desa Pengulu, Sidayu, Gresik. Program ini dilakukan dengan rangkaian proses: Penyampaian Materi Mindset Kewirausahaan, Pemberian Contoh Sederhana, Nyata, dan Bisa Diduplikasi, dan Konsultasi Teknis dan Optimalisasi Aktivitas. Setelah dilakukan kegiatan ini, masyarakat menjadi sadar dan mnegrti pentingnya kewirausahaan. Bagi masyarakat yang telah melakukan aktivitas kewirausahaan ditemukan beberapa kendala yang akan dicari solusinya agar kedepannya mendapatkan hasil yang lebih baik
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Berbasis Teknologi bagi Pelaku UMKM di Desa Banjarsari Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Tri Ariprabowo; Ch. Menuk Sri Handayani; Bayu Adi; Subakir
Ekobis Abdimas Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service activity is focused on the dissemination and training for financial report preparation based on information technology for small and medium enterprises. The management of small and medium business in Banjarsari Village, Cerme, Gresik had not fully used information technology in the preparation of their financial statements. The method which used in this community service activity was a socialization method about using of information technology in financial management preparation and continued by conducting training and practice in preparing financial reports using information technology. The results of the community service activities showed that small and medium businesses were highly motivated to compile their financial reports using information technology and have been able to record transactions using computer applications. The results of this community service activity are expected to increase transparency and accountability in financial management for small and medium enterprises.