Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Rebusan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Bakteri Patogen Gram Positif dan Gram Negatif secara In Vitro antoni, adi; Abdullah AA; Alprida harahap; Haslinah; Nurhalimah Batubara
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2890

Abstract

Infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan pengembangan agen antibakteri alternatif dari bahan alam. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, fenolik, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri rebusan daun jambu biji terhadap beberapa bakteri patogen secara in vitro. Sampel yang digunakan berupa 30 gram daun jambu biji segar yang direbus dan diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Enterococcus faecalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji memiliki daya hambat terhadap seluruh bakteri uji dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 11,12 mm pada S. aureus, 10,23 mm pada E. coli, 9,27 mm pada P. aeruginosa, dan 9,82 mm pada E. faecalis. Daya hambat tertinggi ditemukan pada S. aureus, sedangkan yang terendah pada P. aeruginosa. Temuan ini menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami.
Menjaga Gula Darah di Tengah Bencana: Edukasi Pengelolaan Diabetes bagi Masyarakat Desa Tandihat adi antoni; Abdullah AA; Juni Andriani Rangkuti; Nefonafratilova Ritonga; Haslinah; Alprida harahap; Anto J. Hadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 8 No. 2 (2026): Vol 8 No. 2 Agustus 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v8i2.2973

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan melalui pemantauan kadar gula darah, pengaturan pola makan, kepatuhan terhadap pengobatan, aktivitas fisik, dan perawatan diri. Dalam situasi bencana, pengelolaan diabetes dapat menjadi lebih sulit akibat terganggunya rutinitas sehari-hari, keterbatasan akses terhadap obat-obatan dan alat pemeriksaan kadar gula darah, perubahan pola makan, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pengendalian kadar gula darah dan komplikasi diabetes. Edukasi mengenai pengelolaan diabetes dalam situasi bencana menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tandihat mengenai pentingnya menjaga kadar gula darah dan melakukan pengelolaan diabetes dalam situasi bencana. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Desember 2025 di Desa Tandihat melalui edukasi kesehatan yang meliputi pentingnya pemantauan kadar gula darah, keteraturan konsumsi obat, pengaturan pola makan, pemenuhan kebutuhan cairan, pengenalan tanda dan gejala hipoglikemia serta hiperglikemia, dan kesiapan menyediakan kebutuhan diabetes dalam kondisi darurat. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan penguatan kemampuan masyarakat dalam melakukan pengelolaan diabetes secara mandiri. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Kegiatan edukasi mengenai pengelolaan diabetes dalam situasi bencana diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mempertahankan pengendalian kadar gula darah meskipun berada dalam kondisi darurat. Peningkatan pengetahuan juga diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keterbatasan akses terhadap obat, alat pemeriksaan glukosa, makanan yang sesuai, dan pelayanan kesehatan selama bencana. Edukasi kesiapsiagaan diabetes juga direkomendasikan sebagai bagian dari pendidikan pengelolaan diabetes untuk membantu individu mempersiapkan kebutuhan obat, alat pemeriksaan, informasi medis, dan kebutuhan darurat lainnya. Kata kunci: diabetes melitus, kadar gula darah, bencana, edukasi kesehatan, kesiapsiagaan