Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK DAUN GANDARUSA (Justicia gendarussa Burm f.) Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; Desy Pratama Sari
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 10 No 02 (2020): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v10i02.292

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, yang memperoleh sinar matahari lebih banyak yang dapat menyebabkan kerusakan kulit akibat dari pancaran sinar ultraviolet. Perlindungan terhadap paparan langsung sinar matahari yaitu penggunaan sediaan kosmetika yang dapat melindungi kulit agar tidak menjadi kemerahan dan gelap, terasa terbakar atau resiko kanker. Salah satu kosmetik yang dapat digunakan adalah lotion dengan bahan dasar yang diperoleh dari alam yaitu daun gandarusa (Justicia gendarussa Burm f.) yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun gandarusa (Justicia gendarussa Burm f.) sebagai lotion antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji karakteristik yang meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, uji homogenitas, uji iritasi dan uji antioksidan. Pada penelitian ini dibuat formulasi lotion dengan konsentrasi ekstrak formula 1 sebanyak 1gr, formula 2 sebanyak 3gr, formula tiga sebanyak 5gr, formula 4 tanpa ekstrak. Data yang diperoleh untuk uji organoleptis formula terbaik adalah formula 4. Pada uji daya sebar yang memenuhi persyaratan yang baik 5-7cm hanya formula 1 dan 2. Pada uji daya lekat formula 4 memenuhi persyaratan yang baik karena menghasilkan daya lekat paling lama dan stabil. Pada uji pH semua formula memenuhi persyaratan yang baik yaitu 4,5-8,0. Pada uji homogenitas semua formula menunjukkan susunan yang homogen. Pada uji iritasi semua formula tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Pada uji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH yang memiliki kategori antioksidan sangat kuat yaitu terdapat pada formula 3 dengan antioksidan sebesar 36,05%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun gandarusa dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion antioksidan.
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI DENGAN VAKSIN DPT-HB Sigit Cahyo Hardiansyah; Pheby Oktriani
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 02 (2021): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v11i2.334

Abstract

Sungkai (Peronema Canescens) merupakan tanaman obat yang digunakan sebagai obat tradisional. Daun sungkai memiliki aktivitas antipiretik sebagai penurun panas karena memiliki kandungan senyawa kimia salah satunya Flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antipiretik daun sungkai terhadap tikus putih (rattus norvegicus) jantan yang diinduksi vaksin DPT-Hb penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan 25 ekor tikus, yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif diberikan CMC-Na 0,5%, kelompok kontrol positif paracetamol, dan kelompok ekstrak dengan dosis masing-masing 10mg, 12,5mg, dan 15mg. Setiap tikus dilakukan pengukuran suhu tubuh awal selanjutnya diinduksi vaksin DPT-Hb. 5 jam setelah itu diberi zat uji lalu diukur tubuh tikus tiap 30 menit sekali selama 180 menit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun sungkai dosis 15mg menunjukkan penurunan suhu lebih besar dibandingkan dosis 10mg dan 12,5mg. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak daun sungkai (Peronema Canescens) mempunyai efek antipiretik terhadap tikus jantan namun efeknya lebih renda dari kontrol positif yaitu paracetamol.
UJI EFEKTIVITAS ANTIDIABETIK EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DI INDUKSI ALOKSAN Sigit Cahyo Hardiansyah; Yunilda Rosa; Nyayu Mirah H
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i02.353

