Suci Rahmi Amjusfa
Universitas Ubudiyah Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DI SMAN 11 BANDA ACEH Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Herawati Herawati; Rahmat Alimin
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) merupakan salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi guru pada era digital. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 11 Banda Aceh pada hari Kamis, 13 November 2025, dengan tujuan memperkuat kemampuan pedagogis dan teknologi guru melalui pemanfaatan alat-alat AI terkini. Pentingnya integrasi AI dalam pendidikan telah ditekankan oleh beberapa ahli, seperti Luckin (2018) yang menyatakan bahwa AI mampu memperluas kapasitas guru dalam melakukan personalisasi pembelajaran, serta Holmes et al. (2019) yang menegaskan bahwa literasi AI menjadi kompetensi wajib bagi pendidik masa kini. Dalam konteks Indonesia, Wibawa (2021) juga menyoroti perlunya penguatan kompetensi TPACK berbasis teknologi cerdas untuk mendukung efektivitas pembelajaran. Pelatihan ini diikuti oleh para guru dari berbagai mata pelajaran, dengan fokus pada pembuatan media berbasis teks, gambar, dan presentasi interaktif menggunakan platform AI generatif. Pendekatan pelatihan mencakup demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan teknis yang memungkinkan peserta mengalami proses pengembangan media secara utuh. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek keterampilan teknis, kreativitas media, dan pemahaman pedagogis digital. Para guru melaporkan bahwa AI membantu mempercepat pembuatan konten pembelajaran, memperkaya variasi media, dan meningkatkan keterlibatan siswa. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti relevan sebagai model pengembangan profesional guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad ke-21. Integrasi AI dalam pembuatan media pembelajaran berpotensi menjadi praktik berkelanjutan dalam mendukung pembelajaran yang inovatif dan adaptif.
ENGLISH SPEAKING CONFIDENCE AMONG FLOOD-AFFECTED ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmatul Ukhra
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v12i1.5922

Abstract

This study aimed to describe the level of English speaking confidence among flood-affected elementary school students in Pidie Jaya Regency. Speaking confidence was considered a crucial affective factor influencing young learners’ success in learning English, particularly for students who experienced emotional disruption due to natural disasters. This research employed a descriptive quantitative design. The participants consisted of 35 flood-affected elementary school students who were selected using a total sampling technique. Data were collected through an English speaking confidence questionnaire developed using a four-point Likert scale, which covered aspects of willingness to speak, fear of making mistakes, self-confidence, and participation in English learning activities. The collected data were analyzed using descriptive statistics in the form of mean scores and percentages. The findings revealed that the overall level of students’ English speaking confidence was categorized as moderate, with a total mean score of 2.89. Classroom participation obtained the highest mean score, while fear of making mistakes showed the lowest mean score. These results indicated that although students demonstrated engagement in English learning activities, affective barriers remained a challenge in post-disaster learning contexts. Therefore, greater attention to emotional support and low-anxiety speaking activities was needed in English instruction for flood-affected elementary school students.
OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN PASCABENCANA BANJIR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DAN SEKOLAH CERIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Alimin; Rafni Fajriati; Yawma Wulida; Suci Rahmi Amjusfa; Rizki Julia Utama; Kurnia Rahmayanti; Tibyan Asyukri; Dina Keumala Sari Br Ginting; Lisda Yanti; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya Aceh berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak pada berbagai jenjang. Gangguan aktivitas belajar, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kondisi psikologis anak yang terdampak menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pendidikan darurat melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi siswa SMA dan Sekolah Ceria bagi anak TK dan SD. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia melalui misi kemanusiaan berbasis sustainable university dengan melibatkan relawan pendidikan serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan meliputi pendampingan akademik, penguatan materi ujian masuk perguruan tinggi, serta dukungan psikososial melalui permainan edukatif, storytelling, dan aktivitas kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMA serta membantu pemulihan kondisi psikologis anak TK dan SD. Program Sekolah Ceria terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan mengembalikan keceriaan anak pascabencana. Kata kunci: Pendidikan Darurat, Pascabencana, Sekolah Ceria, Bimbingan Belajar, Banjir. Abstract Flood disasters in Pidie Jaya Regency, Aceh, have significantly disrupted children's education across various levels. Learning interruptions, limited educational facilities, and psychological distress among affected children pose major challenges in post-disaster recovery. This community service activity aims to optimize emergency education services through tutoring programs for high school students and Fun School programs for kindergarten and elementary students. The program was implemented by Universitas Ubudiyah Indonesia through a sustainable university-based humanitarian mission involving education volunteers and local communities. The method used a participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Activities included academic mentoring, university entrance exam preparation, and psychosocial support through educational games, storytelling, and creative activities. The results indicate that the program improved students’ learning motivation and supported psychological recovery among young children. The Fun School program effectively reduced anxiety and restored children's emotional well-being after the disaster. Keywords: Emergency Education, Post-Disaster, Fun School, Tutoring, Flood.
PENDAMPINGAN TRAUMA HEALING MELALUI ENGLISH GAMES UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN BERBICARA SISWA SD TERDAMPAK BANJIR DI PIDIE JAYA Suci Rahmi Amjusfa; Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Rahmat Alimin; Rahmatul Ukhra
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada tanggal 26 November 2025 berdampak tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada kondisi psikologis siswa sekolah dasar yang berimplikasi terhadap keberanian mereka dalam berkomunikasi, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Siswa terdampak bencana cenderung mengalami kecemasan, rasa takut, dan rendahnya kepercayaan diri yang menghambat keterampilan berbicara. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keberanian berbicara Bahasa Inggris siswa sekolah dasar melalui pendampingan trauma healing berbasis English games. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8–10 Januari 2026 dengan melibatkan total 35 siswa sekolah dasar terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif-partisipatif dengan memanfaatkan permainan edukatif seperti Hello Circle Game sebagai ice breaking serta Simon Says dan Guessing Games sebagai media trauma healing. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara kualitatif deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, keberanian berbicara, serta respons emosional positif siswa selama proses pembelajaran. Integrasi trauma healing dan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis permainan terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung pemulihan psikososial siswa. Kegiatan ini memberikan implikasi bahwa English games dapat menjadi strategi alternatif yang efektif dan aplikatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar, khususnya dalam konteks pendidikan pasca bencana.