Articles
Pengaruh Penggunaan Kompres Kayu Manis terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Penderita Arthritis Gout di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua
Antoni, Adi;
Pebrianthy, Lola;
Harahap, Desi Marwiyah;
Suharto, Suharto;
Pratama, Muchti Yuda
Jurnal Kesehatan Global Vol 3, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.445 KB)
|
DOI: 10.33085/jkg.v3i1.4582
Asam urat disebut juga arthritis gout termasuk suatu penyakit degeneratif yang menyerang persendian, dan paling sering dijumpai di masyarakat terutama dialami oleh lanjut usia (lansia). Namun tak jarang penyakit ini juga ditemukan pada golongan pralansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan kompres kayu manis (cinnamomum burmani) terhadap penurunan skala nyeri di wilayah kerja Puskesmas Batunadua tahun 2019. Metode penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan rancangan the one group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 13 responden. Hasil penelitian melalui uji statistik wilcoxon menunjukan adanya pengaruh penggunaan kompres kayu manis terhadap penurunan skala nyeri pada penderita arthritis gout dengan pvalue 0.001 α (0.005). Disarankan bahwa penggunaan kompres kayu manis dapat dijadikan salah satu pengobatan alternatif untuk mengurangi skala nyeri pada penderita arthritis gout
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA MASALAH KAKI DIABETIK
Sukhri Herianto Ritonga;
Dinda Permata Julianda;
Adi Antoni
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Prima Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34012/jukep.v4i1.1330
An increasing number of people with diabetes globally results in an increasing number of complications from diabetes, such as diabetic foot problems. Diabetic foot problem is one of the complications that most causes a decrease in the quality of life in sufferers. The aim of this study was to determine the relationship between lifestyle with quality of life in people with type 2 diabetes with diabetic foot problems. This research uses quantitative research with a case-control design with a retrospective approach. The number of respondents in this study was 50 people using the purposive sampling technique. The measuring instrument used to assess lifestyle is the Fantastic Lifestyle Score, while to assess the quality of life (WHOQOL) BREF. The statistical test used is the chi-square test. In this study, the p-value was 0.044 (α= 0.05) so that statistically there was a relationship between lifestyle with quality of life. Based on the odds ratio, the value was 3.886 (95% CI, 1.191-12.681), meaning that respondents who had a bad lifestyle were 3.8 times more likely to have a bad quality of life. The results showed that lifestyle was significantly related to the quality of life, where the better the lifestyle, the better the quality of life. This research can also be an input for health workers to make health services an effort to increase knowledge about the lifestyle and quality of life of people with diabetes.
Diet Behavior During Covid-19 Period the Enforcement of Community Activity Restrictions
Anto J Hadi;
Erni Yetti Riman;
Haslinah Ahmad;
Nur Hamdani Nur;
Adi Antoni
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 1 No 2 (2021): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.599 KB)
|
DOI: 10.47650/pjphsr.v1i2.269
Dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah mempengaruhi gaya hidup seluruh masyarakat dunia terutama pola konsumsi makanan berbagai kelompok umur. Namun dalam berlarut-larut pandemi covid-19 ini sehingga diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berakibat pada perubahan perilaku diet tertentu untuk mengatasi covid-19. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perilaku diet selama covid-19 di masa PPKM. Jenis Penelitian ini adalah survey analitik desain cross sectional study. Responden usia 18 tahun keatas sebagai populasi dan sampel dengan pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 493 peserta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner serta teknik analisis data dengan uji-t independen atau analisis ANOVA. Hasil diperoleh sebagian besar peserta melaporkan sendiri bahwa mereka baru-baru ini mengurangi makan di luar serta proporsi orang yang memilih untuk menggunakan suplemen untuk mencegah covid-19 telah meningkat secara substansial selama PPKM sebanyak 275 (55,8%), kurang dari setengah peserta mengikuti perilaku diet yang direkomendasikan, termasuk porsi makanan individu serta peserta yang mengikuti perilaku ini memiliki keragaman makanan yang lebih baik. Kesimpulannya, selama periode PPKM peserta masih mengikuti perilaku diet tertentu untuk mengatasi covid-19. Sementara beberapa perilaku diet diadopsi untuk membantu mencegah penularan seperti menghindari makan bersama serta mengonsumsi multivitamin.