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit yang dapat membahayakan bagi penderita apabila tidak segera ditanggulangi. Daun pandan wangi dikenal memiliki potensi sebagai tanaman yang digunakan sebagai alternatif pengobatan bagai penderita diabates mellitus karna memiliki kandungan senyawa seperti flavonoid, alkaloid, tanin dan saponin. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas antidiabetik ekstrak daun pandan wangi (EDPW) dibandingkan glibenklamid. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental denganrancangan pre and post test with control grup design dengan menguji kelompok perlakuan glibenklamid (pembanding), Na-CMC 0,5 % dan EDPW dosis 500, 600 dan 700 mg/kgbb yang diberikan kepada tikus yang diabetes setelah diinduksi aloksan 150 mg/kgbb. Kemudian dilakukan uji secara statistik dengan uji one way ANOVAdan dilanjutkan uji statistik Post Hoc Turkey HSD untuk melihat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Pengukuran hasil pengujian diperoleh data persentase penurunan kadar glukosa darah pada perlakuan EDPW dosis 500mg/kgbb (21%), 600mg/kgbb (24%) dan 700 mg/kgbb (25%), glibenklamid (31%). Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi persentase penurunan kadar glukosa darah maka semakin baik efek antidiabetiknya sedangkan Na-CMC tidak mengalami penurunan kadar glukosa darah. Pada uji statistik Post Hoc Turkey HSD menunjukan bahwa EDPW dosis 600 mg/kgbb dan 700 mg/kgbb memiliki efektivitas yang setara dengan glibenklamid..
PENGARUH KONSENTRASI MINYAK ATSIRI SERAI WANGI(Cymbopogonnardus) TERHADAP STABILITAS FORMULASI SEDIAAN EMULGEL Sigit Cahyo Hardiansyah; Chika Sasra Mawarni
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 13 No 1 (2023): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v13i1.362

Abstract

Serai wangi (Cymbopogon nardus) dikenal sebagai salah satu tanaman penghasil minyak atsiri. Pemanfaatan minyak atsitri dapat dibuat dalam bentuk sediaan gel ataupun emulgel. Secara dermatologis sediaan emulgel memiliki kelebihan seperti tidak berminyak, penyebarannya yang baik, mudah dicuci oleh air, lembut, nyaman digunakan, masa penyimpanan lama dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus) terhadap kestabilan fisik sediaan emulgel setelah dilakukan uji dipercepat (cycling test). Formulasi emulgel dibuat dengan konsentrasi minyak atsiri (0%, 10%, 15%, 20%). Peningkatan konsentrasi minyak atsri serai wangi terhadap sediaan emulgel memberikan pengaruh yang signifikan terhadap viskositas dan daya sebar. Semakin besarnya konsentrasi minyak atsiri dalam formula akan menyebabkan penurunan nilai viskositas dan mengakibatkan nilai daya sebar sediaan emulgel semakin tinggi, Serta tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap uji organoleptis, pH, homogenitas, pemisahan fase dan tipe emulsi, dimana selama uji stabilitas tidak mengalami perubahan warna, bau, tekstur, memiliki pH dengan rata-rata (5,3 - 6,6), homogen, tidak terjadi pemisahan antara fase air dan minyak. Konsentrasi minyak atsiri serai wangi tidak mempengaruhi stabilitas sediaan emulgel.
Studi Komparatif Efektivitas Antioksidan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine americana) Dengan Teknik Ekstraksi Infusa dan Maserasi Nur Ihsan Kamilah; Hardiansyah, Sigit Cahyo; Saputra, Adi
Jurnal Pharmacopoeia Vol 4 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jp.v4i2.1102

