Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMKN NEGERI 2 NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Maharani Kairupan; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran edutainment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN Negeri 2 Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji F dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta tidak ditemukan gejala multikolinearitas maupun heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa model pembelajaran edutainment berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti model pembelajaran edutainment secara simultan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran edutainment mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
STRATEGI GURU PAI DALAM IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI DI SDN 1 LIBERIA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Fitriati Nggilu; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan nilai-nilai toleransi di SDN 1 Liberia Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi nilai toleransi, serta menganalisis peran guru PAI dalam membentuk sikap toleran peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan beberapa peserta didik di SDN 1 Liberia. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran berbasis toleransi melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam RPP dan materi pembelajaran, penggunaan metode cerita, diskusi, cooperative learning, serta pembiasaan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi toleransi meliputi dukungan warga sekolah, lingkungan yang harmonis, dan kurikulum pendidikan karakter. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga dan pengaruh lingkungan luar. Guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan pembimbing dalam membentuk sikap toleran peserta didik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman.
STRATEGI PENGEMBANGAN NIIAI-NILAI BUDAYA RELIGIUS DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMPN 1 ATAP LANUT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Zuzanna Ramlah Wua; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan nilai-nilai budaya religius dalam membangun karakter peserta didik di SMPN 1 Atap Lanut Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama dalam pengembangan budaya religius dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan guru. Pembiasaan diterapkan melalui kegiatan doa bersama, BIMTAL setiap hari Jumat, PHBI, dan kegiatan bakti sosial keagamaan. Sementara itu, keteladanan guru diwujudkan melalui sikap disiplin ibadah, sopan santun, dan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Program budaya religius yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap karakter peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta berkurangnya perilaku negatif seperti bullying. Faktor pendukung pengembangan budaya religius meliputi dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi sebagian siswa, pengaruh gadget, dan keterbatasan sarana ibadah. Dengan demikian, pengembangan budaya religius di sekolah terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK DI SMPN 2 NUANGAN Zakaria Makaminan; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2649

Abstract

This study aims to describe the strategies of Islamic Religious Education teachers in the formation of Islamic character values ​​in students at SMPN 2 Nuangan, identify supporting and inhibiting factors, and analyze the impact of these strategies on student behavior. The study used a descriptive qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of the principal, three Islamic Religious Education teachers, and Muslim students at SMPN 2 Nuangan. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, while data validity was tested through source and technique triangulation, observation persistence, extended participation, and member checks. The results showed that the strategies of Islamic Religious Education teachers in the formation of Islamic character values ​​were carried out through role models, habituation, advice, integration of character values ​​in learning, and supervision of student behavior. Supporting factors included teacher commitment, a conducive school culture, cooperation among school members, and parental support. Inhibiting factors included differences in student backgrounds, lack of family attention, the influence of the social environment, and limited learning time. This strategy has a positive impact on improving students' religious attitudes, discipline, responsibility and good manners.
STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PADA SANTRI DI MADRASAH NURUL HIDAYAH KEDAWUNG BOJONG KABUPATEN TEGAL Muhammad Mustofa; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada santri, mengetahui faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis hasil dari strategi yang diterapkan di Madrasah Nurul Hidayah Kedawung Bojong Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama kepala madrasah dan guru. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pembelajaran dilakukan melalui perencanaan berbasis kebutuhan santri, pelaksanaan pembelajaran berbasis rutinitas harian, supervisi kolaboratif, pembinaan guru berkelanjutan, serta integrasi kurikulum formal dan diniyah. Program pembelajaran seperti pembiasaan membaca Al-Qur’an, metode pembelajaran aktif, dan kegiatan murojaah menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu. Faktor pendukung meliputi kompetensi dan komitmen guru, kepemimpinan kepala madrasah, budaya belajar santri, serta sistem manajemen internal. Adapun hambatan yang dihadapi adalah perbedaan kemampuan santri, keterbatasan sarana, serta tantangan integrasi kurikulum. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan santri, motivasi belajar, kinerja guru, serta hasil belajar santri yang lebih baik.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMPN 2 TUTUYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Dani Paramata; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam pencegahan murid drop-out di SMP Negeri Satap Matabulu Kecamatan Nuangan, serta mengetahui harapan dan tantangan yang dihadapi guru PAI dalam menjalankan peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas Guru Pendidikan Agama Islam dan Kepala Sekolah SMP Negeri Satap Matabulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI memiliki peran penting dalam mencegah murid putus sekolah, yaitu sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan, dan konselor informal. Peran tersebut diwujudkan melalui pembinaan keagamaan, pemberian motivasi, pendekatan personal, komunikasi dengan orang tua, koordinasi dengan kepala sekolah dan wali kelas, serta kunjungan rumah. Upaya tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kehadiran, kedisiplinan, keterbukaan, dan motivasi belajar murid. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti kondisi ekonomi keluarga, kurangnya perhatian orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, jarak rumah ke sekolah, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya motivasi belajar murid. Oleh karena itu, pencegahan drop-out memerlukan kerja sama antara guru, sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN AKHLAQUL KARIMAH PESERTA DIDIK DI SDN 1 IDUMUN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Agustrisno Mokoginta; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan akhlaqul karimah peserta didik, mendeskripsikan strategi yang digunakan guru Pendidikan Agama Islam, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pembinaan akhlaqul karimah peserta didik di SDN 1 Idumun Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, kepala sekolah, guru kelas, peserta didik, dan orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan pembina akhlak. Strategi yang digunakan meliputi pembiasaan berdoa, mengucapkan salam, membaca Al-Qur’an, shalat berjamaah, pemberian nasihat, keteladanan, pengawasan perilaku, serta kerja sama dengan kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua. Pembinaan tersebut berdampak positif terhadap perilaku peserta didik, seperti meningkatnya sopan santun, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan kebiasaan religius. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, kerja sama guru, orang tua, serta lingkungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh teman sebaya, lingkungan luar sekolah, media, dan perbedaan latar belakang keluarga.
