Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Manajemen Kurikulum 2013 Pada SMA Negeri 1 Seram Barat Nandalita Nunuela
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.616

Abstract

Kurikulum merupakan  suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara sistematis atas dasar norma-norma yang berlaku dan dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi pendidik untuk mencapai tujuan pendidikan. Untuk itu diperlukan suatu pola pengelolaan yang memadai yang disebut dengan manajemen kurikulum. Tujuan dari penelitian ini Aladdin untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kurikulum serta hambatan dan solusi yang dihadapi dalam kurikulum 2013 pada SMA Negeri 1 Seram Barat. Jenis penelitian dalam penulisan ini adalah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru di SMA Negeri 1 Seram Barat.  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Pelaksanaan curriculum berpedoman pada perencanaan yang telah ditetapkan, sehingga tergambar adanya peningkatan disiplin guru dan siswa serta kegiatan lain yang berhubungan dengan peningkatan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 di SMA 1 Seram Barat terlaksana sesuai dengan Permendibud Nomor 20, 21, 22, 23 dan 24 Tahun 2016. Agar semakin suksesnya pelaksanaan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Seram Barat maka kepala sekolah perlu meningkatkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan demi kelancaran pelaksanaan kurikulum 2013.
Strategi Pengelolaan Layanan Perpustakaan untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di Madrasah Aliyah Al-fatah Ambon Nandalita Nunuela; Ferdinanda Sherly Noya; Clara Samadara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di Madrasah Aliyah Al-Fatah Ambon. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendah dan tidak stabilnya minat baca siswa, yang dipengaruhi oleh keterbatasan koleksi buku, kurangnya layanan perpustakaan yang optimal, serta minimnya tenaga pustakawan profesional. Padahal, perpustakaan memiliki peran penting sebagai sumber belajar penunjang pembelajaran formal di kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pencatatan, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari pengelola perpustakaan, kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan Madrasah Aliyah Al-Fatah Ambon telah mengimplementasikan berbagai layanan untuk mendorong minat baca siswa, di antaranya layanan peminjaman (sirkulasi), layanan referensi, layanan baca, serta layanan bimbingan/konsultasi. Layanan-layanan tersebut telah beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui penerapan sistem otomasi dan platform digital sekolah. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti kurangnya koleksi referensi, keterbatasan literasi digital siswa, serta belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat literasi. Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal sekolah, untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya baca siswa secara berkelanjutan.
Administrasi Sarana dan Prasarana di SMP Negeri 2 Ambon Nandalita Nunuela; Vando Kristi Makaruku; Sharlia Sharlia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pengelolaan administrasi sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Ambon dilaksanakan, sekaligus mengkaji berbagai hambatan yang muncul dalam proses pengelolaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta studi dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SMP Negeri 2 Ambon, sedangkan fokus kajian diarahkan pada pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi sarana dan prasarana di SMP Negeri 2 Ambon telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan manajemen pendidikan, meliputi perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, pemanfaatan, evaluasi, dan penghapusan. Pengelolaan fasilitas dilakukan secara sistematis dengan mengacu pada pedoman Dinas Pendidikan dan melibatkan partisipasi seluruh warga sekolah. Sekolah juga menjalin kerja sama dengan pihak eksternal, seperti orang tua siswa, komite sekolah, dan Dinas Pendidikan melalui Memorandum of Understanding (MoU) guna mendukung pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana. Namun demikian, pengelolaan fasilitas sekolah masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan anggaran operasional dan keterbatasan lahan. Meskipun demikian, sekolah tetap berupaya melakukan pengembangan fasilitas secara berkelanjutan melalui pengajuan usulan perbaikan dan penambahan sarana melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Empowering Parents for the Golden Age: A Community-Based Parenting Education Initiative at Al-Fatah Kindergarten Ferdinanda Sherly Noya; St. Adrianti; Nandalita Nunuela
DEVOTIONIS Volume 2, Issue 1, January 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/dvs.v2i1.52

