Yawma Wulida
Universitas Ubudiyah Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PELATIHAN PENGENALAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU DI SMA NEGERI II BANDA ACEH Yawma Wulida; Herawati Herawati; Suci Rahmi Amjusfa; Rahmat Alimin; Silvia Rahmi; Dina Keumalasari Br Ginting; Lisnawati Lisnawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pengenalan Artificial Intelligence (AI) bagi guru di SMA Negeri 11 Banda Aceh dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi cerdas dalam pengembangan media pembelajaran interaktif di sekolah. Sebagian besar guru telah menggunakan teknologi digital, namun belum optimal dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu kreatif, adaptif, dan efisien dalam proses pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep dasar AI serta keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai tools berbasis AI untuk merancang media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan platform AI, praktik langsung, serta pendampingan dalam pembuatan produk media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep AI dan mampu menghasilkan contoh media pembelajaran interaktif seperti kuis digital, bahan ajar visual, dan konten presentasi berbasis AI. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi dalam mendukung transformasi pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan teknologi di era digital. Kata Kunci: Artificial Intelligence, media pembelajaran interaktif, pelatihan guru, teknologi pendidikan
OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN PASCABENCANA BANJIR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DAN SEKOLAH CERIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Alimin; Rafni Fajriati; Yawma Wulida; Suci Rahmi Amjusfa; Rizki Julia Utama; Kurnia Rahmayanti; Tibyan Asyukri; Dina Keumala Sari Br Ginting; Lisda Yanti; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya Aceh berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak pada berbagai jenjang. Gangguan aktivitas belajar, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kondisi psikologis anak yang terdampak menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pendidikan darurat melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi siswa SMA dan Sekolah Ceria bagi anak TK dan SD. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia melalui misi kemanusiaan berbasis sustainable university dengan melibatkan relawan pendidikan serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan meliputi pendampingan akademik, penguatan materi ujian masuk perguruan tinggi, serta dukungan psikososial melalui permainan edukatif, storytelling, dan aktivitas kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMA serta membantu pemulihan kondisi psikologis anak TK dan SD. Program Sekolah Ceria terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan mengembalikan keceriaan anak pascabencana. Kata kunci: Pendidikan Darurat, Pascabencana, Sekolah Ceria, Bimbingan Belajar, Banjir. Abstract Flood disasters in Pidie Jaya Regency, Aceh, have significantly disrupted children's education across various levels. Learning interruptions, limited educational facilities, and psychological distress among affected children pose major challenges in post-disaster recovery. This community service activity aims to optimize emergency education services through tutoring programs for high school students and Fun School programs for kindergarten and elementary students. The program was implemented by Universitas Ubudiyah Indonesia through a sustainable university-based humanitarian mission involving education volunteers and local communities. The method used a participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Activities included academic mentoring, university entrance exam preparation, and psychosocial support through educational games, storytelling, and creative activities. The results indicate that the program improved students’ learning motivation and supported psychological recovery among young children. The Fun School program effectively reduced anxiety and restored children's emotional well-being after the disaster. Keywords: Emergency Education, Post-Disaster, Fun School, Tutoring, Flood.
