Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

BODY LABOR TALANG TUWO GLOSARIUM PROJECT TEATER POTLOT DI PALEMBANG Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon; -, Hasan
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan langsung dilaksanakan di Komunitas Teater Potlot dan Pertunjukannya dengan judul Talang Tuwo Glosarium Project yang digelar di Taman Budaya Graha Sriwijaya Jakabaring Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Teori Drama. Analisis penelitian ini difokuskan pada kompetensi aktor/aktris dan penulisan naskah lakon, meliputi: gesture (fisik dan vokal) dan penulisan naskah lakon. Hasil penelitian menjelaskan bahwa teater potlot mengangkat teater berjenis kontemporer atau teater modern dan menjadikan tubuh serta vokal aktor/aktris sebagai kekuatan dalam pertunjukannya. Seperti halnya naskah lakon yang ditulis oleh Conie Sema merupakan hasil karya tulis yang kreatif dan imajinatif serta sarat akan makna, pesan-pesan, serta nilai yang terkandung di dalamnya.
PENATAAN ARTISTIK PERTUNJUKAN TEATER DUL MULUK TUNAS HARAPAN DI PALEMBANG Firmansyah, Dedy; Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon
Jurnal Seni, Desain dan Budaya Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v5i2.992

Abstract

AbstractArtistic arrangement is important in theater performances, as is Dul Muluk theater. "Decoration (scenery) is a background scene (background) where to play the play". Dul Muluk Theater is inseparable from the elements that support the show. The elements are divided into two parts, namely the main elements and supporting elements of the show. The main elements consist of: director, script, performer (actor / actress) and audience, while supporting elements of the show include: dress, property set, musical system, and stage decoration / decoration set. But in discussing this research journal, the writer discusses the supporting elements of his performance. The object of study in the research journal was the traditional arts group Dul Muluk Tunas Harapan, Pemulutan District, which was staged in Palembang. The theory used in this research journal is through Dramaturgi Harymawan's approach as grand theory. This type of research used in this research journal uses descriptive qualitative analysis. Data collection techniques carried out by observation, literature study, interviews, and documentation. The results of the research include; 1) Clothing that is useful to reinforce the character in accordance with the needs of the play, 2) Property as supporting elements of equipment in a theater performance, 3) Music Arrangement; apart from being a accompanist, illustrations, both as opening all the plays, opening scenes, giving effect to the play, and as a closing act also to give color and impression to the scene depicted on stage, 4) Tata Performances; the atmosphere of a place where the human soul can fly freely. A place where art is given breath.Keywords : Artistic Settings, Dul Muluk Theater, and Dramaturgy TheoryAbstrakPenataan artistik merupakan hal yang penting dalam pertunjukan teater, seperti halnya teater Dul Muluk. ?Dekorasi (scenery) merupakan pemandangan latar belakang (background) tempat memainkan lakon?. Teater Dul Muluk tidak terlepas dari unsur-unsur yang mendukung pertunjukan. Unsur-unsur tersebut dibagi menjadi dua bagian, yaitu unsur pokok dan unsur pendukung pertunjukan. Unsur pokok terdiri dari: sutradara, naskah, pemain (aktor/aktris) dan penonton, sedangkan unsur pendukung pertunjukan meliputi: tata pakaian, set properti, tata musik, dan tata pentas/set dekorasi. Namun dalam pembahasan jurnal penelitian ini penulis membahas unsur pendukung pertunjukannya. Obyek yang dijadikan kajian dalam jurnal penelitian adalah kelompok seni tradisional teater Dul Muluk Tunas Harapan Kecamatan Pemulutan yang dipentaskan di Palembang. Teori yang digunakan dalam jurnal penelitiaan ini yaitu melalui pendekatan Dramaturgi Harymawan sebagai grand teori. Jenis penelitian yang digunakan dalam jurnal penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian di antaranya adalah; 1) Tata Pakaian yang berguna untuk mempertegas karakter sesuai dengan keperluan lakon, 2) Properti sebagai unsur pendukung perlengkapan dalam pertunjukan teater, 3) Tata Musik; selain sebagai pengiring, ilustrasi, baik sebagai pembuka seluruh lakon, pembuka adegan, memberi efek pada lakon, maupun sebagai penutup lakon juga untuk memberi warna dan kesan pada adegan yang digambarkan di atas pentas, 4) Tata Pentas; suasana tempat di mana jiwa manusia dapat terbang dengan bebas. Suatu tempat di mana seni diberi nafas.Kata kunci : Peanataan Artistik, Teater Dul Muluk, dan Teori Dramaturgi
BODY LABOR TALANG TUWO GLOSARIUM PROJECT TEATER POTLOT DI PALEMBANG Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon; -, Hasan
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p31-41

