Tati Lasmita
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Manajemen Kesiswaan Dalam Membentuk Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Di SDN 07 Prabumulih Tati Lasmita; Hendri Purnamasari; Afriantoni Afriantoni; Yulia Tri Samiha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen kesiswaan dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab peserta didik di SDN 07 Prabumulih. Pembentkan karakter menjadi salah satu focus utama Pendidikan dasar dalam rangka mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sebagaimana tertuang dalam kurikulum merdeka. Namun, fenomena rendahnya kedisiplinan dan tanggung jawab siswa di sekolah dasar masih sering dijumpai, terutama dalam hal kedatangan tepat waktu, ketaatan terhadap peraturan sekolah, dan penyelesaian tugas belajar. Oleh karena itu, diperlukan strategi manajemen kesiswaan yang efektif untuk menumbuhkan nilai-nilai karakter tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan peserta didik di SDN 07 Prabumulih. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan Teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen kesiswaan dalam membentuk karakter disiplin dan tangggung jawab di SDN 07 Prabumulih dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu : (1) Perencanaan program kesiswaan, yang meliputi penyusunan tata tertib sekolah, program pembiasaan pagi dan kegiatan ekstrakulikuler berbasis karakter;(2) pelaksanaan program, yang diwujudkan melalui kegiatan rutin seperti apel pagi, piket kelas, program literasi, dan pengawasan langsung oleh guru serta wali kelas, program literasi dan pengawasan langsung oleh guru serta wali kelas; serta (3) evaluasi dan tindak lanjut, dilakukan melalui rapat rutin,laporan kedisiplinan siswa, dan pemberian penghargaan bagi siswa teladan. Strategi tersebut didukung oleh kerja sama antara sekolah,orang tua dan komite sekolah. Dampak dari pelaksanaan strategi tersebut terlihat pada meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya datang tepat waktu, menjaga kebersihan lingkungan, serta menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab. Faktor pendukung utama keberhasilan srtrategi ini adalah komitmen kepala sekolah dan guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui keteladanan, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya control orang tua di rumah dan pengaruh lingkungan luar sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen kesiswaan di SDN 07 Prabumulih telah ditetapkan secara sistematis dan berkelanjutan untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa. Penerapan strategi ini dapat menjadi contoh praktik baik bagi sekolah dasar lainnya dalam mengembangkan manajemen kesiswaan yang berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
Analisis Historis, Problematika, Dan Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Di Cina Lasni Sutri; Tati Lasmita; Ranita Ranita; Arin Wibowo; Muslim Muslim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5382

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk menganalisis histori, problematika, serta sistem penyelenggaraan pendidikan di Cina menggunakan metode studi literatur deskriptif-analitis. Cina dikenal memiliki salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia, menganggap pendidikan sebagai investasi terpenting untuk pengembangan sumber daya manusia guna memperkuat negara dan bersaing secara global. Secara historis, pendidikan di Cina telah berkembang sejak masa Dinasti Han (dipengaruhi filsafat Kongfu) dan mengalami modernisasi pesat pada masa reformasi dengan adopsi teori Barat. Sistem pendidikan di Cina dibagi menjadi empat jenis (pendidikan dasar, teknik/kejuruan, tinggi, dan dewasa). Pengelolaannya bersifat terpusat, dengan Komisi Pendidikan Negara (SEDC) mengurus seluruh administrasi. Sistem ini dirancang untuk mengembangkan potensi siswa dan mengurangi penekanan pada hafalan. Namun, sistem ini memiliki beberapa masalah (problematika), terutama karena penekanan yang besar pada ujian seperti ujian masuk perguruan tinggi (Gaokao). Hambatan utama mengapa pendidikan yang berorientasi pada kualitas belum bisa diterapkan secara menyeluruh adalah adanya perbedaan tingkat akses dan kualitas di berbagai wilayah.