ANALISIS KESULITAN PEMBELAJARAN IPS DALAM KELAS INKLUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI BANDA ACEH Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Ayyu Wahifa Safira; Lisnawati Lisnawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam kelas inklusi di Sekolah Dasar Negeri Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas, guru pendamping khusus, serta siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti pembelajaran IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan pembelajaran IPS dalam kelas inklusi meliputi perbedaan kemampuan kognitif siswa, keterbatasan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif, kurangnya media pembelajaran yang sesuai, serta keterbatasan waktu dalam memberikan pendampingan individual. Selain itu, pemahaman konsep abstrak dalam materi IPS menjadi tantangan utama bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan modifikasi metode pembelajaran, penggunaan media yang variatif, serta kolaborasi antara guru kelas dan guru pendamping khusus untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS di kelas inklusi. Kata Kunci: kesulitan belajar, IPS, kelas inklusi, sekolah dasar
PELATIHAN PENGENALAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU DI SMA NEGERI II BANDA ACEH Yawma Wulida; Herawati Herawati; Suci Rahmi Amjusfa; Rahmat Alimin; Silvia Rahmi; Dina Keumalasari Br Ginting; Lisnawati Lisnawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan pengenalan Artificial Intelligence (AI) bagi guru di SMA Negeri 11 Banda Aceh dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi cerdas dalam pengembangan media pembelajaran interaktif di sekolah. Sebagian besar guru telah menggunakan teknologi digital, namun belum optimal dalam memanfaatkan AI sebagai alat bantu kreatif, adaptif, dan efisien dalam proses pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep dasar AI serta keterampilan dalam mengaplikasikan berbagai tools berbasis AI untuk merancang media pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi, demonstrasi penggunaan platform AI, praktik langsung, serta pendampingan dalam pembuatan produk media pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap konsep AI dan mampu menghasilkan contoh media pembelajaran interaktif seperti kuis digital, bahan ajar visual, dan konten presentasi berbasis AI. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan kreativitas dan kepercayaan diri guru dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan ini berkontribusi dalam mendukung transformasi pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan teknologi di era digital. Kata Kunci: Artificial Intelligence, media pembelajaran interaktif, pelatihan guru, teknologi pendidikan
OPTIMALISASI LAYANAN PENDIDIKAN PASCABENCANA BANJIR MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DAN SEKOLAH CERIA DI KABUPATEN PIDIE JAYA Herawati Herawati; Pardi Pardi; Rahmat Alimin; Rafni Fajriati; Yawma Wulida; Suci Rahmi Amjusfa; Rizki Julia Utama; Kurnia Rahmayanti; Tibyan Asyukri; Dina Keumala Sari Br Ginting; Lisda Yanti; Zahra Kesuma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya Aceh berdampak signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan anak pada berbagai jenjang. Gangguan aktivitas belajar, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kondisi psikologis anak yang terdampak menjadi tantangan utama dalam proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan layanan pendidikan darurat melalui program Bimbingan Belajar (Bimbel) bagi siswa SMA dan Sekolah Ceria bagi anak TK dan SD. Program ini dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia melalui misi kemanusiaan berbasis sustainable university dengan melibatkan relawan pendidikan serta masyarakat setempat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan meliputi pendampingan akademik, penguatan materi ujian masuk perguruan tinggi, serta dukungan psikososial melalui permainan edukatif, storytelling, dan aktivitas kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan motivasi belajar siswa SMA serta membantu pemulihan kondisi psikologis anak TK dan SD. Program Sekolah Ceria terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan dan mengembalikan keceriaan anak pascabencana. Kata kunci: Pendidikan Darurat, Pascabencana, Sekolah Ceria, Bimbingan Belajar, Banjir. Abstract Flood disasters in Pidie Jaya Regency, Aceh, have significantly disrupted children's education across various levels. Learning interruptions, limited educational facilities, and psychological distress among affected children pose major challenges in post-disaster recovery. This community service activity aims to optimize emergency education services through tutoring programs for high school students and Fun School programs for kindergarten and elementary students. The program was implemented by Universitas Ubudiyah Indonesia through a sustainable university-based humanitarian mission involving education volunteers and local communities. The method used a participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Activities included academic mentoring, university entrance exam preparation, and psychosocial support through educational games, storytelling, and creative activities. The results indicate that the program improved students’ learning motivation and supported psychological recovery among young children. The Fun School program effectively reduced anxiety and restored children's emotional well-being after the disaster. Keywords: Emergency Education, Post-Disaster, Fun School, Tutoring, Flood.