Abstract

Perkembangan polusi dan gaya hidup modern dapat meningkatkan produksi radikal bebas dalam tubuh. Jika tidak dikendalikan, jumlah radikal bebas yang berlebihan dapat menurunkan kualitas hidup, memicu berbagai gangguan kesehatan, dan bahkan menyebabkan kematian. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan alami untuk melindungi tubuh. Antioksidan alami cenderung lebih aman dibandingkan antioksidan sintetik. bawang dayak (Eleutherine americana) sebagai tanaman obat tradisional memiliki potensi sebagai sumber antioksidan. Pemanfaatan bawang dayak masih secara tradisional mengambil sari umbinya dengan cara merebus dan meminum air rebusannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas antioksidan ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine americana) yang dihasilkan dari dua teknik ekstraksi yaitu infusa dan maserasi. Metode penelitian ini merupakan eksperimen yang menguji efektivitas antioksidan dari infusa dan maserasi umbi bawang dayak (Eleutherine americana). Pengujian dilakukan menggunakan metode DPPH dan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian diperoleh ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine americana) dari maserasi memiliki efektivitas antioksidan yang sangat kuat (IC50 47.85 ppm). Angka ini jauh lebih baik daripada infusa (IC50 110.65 ppm) yang hanya memiliki kategori sedang. Meskipun masih di bawah vitamin C (IC50 7.49 ppm). Dapat disimpulkan bahwa maserasi umbi bawang Dayak (Eleutherine americana) terbukti memiliki efektivitas antioksidan yang lebih tinggi dibanding infusanya. Namun, daya antioksidan dari kedua sampel umbi bawang dayak (Eleutherine americana) tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan vitamin C.
EDUKASI PENGGUNAAN SUNSCREEN PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN 9 ILIR Khairunnisa; Wulandari Eka Putri; Yunilda Rosa; Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; febby ola yolandari; Suryasin
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/ujpkm.v3i2.523

Abstract

Di Indonesia, kanker kulit merupakan salah satu keganasan dengan prevalensi yang terus meningkat, dimana paparan radiasi ultraviolet diperkirakan terkait dengan 80%-90% kasus kanker kulit. Penggunaan tabir surya terbukti efektif mengurangi kejadian kanker kulit melanoma dan non-melanoma, seperti ditunjukkan dalam uji coba terkontrol acak di Australia yang menemukan penurunan 40% insiden karsinoma sel skuamosa pada pengguna tabir surya harian. Namun, pengetahuan masyarakat tentang pemilihan dan penggunaan tabir surya yang aman masih rendah. Kegiatan penyuluhan dilakukan di Jl. Veteran Lrg. RRI Pertama No. 432 Palembang dengan 26 peserta melalui paparan materi dan evaluasi tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang penggunaan tabir surya dari 16% (pretest) menjadi 80% (posttest), menandakan efektivitas program edukasi dalam meningkatkan kesadaran pencegahan kanker kulit.
ANALISIS PERENCANAAN PENGADAAN OBAT DENGAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI GUDANG FARMASI PUSKESMAS X KABUPATEN BANYUASIN PERIODE 2022 Mayaranti Wilsya; Achmad Wahyudi; Sunitha Mardha Lingga; Yunilda Rosa; Khairunnisa; Sigit Cahyo Hardiansyah; Enny Octaviana
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 4 NO. 2 JULI TAHUN 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug procurement planning significantly impacts the quality of pharmaceutical services in Public Health Centres (PHC). Therefore, it's crucial to ensure proper planning to avoid stockpiling of unnecessary drugs and shortages of vital medications, which can ultimately decrease the quality of care. This study investigates the use of the ABC-VEN analysis method to optimize drug procurement planning within budget constraints at PHC X. Employing a descriptive, non-experimental design with retrospective data, the study analyzed drug demand data from January to December 2022. Primary data was collected through in-depth interviews with informants regarding the drug procurement planning process. The ABC-VEN analysis conducted for the period January-December 2022 categorized the drugs as follows: DAK drugs - 22 items (Priority), 87 items (Main), and 8 items (Additional); DPR drugs - 7 items (Main) and 2 items (Additional); JKN drugs - 10 items (Main) and 1 item (Additional). Based on the ABC-VEN analysis of drug procurement planning at PHC X for the January-December 2022 period, a total of 137 drug items were planned by the pharmacy warehouse. These were categorized as: 22 items in Group P (Priority), 104 items in Group U (Main), and 11 items in Group T (Additional).
Studi Efektivitas Antioksidan dan Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) dari Minyak Biji Stroberi (Fragaria x ananassa) Khairunnisa Khairunnisa; Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; Wulandari Eka Putri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.29952