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan langsung dilaksanakan di Komunitas Teater Potlot dan Pertunjukannya dengan judul Talang Tuwo Glosarium Project yang digelar di Taman Budaya Graha Sriwijaya Jakabaring Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Teori Drama. Analisis penelitian ini difokuskan pada kompetensi aktor/aktris dan penulisan naskah lakon, meliputi: gesture (fisik dan vokal) dan penulisan naskah lakon. Hasil penelitian menjelaskan bahwa teater potlot mengangkat teater berjenis kontemporer atau teater modern dan menjadikan tubuh serta vokal aktor/aktris sebagai kekuatan dalam pertunjukannya. Seperti halnya naskah lakon yang ditulis oleh Conie Sema merupakan hasil karya tulis yang kreatif dan imajinatif serta sarat akan makna, pesan-pesan, serta nilai yang terkandung di dalamnya.
Dramatik Plot Teater Dulmuluk Naskah Lakon Zahara Siti Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol 3, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.371 KB) | DOI: 10.36982/jsdb.v3i2.489

Abstract

Abstract Dulmuluk Theater starts from literary art (poetry reading). Syair Abdul Muluk was composed by a woman named Saleha, the younger sister of Raja Ali Haji Ibn Raja Achmad Ibn. The youngster Raja Ali Haji Fi Sabilillah, who reigned in Riau, the island of Penyengat Indra Sakti, was estimated in the 19th century. A letter between Raja Ali Haji and a judge in Batavia (now Jakarta) named Philippus Pieter Roorda Van Eijsinga. Along with the development of Syair Abdul Dulmuluk, it has now been written in the form of drama text in general. This research journal is a qualitative type using descriptive analysis. The Dramaturgy theory approach is used to explore scripts and performances. The dramatic plot of Gustav Freytag consists of (exposition, complications, climax, resolution and denoumen) also used to discuss and analyze the play. Related to these issues, there is a problem formulation, namely: how dramatic is Dulmuluk's theater plot in the play of Zahara Siti. Data collection method is done by observation, literature study, interview, and documentation.Keywords: Poetry, Drama Script, Dramatik Plot, Zahara Siti's play Abstrak Teater Dulmuluk bermula dari seni sastra (pembacaan syair). Syair Abdul Muluk dikarang oleh seorang wanita yang bernama Saleha, yaitu adik perempuan dari Raja Ali Haji Ibn Raja Achmad Ibn Yang dipertuan Muda Raja Ali Haji Fi Sabilillah yang bertahta di Negeri Riau pulau Penyengat Indra Sakti diperkirakan abad ke 19. Hal ini diketahui dari data surat-menyurat antara Raja Ali Haji dengan seorang hakim di Batavia (sekarang Jakarta) yang bernama Philippus Pieter Roorda Van Eijsinga. Seiring perkembanganya Syair Abdul Dulmuluk, kini telah ditulis dalam bentuk teks naskah drama pada umumnya. Jurnal penelitian ini merupakan jenis kualitatif menggunakan deskriftif analisis. Pendekatan teori Dramaturgi digunakan untuk menggali naskah dan pertunjukanya. Dramatik plot Gustav Freytag terdiri dari (eksposisi, komplikasi, klimaks, resolusi dan denoumen) juga digunakan untuk membahas dan menganalisis naskah lakonya. Terkait permasalahan tersebut maka terdapat rumusan masalah, yaitu: bagaimana dramatik plot teater Dulmuluk dalam naskah lakon Zahara Siti. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi.Kata kunci : Syair, Naskah Drama, Dramatik Plot, Lakon Zahara Siti.  
DUL MULUK THEATER PERFORMANCE FUNCTION IN PALEMBANG CITY (Manifest Function and Latent Function) Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
JURNAL PAKARENA Vol 6, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v6i2.26166

