Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Community Collective Engagement: Developing a Decision Model to Increase Intention in Early Detection of Cervical Cancer Sodang Sidabutar; Tatin Wahyanto; Yunardi Yunardi; Peterson Yosua Silaen
International Journal Of Health Science Vol. 6 No. 1 (2026): March: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v6i1.6481

Abstract

Early detection of cervical cancer is crucial in reducing mortality from this disease. Despite widespread health education, community participation in screening remains low, primarily due to stigma and social taboos. Aim: This study aims to develop a decision-making model based on women's collective involvement in Posyandu (Integrated Health Post) to increase their intention to undergo early cervical cancer screening. Methods: Using a mixed-methods approach, this study involved 200 respondents from various Posyandus within the Community Health Center coverage area. The model was developed through three stages: Formulation of a basic conceptual framework, Development of a measurement strategy, and Validation through surveys and in-depth interviews. Data analysis was conducted using Confirmatory Factor Analysis (CFA) and Structural Equation Modeling (SEM) with the assistance of AMOS software. Results: The results indicate that collective involvement has a significant influence on intention, and the developed model demonstrated good statistical fit. Conclusion: This study contributes to the development of engagement theory in a community context and provides strategic recommendations for improving community well-being through early cervical cancer detection.
Analisis Analisis Faktor Yang Menyebabkan Rendahnya Cakupan Imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun Sondang Sidabutar; Yunardi; Bona Utama Siringo; Emma Tambunan; Tatin Wahyanto; Ibnu Jafar
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.486

Abstract

Pemberian vaksin hepatitis B wajib dilakukan pada tiap anak dan remaja di bawah usia 19 tahun, yang belum pernah mendapat imunisasi hepatitis B. Imunisasi hepatitis B merupakan salah satu jenis imunisasi wajib di Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun.yaitu sebanyak 64 ibu yang memiliki balita yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan, budaya, kemudahan akses, dukungan suami, kelengkapan alat dan promosi kesehatan, tokoh agama, petugas kesehatan berhubungan dengan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. Adapun variabel yang paling berhubungan dengan rendahnya cakupan imunisasi Hepatitis B Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Huluan Kabupaten Simalungun adalah variabel dukungan tokoh agama. Saran dalam penelitian ini yaitu Perlu penelitian mengenai persepsi masyarakat lokal tentang imunisasi atau vaksin tertentu. Identifikasi isu lokal dan influencer kunci penting untuk meningkatkan kepercayaan akan program imunisasi.
HUBUNGAN PELAYANAN KESEHATAN YANG EFEKTIF DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS HUTABAGINDA KABUPATEN TAPANULI UTARA Sinang RM Panjaitan; Donna Sitohang; Ibnu Jafar; Tatin Wahyanto; Sondang Sidabutar; Yunardi
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.497

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang membutuhkan pengobatan secara teratur dan tuntas untuk mencapai keberhasilan terapi. Di Kabupaten Tapanuli Utara, tercatat 646 kasus TB pada tahun 2022 dengan angka keberhasilan pengobatan sebesar 52,50%, masih jauh dari target nasional 85%. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan efektivitas pelayanan kesehatan dengan kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Hutabaginda Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan melibatkan 50 pasien sebagai sampel. Data diperoleh melalui kuesioner pelayanan kesehatan dan Medication Morisky Adherence Scale-8 (MMAS-8), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada α=0,05. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara aksesibilitas (p=0,000), interaksi tenaga kesehatan (p=0,000), ketersediaan obat (p=0,003), edukasi (p=0,000), serta monitoring dan follow-up (p=0,000) dengan kepatuhan pengobatan. Disimpulkan bahwa pelayanan kesehatan yang efektif berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien TB paru.
Faktor-Faktor Perilaku Penggunaan Kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Kampung KB Desa Siantar Estate Sondang Sidabutar; Arini Fajriani; Ervi Sembiring; Yunardi; Tatin Wahyanto; Ibnu Jafar
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.504

