Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan Ekowisata Bahari Pulau Tolandono Kabupaten Wakatobi Ode Mansyur, La; Nasrun, Nasrun; Normayasari, Normayasari; Harudin, Harudin; Ikhsan, Nur; Isman, Khairudin; Sahari, Sariamin; Kusuma Admaja, Alfi; Musrianton, Muhammad; Ferlin, Akhmatul; Utami, Dewi; Hamka, Eddy; Amijaya Husain, Suharta
Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH) Vol. 7 No. 1 (2025): February, Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH)
Publisher : LP3M, Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jimsh.v7i1.1012

Abstract

This study aims to analyze strategies for developing marine ecotourism in Tolandono Island, Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi, to support environmental sustainability and improve the welfare of local communities. A qualitative descriptive method with a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) approach was employed to identify potentials and challenges in ecotourism development. Data were collected through observations, semi-structured interviews with 55 respondents, and focus group discussions (FGD) involving tourism business actors, local communities, tourists, and relevant institutions. The findings reveal that Tolandono Island possesses high marine biodiversity and conservation status, despite challenges such as inadequate infrastructure, low capacity of local human resources, and threats to marine ecosystems from destructive activities and climate change. Four main strategies were formulated: 1) technology-based promotion and development of tourism facilities (SO); 2) human resource training, institutional strengthening, and infrastructure improvement (WO); 3) resource management to address environmental threats (ST); and 4) conservation education and livelihood diversification (WT). The implementation of these strategies is projected to increase tourist visits by 20% annually, contribute up to IDR 2 billion per year to the local economy, and reduce marine ecosystem damage by 25%. This study highlights the importance of collaboration between the government, local communities, and stakeholders to ensure sustainable community-based ecotourism in Tolandono Island.
Strategi Pengembangan Agrowisata Pesisir Berbasis Partisipasi Komunitas di Desa Liya Togo Harudin, Harudin; Ode Mansyur Makiki, La; Nasrun, Nasrun; Normayasari, Normayasari; Ikhsan, Nur; Isman, Khairudin; Sahari, Sariamin; Kusuma Admaja, Alfi; Musrianton, Muhammad; Ferlin, Akhmatul; Ode Muhammad Norsa, La; Utami, Dewi
Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH) Vol. 7 No. 2 (2025): August, Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH)
Publisher : LP3M, Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jimsh.v7i2.1162

Abstract

Desa Liya Togo memiliki potensi besar untuk mengembangkan agrowisata pesisir sebagai upaya peningkatan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji tingkat partisipasi masyarakat, mengidentifikasi tantangan utama, dan merumuskan strategi pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan secara tematik untuk menggali keterlibatan masyarakat, hambatan, dan peluang yang ada.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Liya Togo, kelompok perempuan dan pemuda berperan aktif dalam budidaya rumput laut, pengolahan singkong menjadi makanan tradisional (Kasoami), minuman herbal (Saraba, Teh Kelor dan Madu Hutan), budidaya bawang merah, serta promosi wisata (Wisata Kebun Edukatif) melalui media sosial. Namun, tantangan seperti infrastruktur jalan yang belum memadai, keterbatasan pelatihan kewirausahaan, dan akses pasar yang terbatas masih menghambat perkembangan agrowisata pesisir. Strategi pemberdayaan yang disarankan meliputi pelatihan rutin berbasis kebutuhan lokal, pembentukan BUMDes wisata, serta integrasi antara agrowisata dan ekowisata bahari.