Neuropati sensorik merupakan komplikasi mikrovaskular yang sering dialami penderita diabetes melitus, yang dapat menurunkan kualitas hidup dan meningkatkan risiko luka kaki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap penurunan neuropati sensorik. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan jumlah populasi 301 kasus dan teknik pengambilan sampel yang digunakan dengan purposive sampling didapatkan 46 pasien yang menderita diabetes melitus dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Intervensi dilakukan selama satu minggu, lima kali sehari, masing-masing 20 menit. Dalam penelitian ini menggunakan uji wilcoxon untuk menilai perubahan skor neuropati sensorik sebelum dan sesudah intervensi pada masing - masing kelompok. Selain itu, Uji Mann - Whitney U digunakan untuk membandingkan skor neuropati sensorik antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan penurunan skor neuropati sensorik dengan Negative Rank 21. Nilai asymp. Sig 0,000 (< 0,05) menandakan senam kaki diabetik berpengaruh signifikan menurunkan neuropati sensorik pada penderita diabetes melitus di kelompok intervensi. Uji Mann Whitney dengan nilai asymp. Sig 0,001 (< 0,05) menunjukkan perbedaan signifikan dalam penurunan neuropati sensorik antara kelompok intervensi dan kontrol, menegaskan bahwa senam kaki diabetik lebih efektif dibanding tanpa intervensi. Kesimpulannya, senam kaki diabetik efektif menurunkan gejala neuropati sensorik pada pasien diabetes melitus dan disarankan sebagai bagian dari intervensi keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.