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya Unmet Need KB di Kabupaten Simalungun sebesar 58,58%, sementara cakupan KB aktif tahun 2025 hanya mencapai 55,62%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor perilaku penggunaan kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kampung KB Desa Siantar Estate, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara *purposive* dan terdiri atas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), kader KB, dan PUS pengguna KB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor predisposisi berkaitan dengan pengetahuan dan pendidikan, di mana informan berpendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman kontrasepsi yang lebih baik. Faktor pemungkin menunjukkan bahwa jarak dan keterbatasan kendaraan masih menjadi kendala bagi sebagian PUS dalam mengakses pelayanan kesehatan. Faktor penguat menunjukkan bahwa dukungan suami berperan dalam konsistensi penggunaan kontrasepsi. Penguatan kerja sama lintas sektor diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program Kampung KB.
Analisis Kualitas Pelayanan Dalam Meningkatkan Kepuasan Pasien Di Puskesmas Dolok Merawan Akmaria Akmaria; Risa Aini; Sondang Sidabutar; Yunardi; Tatin Wahyanto; Ibnu Jafar
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.585

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, dengan menggunakan pendekatan lima dimensi kualitas pelayanan (SERVQUAL), yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (empati). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tiga orang informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas satu pegawai puskesmas dan dua pasien yang telah menerima pelayanan secara rutin di puskesmas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek tangibles, sarana dan prasarana sudah cukup baik namun masih terkendala keterbatasan alat kesehatan, seperti alat pemeriksaan sampel dahak TB yang belum tersedia, serta kekurangan jumlah dokter. Pada aspek reliability, alur pelayanan sudah tertata dengan baik, tetapi keluhan pasien banyak muncul akibat ketidaktersediaan dokter dan antrean yang lama. Aspek responsiveness menunjukkan kesigapan petugas cukup baik meskipun terkendala sistem jaringan dan status kepesertaan BPJS. Pada aspek assurance dan empathy, petugas dinilai bersikap sopan, ramah, dan mampu mendengarkan keluhan pasien dengan baik, sehingga menumbuhkan rasa percaya dan aman bagi pasien. Secara keseluruhan, pasien menyatakan cukup puas terhadap pelayanan petugas, namun belum sepenuhnya puas terhadap kelengkapan fasilitas fisik dan penunjang diagnostik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dimensi assurance dan empathy menjadi faktor pendukung utama kepuasan pasien, sementara dimensi tangibles menjadi aspek yang paling memerlukan perbaikan, terutama terkait kelengkapan alat kesehatan dan jumlah tenaga dokter. Rekomendasi bagi Puskesmas Dolok Merawan adalah memprioritaskan peningkatan sarana prasarana dan penambahan tenaga medis guna meningkatkan kepuasan pasien secara menyeluruh.
Analisis Kinerja Penyuluh KB Di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Siantar Narumonda Robert Siahaan; Jon Vilber Simanjuntak; Sondang Sidabutar; Yunardi; Tatin Wahyanto; Ibnu Jafar
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.586

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 10 orang yang terdiri atas unsur pengelola Balai Penyuluhan KB, tenaga kesehatan, PPKBD, Sub-PPKBD, kader kelompok kegiatan, serta pihak lain yang berhubungan dengan pelaksanaan Program Bangga Kencana. Analisis kinerja mengacu pada lima indikator kinerja yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, ketepatan waktu, efektivitas, dan kemandirian. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi. Wawancara mendalam dilakukan secara fleksibel untuk menggali pengalaman, pandangan, serta kondisi pelaksanaan tugas Penyuluh KB di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Penyuluh KB di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Siantar Narumonda telah mampu mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana dan menunjukkan capaian yang cukup baik. Dari lima indikator kinerja, kualitas kerja, kuantitas kerja, efektivitas, dan kemandirian menunjukkan capaian yang relatif positif, sedangkan ketepatan waktu masih memerlukan penguatan. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan tenaga, kondisi geografis wilayah kerja, transportasi, sarana dan prasarana, jaringan internet, pengumpulan dan penginputan data, keterlambatan pelaporan, serta perbedaan tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat. Faktor pendukung internal meliputi kompetensi, motivasi, pengalaman, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, perencanaan, inisiatif, dan kemampuan beradaptasi. Sementara faktor eksternal meliputi dukungan Balai Penyuluhan KB, kader, PPKBD, Sub-PPKBD, tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, sarana prasarana, dan masyarakat.
Analisis Kebutuhan Perawat Pelaksana Dengan Metode WISN Di Instalasi Rawat Inap RSUD Porsea Tahun 2026 Dewi Juliana Saragih; Irawani Sinaga; Tatin Wahyanto; Liharnita Saragih; Sondang Sidabutar; Peterson Y Silaen
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.614