Abstract

Early childhood, especially from birth to age six, is a foundational phase often described as the “golden age” of human development, when rapid brain growth and learning potential are at their peak. During this critical stage, parenting plays a pivotal role in shaping children's cognitive, emotional, social, and moral development. However, in many contexts, including in Indonesia, parents often face challenges due to a lack of parenting knowledge, limited access to educational resources, and socio-cultural barriers. In response to these challenges, this community service program was conducted at Al-Fatah Kindergarten in Ambon with the aim of enhancing parental understanding of early childhood development and increasing awareness of the significance of their role as primary educators. The program employed a two-day interactive workshop approach, featuring themes on parenting for Generation Alpha and holistic child development. The sessions were delivered through participatory methods, including lectures, focus group discussions, real-life case sharing, and direct consultation with parenting experts. Results showed increased parental awareness and understanding of their role in child development, particularly regarding the impact of parenting styles, screen time management, emotional support, and developmental stimulation. The initiative also fostered a stronger school–community relationship and positioned the kindergarten as a collaborative center for parenting education. The success of the program illustrates that school-based parenting education, when delivered in culturally sensitive and engaging formats, can effectively bridge knowledge gaps and support families in providing nurturing, responsive, and developmentally appropriate care for their children. The findings reinforce the need for sustainable, community-driven models of parenting education that empower parents as active contributors to lifelong learning and early childhood success.
Empowering Coastal Communities for Sustainable Marine Conservation: Integrating Education, Technology, and Local Engagement in Negeri Mamala Patrisius Rahabav; Rudolf Kempa; Beatrix Tomasila; Sarlota Singerin; Desembra Sohilait; Sumarni Rumfot; Estin Indria Maahury; Vando Kristi Makaruku; Nandalita Nunuela; Paul Arjanto; Matusela Kunu; Salim Nussy; Fenty Retraubun; Wa Ode Ramliani; Ujian Mahulauw; Meilan Refwutu; Rahmawati Latukau; Yuliana Wakim
DEVOTIONIS Volume 2, Issue 2, July 2025
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/dvs.v2i2.71

Abstract

Indonesia, as the world's largest archipelagic country, holds a critical position in global marine biodiversity, encompassing over 17,000 islands within the Coral Triangle, known as the epicenter of marine diversity. This region supports extensive ecosystems that are vital for ecological balance, economic stability, and the well-being of millions of people. However, these ecosystems face severe threats from overfishing, plastic pollution, and climate change, which collectively endanger marine biodiversity and disrupt coastal livelihoods. This community service program, conducted by the Educational Administration Study Program at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pattimura, aimed to strengthen community awareness and enhance administrative capacity for sustainable marine conservation in Negeri Mamala. The program incorporated educational sessions, digital technology, and hands-on community engagement to address critical marine conservation challenges. Key activities included awareness building, community training, and the integration of immersive technologies like Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) to improve participant understanding and retention. The results demonstrated significant improvements in community awareness, administrative skills, and active participation in conservation efforts, aligning with the principles of community-based conservation. This initiative provides a promising model for other coastal communities, highlighting the potential of integrating education, technology, and local engagement to achieve long-term sustainability in marine conservation. Moving forward, continued support, strategic partnerships, and ongoing capacity building will be essential for maintaining and expanding these positive impacts.
Collaborative Mentoring to Strengthen Pedagogical Competence at SMP Negeri 11 Ambon Paul Arjanto; Rudolf Kempa; Patrisius Rahabav; Lambertus Johanes Lokollo; Beatrix Tomasila; Vando Kristi Makaruku; Estin Indria Maahury; Nandalita Nunuela; Adha Marche Lino Untajana
DEVOTIONIS Volume 3, Issue 2, July 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/dvs.v3i2.254

Abstract

Teachers' pedagogical competence was a strategic determinant of instructional quality, especially in schools adapting to flexible, student-centered curriculum reform. This community service article reported the initial implementation of a collaborative mentoring program for teachers at SMP Negeri 11 Ambon, Amahusu, Ambon City. The activity aimed to strengthen teachers' understanding of pedagogical competence, active learning, participatory classroom management, and the use of simple and digital learning media. A community-based service design was applied through preparation, implementation, and evaluation stages. Data were collected through coordination notes, participatory observation, teaching document review, reflective discussion, and a simple participant response questionnaire. The implementation consisted of a mini-seminar, interactive group discussion, case analysis of teaching documents, and collective reflection. The results showed that the mentoring process helped teachers identify the gap between administrative lesson planning and meaningful instructional design. Teachers became more aware of the need to align learning objectives, student characteristics, learning activities, learning media, and formative assessment. The collaborative forum also encouraged peer exchange and produced an initial classroom follow-up plan. The main outputs included a pedagogical competence strengthening module, an implementation flow model, and a descriptive monitoring framework for school-based reflection. The program concluded that collaborative mentoring was feasible as an entry strategy for teacher professional development in an island-based school context. Future activities should include longer workshops, classroom coaching, microteaching, and measurable evaluation of competence improvement.