Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Methodological Pluralism in History: Revisiting the New History and Annales Approaches in the Development of Historical Research Themes Diki Tri Apriansyah Putra
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v14i2.103

Abstract

Until today, historical studies continue to evolve. The paradigm shift from traditional historical writing has ushered in a new phase for history as a scientific discipline. This study explores the pluralism of historical methodologies by reexamining the New History and Annales approaches in generating new themes within historical scholarship. The central issue addressed in this research concerns the limitations faced by historical studies in developing new and relevant topics. The study aims to provide a conceptual foundation and fresh perspectives on emerging themes in historiography. The findings reveal that methodological pluralism in history enables researchers to more easily identify and explore diverse research themes. History students and scholars are no longer confined to the traditional paradigm that centers solely on grand events and prominent figures. Contemporary historical writing offers a more inclusive, multidisciplinary, and socially relevant perspective, aligning historical inquiry with current societal issues. History is no longer viewed as an ivory tower of knowledge, but as a dynamic field capable of responding to real-world problems.
Green History: Pembelajaran Sejarah Berbasis Ekopedagogi Diki Tri Apriansyah Putra; Nur'aeni Marta; Muhammad Hasmi Yanuardi
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v15i1.365

Abstract

The current global environmental crisis requires the world of education and the discipline of history to take on a strategic role in building a new paradigm of ecological awareness in society. Looking at the practice of history education in Indonesia today, it is still dominated by discussions of political, social, and economic events. Green history is a new approach to history that attempts to connect historical events, local wisdom, and cultural systems with ecological awareness. This article aims to examine a new approach to history learning by integrating ecological values into the learning process. The method used is historical with a literature study approach. The results of the study show that green history places nature as a historical actor by emphasizing ethical and sustainability dimensions in historical interpretation. Integrating it with ecopedagogy means that history learning does not merely focus on conveying the chronology of past events, but also serves as a reflective tool for understanding the historical roots of the current ecological crisis. Green history acts as a new paradigm in history education that is oriented towards ecological intelligence, environmental and climate justice, and the transformation of students behavior towards sustainable educational practices.
Diseminasi Riset Sejarah Austronesia: Penguatan Kompetensi Akademisi & MGMP Sejarah DKI Jakarta Kurniawati; Sim Y.H Teddy; Nur Fajar Absor; Diki Tri Apriansyah Putra; Afifah Sholihah; Maisarah; Pamela Ayesma; Atief Arezal Fatah Timur; Panji Rayhan Sultoni; Muhammad Ar Rayyan
Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): SATWIKA: Volume 6, Number 1, June 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/satwika.060103

Abstract

Penguatan pembelajaran sejarah dan multikulturalisme sangat penting bagi seluruh kalangan, baik siswa, guru ataupun mahasiswa secara umum. Penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat terutama mahasiswa dan guru MGMP Jakarta Timur melalui pendekatan pedagogis inovatif. Topik utama kegiatan kolaborasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan National Chung Cheng University, Taiwan mengangkat tema “Migrasi Austronesia dan Pembentukan Masyarakat Multikultural Indonesia”. Pemilihan topik ini didasari oleh kajian mengenai asal muasal nenek moyang bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat penutur Austronesia yang berasal dari Taiwan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 tahap: pra-pelaksanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman bagi keseluruhan peserta secara signifikan. Mahasiswa mendapat penguatan kompetensi dan wawasan berbasis historiografi komparatif berskala internasional, sementara para guru menunjukkan penguatan materi dan ketertarikan akan materi sejarah bertopik multikulturalisme untuk menjadi bahan ajar yang bersifat aplikatif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi komitmen kuat serta mempererat hubungan, baik antara Indonesia dan Taiwan, terutama dalam esai-esai sejarah pada masing-masing bangsa.
Pemanfaatan Cagar Budaya Candi Abang di Ruang Digital: Analisis Konten Instagram dan TikTok Afifah Sholihah; Putri Ananda Saka; Lobelia Asmaul Husna; Diki Tri Apriansyah Putra; M. Rainan; Ririn Handayani
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 22 No. 2 (2026): ISTORIA Edisi September 2026, Vol. 22 No. 2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v22i2.102294

Abstract

Candi Abang merupakan salah satu cagar budaya di Kabupaten Sleman. Pemanfaatannya tidak lagi terbatas pada ruang fisik, tetapi juga berlangsung di ruang digital melalui media sosial. Hingga kini Candi Abang masih dikaji dominan melalui penelitian arkeologi dan pariwisata, sementara kajian berbasis data media sosial masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan kecenderungan pemanfaatan Candi Abang sebagaimana tercermin dalam konten Instagram dan TikTok, serta menelaahnya sebagai bahan pertimbangan pengelolaan cagar budaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif terhadap 49 unggahan (24 Instagram, 25 TikTok) yang dikumpulkan pada Juni 2026. Data yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan pra pemrosesan data untuk menyeleksi anomali data. Analisis menggunakan pendekatan directed content analysis. Kategori awal ditentukan secara deduktif sesuai kategori pemanfaatan cagar budaya dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 dan induktif berdasarkan temuan yang ada. Hasilnya bahwa bentuk dan kecenderungan pemanfaatan Candi Abang di media sosial yang paling dominan adalah pariwisata dan pendidikan. Keduanya memberikan peluang dan tantangan bagi pengelolaan Candi Abang.