ANALISIS KESULITAN PEMBELAJARAN IPS DALAM KELAS INKLUSI DI SEKOLAH DASAR NEGERI BANDA ACEH Yawma Wulida; Rafni Fajriati; Ayyu Wahifa Safira; Lisnawati Lisnawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i2.5708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam kelas inklusi di Sekolah Dasar Negeri Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas, guru pendamping khusus, serta siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti pembelajaran IPS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan pembelajaran IPS dalam kelas inklusi meliputi perbedaan kemampuan kognitif siswa, keterbatasan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif, kurangnya media pembelajaran yang sesuai, serta keterbatasan waktu dalam memberikan pendampingan individual. Selain itu, pemahaman konsep abstrak dalam materi IPS menjadi tantangan utama bagi siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan modifikasi metode pembelajaran, penggunaan media yang variatif, serta kolaborasi antara guru kelas dan guru pendamping khusus untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS di kelas inklusi. Kata Kunci: kesulitan belajar, IPS, kelas inklusi, sekolah dasar
KOLABORASI GURU KELAS DAN SHADOW TEACHER DALAM PEMBELAJARAN IPS BAGI PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF Yawma Wulida; Silvia Rahmi; Donni Agustina Pulungan; Rabiatul Adawiyah
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi guru kelas dan shadow teacher dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) di sekolah dasar inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada salah satu sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, shadow teacher, kepala sekolah, serta peserta didik berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru kelas dan shadow teacher dilakukan melalui perencanaan pembelajaran bersama, pembagian peran saat proses pembelajaran berlangsung, pemberian pendampingan individual sesuai kebutuhan peserta didik, serta evaluasi pembelajaran secara berkala. Kolaborasi tersebut memberikan dampak positif terhadap partisipasi belajar, interaksi sosial, dan pencapaian hasil belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan waktu koordinasi, perbedaan pemahaman mengenai strategi pembelajaran inklusif, dan minimnya pelatihan bagi guru. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru serta dukungan sekolah agar kolaborasi dapat berjalan secara optimal. Kata Kunci: kolaborasi guru, shadow teacher, pembelajaran IPS, pendidikan inklusif, peserta didik berkebutuhan khusus
PEMBERDAYAAN ANAK TERDAMPAK BANJIR MELALUI PROGRAM PEMBELAJARAN KLASIKAL BERBASIS EDUKASI DAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL DI KECAMATAN MEURAH DUA, KABUPATEN PIDIE JAYA Yawma Wulida; Herawati; Rafni Fajriati; Suci Rahmi Amjusfa; Kurnia Rahmayanti; Rahmat Alimin; Rizki Julia Utama; Tibyan Asyukri; Dina Keumala Sari Br Ginting; Zahra Kesuma; Lisda Yanti
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG PENDIDIKAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Selain mengganggu aktivitas belajar, bencana juga menimbulkan berbagai permasalahan psikologis seperti kecemasan, ketakutan, dan menurunnya motivasi belajar. Kondisi tersebut memerlukan upaya pemberdayaan yang mampu mengintegrasikan proses pembelajaran dengan dukungan psikososial sehingga anak dapat kembali belajar dalam suasana yang aman dan menyenangkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar, pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana, serta memperkuat kondisi psikososial anak melalui program pembelajaran klasikal berbasis edukasi dan dukungan psikososial. Sasaran kegiatan adalah anak-anak usia sekolah dasar yang terdampak banjir di Kecamatan Meurah Dua. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan pembelajaran klasikal menggunakan metode interaktif, permainan edukatif, kegiatan psikososial berupa menggambar, bercerita, bermain kelompok, serta evaluasi menggunakan observasi dan angket respon peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar, partisipasi aktif peserta, kemampuan berinteraksi sosial, serta meningkatnya pemahaman anak mengenai perilaku hidup bersih dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Program ini menjadi salah satu alternatif pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam mendukung proses pemulihan pendidikan dan psikososial anak pascabencana. Kata Kunci: pemberdayaan anak, banjir, pembelajaran klasikal, edukasi, dukungan psikososial