Pendidikan Akhlak Anak SD Dalam Perspektif Surah Al-Ahzab Ayat 21 Kajian Tafsir Al-Misbah Hendri Purnama Sari; Tati Lasmita; Abdur Razzaq; Kristina Imron
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan akhlak anak sekolah dasar dalam perspektif Surah Al-Ahzab ayat 21 melalui kajian Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Krisis moral yang melanda generasi muda menunjukkan urgensi penguatan pendidikan akhlak berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, menganalisis Tafsir Al-Misbah sebagai sumber data primer dan literatur pendidikan Islam serta psikologi perkembangan anak sebagai sumber sekunder. Teknik analisis data menggunakan content analysis dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswatun hasanah dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 merupakan metode fundamental dalam pendidikan akhlak yang mencakup keteladanan Rasulullah dalam seluruh dimensi kehidupan. Quraish Shihab menjelaskan tiga syarat spiritual dalam meneladani, yaitu mengharapkan rahmat Allah, mengharapkan hari akhir, dan banyak mengingat Allah. Konsep ini sangat relevan dengan karakteristik perkembangan kognitif, moral, dan sosial-emosional anak usia sekolah dasar yang lebih efektif belajar melalui pengamatan dan peniruan. Implementasi pendidikan akhlak berbasis keteladanan memerlukan strategi komprehensif meliputi peningkatan kompetensi guru sebagai teladan, pengintegrasian nilai akhlak dalam seluruh pembelajaran, dan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk menghasilkan generasi berakhlak mulia.
Pengaruh Interaksi Parasosial Dengan Influencer Islami Terhadap Perilaku Belajar Siswa: Perspektif Manajemen Pendidikan Islam Hendri Purnama Sari; Tati Lasmita; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh interaksi parasosial dengan influencer Islami terhadap perilaku belajar siswa dalam konteks pendidikan Islam. Interaksi parasosial merujuk pada hubungan satu arah yang terjadi antara siswa dan figur publik, dalam hal ini influencer Islami, melalui media sosial. Influencer Islami memainkan peran penting dalam membentuk motivasi belajar, karakter, dan pengetahuan siswa melalui konten edukatif yang mereka bagikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana data diperoleh melalui wawancara mendalam dan kuesioner yang disebarkan kepada siswa yang mengikuti influencer Islami di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial dengan influencer Islami berpengaruh positif terhadap perilaku belajar siswa. Siswa yang mengikuti influencer Islami cenderung memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi, meningkatkan disiplin dalam mengatur waktu belajar, serta lebih terbuka terhadap metode pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, influencer Islami juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai Islami seperti disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran, yang turut membentuk karakter siswa. Konten Islami yang disampaikan oleh influencer juga membantu siswa memperluas pengetahuan agama mereka dan melihat pendidikan sebagai bagian dari perjalanan spiritual yang lebih besar. Namun, terdapat tantangan dalam mengelola pengaruh ini, terutama terkait dengan kualitas konten yang tidak selalu sesuai dengan ajaran Islam yang benar dan potensi distraksi dari konten lain yang tidak relevan. Untuk memaksimalkan dampak positif, manajemen pendidikan Islam perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung penggunaan media sosial secara bijak, serta meningkatkan literasi digital siswa dan orang tua agar dapat memilih konten yang bermanfaat.
Persepsi Guru Dan Orang Tua Terhadap Program Mbg Setelah Muncul Kasus Keracunan:Kajian Qs. Anfal Ayat 27 Dan Qs. Al Maidah Ayat 32 Tati Lasmita; Hendri Purnama Sari; Uswatun Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6401

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun, munculnya kasus keracunan pada pelaksanaan awal program ini menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat, termasuk guru dan orang tua. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk persepsi dari sikap guru serta orang tua terhadap keberlanjutan program MBG setelah kasus tersebut, dengan menggunakan pendekatan studi literatur (library research). Kajian ini menyoroti nilai-nilai amanah, tanggung jawab, dan kehati-hatian dalam kebijakan publik melalui perspektif QS. Al-Anfal ayat 27 dan QS. Al-Maidah ayat 32. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi guru dan orang tua tetap tinggi terhadap tujuan program MBG, namun terdapat dorongan kuat untuk memperketat sistem pengawasan, uji kelayakan pangan, dan evaluasi rantai distribusi. Nilai-nilai Islam dalam dua ayat tersebut memberikan dasar etis bahwa amanah dan perlindungan jiwa merupakan prinsip utama dalam setiap kebijakan publik, termasuk dalam pelaksanaan program MBG di lingkungan pendidikan.