OPTIMALISASI PERAN LEMBAGA PENGEMBANGAN TILAWATIL QUR'AN DALAM PEMBINAAN QORI' DAN QORI'AH DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Didi Mufly Mamonto; Khoirul Anwar; Toha Makshun
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 3 (2026): Vol 2. No. 3 Edisi Juni - September 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.2610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam pembinaan qori’ dan qori’ah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan strategi optimalisasi pembinaan yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengurus LPTQ serta qori/qori’ah yang mengikuti pembinaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPTQ memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan MTQ, seleksi peserta, pelaksanaan training center, pendampingan kafilah, serta penguatan nilai-nilai Qur’ani di masyarakat. Pembinaan yang dilakukan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan tajwid, tahsin, fashahah, lagu, suara, serta pembentukan karakter Qur’ani peserta. Faktor pendukung pembinaan meliputi adanya pelatih, dukungan pemerintah daerah, Kementerian Agama, TPQ, sekolah, pesantren, keluarga, dan masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, sarana-prasarana, pelatih profesional, kendala geografis, dan pembinaan yang belum sepenuhnya rutin sepanjang tahun. Oleh karena itu, optimalisasi peran LPTQ perlu dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, penguatan anggaran, penyediaan fasilitas, pemetaan kader, serta penerapan sistem zonasi atau rumah tahsin.
STRATEGI GURU PAI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA AL-QUR'AN PADA SISWA DI SDN 1 PINONOBATUAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Mardia Mamonto; Khoirul Anwar; Toha Makshun
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 3 (2026): Vol 2. No. 3 Edisi Juni - September 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan minat baca Al-Qur’an pada siswa di SDN 1 Pinonobatuan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampak penerapan strategi tersebut terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan beberapa strategi, yaitu pembelajaran yang menyenangkan, pembiasaan membaca Al-Qur’an selama 10–15 menit sebelum pembelajaran, penggunaan metode tahsin dan talaqqi, pemberian apresiasi, pendampingan khusus, pemanfaatan media pembelajaran, serta kegiatan ekstrakurikuler BTQ. Faktor pendukung pelaksanaan strategi ini meliputi dukungan kepala sekolah, guru sejawat, orang tua, dan fasilitas sekolah. Adapun faktor penghambatnya meliputi rendahnya minat sebagian siswa, perbedaan kemampuan membaca, kurangnya penguasaan makharijul huruf dan tajwid, serta pengaruh gadget. Penerapan strategi guru PAI memberikan dampak positif terhadap peningkatan antusiasme, kemampuan membaca, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan sikap religius siswa. Dengan demikian, strategi guru PAI berperan penting dalam menumbuhkan minat baca Al-Qur’an secara bertahap dan berkelanjutan.
PENERAPAN METODE PEMBIASAAN OLEH GURU PAI DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI PESERTA DIDIK DI SDN 1 MODAYAG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Nurul Fajrina Mokondongan; Khoirul Anwar; Toha Makshun
Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Vol. 2 No. 3 (2026): Vol 2. No. 3 Edisi Juni - September 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.2612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode pembiasaan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter Islami peserta didik di SDN 1 Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, menganalisis dampaknya, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembiasaan dilakukan melalui kegiatan rutin, spontan, terprogram, dan keteladanan. Bentuk kegiatan tersebut meliputi doa sebelum dan sesudah belajar, zikir bersama, tadarus, literasi Al-Qur’an, shalat dhuha, shalat dzuhur berjamaah, infak, kegiatan sosial, serta pembinaan adab sehari-hari. Dampak penerapan metode pembiasaan terlihat pada meningkatnya religiusitas, sopan santun, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, empati, dan kepedulian sosial peserta didik. Faktor pendukung meliputi kebijakan sekolah, sarana prasarana, keterlibatan guru, budaya sekolah, dan dukungan orang tua. Adapun hambatannya meliputi pengaruh gadget, pergaulan teman sebaya, kurangnya pengawasan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, pembiasaan perlu dilaksanakan secara konsisten melalui kerja sama sekolah dan keluarga.