Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION EKSTRAK DAUN GANDARUSA (Justicia gendarussa Burm f.) Mayaranti Wilsya; Sigit Cahyo Hardiansyah; Desy Pratama Sari
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 10 No 02 (2020): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v10i02.292

Abstract

Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, yang memperoleh sinar matahari lebih banyak yang dapat menyebabkan kerusakan kulit akibat dari pancaran sinar ultraviolet. Perlindungan terhadap paparan langsung sinar matahari yaitu penggunaan sediaan kosmetika yang dapat melindungi kulit agar tidak menjadi kemerahan dan gelap, terasa terbakar atau resiko kanker. Salah satu kosmetik yang dapat digunakan adalah lotion dengan bahan dasar yang diperoleh dari alam yaitu daun gandarusa (Justicia gendarussa Burm f.) yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun gandarusa (Justicia gendarussa Burm f.) sebagai lotion antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan uji karakteristik yang meliputi uji organoleptis, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, uji homogenitas, uji iritasi dan uji antioksidan. Pada penelitian ini dibuat formulasi lotion dengan konsentrasi ekstrak formula 1 sebanyak 1gr, formula 2 sebanyak 3gr, formula tiga sebanyak 5gr, formula 4 tanpa ekstrak. Data yang diperoleh untuk uji organoleptis formula terbaik adalah formula 4. Pada uji daya sebar yang memenuhi persyaratan yang baik 5-7cm hanya formula 1 dan 2. Pada uji daya lekat formula 4 memenuhi persyaratan yang baik karena menghasilkan daya lekat paling lama dan stabil. Pada uji pH semua formula memenuhi persyaratan yang baik yaitu 4,5-8,0. Pada uji homogenitas semua formula menunjukkan susunan yang homogen. Pada uji iritasi semua formula tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Pada uji antioksidan dengan menggunakan metode DPPH yang memiliki kategori antioksidan sangat kuat yaitu terdapat pada formula 3 dengan antioksidan sebesar 36,05%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun gandarusa dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion antioksidan.
UJI EFEKTIVITAS DIURETIK EKSTRAK ETANOL BIJI MELINJO (Gnetum gnemon L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Maya Ranti Wilsya; Yenni Agustin; Ingrit Pratiwi
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 8 No 02 (2018): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v8i02.136

Abstract

Melinjo banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai buah sekaligus sayuran. Biji melinjo mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin yang memiliki khasiat sebagai diuretik. Diuretik merupakan obat yang dapat menambah kecepatan pembentukan urine. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek diuretik ekstrak etanol biji melinjo dan menganalisis hubungan konsentrasi ekstrak etanol biji melinjo terhadap efek diuretik pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Sebanyak 24 ekor hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu : kontrol negatif (suspensi CMC 0,5%), kontrol positif (suspensi furosemide 0,72 mg), suspensi ekstrak etanol biji melinjo 0,2 %, suspensi ekstrak etanol biji melinjo 0,4%, suspensi ekstrak etanol biji melinjo 0,8% dan suspensi ekstrak etanol biji melinjo 1,6%. Pengujian terhadap efek diuretik dilakukan dengan mengukur volume urine yang dikeluarkan selama 12 jam. Dari hasil post hoc menunjukkan kelompok perlakuan suspensi ekstrak etanol biji melinjo 0,8 % dan 1,6 % memberikan efek sebagai diuretik.
UJI AKTIFITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK RIMPANG KENCUR (Kaemferia galanga L.) TERHADAP TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (Rattus norvegicus Yeni Agustin; Maya Wilsya; Muhammad Rizki Tolanda
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 8 No 02 (2018): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v8i02.140

