Nurhalimah Batubara
Department Of Public Health, Faculty Of Health, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, North Sumatera, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK YANG AMAN BAGI REMAJA DI DESA UJUNG NGURAP Rusdiyah Rusdiyah; Nurhalimah Batubara; Anto J. Hadi; Ade Lisna Harahap; Haslinah Ahmad; Aulia Putri
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i2.2092

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan untuk menambah wawasan masyarakat khususnya remaja untuk waspada dan berhati-hati serta cermat memilih kosmetik yang mengandung bahan yang aman untuk di gunakan. Sasaran kegiatan penyuluhan masyarakat khususnya para remaja sampai orang tua di desa Ujung ngurap Kota Padangsidimpuan. Kosmetik pada saat ini merupakan salah satu kebutuhan skunder dalam kehidupan manusia, karena kosmetik sudah merupakan gaya hidup bagi wanita maupun pria, disegala usia. Banyaknya produk kosmetik yang beredar di pasaran dan ditawarkan di berbagai media, mengharuskan masyarakat berhati-hati dalam menentukan produk kosmetik yang akan digunakan. Usia remaja atau generasi milenial merupakan usia produktif banyak menggunakan kosmetika. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dengan cara penyajian materi tentang pengertian kosmetika, bahan yang dilarang (BD) dalam kosmetik dan bahan berbahaya (BB) yang banyak ditemukan dalam kosmetika, serta peraturan BPOM terkait bahan kosmetika dan langkah cerdas memilih kosmetika yang aman. Hasil yang di harapkan dari penyuluhan ini bertambahnya pengetahuan masyarakat khususnya remaja tentang produk kosmetika dan bagaimana cara memilih kosmetika yang aman serta masyarakat juga dapat mengenali kosmetika yang ilegal secara visual atau organoleptis.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POKENJIOR TAHUN 2023 Nurhalimah Batubara; Annisa Novrianti Simamora; Ritonga, Nefonavratilova; Yuli Arisyah Siregar; Arisa Arfah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1351

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Penyebab stunting salah satunya yaitu pemberian ASI (Air Susu Ibu) yang salah, karena inisiasi yang terlambat, tidak ASI eksklusif dan penghentian penyusuan yang terlalu cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai balita stunting yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pokenjior Tahun 2022 yaitu sebanyak 90 ibu. Sampel penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai balita stunting. Hasil penelitian ini didapatkan (64,4%) balita tidak mendapatkan ASI eksklusif. Dan balita dengan derajat stunting pendek (60,0%). Penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan ρ= 0.002 (ρ< 0.05), hal ini menunjukkan ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada balita. Hasil penelitian ini menjadikan masukan bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif bagi bayi agar dapat terhindar dari stunting.
Pendidikan Kesehatan Tentang Kanker Serviks: Pendidikan Kesehatan Tentang Kanker Serviks siregar, yuli arisyah; ahmad, haslinah; batubara, nurhalimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 3 (2024): Vol. 6 No. 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v6i3.1771

Abstract

World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 menyatakan bahwa kanker merupakan penyakit tidak menular yang mengakibatkan kematian terbanyak di dunia. Dalam hal ini kanker menempati urutan nomor dua penyakit mematikan setelah penyakit jantung dan pembuluh darah. Setiap tahunnya terdapat 12 juta penderita kanker serviks dan 7,6 juta jiwa diantaranya meninggal dunia. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar di kegiatan penyuluhan ini mahasiswa dan dosen dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan medis sebagai sarana aktualisasi diri dosen dan mahasiswa untuk menjadi tenaga medis yang profesional. Memberi motivasi kepada kader dan masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam meningkatkan wawasan terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Senin 08 Mei 2024 , pada pukul 08.00-12.00 WIB di Desa Pokenjior Yang berperan dalam penyuluhan ini yaitu Ketuai Yuli Arisyahb Siregar ,MKM Bersama mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Program Sarjana. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan baik oleh kader posyandu, kegiatan tampak antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan tentang kanker serviks pada kader posyandu. Hal ini dibuktikan dengan antusias masyarakat menjalankan kegiatan dengan teratur dan tertib juga mendengarkan penyuluhan tentang penyuluhan kanker serviks pada kader posyandu. Kegiatan penyuluhan dapat dilakukan lebih sering agar masyarakat khususnya kader posyandulebih mengetahui bagaimana kanker serviks pada kader posyandu. Kegiatan penyuluhan teknik kanker serviks pada kader posyandu yang sesuai dengan syarat kesehatan dan dapat lebih menambah pengetahuan dalam hal kesehatan.
Promosi Kesehatan tentang Problem Kesehatan Reproduksi : HIV AIDS di SMP Negeri 9 Kota Padangsidimpuan halimah, nurhalimah batubara; Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Siregar, Yuli Arisyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Agustus 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode remaja sebagai masa peralihan usia anak hingga dewasa. Masa ini sangat penting karena merupakan penentu masa depan bangsa Kesehatan reproduksi remaja merupakan kondisi sehat yang meliputi sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Jumlah kasus penderita HIV AIDS semakin meningkat dari tahun ke tahun. Remaja yang terinfeksi HIV AIDS di Indonesia menunjukkan angka yang cenderung meningkat dipicu oleh ketidaktahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Pengetahuan cara penularan HIV AIDS sangat penting untuk mendorong remaja terhindar dari HIV AIDS. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang masalah Kesehatan reproduksi remaja yaitu HIV AIDS. Sasaran kegiatan adalah siswa klas VIII SMP Negeri 9 Kota Padangsidimpuan sejumlah 40 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa SMP Negeri 9 Kota Padangsidimpuan proaktif dalam diskusi terkait permasalahan kesehatan reproduksi dan mengetahui beberapa pencegahan penularan HIV AIDS pada remaja. Terjadi peningkatan pengetahuan pada remaja sebelum dilakukan Pendidikan Kesehatan dengan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan reproduksi remaja. Diharapkan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang Kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA TAHUN 2023 Siregar, Yuli Arisyah; MUTIA, FATMA; Batubara, Nurhalimah; Nasution, Nurul Hidayah; Ritonga, Nefonavratilova; Nina Nazlina
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1346