Self – Care Training for Wound Diabetic Foot Using Guava Leaves Decoction
Yanna Wari Harahap;
Nurlaila Nurlaila;
Khairunnisa Butar-Butar;
Adi Antoni;
Anto Anto
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.972 KB)
|
DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1794
The complications of diabetes mellitus (DM) is diabetic ulcers. The principles of Preparation of the wound (3 M principles) are cleansing, removing necrotic tissue in the wound, choosing the right topical therapy. The aim of this community service to implementation research result about effectiveness of boiling guava leaves as wound washing for diabetic clients. The community service method was wound care diabetic training through guava leaves boil. The program have done as long as a week which the participant were diabetic client in Sidangkal public health center. Before doing community service, the client experienced on caring wound diabetic was used Na-CL, closed wound with cotton, washed every day, and used insulin as preventive diabetic complication. The result of training, the participant said the information about guava leaves boil was new information for them. And all participant also given positive response for this training. And the lead of public health center also said this program improve the knowledge of clients about caring wound diabetic foot.
Self – Care Training For Wound Diabetic Foot Using Guava Leaves Decoction
Yanna Wari Harahap;
Nurlaila Nurlaila;
Khairunnisa Butar-Butar;
Adi Antoni;
Anto Anto
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.132 KB)
|
DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.2135
The complications of diabetes mellitus (DM) is diabetic ulcers. The principles of Preparation of the wound (3 M principles) are cleansing, removing necrotic tissue in the wound, choosing the right topical therapy. The aim of this community service to implementation research result about effectiveness of boiling guava leaves as wound washing for diabetic clients. The community service method was wound care diabetic training through guava leaves boil. The program have done as long as a week which the participant were diabetic client in Sidangkal public health center. Before doing community service, the client experienced on caring wound diabetic was used Na-CL, closed wound with cotton, washed every day, and used insulin as preventive diabetic complication. The result of training, the participant said the information about guava leaves boil was new information for them. And all participant also given positive response for this training. And the lead of public health center also said this program improve the knowledge of clients about caring wound diabetic foot.
PENGARUH AKUPRESUR PADA TITIK PERIKARDIUM 6 TERHADAP INTENSITAS MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER I
Wiwi Wardani Tanjung;
Yanna Wari;
Adi Antoni
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.81 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v8i4.2160
Mual muntah biasanya terjadi pada pagi hari, tetapi ada yang timbul setiap saat dan malam hari dan terjadi akibat dari perubahan sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan terutama meningkatnya hormom hCG dalam kehamilan. Data di Indonesia 50% sampai 80% ibu hamil mengalami mual muntah dan kira-kira 5% dari ibu hamil membutuhkan penanganan untuk penggantian cairan dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Akupresur pada titik Perikardium 6 terhadap Intensitas Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I di Klinik Bidan Nelly Padangsidimpuan tahun 2020. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen One Group Pretest-Posttest Only Design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 20 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisa yang digunakan adalah uji beda dua mean (uji t) yaitu paired t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh Akupresur pada titik Perikardium 6 terhadap Intensitas Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester I dengan nilai p 0,000 (p< 0,05). Bidan diharapkan dapat menerapkan intervensi akupresur P6 pada ibu hamil sebagai salah satu terapi komplementer untuk mengurangi mual muntah yang dialami oleh ibu hamil dan melakukan pendidikan kesehatan ataupun promosi kesehatan yang dapat diberikan kepada ibu hamil dalam mengurangi keluhan mual muntah pada kehamilan trimester I.
ISOLASI SENYAWA FLAVONOID BUNGA BELIMBING WULUH (Averrhoa Bilimbi L.) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus Aureus DAN Klebsiella Pneumoniae
Ayus Diningsih;
Adi Antoni
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.518 KB)
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman tanaman obat di dunia, Salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional adalah bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). yang sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara untuk mengobati batuk dan sariawan pada anak-anak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental berbasis laboratorium dengan metode isolasi senyawa flavonoid dan metode yag digunakan dalam uji aktivitas antibakteri adalah difusi sumuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi senyawa Flavonoid dari bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) danuntuk mengetahui aktivitas antibakteri senyawa flavonoid bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumonia. Dari hasil analisis data yang diperoleh bahwa dari hasil isolasi ekstrak metanol bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) diperoleh senyawa flavonoid golongan flavonol. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memberikan daerah hambat yang efektif terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50 mg/ml dengan diameter 10,81 mm dan bakteri Klebsiella Pneumoniaepada konsentrasi 50 mg/ml dengan diameter 10,77.
