Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Klasifikasi Jenis Kelamin Berdasarkan Citra Mata Menggunakan Fitur HSV dan HOG Dengan Algoritma SVM Novriza Rahayu; Marta Tabita Anggi Silitonga; Dimas Jordan; Salwa Nabila; Andre Pratama
Jurnal Ilmiah ILKOMINFO - Ilmu Komputer & Informatika Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Akademi Ilmu Komputer Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47324/ilkominfo.v9i1.423

Abstract

Abstrak: Identifikasi jenis kelamin melalui analisis citra mata menjadi pendekatan yang relevan dalam aplikasi forensik dan keamanan, khususnya dalam situasi ketika identifikasi wajah tidak dapat dilakukan. Penelitian ini mengembangkan sistem klasifikasi jenis kelamin berdasarkan citra mata menggunakan kombinasi fitur HSV dan HOG dengan algoritma Support Vector Machine (SVM). Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana mengekstraksi fitur citra mata secara representatif dan mengoptimalkan akurasi klasifikasi jenis kelamin melalui pendekatan metode yang tepat. Metode penelitian ini mencakup tahap pengumpulan data, pra-pemrosesan citra, ekstraksi fitur dengan memanfaatkan HSV untuk memperoleh karakteristik warna serta HOG untuk mengidentifikasi karakteristik bentuk, penerapan SVM sebagai algoritma klasifikasi, serta evaluasi model guna menilai performa sistem secara keseluruhan. Dataset penelitian terdiri dari citra mata dari subjek laki-laki dan perempuan dengan berbagai kondisi. Sistem klasifikasi yang dikembangkan berhasil mencapai accuracy sebesar 90,24%, precision 90,26%, recall 90,24%, dan F1-score 90,22%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi fitur HSV dan HOG dengan algoritma SVM mampu memberikan tingkat akurasi yang konsisten dan reliabel dalam mengklasifikasi jenis kelamin berbasis citra mata. Pendekatan ini dapat diterapkan sebagai solusi alternatif dalam sistem keamanan, analisis forensik, dan layanan personalisasi yang membutuhkan estimasi jenis kelamin ketika hanya bagian mata yang dapat diamati.Kata kunci: Citra Mata, HOG, HSV, Jenis Kelamin, Support Vector MachineAbstract: Identifying gender through eye image analysis is a relevant approach in forensic and security applications, especially in situations where facial identification is not possible. This study develops a gender classification system based on eye images using a combination of HSV and HOG features with the Support Vector Machine (SVM) algorithm. The problem addressed is how to extract representative eye image features and optimize gender classification accuracy through the appropriate methodological approach. Research method includes data collection, image preprocessing, feature extraction using HSV to obtain color characteristics and HOG to identify shape characteristics, application of SVM as a classification algorithm, and model evaluation to assess the overall system performance. The research dataset consists of eye images from male and female subjects under various conditions. The developed classification system achieved an accuracy of 90.24%, precision of 90.26%, recall of 90.24%, and an F1-score of 90.22%. The results show that the combination of HSV and HOG features with the SVM algorithm is capable of providing consistent and reliable accuracy in classifying gender based on eye images. This approach can be applied as an alternative solution in security systems, forensic analysis, and personalized services that require gender estimation when only the eyes are observable.Keywords: Eye Image, Gender , HOG, HSV, Support Vector Machine
Pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga Desa Pasar Melintang melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan Windi Saputri Simamora; Siti Sarah Harahap; Andre Pratama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38823

Abstract

Abstrak Desa Pasar Melintang di Kecamatan Lubuk Pakam merupakan wilayah dengan mayoritas masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian padi sawah. Namun, keterbatasan akses informasi dan rendahnya literasi digital, khususnya pada kalangan ibu rumah tangga, menghambat optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung aktivitas ekonomi produktif. Program pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan literasi digital dasar, (2) mengembangkan keterampilan pemasaran digital berbasis media sosial, dan (3) meningkatkan kemampuan pemanfaatan AI untuk mendukung kegiatan ekonomi rumah tangga. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan, meliputi identifikasi kebutuhan melalui diskusi dengan perangkat desa, perencanaan program berbasis kebutuhan peserta, pelaksanaan pelatihan berbasis praktik langsung, evaluasi menggunakan pre-test dan post-test, serta penyusunan tindak lanjut. Pelatihan mencakup penggunaan media sosial untuk pemasaran serta pemanfaatan tools AI seperti ChatGPT dan Canva AI dalam pembuatan konten promosi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 65,45 pada pre-test menjadi 80 pada post-test. Selain itu, peserta juga mengalami peningkatan keterampilan dalam membuat konten digital dan memanfaatkan AI untuk promosi usaha. Program ini berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi melalui perluasan peluang peningkatan pendapatan berbasis pemasaran digital. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang kontekstual efektif dalam meningkatkan literasi digital serta mendorong pembangunan desa yang lebih adaptif terhadap transformasi digital. Kata kunci: literasi digital; teknologi informasi; kecerdasan buatan; pemberdayaan masyarakat; ibu rumah tangga. Abstract Pasar Melintang Village in Lubuk Pakam District is an area where most residents rely on rice farming as their primary livelihood. However, limited access to information and low digital literacy, particularly among housewives, hinder the optimal use of information technology and Artificial Intelligence (AI) in supporting productive economic activities. This community service program aims to: (1) improve basic digital literacy, (2) develop social media-based digital marketing skills, and (3) enhance the use of AI to support household economic activities. The method used is Participatory Action Research (PAR), involving active community participation in all stages, including needs identification through discussions with village officials, program planning based on participants’ needs, hands-on training implementation, evaluation using pre-test and post-test instruments, and follow-up planning. The training covered social media utilization for marketing and the use of AI tools, such as ChatGPT and Canva AI, for creating promotional content. The results show a significant improvement in participants’ understanding, indicated by an increase in the average score from 65.45 in the pre-test to 80 in the post-test. Participants also improved their skills in creating digital content and utilizing AI for business promotion. The program contributes to economic empowerment by expanding opportunities to increase income through more effective digital marketing. These findings suggest that a contextual and participatory approach effectively enhances rural digital literacy and supports more adaptive village development in the digital era. Keywords: digital literacy; information technology; artificial intelligence; community empowerment; housewives.