Abstract

ABSTRAK Angka kematian ibu di Indonesia tahun 2019 sebesar 205 per 1.000 KH, 40% kematian ibu dinegara berkembang berkaitan dengan anemia pada kehamilan. Angka anemia pada ibu hamil di Indonesia masih cukup tinggi, presentase anemia pada ibu hamil pada tahun 2013 sebesar 37,15% sedangkan tahun 2018 telah mencapai 48,9% sehingga dapat disimpulkan selama 5 tahun terakhir masalah anemia pada ibu hamil telah meningkat sebesar 11,8%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kejadian anemia dalam kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Wilayah Kerja Puskesmas BatunaduaTahun 2023 selama tiga bulan terakhir (Mei s/d Juli 2023) yang berjumlah 32 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia dalam kehamilan dengan nilai p = 0,001 < α = 0,05. Disarankan agar ibu hamil lebih aktif menggali informasi tentang anemia dalam kehamilan sehingga ibu hamil lebih sehat dan terhindar dari anemia. Petugas kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai kesehatan ibu khususnya tentang anemia dalam kehamilan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI TT (TETANUS TOXOID) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WEK I KOTA PADANGSIDIMPUAN LUBIS, ARISA HARFA SAID; Mutia, Fatma; Nasution, Nur Arfah; Delfi Ramadhini; Batubara, Nurhalimah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi merupakan upaya memberikan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukkan kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan agar tubuh dapat menghasilkan zat anti bodi untuk melawan kuman atau bibit penyakit yang menyerang tubuh. Tujuan Penelitian adalah Untuk Mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Pemberian Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Wek I Kota Padangsidimpuan. Metode Penelitian adalah Penelitian ini merupakan survey analisis dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas Wek I Kota Padangsidimpuan. Analisis data menggunakan uji statistik Chi square. Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai Mei 2024. Hasil Penelitian adalah Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toxoid di Puskesmas Wek I Kota Padangsidimpuan sebagian besar adalah kurang yaitu sebesar 50 responden (50,5%), Didapatkan Hasil uji statistik chi-square p=0,02 sehingga hasil analisis bivariat berarti bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pemberian imunisasi TT. Saran peneliti diharapkan untuk meningkatkan fungsi promotif tentang imunisasi Tetanus Toksoid untuk dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait dengan pemberian imunisasi Tetanus Toksoid dan penyakit tetanus dan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan cakupan imunisasi terkhusus imunisasi Tetanus Toksoid. Kata Kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Imunisasi Tetanus Toksoid. Daftar Pustaka : 23 (2011-2021)
Gambaran Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang dan Status Gizi pada Warga Binaan Lapas Padangsidimpuan Kelas IIB Ramadhini, Delfi; Arbaiyah, Ita; Mutia, Fatma; Harahap, Fatimah Zahra; Nurhalimah Batubara
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.1617

Abstract

Menurut riset kesehatan dasar tahun 2018, ditemukan sebanyak 9,3%penduduk (usia>18 tahun) termasuk dalam kategori kurus, 13,6% berat badan lebih, dan 21,8% obesitas. Prevalensi obesitas di Indonesia menggambarkan bahwa seperlima dari penduduk berusia dewasa mengalami obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan tentang gizi seimbang dan status gizi pada Warga Binaan Lapas Padangsidimpuan Kelas IIB. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Sampel penelitian sebanyak 35 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada umur dewasa akhir (36-45 tahun) sebanyak 37,1%, mayoritas responden pendidikan terakhir SMA sebanyak 57,1%, mayoritas pengetahuan responden kategori baik sebanya 45,7% dan mayoritas status gizi responden kategori normal sebanyak 48,6%. Disarankan kepada warga binaan lapas semakin menambah pengetahuannya mengenai gizi sehingga tetap dapat mempertahakannya status gizinya berada pada kategori normal, sedangkan pada pegawai lapas agar selalu memperhatikan menu makanan sehari-hari warga lapar.
Stunting Prevention Behavior for Children Under Five Years of Age Based on Integrated Nutrition Education with Local Culture MARTABE: A Quasi Experiment Yuli Arisyah Siregar; Nurhalimah Batubara; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i3.6675