Abstract

Demam dapat didefinisikan dengan suatu keadaan suhu tubuh di atas normal sebagai akibat peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus, Salah satu tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional adalah kencur. Rimpang kencur mengandung beberapa senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antipiretik ekstrak rimpang kencur dan mengetahui dosis berapa ekstrak rimpang kencur yang dapat menimbulkan efek pada tikus jantan galur wistar . Sebanyak 24 ekor tikus putih jantan wistar di bagi menjadi 6 kelompok perlakuan: yaitu suspensi ekstrak rimpang kencur dengan variasi dosis 4 mg/g BB; 5 mg/g BB; 6 mg/g BB; 7 mg/g BB; paracetamol 9 mg/g BB; dan larutan CMC 0,5%). Pengujian terhadap efek antipiretik dilakukan dengan cara mengukur suhu rektal tikus putih jantan wistar dengan interval waktu 30 menit sampai ke 180 menit. Data yang diperoleh di analisis dengan spss ver.20, uji one way ANOVA untuk melihat perbedaan rata-rata setiap kelompok perlakuan. Pada dosis ektrak rimpang kencur 7 mg/g BB menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan dengan paracetamol pada menit ke 150. Hal ini berarti semakin tinggi dosis maka semakin besar efek antipiretik yang akan dihasilkan.
AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETANOL BUNGA KETEPENG CINA (Senna alata l) TERHADAP JAMUR Candida albicans Adi Saputra; Tafdhila; Mayaranti Wilsya
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 02 (2021): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v11i2.326

Abstract

Latar Belakang: Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh, luasnya sekitar 2 m2.Kulitmerupakan bagian terluar dari tubuh manusia yang lentur dan lembut. Kulit merupakan bentengpertahanan pertama dari berbagai ancaman yang datang dari luar, seperti kuman, virus, jamur danbakteri. Candida albicans merupakan jamur opportunistic penyebab infeksi pada kulit danmembran mukosa di dalam mulut yang dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Salahsatu tanaman yang memiliki khasiat sebagai anti jamur adalah bunga ketepeng cina (Senna alataL.). Ketepeng Cina (Senna alata L) adalah salah satu tanaman tradisional yang dapat dimanfaatkansebagai obat. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antijamur ekstrak etanolbunga ketepeng cina (Senna alata L) terhadap jamur Candida albicans. Metode: penelitian iniadalah penelitian eksperimental, menggunakan ekstrak bunga ketepeng cina (Senna alata L.)menggunakan cara difusi untuk menguji aktivitas terhadap jamur Candida albicans. metodepengujian dilakukan Ekstraksi, Uji Skrining Fitokimia, Uji Aktivitas Antijamur. Hasil : hasilpengujian aktivitas antijamur menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga ketepeng cina (Senna alataL) mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans pada konsentrasi 40% sudahterlihat zona hambat dengan diameter rata-rata 7,1 mm. Simpulan : Bunga ketepeng Cinamemberikan Efek terhadap anti jamur kandida albica.
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DALAM PENGOBATAN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2020 Mayaranti Wilsya; Yunilda Rosa; Dian P.F.
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 02 (2021): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v11i2.330

Abstract

Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan bakteri Salmonella typhi, biasanya melalui konsumsi makanan atau air di lingkungan yang terkontaminasi. Penyakit akut ditandai oleh demam berkepanjangan, sakit kepala, mual, kehilangan nafsu makan dan sembelit atau kadang-kadang diare. Penggunaan antibiotik secara rasional adalah pemberian antibiotik yang sesuai dengan indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian obat, tepat interval obat, aman dan terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di RS X periode Januari-Desember 2020. Penelitian kualitatif menggunakan rancangan penelitian non-eksperimental yang bersifat deskriptif. Pengambilan data sacara retrospektif dari rekam medis pasien demam tifoid yang menerima antibiotik di RS X periode Januari-Desember 2020. Rasionalitas penggunaan antibiotik dianalisis dengan menggunakan metode Gyssens. Hasil analisis rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap di RS X periode Januari-Desember 2020 dari 80 rekam medis pasien, terdapat 90% penggunaan terapi antibiotik rasional dan terdapat 10 % yang tidak rasional termasuk pada ketegori I-VI penggunaan antibiotik tidak rasional termasuk (kategori IVA) ada antibiotik lain yang lebih efektif sebesar 3,75 %, (kategori IIIB) waktu pemberian antibiotik terlalu singkat dari waktu terapi yang sebenarnya sebesar 6 ,25%.
UJI EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK TANAMAN SENDUDUK (Melastoma Malabatricum L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Yeni Agustin; Edy Sapada; Mayaranti Wilsya
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 11 No 01 (2021): JURNAL KESEHATAN: JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCIES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v11i01.323

