Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Penyakit Tuberculosis (TBC) Pada Santri Di Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya Fera Sartika; Rezqi Handayani; Fitria Hariati Ramdhani; Dwi Purbayanti; Rinny Ardina; Windya Nazmatur Rahmah; Al Hidayani; Noor Fadillah; Sri Suhartati; Nira Meirita Wijayanti
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.985

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Peningkatan kasus TBC menunjukkan pentingnya upaya edukasi sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya tentang penyakit TBC. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara luring melalui ceramah, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan pembagian pre-test, dilanjutkan penyampaian materi dan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Jumlah peserta sebanyak 39 santri. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,8 dan meningkat menjadi 85,1 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 11,3 poin. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai TBC, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan pesantren.
Prevalensi Gagal Ginjal Kronik di Kota Palangka Raya Berdasarkan Kajian Literatur Sri suhartati; Nira Meirita Wijayanti; Noor Fadillah
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9209

Abstract

Gagal ginjal kronik (PGK) merupakan gangguan struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan biasanya ditandai oleh albuminuria atau kelainan struktural ginjal. WHO memperkirakan sekitar 674 juta orang mengalami gagal ginjal pada tahun 2025, sementara ISN-GKHA melaporkan sekitar 700 juta kasus secara global. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi PGK di Kota Palangka Raya melalui metode narrative literature review. Hasil menunjukkan bahwa kelompok usia lansia merupakan kasus terbanyak, dengan laki-laki lebih dominan dibanding perempuan. Hipertensi dan Diabetes Melitus tercatat sebagai penyakit penyerta utama, didukung oleh pola makan tinggi natrium, konsumsi minuman manis, kebiasaan minum herbal tanpa resep, konsumsi alkohol, merokok, serta kurangnya aktivitas fisik. Data nasional menunjukkan angka hemodialisis laki-laki sebesar 2,55% dan perempuan 14,42%, sedangkan Kalimantan Tengah mencapai 7,72% dengan distribusi 53,4% laki-laki dan 46,6% perempuan. Faktor lingkungan seperti cuaca panas yang memicu dehidrasi serta rendahnya kesadaran deteksi dini turut meningkatkan risiko PGK
Review: Potensi Dampak Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAH) dari Asap Kebakaran Hutan Gambut terhadap Penyakit Paru di Kalimantan Tengah Nira Meirita Wijayanti; Sri Suhartati; Noor Fadillah
JURNAL BIOSHELL Vol 15 No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v15i1.5427

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai karakteristik emisi PAH dari kebakaran gambut serta implikasinya terhadap kesehatan paru. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan systematic review terhadap literatur terindeks pada PubMed/PMC, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dalam rentang 2010–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembakaran gambut pada fase smouldering menghasilkan dominasi PAH berat yang bersifat persisten, karsinogenik, dan cenderung terikat pada fraksi partikulat halus PM₂.₅ dan PM₁. Keterikatan ini meningkatkan stabilitas atmosferik, potensi transport jarak jauh, serta risiko paparan inhalasi hingga ke bronkiolus dan alveoli paru. Secara biologis, paparan PAH melalui inhalasi memicu stres oksidatif dan inflamasi kronis melalui aktivasi Aryl hydrocarbon Receptor (AhR) serta penurunan aktivitas enzim antioksidan, yang berkontribusi terhadap kerusakan epitel saluran napas, remodeling jaringan paru, dan peningkatan risiko asma, PPOK, serta kanker paru. Meskipun bukti epidemiologis spesifik di Kalimantan Tengah masih terbatas, sintesis literatur menunjukkan tingginya kerentanan kesehatan masyarakat terhadap paparan asap kebakaran gambut.