Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Indonesian Community Development Journal (ICODEV)

Kolaborasi Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Perempuan: Peran Bank Sampah Gondangan Sejahtera dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Setyowati, Putri Ratna; A. Ginting, Febriyanti; Fallo, Trisno; Anton Sudira, Anton
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi peran pemberdayaan perempuan di tengah kompleksitas permasalahan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta, muncul inisiatif berbasis ekologis seperti Bank Sampah Gondangan Sejahtera di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemberdayaan perempuan dan ekonomi hijau. Bank sampah ini tidak hanya berhasil mengurangi timbunan sampah di lingkungannya, tetapi juga mendorong nilai ekonomi dari limbah. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui bentuk kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah, (2) mengetahui peran perempuan dalam pengelolaan bank sampah terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, (3) dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari keberadaan Bank Sampah bagi masyarakat, dan (4) alur dan model pengelolaan lingkungan berkelanjutan hasil kolaborasi antara ekonomi hijau pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi kasus di Bank Sampah Gondangan Sejahtera. Data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer, dimana data sekunder diperoleh dari instansi, sedangkan data primer diperoleh dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 48% menyatakan sangat setuju dan 51% menyatakan setuju jika bank sampah mendukung prinsip ekonomi hijau. Bentuk kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah Gondangan Sejahtera yaitu berupa tabungan bank sampah, pengolahan kreatif sampah, pembuatan kompos mandiri, dan penjualan hasil pengolahan sampah. Peran perempuan dalam pengelolaan bank sampah terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan yaitu sebagai tonggak utama pengelolaan lingkungan yang dimulai dari rumah. Dampak sosial yang diperoleh yaitu budaya disiplin dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, solidaritas antarwarga dan rasa aman. Dampak ekonomi yang diperoleh yaitu khususnya perempuan dapat berdaya secara ekonomi dengan mendapat tambahan penghasilan. Dampak lingkungan yang diperoleh yaitu masyarakat praktik langsung mengenai pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau sehingga lingkungan lebih lestari. Model pengelolaan lingkungan berkelanjutan hasil kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah Gondangan Sejahtera yaitu berbasis gotong royong dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Alurnya berawal dari pemilahan sampah, pengolahan sampah secara mandiri, pengangkutan sampah ke bank sampah, pencatatan dan pembukuan sampah, pengolahan kreatif sampah, dan terakhir sampai penjualan berbasis sirkular ekonomi hijau.
Potensi Pemanfaatan Limbah Organik Program Makan Siang Gratis sebagai Kompos: Pendekatan Circular Economy Angelia Ginting, Febriyanti Angelia Ginting; Setyowati, Putri Ratna; Sausani, Afifah; Fallo, Trisno; Ginting, Inriyatni Sri Pertiwi
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v7i1.15678

Abstract

Penelitian ini menilai potensi limbah organik dari program makan siang gratis di sekolah dasar untuk dijadikan kompos, merancang sistem pengelolaan limbah berbasis circular economy yang aplikatif, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang integrasinya dengan pendidikan lingkungan. Pendekatan yang digunakan mencakup survei kuantitatif, observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan uji laboratorium terhadap tiga sampel kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65–75% timbulan sampah harian berupa limbah organik, didominasi oleh nasi (40–50%), sayuran (20–25%), buah (15–20%), dan lauk pauk (10–15%). Pengomposan aerobik berlangsung efektif dalam 3–4 minggu dengan bantuan bahan kaya karbon. Uji laboratorium memperlihatkan bahwa kandungan fosfat (0,2620–0,3174%) dan kalium (0,2468–0,3013%) telah memenuhi standar Permentan 70/2011, sedangkan nitrogen (0,3442–0,4582%) berada pada kategori memadai, dengan dua sampel mencapai standar minimal. Rancangan sistem circular economy meliputi pengumpulan, pemilahan, pengolahan, pemanfaatan kompos, integrasi kurikulum, serta monitoring dan evaluasi. Uji coba menunjukkan keterlaksanaan tinggi dan peningkatan partisipasi siswa. Analisis SWOT mengidentifikasi dukungan komite sekolah, peluang pembelajaran kontekstual, serta ancaman berupa keterbatasan sarana dan konsistensi warga sekolah. Secara keseluruhan, pengolahan limbah makanan menjadi kompos terbukti tidak hanya mengurangi beban lingkungan tetapi juga memperkuat pendidikan lingkungan dan berpotensi direplikasi di sekolah dasar lainnya.