Abstract

Beban kerja perawat yang tinggi dapat memengaruhi kualitas pelayanan dan keselamatan pasien. Peningkatan jumlah pasien yang ditangani perawat berisiko meningkatkan stres kerja dan menurunkan efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan tenaga perawat menggunakan metode Workload Indicator Staff Need (WISN) di Instalasi Rawat Inap RSUD Porsea. Penelitian menggunakan desain observasional kualitatif dengan analisis data kuantitatif. Pengamatan dilakukan berdasarkan tingkat ketergantungan pasien dan waktu produktif tenaga keperawatan, kemudian digunakan untuk menghitung kebutuhan tenaga perawat dengan metode Douglass dan WISN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja perawat berada pada kategori sedang sebesar 76,9%, dengan jumlah 21 perawat pelaksana. Waktu kerja tersedia sebesar 118.931,4 menit per tahun. Kegiatan keperawatan terdiri atas kegiatan langsung, tidak langsung, pribadi, dan nonproduktif. Standar beban kerja dan standar kelonggaran sebesar 0,183 juga telah diperoleh. Rumah sakit disarankan menyesuaikan tugas perawat dengan SOP serta mengurangi kegiatan nonkeperawatan.
Analisis Medical Check-Up Terhadap Kinerja Air Traffic Controller (ATC) Dalam Pelayanan Lalu Lintas Udara Di Airnav Medan Elisabeth O Siboro; Wilda F Siahaan; Sondang Sidabutar; Yunardi; Tatin Wahyanto; Peterson Y Silaen; Liharnita S
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.672

Abstract

Air Traffic Controller (ATC) dituntut memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental prima mengingat tanggung jawabnya terhadap keselamatan penerbangan. Survei awal di Kantor AirNav Cabang Medan menemukan bahwa dari pelaksanaan Medical Check-Up (MCU) dua tahunan tahun 2026, terdapat 21 personel dengan hasil bermasalah pada trigliserida, kolesterol, dan glukosa, termasuk kasus kronis yang berulang di setiap periode pemeriksaan. Kondisi ini berisiko menyebabkan personel dinyatakan unfit sehingga tidak dapat bertugas, memicu kekurangan personel yang berdampak pada kinerja ATC sesuai kerangka Fatigue Risk Management System (FRMS). Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis pelaksanaan MCU serta pengaruhnya terhadap kinerja dan keselamatan operasional ATC, melalui wawancara mendalam terhadap Manager Operasi, Supervisor ATC, dan Dokter Perusahaan, dianalisis menggunakan teori kinerja James L. Gibson. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan MCU telah sesuai regulasi kesehatan penerbangan (Permenhub RI No. 7 Tahun 2025 dan CASR Part 67) dan berfungsi efektif sebagai safety barrier dalam mendeteksi dini gangguan kesehatan yang berisiko memicu human error. MCU disimpulkan bukan sekadar formalitas regulasi, melainkan instrumen strategis manajemen SDM yang berkontribusi langsung terhadap keselamatan dan produktivitas pelayanan lalu lintas udara.