Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA)
Vol. 8 No. 2 (2026): Vol 8 No. 2 Agustus 2026

Menjaga Gula Darah di Tengah Bencana: Edukasi Pengelolaan Diabetes bagi Masyarakat Desa Tandihat

adi antoni (universitas aufa royhan)
Abdullah AA (Unknown)
Juni Andriani Rangkuti (Unknown)
Nefonafratilova Ritonga (Unknown)
Haslinah (Unknown)
Alprida harahap (Unknown)
Anto J. Hadi (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan melalui pemantauan kadar gula darah, pengaturan pola makan, kepatuhan terhadap pengobatan, aktivitas fisik, dan perawatan diri. Dalam situasi bencana, pengelolaan diabetes dapat menjadi lebih sulit akibat terganggunya rutinitas sehari-hari, keterbatasan akses terhadap obat-obatan dan alat pemeriksaan kadar gula darah, perubahan pola makan, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pengendalian kadar gula darah dan komplikasi diabetes. Edukasi mengenai pengelolaan diabetes dalam situasi bencana menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Tandihat mengenai pentingnya menjaga kadar gula darah dan melakukan pengelolaan diabetes dalam situasi bencana. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Desember 2025 di Desa Tandihat melalui edukasi kesehatan yang meliputi pentingnya pemantauan kadar gula darah, keteraturan konsumsi obat, pengaturan pola makan, pemenuhan kebutuhan cairan, pengenalan tanda dan gejala hipoglikemia serta hiperglikemia, dan kesiapan menyediakan kebutuhan diabetes dalam kondisi darurat. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan penguatan kemampuan masyarakat dalam melakukan pengelolaan diabetes secara mandiri. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Kegiatan edukasi mengenai pengelolaan diabetes dalam situasi bencana diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mempertahankan pengendalian kadar gula darah meskipun berada dalam kondisi darurat. Peningkatan pengetahuan juga diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keterbatasan akses terhadap obat, alat pemeriksaan glukosa, makanan yang sesuai, dan pelayanan kesehatan selama bencana. Edukasi kesiapsiagaan diabetes juga direkomendasikan sebagai bagian dari pendidikan pengelolaan diabetes untuk membantu individu mempersiapkan kebutuhan obat, alat pemeriksaan, informasi medis, dan kebutuhan darurat lainnya. Kata kunci: diabetes melitus, kadar gula darah, bencana, edukasi kesehatan, kesiapsiagaan

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jamunar

Publisher

Subject

Humanities Education Health Professions Public Health

Description

Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) menyediakan media bagi mereka yang ingin mempublikasikan artikel ilmiahnya dari hasil pengabdian masyarakat atau inovasi di bidang Kesehatan, Pendidikan, ...