Abstract

This study aims to analyze the function of the Dul Muluk Theater Performance in Palembang City. This research is a qualitative descriptive study with data collection techniques, namely observation,interviews and documentation. The object of this research is the function of the dul muluk theatre performance, directed by elyas and also the leader of the Tunas Harapan theater arts group. The subject of this research, the researcher tries to see from two functions, namely the manifest function (visible function) and latent function (covered function). The researcher obtained the data by using observation, interview, and documentation techniques. The data obtained were analyzed using qualitative descriptive analysis by describing the state of the object in the field. The results of the study indicate that there are performance functions, consisting of (personal entertainment, aesthetic presentation, educational facilities, entertainment or spectacle, economy as a means of earning aliving and functioning as a means of ritual which has been described in detail in the results anddiscussion.
STRUKTUR PERTUNJUKAN TEATER DULMULUK DALAM LAKON ABDULMULUK JAUHARI DI PALEMBANG Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
Gelar : Jurnal Seni Budaya Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.331 KB) | DOI: 10.33153/glr.v13i2.1631

Abstract

Penelitian Teater Dulmuluk adalah penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif analisis denganpendekatan teori struktur. Metode pengumpulan data dengan, observasi, studi pustaka, wawancara, dandokumentasi. Pada awalnya Teater Dulmuluk tidak memiliki naskah yang tertulis, pertunjukannya dilakukandengan cara spontanitas atau diperankan dengan berimprovisasi dari para pemain, belum ada naskah yanglengkap, hanya garis besarnya saja yang disampaikan secara lisan kepada para pemain dan disesuaikandengan cerita yang akan disampaikan. Tulisan ini berusaha menggali dan menganalisis struktur pertunjukannyabagi kehidupan masyarakat Palembang. Terkait permasalahan maka Teater Dulmuluk yang akan dibahasdalam rumusan masalah, adalah: Bagaimana struktur pertunjukan Teater Dulmuluk dalam kehidupan masyarakatPalembang. Hasil penelitian menunjukkan bentuk penampilan yang semula hanya diperankan oleh laki-lakikini dapat diperankan oleh perempuan dan waktu pementasan bisa dipersingkat dengan memadatkan danmengambil fragmen ceritanya saja disesuaikan dengan kebutuhan pentas. Adapun struktur pertunjukannyaadalah kisoh, bermas pembuka, adegan demi adegan, dan bermas penutup.Kata kunci: struktur, teater Dulmuluk, Lakon Abdulmuluk Jauhari.
BODY LABOR TALANG TUWO GLOSARIUM PROJECT TEATER POTLOT DI PALEMBANG Nugroho Notosutanto Arhon Dhony; Hasan -
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p31-41