IMPLEMENTASI MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) PADA MAHASISWA UNIVERSITAS AUFA ROYHAN PADANGSIDIMPUAN
Adi Antoni;
Nefonavratilova Ritonga;
Haslinah Ahmad;
Anto J. Hadi
Jurnal Education and Development Vol 10 No 1 (2022): Vol.10. No.1 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.44 KB)
|
DOI: 10.37081/ed.v10i1.3428
Program MBKM menjadi salah satu unggulan pemerintah dalam mengatasi permasalahan dunia pendidikan tinggi saat ini, yaitu penyerapan tenaga kerja dan relevansi lulusan dengan dunia industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pemahaman mahasiswa Universitas Aufa Royhan terkait implementasi MBKM yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif base population. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa program sarjana di 9 program studi sebanyak 504 orang. Pengumpulan data menggunakan kuisioner SPADA dikti. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan menggambarkan distribusi frekuensi dari setiap item yang didapatkan. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas mahasiswa (42%) hanya mengetahui sedikit tentang MBKM dan terdapat mahasiswa yang belum mengetahui adanya kebijakan MBKM (18%), 43% mahasiswa lebih menyukai kegiatan magang/ praktik kerja sedangkan kegiatan pertukaran pelajar dan proyek independen memiliki jumlah peminat paling sedikit (1%), 72% mahasiswa sangat merekomendasikan dengan adanya program MBKM yang ada di perguruan tinggi. Kesimpulannya masih sedikit mahasiswa yang mengetahui tentang kebijakan MBKM. Saran: Universitas Aufa Royhan menbuat kebijakan terkait: 1) Kebijakan mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus; 2) Dosen berkegiatan di luar kampus; 3) Praktisi belajar di dalam kampus; 4) Hasil kinerja dosen digunakan oleh masyarakat; 5) Kelas yang berkolaboratif dan partisipatif.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kontrol Stres Fisiologis dan Psikologis Klien Diabetes Melitus
Adi Antoni;
Ayus Diningsih
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2: MEI 2021 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (685.385 KB)
|
DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1497
Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif yang menjadi masalah dunia. Klien DM mengalami berbagai stres baik secara fisiologis (hiperglikemi dan fatigue) maupun psikologis (kecemasan). Tjuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap kontrol stres fisiologis dan psikologis klien diabetes melitus.Metode : penelitian ini dilaksanakan di Kota Padangsidimpuan. Waktu penelitian dimulai Bulan April sampai Juli 2020. Desain penelitian berupa kuasi eksperimen dengan one group pretest-posttest only design. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Instrument yang digunakan berupa visual analog scale for fatigue (VASF) untuk mengukur fatigue, glukotes untuk mengukur kadar glukosa darah, Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat stres.Hasil : Hasil penelitian didapatkan relaksasi otot progresif dapat digunakan sebagai terapi komplementer dalam mengelola stres fisiologis dan sres psikologis pada klien dengan diabetes melitus. Kadar glukosa darah sebelum 293 mg/dl dan sesudah 267,65 mg/dl. Skor fatigue sebelum diperoleh 4,45 dan sesudah 2,60. Skor kecemasan dari 36,05 menjadi 32,60.Kesimpulan : relaksasi otot progressif efektif dalam menurunkan stres fisiologis dan stres psikologis pada penderita diabetes melitus.
Hubungan Kontrol Glikemik dengan Aktifitas Fisik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kota Padangsidimpuan : The Relationship between Glycemic Control and Physical Activity of Type 2 Diabetes Mellitus Patients in Padangsidimpuan City
Adi Antoni;
Natar Fitri Napitupulu;
Ririn Ariska Nasution;
Hotma Royani Siregar;
Anto J. Hadi;
Haslina Ahmad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 1: JANUARY 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (664.51 KB)
|
DOI: 10.56338/mppki.v5i1.1889
Latar Belakang: Kontrol glikemik merupakan suatu pengendalian glukosa pasien Diabetes Melitus (DM). Kontrol ini dilakukan setiap 3 bulan sekali yang meliputi pemeriksaan kontrol kadar gula darah puasa, kadar gula postprandial, serta kadar HbA1c. Apabila tidak diakukan secara teratur, dapat menyebabkan komplikasi sehingga penting dilakukan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kontrol glikemik dengan aktifitas fisik pasien diabetes melitus tipe 2 di Kota Padangsidimpuan. Metode: Desain penelitian ini adalah non eksperimen dengan rancangan cross sectional. Lokasi penelitian ini di kota Padangsidimpuan dengan waktu Bulan April hingga Juli 2021. Kriteria sampel berupa pasien diabetes mellitus minimal menderita DM selama 5 tahun, dapat membaca dan menulis, tidak memiliki komplikasi penyakit berat. Jumlah sampel sebanyak 95 pasien. Teknik sampel menggunakan simple random sampling. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil: Mayoritas pasien tidak teratur melakukan kontrol kadar gula darah puasa (75,8%). Pasien yang tidak melakukan aktifitas fisik sebesar 70,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol glikemik dengan aktifitas fisik pasien diabetes melitis tipe 2 di Kota Padangsidimpuan (p<0.001). Kesimpulan: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol glikemik berhubungan terhadap aktifitas fisik pasien diabetes melitis tipe 2 di Kota Padangsidimpuan.