Abstract

Tanaman senduduk merupakan tanaman yang serbaguna, mulai dari daun,bunga, dan buah dapat dimanfaatkan oleh manusia. Di dalam daun dan bunga senduduk tersebut terkandung flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antidiabetes yang dimana merupakan suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multietiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan kadar gula darah dari ekstrak daun dan bunga senduduk (Melastoma malabatricum L). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Pada penelitian ini subjek terbagi 5 kelompok yaitu (K+) Glibenklamid 0,0975mg, (K-) CMC 0,5%, dan kelompok perlakuan dosis ektrak etanol daun senduduk dengan dosis yang sama yaitu 50 mg/200grBB, 100 mg/200grBB dan 200 mg/200grBB. Hasil penelitian ini diperoleh dari pemeriksaan kadar gula darah menggunakan alat glukometer Easy touch pada kadar gula darah puasa sebelum dan sesudah perlakuan selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah pada kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak daun senduduk. Pada ekstrak daun senduduk dosis 200 mg/200grBB yang hampir mendakati persentase penurunan kadar gula darah kelompok control positif yaitu sebesar 35%. Sehingga ekstrak daun senduduk memiliki efek hipoglikemik akan tetapi kemampuan menurunkannya tidak sebesar kemampuan glibenklamid.
PENGARUH VARIASI PELARUT ETILASETAT, KLOROFORM DAN AIR PADA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SEMBUNG RAMBAT (MIKANIA MICRANTHA KUNTH) TERHADAP Bacillus subtilis Yunilda Rosa; Mayaranti Wilsya; Asni Chairunnisa
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 12, No 2 (2020): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v12i2.512

Abstract

Latar belakang: Sembung rambat adalah salah satu gulma tahunan yang tumbuh merambat dengan cepat. Sembung rambat memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang mempunyai manfaat sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk membandingkan jenis pelarut dengan kepolaran yang berbeda dari ekstrak daun sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) terhadap Bacillus subtilis. Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilaksanakan di laboratorium farmasi STIK  Siti Khadijah Palembang dari bulan Mei-Juli 2019. Populasi yang digunakan adalah bakteri Bacillus subtilis dan sample penelitian adalah biakan bakteri Bacillus subtilis yang diperoleh dari Universitas Indonesia (UI) dan analisa data yang digunakan adalah One Way ANOVA. Konsentrasi dari ekstrak daun sembung rambat yang digunakan yaitu 10%, 25%, 50% dan 75%. Hasil: Hasil pengukuran diameter zona hambat menunjukan bahwa nilai diameter zona hambat tertinggi sampai terendah dari aktivitas antibakteri ekstrak daun sembung rambat dengan variasi pelarut etilasetat, kloroform dan air terhadap Bacillus subtilis secara berurutan yaitu ekstrak daun sembung rambat pada konsentrasi 10% dengan jenis pelarut etilasetat memiliki zona hambat tertinggi yaitu 10,8 mm tergolong aktivitas antibakteri kuat. Jenis pelarut kloroform memiliki zona hambat yaitu 7,6 mm tergolong aktivitas antibakteri sedang. Dan pelarut air tidak memiliki zona hambat dan tergolong tidak ada aktivitas antibakteri. Saran: Perlu dilakukan penelitian dengan menggunakan sediaan/pelarut dan metode yang lain dari daun sembung rambat untuk menghambat bakteri patogen. Kata Kunci  : Daun Sembung Rambat, Etilasetat, Kloforom, Air, Bacillus Subtilis, Disk Diffusion
UJI IN VIVO INFUSA DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.) SEBAGAI ANTI DIARE Yeni Agustin; Mayaranti Wilsya
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 01 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i01.343