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan langsung dilaksanakan di Komunitas Teater Potlot dan Pertunjukannya dengan judul Talang Tuwo Glosarium Project yang digelar di Taman Budaya Graha Sriwijaya Jakabaring Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Teori Drama. Analisis penelitian ini difokuskan pada kompetensi aktor/aktris dan penulisan naskah lakon, meliputi: gesture (fisik dan vokal) dan penulisan naskah lakon. Hasil penelitian menjelaskan bahwa teater potlot mengangkat teater berjenis kontemporer atau teater modern dan menjadikan tubuh serta vokal aktor/aktris sebagai kekuatan dalam pertunjukannya. Seperti halnya naskah lakon yang ditulis oleh Conie Sema merupakan hasil karya tulis yang kreatif dan imajinatif serta sarat akan makna, pesan-pesan, serta nilai yang terkandung di dalamnya.
ASPEK PENARI DALAM KOREOGRAFI KELOMPOK TARI KIPAS CHANDANI DI SANGGAR SASTRA MATAYA Dewi Purwaningsari; Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari kreasi baru adalah karya tari yang dibuat oleh koreografer dengan pijakan tradisi maupun non tradisi. Karya tari Kipas Chandani dibahas dalam aspek penari yang didalam pokok pembahasannya yaitu membahas aspek jumlah penari, aspek jenis kelamin dan postur tubuh, aspek wujud kesatuan yang didalamnya membahas aspek arah hadap penari, aspek jarak-antara penari dan aspek penari kunci. Suatu karya tari pastilah tidak lepas dari penari yang merupakan media penyampai pesan dari suatu maksud gerak tertentu dalam suatu garapan tari. Penulisan ini dirasa penting karena terkadang aspek penari sering kali diabaikan oleh penonton atau bahkan penari itu sendiri karena ketidakpahaman akan aspek kepenarian. Metode penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan observasi, dengan langkah awal peneliti terjun langsung ke lapangan untuk menemukan permasalahan yang ada, selain itu memperoleh data awal berupa alamat sanggar dan data awal seputar aspek penari yang terdapat dalam tari Kipas Chandani.  Data wawancara yang diperoleh meliputi pertanyaan yang diajukan dengan mendapatkan data yang lebih komplit, sedangkan dokumentasi yaitu berupa foto  kegiatan. Hasil temuannya adalah dalam karya tari Kipas Chandani terdapat aspek penari, yaitu terdiri beberapa aspek diantaranya dengan penentuan jumlah penari dengan kuartet atau empat orang penari. Aspek jenis kelamin dan postur tubuh yaitu dengan dua penari memiliki postur tubuh sedikit berisi dan dua penari dengan postur tubuh kecil dengan penari berjenis kelamin perempuan, aspek wujud kesatuan meliputi aspek arah hadap, aspek jarak antara, dan aspek penari kunci. Arah hadap dalam tari ini yaitu depan, belakang, diagonal kanan, dan sebagainya. Aspek jarak antara penari meliputi rentangan kedua tangan dari penari dan penentuan penari kunci adalah penari yang menjadi panutan.  
Ide Garapan Naskah “Antropogenik” Karya Conie Sema pada Komunitas Teater Potlot Palembang Tuenti Yulisa; A. Heryanto; Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
Pelataran Seni Vol 7, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.13391

Abstract

Ide Garapan Naskah “Antropogenik” Karya Conie Sema pada Komunitas Teater Potlot Palembang Tuenti Yulisa; A. Heryanto; Nugroho Notosutanto Arhon Dhony
Pelataran Seni Vol 6, No 2
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v6i2.11581

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil kajian terhadap ide garapan naskah dan pertunjukan teater “Antropogenik” karya Conie Sema pada komunitas Teater Potlot Palembang. Kajian ini berjenis deskriptif-kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif sehingga diketahui bahwa: 1) ide garapan naskah-pertunjukan teater “Antropogenik” karya Conie Sema berdasar pada persoalan ekologis, yaitu perusakan lingkungan manusia; 2) pertunjukan teater “Antropogenik” dibuat sederhana dengan empat elemen yaitu gesture/bentuk pertujukan, gerak, blocking, dan bunyi; 4) keunikan pada pertunjukan “Antopogenik” karya Conie Sema adalah pada sisi aktor sebagai performer, bukan karakter tokoh.