Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Metode Pendidikan Qur’ani dalam QS Yusuf, Luqman, dan Al-Ahzab Aprina Noor Latifah; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.480

Abstract

Artikel ini membahas metode pendidikan dalam Al-Qur’an yang terdapat pada QS Yusuf, QS Luqman ayat 12–19, dan QS Al-Ahzab ayat 21 sebagai landasan pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik di era modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi moral di lingkungan pendidikan yang disebabkan oleh lemahnya pembinaan akhlak dan dominannya orientasi pendidikan pada aspek kognitif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis karakteristik metode pendidikan Qur’ani, yaitu metode kisah (qashash), keteladanan, nasihat, perintah, reward, dan punishment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah dalam QS Yusuf mampu menyentuh aspek emosional dan memudahkan internalisasi nilai; metode nasihat dan dialog dalam QS Luqman membentuk kedewasaan moral melalui komunikasi yang lembut dan rasional; sedangkan QS Al-Ahzab ayat 21 menegaskan pentingnya keteladanan Nabi sebagai model karakter ideal. Ketiga metode tersebut memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan modern, terutama dalam membangun akhlak, integritas, dan kesadaran spiritual peserta didik.
Transformasi Pembelajaran PAI di Era Digital: Integrasi Teknologi dalam Desain Pembelajaran Aprina Noor Latifah; Ani Cahyadi
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation in the era of the Industrial Revolution 4.0 presents both opportunities and challenges for Islamic Religious Education (IRE). The main issue lies in the use of technology that is not yet fully aligned with Islamic ethical and spiritual values. This study examines the integration of technology in the instructional design of IRE while maintaining consistency with religious principles. This qualitative study employs a literature review by analyzing journal articles, academic books, and relevant digital sources. The findings show that e-learning, Learning Management Systems (LMS), Islamic interactive media, virtual classes, hybrid learning, and artificial intelligence (AI) enhance flexibility, effectiveness, and learning access. However, challenges include the risk of content deviation, digital ethical issues, data security concerns, and reduced direct interaction between teachers and students. Eventually, technology integration in IRE must be accompanied by strengthened digital literacy, ethical media practices, and the role of teachers in guiding students’ character development. 
Tradisi Bagandang Nyiru dalam Masyarakat Banjar: Makna dan Nilai Pendidikan Islam Aprina Noor Latifah; Zulfa Jamalie
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/q5nvbc82

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan tradisi yang sarat akan nilai kearifan lokal, salah satunya adalah tradisi Bagandang Nyiru pada masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Seiring derasnya arus globalisasi, tradisi ini mulai jarang dipraktikkan dan dipahami oleh generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep, filosofi, identitas, serta nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi Bagandang Nyiru. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bagandang Nyiru merupakan praktik memukul nyiru secara beramai-ramai untuk mencari orang yang diyakini disembunyikan oleh makhluk gaib. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam, meliputi: (1) nilai akidah, berupa keyakinan pada hal gaib dalam bingkai tauhid; (2) nilai akhlak, yang tercermin melalui sikap tolong-menolong, gotong royong, dan kedisiplinan waktu; serta (3) nilai ibadah, yang diwujudkan melalui pelaksanaan doa dan syukuran. Dengan demikian, tradisi Bagandang Nyiru tidak hanya dipahami sebagai praktik bernuansa mistis, tetapi juga berfungsi sebagai penguat identitas budaya serta sebagai sarana pendidikan yang berlandaskan kearifan lokal.
From Measurement to Decision Making: Understanding the Nature of Educational Evaluation from the Perspective of Modern Learning Eka Susanti; Aprina Noor Latifah; Khairunnida Khairunnida; Hasni Noor
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1898

Abstract

Educational evaluation is an essential component of the learning process that functions not only to measure learning outcomes but also to provide a basis for decision-making aimed at improving educational quality. This article seeks to examine the evolution of educational evaluation concepts in contemporary literature, analyze the conceptual distinctions among evaluation, assessment, measurement, and testing, and explore the contribution of evaluation to learning effectiveness in the digital era and twenty-first-century education. This study employed a qualitative approach using a library research method through the analysis of relevant scholarly literature. The findings indicate that the concept of educational evaluation has evolved from an outcome-oriented approach toward a more comprehensive, continuous, and learner-centered perspective. Evaluation encompasses a broader scope than assessment, measurement, and testing, as it involves judgment and decision-making processes based on collected data. Numerous studies demonstrate that systematically designed and continuously implemented evaluations significantly contribute to learning effectiveness by providing feedback, monitoring student progress, and improving instructional strategies. Furthermore, digital transformation has encouraged the development of technology-based evaluation practices that are more flexible, adaptive, and authentic. In the context of Islamic Religious Education, evaluation plays a crucial role in assessing students’ competencies holistically across cognitive, affective, and psychomotor domains. Therefore, the development of evaluation systems that align with the demands of twenty-first-century education is a strategic necessity for enhancing the quality of learning and education sustainably.