Abstract

Introduction: Stunting is a serious problem in public health, especially in children under five years old. The nutrition education program integrated with the local culture of MARTABE Batak Angkola Tribe can effectively prevent stunting in children under five years old. This study aims to assess the influence of nutrition education programs integrated with local culture on stunting prevention behavior. Methods: The study was conducted with a quasi-experimental design. Sampling was carried out by purposive sampling. The sample was divided into two groups: the intervention group that will be given the MARTABE local cultural integrated nutrition education program and the control group that did not receive the intervention. The intervention group was given a MARTABE local cultural integrated nutrition education program as a module, while the control group only received ordinary education through a leaflet. The local culture-based nutrition education program was carried out for 6 weeks, which included counseling on balanced nutrition, the benefits of local food, and ways to prevent stunting. Data was collected through questionnaires and observations. Data analysis used statistical techniques such as paired t-test, chi-square, and hoteling test. Results: The results showed that both the intervention and control groups had a significant influence on knowledge (p=0.002), attitude (p=0.000), action (p=0.001), and behavior (p=0.000) after being given nutrition education integrated with MARTABE's local culture. Hotelling's Trace values for overall behavior change showed significant results (F=5794,811, p=0.000). This shows a significant difference in the behavior of caregivers under five between before and after the intervention. In other words, local culture-based nutrition education programs effectively influence changes in the behavior of caregivers under five years old. Conclusion: Nutritional education integrated with local culture improves knowledge, attitudes, actions, and behaviors concerning stunting prevention in children under five. Therefore, this approach can be used as an intervention model in stunting prevention in Indonesia.
Stunting Prevention of Elementary School Children Based on Nutrition Education Peer Group: A Quasy Experimental Nurhalimah Batubara; Yuli Arisyah Siregar; Anto J. Hadi; Haslinah Ahmad; Adi Antoni; Abdullah A.A
Journal of Public Health and Pharmacy Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Teknologi Informasi dan Jurnal Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jphp.v5i3.6683

Abstract

Introduction: Stunting in elementary school children is a nutritional problem that impacts physical and cognitive development. One of the main factors causing stunting is the lack of knowledge, attitudes, and appropriate actions in maintaining children's nutrition. Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of peer group-based nutrition education in preventing stunting in elementary school children. Methods: A type of quantitative research with a quasi-experimental design with experimental and control groups in two primary schools. The sample was selected by purposive sampling consisting of a treatment group and a control group of 30 samples each. The intervention was carried out for three months and was carried out in 6 meeting sessions for 3 weeks. Each session is held for 60 minutes and is guided by a facilitator who is trained through a nutrition education program carried out by peer students with materials that include the importance of nutritious diets, healthy living behaviors, and stunting with the media of nutrition posters and leaflets, every month children are monitored using modified food recalls. Data were analyzed using paired t-test and chi-square test to compare the difference before and after the intervention. Results: This study found a significant improvement in nutrition-related knowledge, attitudes, and actions in the experimental group compared to the control group (p=0.001<0.05). Conclusion: This study proves that peer group-based nutrition education programs effectively increase knowledge, attitudes, and actions that can prevent stunting in elementary school children. Based on these findings, it is recommended to expand the application of similar interventions in schools to reduce the prevalence of stunting.
Aktivitas Antibakteri Rebusan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Bakteri Patogen Gram Positif dan Gram Negatif secara In Vitro antoni, adi; Abdullah AA; Alprida harahap; Haslinah; Nurhalimah Batubara
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2890

Abstract

Infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan global yang memerlukan pengembangan agen antibakteri alternatif dari bahan alam. Daun jambu biji (Psidium guajava L.) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, fenolik, dan terpenoid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri rebusan daun jambu biji terhadap beberapa bakteri patogen secara in vitro. Sampel yang digunakan berupa 30 gram daun jambu biji segar yang direbus dan diuji menggunakan metode difusi cakram terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Enterococcus faecalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji memiliki daya hambat terhadap seluruh bakteri uji dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 11,12 mm pada S. aureus, 10,23 mm pada E. coli, 9,27 mm pada P. aeruginosa, dan 9,82 mm pada E. faecalis. Daya hambat tertinggi ditemukan pada S. aureus, sedangkan yang terendah pada P. aeruginosa. Temuan ini menunjukkan bahwa rebusan daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami.