Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Investigasi Kajian Kinetik Pengeringan Jahe dalam Pembuatan Simplisia Ernaning Widiaswanti; Rika Yunitarini; Trisita Novianti; Ajeng Kartiningsih
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i1.5141

Abstract

Jahe merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Teknik penanganan produk pertanian merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, hal ini karena sifat dari produk pertanian yang memiliki tingkat kerusakan tinggi. Pembuatan simplisia jahe melalui metode pengeringan adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produk dengan kandungan kadar air yang lebih rendah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan electrical oven dengan suhu pengeringan 45oC, 55oC, dan 65oC. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji model kinetik yang cocok untuk karakteristik pengeringan jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu pengeringan maka semakin cepat mencapai kadar air setimbang. Kondisi terbaik untuk pengeringan jahe adalah pada suhu pengeringan 65oC. Terdapat tiga model kinetik yang digunakan untuk menginvestigasi perilaku MR untuk pengeringan jahe yaitu Newton, Handerson dan Pabis, serta Page. Model page menghasilkan nilai R2 sebesar 0,9986 pada suhu pengeringan 65oC, dimana nilainya mendekati 1. Hal ini menunjukkan bahwa model page ditemukan paling cocok untuk menggambarkan kinetika pengeringan jahe dalam tiga tingkatan suhu pengering dengan menggunakan electrical oven dibandingkan model lainnya yang diuji.
Model Konseptual Dinamika Pemasaran Minyak Atsiri Indonesia Menggunakan Sistem Dinamik Widiaswanti, Ernaning
Jurnal Aplikasi Ilmu Teknik Industri (JAPTI) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/japti.v3i1.2191

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor minyak atsiri di dunia, namun perkembangan industri minyak atsiri Indonesia belum mampu memenuhi permintaan dunia yang terus meningkat. Hal ini dikarenakan manfaat dari minyak atsiri yang sangat banyak. Dinamika pemasaran minyak atsiri Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Masalah utama pengembangan minyak atsiri Indonesia dilihat dari segi pemasarannya adalah harga yang berfluktuasi. Beberapa penelitian hanya berfokus pada faktor - faktor tertentu yang berpengaruh terhadap dinamika harga minyak atsiri Indonesia, tetapi belum ada yang dapat mengintegrasikan faktor - faktor yang mempengaruhi dinamika tersebut. Sebuah model terintegrasi, dimana semua variabel yang berpengaruh dalam dinamika pemasaran minyak atsiri Indonesia diilustrasikan dalam hubungan antar variabel, akan membantu pengambil kebijakan untuk lebih memahami sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem dinamik, model konseptual dikembangkan untuk menunjukkan berbagai variabel yang mempengaruhi pemasaran minyak atsiri Indonesia. Causal loop diagram dikembangkan berdasarkan kajian literatur serta analisis matriks IFE dan EFE. Analisis matrks IFE dan EFE digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran minyak atsiri. Model konseptual digunakan untuk mengintegrasikan faktor - faktor tersebut. Model konseptual yang diusulkan akan membantu dalam menganalisis skenario masa depan keberlanjutan minyak atsiri Indonesia. Penelitian ini akan bermanfaat bagi pembuat kebijakan, seluruh stakeholder minyak atsiri, dan peneliti selanjutnya.
Studi Eksperimen Pengeringan Cabe Jawa Menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap Nurul Azizah, Siti; Lumintu, Ida; Widiaswanti, Ernaning
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.766

Abstract

Piper Retrofractum Vahl., yang juga dikenal sebagai cabe jawa, memiliki manfaat kesehatan dan potensi ekonomi yang tinggi dengan harga pasar berkisar antara Rp. 80.000 hingga Rp. 100.000 per kilogram dalam bentuk kering. Peluang ekspor melibatkan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Cina, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika. Untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi komoditas herbal ini, penelitian ini berfokus pada perbaikan proses pengeringan menggunakan metode oven, dengan mempelajari pengaruh pre-treatment berbasis ekstrak kulit jeruk dan kulit nanas yang kaya asam askorbat terhadap kualitas cabe jawa. Studi ini menggunakan tiga tingkat kematangan cabe jawa yaitu mentah (hijau), setengah matang (jingga), dan matang (merah). Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan pilihan perlakuan meliputi tanpa perlakuan, blanching dengan air panas 70°C, perendaman dalam ekstrak kulit jeruk, blanching dengan ekstrak kulit jeruk pada suhu 70°C, perendaman dalam ekstrak kulit nanas, dan blanching dengan ekstrak kulit nanas pada suhu 70°C. Proses pengeringan menggunakan suhu oven konstan 70°C selama 18 jam menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan parameter yang dinilai termasuk kadar air, kadar piperin, dan parameter warna seperti kecerahan (L*), kemerahan (a*), dan kekuningan (b*). Hasil optimal diperoleh dengan pra-perlakuan ekstrak kulit nanas, menghasilkan kadar air sebesar 8,79%, kadar piperin sebesar 0,218%, kecerahan (L*) sebesar 43,78, kemerahan (a*) sebesar 8,17, dan kekuningan (b*) sebesar 12,48.
Menjaga ketersediaan temulawak sebagai bahan baku produksi jamu (studi kasus: Provinsi Jawa Timur) Ernaning Widiaswanti; Nachnul Ansori; Mohammad Zaimuddin Hisyam
AGROINTEK Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i2.27364

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) is a plant native to Indonesia with many benefits. The need for temulawak is increasing along with the increasing public awareness to consume traditional medicine instead of chemical drugs. It has led to increased demand for temulawak by the traditional medicine industry. The demand and supply of temulawak must be maintained to avoid oversupply scarcity. This study aims to build a simulation model of temulawak supply sustainability in East Java using a system dynamic approach and the ratio of supply and demand (S/D ratio). System dynamic modeling was chosen to model the condition of the temulawak availability system in determining medium-term strategies. System dynamic are very appropriate for simulating policies and evaluating the condition of the temulawak availability system. This study considered three scenarios: expanding temulawak land by 5%, increasing temulawak productivity to 20 kg/m2, and a combination of the first and second scenarios. The results showed that the most effective policy was scenario three, by combining the policy of expanding agricultural land by 5% and increasing temulawak productivity to 20 kg/m2, with this policy model being able to maintain the S/D Ratio 1 for the next 5 years.
Development of appropriate technology for converting cassava peel biomass with sugar cane peel into bioethanol Irawan, Ibnu; Widiaswanti, Ernaning; Pranjoto, Hartono; Choir, Qalibun Ghalidh
Widya Teknik Vol. 24 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v24i2.6118

Abstract

Alternative fuels are waste-derived materials that can be converted into substitutes for petroleum-based fuels. Alternative fuels can be derived from agricultural waste, which is often underutilized and no longer viable for direct use. Among various types, cassava peels and sugarcane peels are promising feedstocks for bioethanol production due to their high carbohydrate and glucose content. Cassava and pineapple peels are rich in fermentable sugars, making them suitable for producing liquid fuels such as bioethanol with concentrations exceeding 80%. The fermentation results of these materials were followed by distillation at 80°C to obtain initial stage of bioethanol. The highest water content of 76% was recorded at a fermentation time of 9, while the maximum bioethanol yield reached 35.2%, with a corresponding calorific value of 1490.46 kcal/kg. At the same fermentation duration, the lowest flash point was observed at 20°C. This low flash point indicates that the resulting bioethanol evaporates easily at lower temperatures, a behavior influenced by the fuel's density and water content. Furthermore, significant interactions were observed between the raw material composition, the addition of EM4 bioactivator, and yeast during fermentation. These factors collectively influenced the methane (CH4) content generated, highlighting their role in optimizing the fermentation process.
Risk Evaluation of Musculoskeletal Disorders and Design of Lifting-carrying Facilities: Evaluasi Risiko Gangguan Otot Rangka dan Perancangan Fasilitas Angkat-Angkut Agustina, Fitri; Ansori, Nachnul; Novianti, Trisita; Widiaswanti, Ernaning; Anggraeni, Ravida Ayu
PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/prozima.v7i1.1605

Abstract

There are main activities of the worker in UD Askan such as splitting the fish, carrying, and lifting the tubs. Work activities are done manually and the production process continually undergoes. The frequency of activity (15 cycles) in a day causes the risk of fatigue, injury, and Musculoskeletal Disorders (MSDs). Evaluation of the work posture of four workers by Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) and Job Strain Index (JSI) methods showed high risk in the process of lifting and carrying a tank. The previous posture caused the worker to bend forward, both legs standing or squatting with both knees, and walk by carrying a tub. The results recommend solving soonest due to the danger to the musculoskeletal. The recommendation shows that lifting methods are required and the design of lifting and transporting equipment is needed. The evaluation posture by OWAS show that the process of carrying a tank is 3 level (immediate repair because it is harmful to the musculoskeletal), and after improvement, it is 1 level (not harmful to the musculoskeletal). Then, JSI indicates any improvement from the 3 levels (posing a hazard) to level 1 (safe work).