Dalima Septiria
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran TPQ sebagai Lembaga Pendidikan Nonformal dalam Pembinaan Spiritual Anak di Masjid Al Ikhlas, Jalan Semangka 3, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singgaran Pati Alimni; Dalima Septiria; Andini Fadlillah; Sholiha Tussakdiah; Yesi Agustina
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9388

Abstract

This synthetic research aims to comprehensively analyze the role of the Al-Qur'an Education Park (TPQ) as a non-formal educational institution and explore an effective empowerment model for improving the spiritual quality and character development of children in Bengkulu City. This study integrates two research findings from different locations: the role of the Al Ikhlas Mosque TPQ in spiritual development and the empowerment model of the Nurul Ikhlas Mosque TPQ in Pagar Dewa. The synthesized approach includes descriptive-phenomenological qualitative research (the Al Ikhlas Study) and Participatory Action Research (PAR) (the Nurul Ikhlas Study). Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The synthesis results indicate that the TPQ plays a significant role, manifested through: (1) providing a cognitive and practical foundation for Islam (Tahsin and Storytelling), (2) internalizing morals through habits and creative methods such as role-playing, and (3) creating a communal religious environment (congregational prayer). Furthermore, the PAR-based empowerment model has proven effective in improving the quality of religious education by focusing on enjoyable, contextual learning methods (Tartil, memorization, daily worship practices), and adaptive (grouping based on ability). Despite facing constraints on facilities and parental involvement, collaborative solutions ensured the program's effectiveness and demonstrated the potential of TPQ (Islamic Religious Teaching and Learning) as a participatory and sustainable model for mosque empowerment in urban contexts.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN MORAL SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH MULTIKULTURAL: STUDI PADA SMP NEGERI 15 KOTA BENGKULU Dalima Septiria; Dian Jelita; Novita Rahmayanti; Shelda Tenri Bela; Siti Zulaiha
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9784

Abstract

This study explores the role of Islamic Religious Education (PAI) in strengthening students’ moral development within a multicultural school environment at SMP Negeri 15 Bengkulu City. The research aims to analyze the moral issues faced by students, describe PAI-based moral development strategies, and identify supporting and inhibiting factors in their implementation. Using a qualitative descriptive method, data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that PAI contributes significantly to students’ moral formation through dialogical learning, contextual material delivery, teacher role modelling, and structured religious programs such as congregational prayer and daily worship habits. A multicultural environment also enhances students’ tolerance and respect for diversity. However, several challenges remain, particularly digital behavior, cultural differences, and limited parental involvement. Overall, PAI demonstrates a strategic role in fostering moral awareness, discipline, and social harmony among students.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik di Era Digital di Bengkulu Dalima Septiria; Asniti Karni; Rio Ahmadi; Melisa Dwi; Dinatul Islami
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1115

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam kemudahan akses informasi bagi peserta didik melalui internet dan media digital. Kemudahan ini memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, namun juga menimbulkan tantangan dalam pembentukan karakter, khususnya karakter religius. Oleh karena itu, peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi sangat penting dalam membimbing peserta didik agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif serta tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru PAI dalam membentuk karakter religius peserta didik di era digital di Kota Bengkulu dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan peserta didik di beberapa sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik nilai, teladan, fasilitator pembelajaran berbasis digital, penggerak kegiatan keagamaan, serta pembimbing dalam menghadapi tantangan moral di era digital. Penanaman karakter religius dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta pemanfaatan media digital dalam pembelajaran. Selain itu, guru juga berperan dalam meningkatkan literasi digital peserta didik agar mampu menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pembentukan karakter religius di era digital memerlukan peran aktif guru serta dukungan sinergis antara sekolah dan keluarga.
Analisis Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Siswa Kelas Rendah di SDN 76 Kota Bengkulu: Penelitian Yana Agustiyani; Marlina Febrianti; Ahmad Suradi; Dalima Septiria; Kurniawan Kurniawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada siswa kelas rendah di SDN 76 Kota Bengkulu serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas I–III. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan melalui tiga aspek utama, yaitu diferensiasi konten, proses, dan produk. Diferensiasi konten dilakukan dengan menyesuaikan materi sesuai tingkat kemampuan siswa, diferensiasi proses melalui penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta diferensiasi produk melalui pemberian kebebasan kepada siswa dalam mengekspresikan hasil belajar. Penerapan pembelajaran ini terbukti mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Faktor pendukung meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, kreativitas guru, serta ketersediaan media pembelajaran. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, jumlah siswa yang banyak, serta pemahaman guru yang belum optimal. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang efektif dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif dan bermakna, namun masih memerlukan penguatan dalam implementasinya.
Internalisasi Nilai Akhlakul Karimah melalui Pendidikan Agama Islam: Studi Pustaka Rafali Fitra Hanafia; Rafel Rahmansah; Yoga Adji Pangestu; Wildan Murtadho; Dalima Septiria
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.950

Abstract

Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai akhlakul karimah. Di tengah tantangan degradasi moral akibat globalisasi dan perkembangan teknologi digital, pendidikan tidak hanya dituntut mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep, proses, serta tantangan internalisasi nilai akhlakul karimah melalui Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber tertulis berupa buku teks, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah konsep, teori, dan temuan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pendidikan karakter dan Pendidikan Agama Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai akhlakul karimah melalui Pendidikan Agama Islam merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan, melibatkan tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Keberhasilan proses tersebut sangat dipengaruhi oleh keteladanan guru, strategi pembelajaran yang holistik, pembiasaan perilaku religius, serta dukungan lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam perlu dikembangkan secara kontekstual dan relevan agar mampu membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Implementasi Aplikasi Wordwall Untuk Pembelajaran Tahsin Dan Tajwid Di Yayasan Daarul Armina Dekri Nopita Sari; Mayzen Mawarni; Winda Herlina; Asniti Karni; Dalima Septiria
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.987

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an, khususnya tahsin dan tajwid, memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi religius peserta didik. Namun, pembelajaran tahsin dan tajwid di lembaga pendidikan Islam masih menghadapi berbagai kendala, seperti metode pembelajaran yang konvensional, rendahnya motivasi belajar, serta kesulitan peserta didik dalam memahami konsep tajwid yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi aplikasi Wordwall dalam pembelajaran tahsin dan tajwid di Yayasan Daarul Armina serta menganalisis dampaknya terhadap motivasi dan keterlibatan belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru tahsin dan tajwid serta peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Wordwall melalui tahapan perencanaan, pengembangan konten, pelaksanaan, dan evaluasi mampu menciptakan pembelajaran tahsin dan tajwid yang lebih interaktif, meningkatkan motivasi belajar, serta mempermudah peserta didik dalam memahami makharijul huruf dan hukum tajwid. Dengan demikian, Wordwall dapat menjadi media pembelajaran digital yang efektif dan relevan dalam pembelajaran Al-Qur’an di era digital.