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) khususnya UVA, UVB, dan UVC, adalah faktor terbesar penyebab kerusakan kulit, penuaan dini atau bahkan penyakit kanker kulit. Tanaman dengan efektifitas antioksidan yang tinggi sangat berpotensi memberikan efek tabir surya yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan minyak biji stroberi serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF)-nya. Metode yang digunakan adalah metode DPPH, serta pengukuran nilai SPF menggunakan metode Mansur secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ minyak biji stroberi sebesar 1,63 µg/mL an vitamin E sebagai pembanding sebesar 0,72 µg/ml, yang keduanya termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Uji statistik mann–withney (wilcoxon rank sum) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara efektivitas antioksidan minyak biji stroberi dan vitamin E (p > 0,05). Hasil penentuan nilai SPF pada konsentrasi 25 ppm (5), 50 ppm (7), 100 ppm (11), 200 ppm (13) dan 400 ppm (25). Dapat disimpulkan bahwa, minyak biji stroberi berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi produk kosmetik tabir surya maupun anti-aging.
Studi Efektivitas Antioksidan dan Penentuan Nilai SPF (Sun Protection Factor) dari Minyak Biji Stroberi (Fragaria x ananassa) Khairunnisa Khairunnisa; Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; Wulandari Eka Putri
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.29952

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) khususnya UVA, UVB, dan UVC, adalah faktor terbesar penyebab kerusakan kulit, penuaan dini atau bahkan penyakit kanker kulit. Tanaman dengan efektifitas antioksidan yang tinggi sangat berpotensi memberikan efek tabir surya yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antioksidan minyak biji stroberi serta menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF)-nya. Metode yang digunakan adalah metode DPPH, serta pengukuran nilai SPF menggunakan metode Mansur secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC₅₀ minyak biji stroberi sebesar 1,63 µg/mL an vitamin E sebagai pembanding sebesar 0,72 µg/ml, yang keduanya termasuk kategori antioksidan sangat kuat. Uji statistik mann–withney (wilcoxon rank sum) menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara efektivitas antioksidan minyak biji stroberi dan vitamin E (p > 0,05). Hasil penentuan nilai SPF pada konsentrasi 25 ppm (5), 50 ppm (7), 100 ppm (11), 200 ppm (13) dan 400 ppm (25). Dapat disimpulkan bahwa, minyak biji stroberi berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi produk kosmetik tabir surya maupun anti-aging.
PENGARUH VARIASI RASIO KITOSAN-TRIPOLIFOSFAT TERHADAP UKURAN PARTIKEL NANOPARTIKEL EKSTRAK AIR UMBI BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Wulandari Eka Putri; Khairunnisa; Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; febby ola yolandari; achmad wahyudi
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 16 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v16i1.544

Abstract

Paparan radiasi ultraviolet (UV) yang berlebihan meningkatkan risiko kerusakan kulit, sehingga diperlukan agen antioksidan fotoprotektif. Umbi bit (Beta vulgaris L.) mengandung betalain yang berpotensi sebagai antioksidan, namun stabilitasnya rendah. Teknologi nanopartikel kitosan-tripolifosfat (TPP) digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitas penghantaran senyawa bioaktif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio konsentrasi kitosan terhadap ukuran partikel dan homogenitas nanopartikel ekstrak air umbi bit. Nanopartikel disintesis menggunakan metode gelasi ionik dengan tiga variasi konsentrasi kitosan (0,5%; 1,0%; dan 1,5%). Karakterisasi ukuran partikel dan Polydispersity Index (PI) dilakukan menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) HORIBA SZ-100 dengan metode Dynamic Light Scattering (DLS). Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata ukuran partikel berada pada rentang 190–240 nm. Formula F3 dengan konsentrasi kitosan 1,5% menunjukkan hasil terbaik dengan nilai Z-Average 190,6 nm dan nilai PI sebesar 0,482, yang mengindikasikan distribusi ukuran partikel paling homogen dan stabil dibandingkan formula lainnya. Variasi rasio kitosan-TPP berpengaruh signifikan terhadap homogenitas nanopartikel, di mana konsentrasi kitosan yang lebih tinggi menghasilkan distribusi partikel yang lebih seragam.