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia. Terdapat beberapa alternatif pengobatan diare salah satunya dengan pemberian obat tradisional. Tanaman yang dimanfaatkan sebagai antidiare adalah senggani (Melastoma malabathricum L.). Kandungan senyawa telah diketahui yaitu memiliki kandungan tanin, flavonoid dan saponin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis berapa infusa daun senggani (Melastoma malabathricum L.) yang efektif sebagai antidiare pada mencit yang diinduksi oleum ricini. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan melakukan uji sebelum dan sesudah perlakuan. Ada lima kelompok perlakuan antara lain kontrol negatif (CMC Na 1%), kontrol positif (Loperamid), dan tiga kontrol perlakuan infusa daun senggani (Melastoma malabathricum L.)dengan variasi dosis 25 mg, 50 mg dan 100 mg. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji one way anova dan dilanjutkan uji post hoc with Duncan pada CI 95%, untuk menentukan efektifitas kelompok perlakuan terhadap penurunan frekuensi diare. Dan juga menilai perbaikkan konsistensi feses mencit. Data hasil penelitian menunjukkan infusa daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dosis 100 mg memiliki efek antidiare yang sama dengan Loperamid (kontrol positif) dalam menurunkan frekuensi diare pada jam ke-3 sebesar 100%. Dan juga mampu memperbaiki konsistensi feses ke keadaan normal kembali.
FORMULASI SEDIAAN LOTION KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muriacata L) DAN EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam) SEBAGAI PELEMBAB Mayaranti Wilsya; Yeni Agustin; Adellia Muharyati
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i02.348

Abstract

Kulit merupakan organ tubuh terbesar pada manusia yang memiliki fungsi proteksi. Kanker kulit di Indonesia menempati urutan ketiga setelah kanker rahim dan kanker payudara. Maka dari itu diperlukan antioksidan yang berfungsi untuk menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron dari radikal bebas Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang membuat formulasi sediaan lotion dari ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricate L.) dengan kombinasi ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dengan variasi tiga bahan emulgator anionic yaitu Trietanolamin, emulgator kationik yaitu CMC- Na, emulgator non ionic yaitu Tween 80 dan Span 80 untuk membandingkan formulasi mana yang paling baik dari ketiga formula tersebut. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental untuk mengetahui formulasi dan evaluasi sediaan lotion yang mengandung ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L) dan daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dengan konsentrasi 3% dengan variasi emulgator yang berbeda Berdasarkan hasil evaluasi sediaan lotion dari ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dan daun sirsak (Annona muricata L) dengan variasi emulgator, emulgator yang paling cocok digunakan dalam pembuatan lotion yakni emulgator Asam stearate dan Trietanolamin karena pada uji organoleptik tidak mengalami perubahan warna, bentuk dan bau dan paling banyak disukai oleh panelis Sediaan lotion ekstrak tanaman daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam) dan tanaman daun sirsak (Annona muricata L) dengan variasi emulgator Asam stearate dan Trietanolamin, Na-CMC, Tween 80 dan Span 80 pada evaluasi uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas telah sesuai standar persyaratan uji sediaan lotion.
UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK BUAH SENGGANI (Melastoma malabathricum) TERHADAP BAKTERI Shigella dysenteriae Mayaranti Wilsya; Yeni Agustin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i1.8798

Abstract

Diare adalah suatu kondisi buang air besar yang berlebihan dengan keadaan feses yang encer atau berair. Diare dapat disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri atau virus. Infeksi diare ini dapat diobati dengan pengobatan antibakteri yang berbahan alami seperti ekstrak buah senggani (Melastoma malabathricum) yang memiliki kandungan senyawa alkoloid, flavanoid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah senggani (Melastoma malabathricum) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Penelitian ini menggunakan metode difusi yang menunjukkan bahwa pada ciprofloxacin memiliki zona hambat sebesar 16,2 mm dan kontrol negatif tidak memiliki zona hambat serta pada konsentrasi ekstrak buah senggani (Melastoma malabathticum) memiliki zona hambat pada konsentrasi 20% = 5,5 mm , 40% = 6,7 mm , 60% = 17,1 mm dan 80% = 9,0 mm. Hal ini menyatakan bahwa ekstrak buah senggani pada konsentrasi 20%, 40%, 60% dan 80% memiliki zona hambat dalam  kategori sedang sedangkan zona hambat ciprofloxacin termasuk dalam kategori kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak buah senggani maka semakin besar diameter zona hambat dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysentriae.