Articles
EFEK TERAPI OBAT ANTI TUBERKULOSIS TERHADAP LAJU ENDAP DARAH: STUDI PADA PASIEN TUBERKULOSIS ANAK
Brajadenta, Gara Samara;
Sumaerah, Dewi Siti
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 5, No 2: JANUARI 2019
Publisher : STIKes Kapuas Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33485/jiik-wk.v5i2.96
Laju endap darah (LED) merupakan salah satu elemen pemeriksaan darah rutin. Pemeriksaan laboratorium penunjang tersebut juga dapat digunakan untuk mengetahui respon dalam suatu pengobatan tuberkulosis (TB). Namun demikian, hubungan antara terapi obat anti tuberkulosis (OAT) dengan LED belum banyak dijelaskan di dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek terapi OAT lini pertama terhadap LED pada pasien TB anak. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik. Populasi adalah pasien TB anak di instalasi rawat jalan RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo yang mendapatkan terapi OAT lini pertama. Penarikan sampel menggunakan total sampling, semua pasien TB anak yang diberikan terapi 9 bulan OAT lini pertama selama penelitian berlangsung. Digunakan uji t berpasangan untuk menguji signifikasi perbedaan angka LED sebelum dan sesudah terapi OAT. Hasil analisis uji t signifikan sig.=0,000 (0,000<0,05), terapi OAT lini pertama selama 9 bulan pada pasien TB anak terbukti dapat menurunkan angka LED.
Hubungan Polimorfisme SNP8NRG433E1006 Gen Neuregulin 1 (NRG1) dengan Skizofrenia pada Etnik Jawa
Cinta Cynthia Rudianto;
Gara Samara Brajadenta;
Alifiati Fitrikasari;
Tri Indah Winarni
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (369.834 KB)
|
DOI: 10.29313/gmhc.v6i1.2658
Gen neuregulin 1 (NRG1) berfungsi penting pada perkembangan sistem saraf dan merupakan kandidat gen penyebab skizofrenia. Polimorfisme SNP8NRG433E1006 pada NRG1 merupakan salah satu faktor risiko yang sering ditemukan pada skizofrenia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan polimorfisme SNP8NRG433E1006 gen NRG1 dengan skizofrenia pada etnik Jawa. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2016 hingga April 2017. Sebanyak 30 pasien skizofrenia dan 30 kontrol etnik Jawa dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr. Amino Gondohutomo Semarang memenuhi kriteria inklusi. Informed consent didapatkan dari keluarga pasien. Sampel darah EDTA dilakukan ekstraksi DNA, amplifikasi nested polymerase chain reaction (PCR), dan sekuensing. Hubungan polimorfisme SNP8NRG433E1006 gen NRG1 dengan skizofrenia dianalisis menggunakan Fisher’s exact test. Dari hasil sekuensing pada kelompok kontrol tidak ditemukan polimorfisme, sedangkan pada kelompok pasien skizofrenia ditemukan dua pasien memiliki polimorfisme SNP8NRG433E1006 dengan mutasi homozigot c.172G>A (6%). Hasil Fisher’s exact test menunjukkan tidak ada hubungan antara polimorfisme SNP8NRG433E1006 gen NRG1 dan skizofrenia pada etnik jawa (p=0,246; p>0,05). Simpulan, peran polimorfisme SNP8NRG433E1006 gen NRG1 terhadap kejadian skizofrenia pada etnik Jawa tidak terbukti. CORRELATION OF SNP8NRG433E1006 POLYMORPHISM NEUREGULIN 1 (NRG1) GENE WITH SCHIZOPHRENIA IN JAVA ETHNICNeuregulin 1 (NRG1) gene has some important roles in nervous system development and functioning. This gene leading as one of schizophrenia susceptibility gene. SNP8NRG433E1006 of NRG1 is one risk factors of schizophrenia. The objective of this study was to analyse correlation between SNP8NRG433E1006 of NRG1 and schizophrenia in Java ethnic. The study was conducted in January 2016 until April 2017. Thirty patients with schizophrenia and 30 control in which from Java ethnic at Dr. Amino Gondohutomo Semarang Mental Hospital were recruited. Informed consent was obtained from patient’s family. The blood sample went throught DNA extraction, nested PCR and sequencing. Correlation between SNP8NRG433E1006 of NRG1 and schizophrenia was analysed using Fisher’s exact test. All blood sampling were successfully sequenced. We found two SNP8NRG433E1006 of NRG1 with homozygote mutation c.172G>A in thirty Java ethnic with schizophrenia (6%). There was no significant correlation between SNP8NRG433E1006 of NRG1 and schizophrenia in Java ethnic (p=0.246, p>0.05). In conclusion, the role of SNP8NRG433E1006 of NRG1 polymorphism in schizophrenia is not proven.
Hubungan Pengetahuan tentang Disabilitas Intelektual terhadap Tingkat Kecemasan Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Disabilitas Intelektual
Gini Marta Lestari;
Tiar Masykuroh Pratamawati;
Gara Samara Brajadenta
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Disabilitas intelektual atau yang sebelumnya disebut dengan retardasi mental merupakan suatu gangguan perkembangan yang ditandai dengan kekurangan atau keterbatasan fungsi intelektual dan perilaku adaptif dengan skor IQ (intelligence quotient) di bawah 70. Onsetnya terjadi sebelum usia anak mencapai 18 tahun. Terdapat banyak faktor penyebab terkait dengan disabilitas intelektual yang telah diklasifikasikan menjadi genetik dan non genetik. Down syndrome dan Fragile-X syndrome (FXS) menjadi dua penyebab genetik paling sering pada disabilitas intelektual. Disabilitas intelektual pada anak menjadi masalah kesehatan yang serius di setiap negara. Di Indonesia, terdapat 38.545 anak dengan disabilitas intelektual yang terdaftar di sekolah luar biasa (SLB). Cirebon memiliki 15 SLB untuk anak-anak dengan disabilitas intelektual dengan jumlah total 975 siswa. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan tentang disabilitas intelektual terhadap tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain Cross sectional yang melibatkan 51 orang tua siswa disabilitas intelektual di SLB-C Pancaran Kasih dan SLBN Budi Utama Kota Cirebon yang didapatkan dengan teknik pengambilan Total Sampling. Data diperoleh dengan pengisian kuesioner kepada responden. Data di analisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual di SLB-C Pancaran Kasih dan SLBN Budi Utama Kota Cirebon (39,2%) memiliki pengetahuan kategori cukup mengenai disabilitas intelektual dan 37,3% memiliki kecemasan yang termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis data menunjukan P-value <0.001 dan nilai r 0,839 (sangat kuat). Arah korelasi menunjukkan nilai positif, maka hubungan kedua variabel adalah searah (semakin berkurang pengetahuan orang tua tentang disabilitas intelektual maka akan semakin berat tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan orang tua tentang disabilitas intelektual dengan tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak dengan disabilitas intelektual.Kata Kunci: Pengetahuan, Tingkat Kecemasan, Disabilitas Intelektual.ABSTRACTBackground:Intellectual disability or previously referred to asmental retardation is a developmental disorder characterized by lack or limitation of intellectual function and adaptive behavior with an IQ (intelligence quotient) score below 70.The onset occurs before the child reaches the age of 18 years.There are many causal factors associated with intellectual disabilities that have been classified into genetic and non-genetic.Down syndromeandFragile-X syndrome(FXS) are the two most common genetic causes of intellectual disabilities.Intellectual disability in children is a serious health problem in every country.In Indonesia, there are 38,545 children with intellectual disabilities enrolled in outstanding schools (SLB).Cirebon has 15 SLB for children with intellectual disabilities with a total of 975 students. Purpose:To know the relationship of knowledge about intellectual disabilities to the level of anxiety of parents who have children with intellectual disabilities. Method: This study uses observational analytics method withCross sectionaldesign involving 51 parents of intellectually disabled students at SLB-C Pancaran Kasih and SLBN Budi Utama Cirebon which were obtained bytotal sampling technique.The data was obtained by filling out questionnaires to respondents.The data in the analysis with Spearman correlationtest. Result:The majority ofparents who have children with intellectual disabilities in SLB-C Pancaran Kasih and SLBN Budi Utama Cirebon(39.2%)had sufficient category knowledge of intellectual disabilities and 37.3% had moderate anxiety.The data analysis results showedP-value<0.001 and r value 0.839 (very strong).The correlation direction indicates a positive value, so the relationship of the two variables is in the same direction (the less knowledge parents have about intellectual disabilities, the heavier the level of anxiety of parents who have children with intellectual disabilities). Conclusion: There isa relationshipbetweenparents' knowledge of intellectual disabilities and the level of anxiety of parents who have children with intellectual disabilities.Keywords: Knowledge, Anxiety Level, Intellectual Disability.
Pengembangan Layanan Diagnosis Genomics di Bidang Kesehatan Reproduksi
Herry Nurhendriyana;
Gara Samara Brajadenta
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 5, No 2 (2019): Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ilmu kedokteran telah berkembang pesat khususnya pada bidang genetika. Berbagai aplikasi teknik genetik telah banyak dikembangkan dan diaplikasikan untuk memecahkan berbagai masalah yang berkaitan dengan genetik, hingga muncullah istilah genomic medicine yang berfokus pada perkembangan ilmu genetik modern terkait dengan diagnosis, monitoring, dan terapi pada berbagai macam penyakit genetik. Salah satu pemanfaatan genomic medicine adalah layanan diagnosis genomics di bidang kesehatan reproduksi. Pengembangan layanan diagnosis genomics merupakan bagian yang penting dalam upaya layanan di bidang kesehatan reproduksi. Kata kunci: Diagnosis genomics, genomic medicine, kesehatan reproduksi. Medical science has developed rapidly, especially in the field of genetics. Various applications of genetic techniques have been developed and applied to solve various problems related to genetics. Nowadays, the term genomic medicine emerges which focuses on the development of modern genetic science related to diagnosis, monitoring, and therapy in various genetic diseases. One of the uses of genomic medicine is genomics diagnosis services in the field of reproductive health. The development of genomics diagnosis services is an important part of the service effort in the field of reproductive health. Keywords: Genomics diagnosis, genomic medicine, reproductive health
Hubungan Kemampuan Mindfulness terhadap Kecemasan pada Lansia Selama Pandemi COVID-19
Gara Samara Brajadenta;
Duddy Fachrudin
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Data dari Badan Organisasi Dunia (WHO) menunjukkan 95% virus corona mengakibatkan kematian pada penduduk dengan usia 60 tahun ke atas. Lansia perlu mendapatkan proteksi dari kemungkinan terpapar COVID-19. Pengelolaan kesehatan mental menjadi isu yang sangat penting pada masa pandemi ini. Strategi koping agar terlepas dari kecemasan atau panik berlebihan dibutuhkan oleh setiap individu, khususnya lansia. Salah satu cara yakni dengan mengembangkan kehidupan yang berkesadaran atau biasa disebut mindfulness. Stres dan kecemasan biasanya berawal dari pikiran-pikiran ruminasi yang otomatis muncul ketika menghadapi suatu situasi. Mindfulness menjadi suatu cara untuk mengelola pikiran tersebut sehingga kecemasan ikut terkendali. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kemampuan mindfulness terhadap kecemasan pada lansia selama pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 300 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi diikutsertakan dalam penelitian. Uji statistik menggunakan chi-square untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil: Kemampuan mindfulness sebagai prediktor kecemasan, didapat kontribusi kemampuan mindfulness dalam mempengaruhi kecemasan sebanyak 83.4% dengan nilai p value 0.00 (p<0.05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kemampuan mindfulness terhadap kecemasan pada lansia selama pandemic COVID-19. Semakin tinggi kemampuan mindfulness maka semakin rendah kecemasan mengenai Covid-19 dan kemampuan mindfulness dapat memprediksi kecemasan secara signifikan.Kata Kunci: Mindfulness, kecemasan, ruminasi, pandemi COVID-19. ABSTRACTBackground: Data from the World Organization (WHO) shows 95% of the corona virus causes death in people aged 60 years and over. Elderly people need to get protection from the possibility of being exposed to COVID-19. Mental health management is a very important issue during this pandemic. Coping strategies to get rid of anxiety or excessive panic are needed by each individual, especially the elderly. One way is to develop a conscious life or what is commonly called mindfulness. Stress and anxiety usually start from rumination thoughts that automatically arise when faced with a situation. Mindfulness is a way to manage these thoughts so that anxiety is controlled. Purpose: This study aims to analyze the relationship between mindfulness and anxiety in the elderly during the COVID-19 pandemic. Method: This research is an analytical study using a cross sectional design. A total of 300 respondents who fit the inclusion criteria were included in the study. The statistical test used the chi-square test to analyze the relationship between variables. Result: Mindfulness ability as a predictor of anxiety, obtained the contribution of mindfulness ability in influencing anxiety as much as 83.4% with a p value of 0.00 (p <0.05). Conclusion: There is a relationship between mindfulness skills and anxiety in the elderly during the COVID-19 pandemic. The higher the mindfulness ability, the lower the anxiety about Covid-19 and the mindfulness ability can significantly predict anxiety.Keywords: Mindfulness, anxiety, rumination, the COVID-19 pandemic
Improving health clinic services through the application of QR code-based digital technology
Nursahidin Nursahidin;
Gara Samara Brajadenta;
Siti Jubaedah;
Otto Fajarianto
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1010.144 KB)
|
DOI: 10.30604/jika.v8i2.2014
Public service is one of the benchmarks for evaluating the performance of a company or institution. The slow service process has a negative impact on the image of the government or company, in this case Public Health Services is no exception. This negative impact could have developed if not addressed immediately. Excellent, credible and efficient service is expected to be created within the Hasna Medika Group (Hospital Heart Clinic Network). By applying information technology in the service process, this really needs to be done. One solution to the above problems is to optimize the function of technology to speed up the service process. The technology that can be used is the application of the Quick Response (QR) Code as a medium that can be used by the public to simplify and speed up access to any information on Health Services at the Hasna Medika Group (Hospital Heart Clinic Network). The purpose of this research is to develop a service system for the Hasna Medika Group (Hospital Heart Clinic Network) by utilizing Android-based QR Code technology that can help speed up the service process to the public. The target of this research is the availability of public services based on QR Code technology with the Android operating system. The application of the QR Code is useful for displaying information in a mobile manner via a smartphone device. The use of the application is not restricted by space and time, so that the optimization of excellent service in units in the Hasna Medika Group (Hospital Heart Clinic Network) can be realized and become a positive image in society. The research method uses mix methods combining quantitative methods with qualitative methods consisting of secondary data collection and data analysis.
Faktor Risiko Tuberkulosis Paru Anak: Studi pada Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto
Gara Samara Brajadenta;
Agung Saprasetya Dwi Laksana;
I Dewa Sang Aju Putu Peramiarti
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2018): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30994/sjik.v7i2.160
Tuberkulosis (TB) paru masih merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, oleh karena morbiditas dan mortalitasnya masih tinggi, terutama pada negara yang sedang berkembang. Jumlah anak Indonesia usia di bawah 15 tahun adalah 40-50% dari jumlah seluruh populasi. Infeksi TB pada anak merupakan cikal bakal (reservoir) untuk berkembangnya penyakit TB pada dewasa. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh faktor risiko terkait status gizi, status imunisasi BCG, usia anak, pengetahuan orang tua tentang TB, kontak dekat dengan penderita TB terhadap terjadinya penyakit tuberkulosis anak. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi penelitian pasien anak usia 0-14 tahun yang berobat di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Purwokerto. Sampel sebanyak 240 pasien. Analisis data menggunakan chi-square dan multiple regresi logistic. Faktor risiko usia anak, pengetahuan orangtua tentang TB, serta kontak dekat dengan penderita TB dewasa berpengaruh signifikan terhadap kejadian penyakit TB pada anak. Kontak dekat dengan penderita TB merupakan faktor yang paling berpengaruh dibandingkan faktor lainnya.
KORELASI ANTARA NILAI HBA1C DAN KADAR KOLESTEROL LDL PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD WALED KABUPATEN CIREBON
Ahyaeni, Fenni Nurian;
Luthfi, Muhammad;
Brajadenta, Gara Samara;
Noviani, Isti;
Loebis, Irwan Meidi;
Emman, Irene Max
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33603/tumed.v11i1.10298
Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan gula darah. Diagnosis DM dapat dilakukan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah secara enzimatik dengan HbA1c. Low density lipoprotein (LDL) merupakan jenis kolesterol berbahaya dan paling banyak terdapat di dalam darah. Peningkatan kadar kolesterol LDL menjadi penyebab utama terjadinya gangguan yang menimbulkan penyakit jantuk koroner (PJK). Pasien DM dengan PJK dikarenakan adanya peningkatan kadar kolesterol LDL. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi antara nilai HbA1C dan kadar kolesterol LDL pada penderita DM tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel 53 responden. Peneliti menggunakan data sekunder dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil: Peneliti mendapatkan nilai HbA1C rata-rata penderita DM tipe 2 adalah 20,93% dan hasil nilai LDL tertinggi adalah 255,90 mg/dl. Hasil perhitungan analisa didapatkan HbA1C >6,5 bermakna dengan nilai p = 0,000 <0,050 yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara HbA1C dan kadar kolesterol LDL dengan penderita DM tipe 2. Simpulan: Hasil analisis dalam penelitian tersebut membuktikan adanya korelasi positif antara nilai HbA1C dan kolesterol LDL pada penderita Diabetes Melitus tipe 2. Kata kunci: Low density lipoprotein (LDL), kolesterol, diabetes melitus ABSTRACT Background: Diabetes Mellitus (DM) Type 2 is a metabolic disorder disease characterized by an increase in blood sugar. The diagnosis of DM can be made by examining blood glucose levels enzymatically with HbA1c. Low density lipoprotein (LDL) is a dangerous type of cholesterol and is the most abundant in the blood. Increased levels of LDL cholesterol are the main cause of disorders that cause coronary heart disease (CHD). DM patients with CHD due to an increase in LDL cholesterol levels. Aim: This study was conducted to determine the correlation between HbA1C values and LDL cholesterol levels in patients with type 2 diabetes. Methods: This study used a cross sectional method with a sample of 53 respondents. Researchers used secondary data with univariate and bivariate analysis. Results: Researchers found the average HbA1C value for patients with type 2 diabetes was 20.93% and the highest LDL value was 255.90 mg/dl. In the calculation results, it was found that HbA1C > 6.5 was significant with p value = 0.000<0.050, which means that there was a significant relationship between HbA1C and LDL cholesterol levels with type 2 DM patients. LDL cholesterol in patients with type 2 diabetes mellitus. Conclusion: From the results of the analysis in this study, it was proven that there was a positive relationship between HbA1C and LDL cholesterol levels with type 2 DM patients
Association of rs9939609 FTO Gene Polymorphism as a Risk Factor of Obesity in Adults
Pratamawati, Tiar Masykuroh;
Sadji, Angel Angriani Elma Budai;
Brajadenta, Gara Samara;
Nauphar, Donny
GHMJ (Global Health Management Journal) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35898/ghmj-71967
Background: The cause of obesity is an imbalance between the number of calories taken and the amount burned. Obesity is a complex disease. The FTO rs9939609 gene polymorphism is one of the genetic factors that contribute to obesity in addition to environmental factors. Numerous researches have suggested a connection between the prevalence of obesity and the FTO rs9939609 gene polymorphism Aims: The purpose of this study is to ascertain how the FTO rs9939609 gene polymorphism relates to the prevalence of adult obesity. Methods: At the Biomolecular and Genetics Laboratory of the UGJ Faculty of Medicine, an analytical observational study using a case-control design was carried out with 84 participants, 42 subjects in case group, and 42 subjects in control groups. Data were collected utilizing DNA from blood collection, PCR-RFLP for genotyping, and 2.5% electrophoretic gel for visualization. Chi-square was used for data analysis. Results: Findings showed that there is no link between the FTO rs9939609 polymorphism and the prevalence of obesity (p>0.05, OR=0.710). Conclusion: In the Indonesian population, the FTO rs9939609 gene polymorphism is not associated with an increased risk of obesity.
ANALISIS TINGGI BADAN BERDASARKAN TINGGI POTENSI GENETIK PADA MAHASISWA FK UGJ
Permana, Irman;
Sofyan, Pinka Kirana;
Brajadenta, Gara Samara;
Surjono, Deni Wirhana;
Syakhruddin, Imam
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9625
Latar Belakang: Tinggi badan berkaitan erat dengan hasil interaksi faktor genetik dan status gizi. Tinggi badan diwariskan atau diturunkan secara terus menerus dari generasi ke generasi. Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, salah satu cara yang dapat memprediksi tinggi badan anak saat dewasa adalah melalui perhitungan rumus Tinggi Potensi Genetik yang dapat digunakan untuk memperkirakan tinggi akhir anak menggunakan data tinggi badan kedua orang tua. Tujuan: Menganalisis tinggi badan berdasarkan Tinggi Potensi Genetik. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data penelitian diambil dari 53 orang Mahasiswa FK UGJ angkatan tahun 2020-2022 yang dilakukan menggunakan metode stratified random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Hasil studi ini didapatkan sebagian besar memiliki kesesuaian Tinggi Potensi Genetik. Responden yang memiliki kesesuaian dengan Tinggi Potensi Genetik berjumlah 46 orang (86,8%). Sementara itu, responden yang tinggi badannya tidak sesuai dengan Tinggi Potensi Genetik berjumlah 7 orang (13,2%). Kesimpulan: Terdapat kesesuaian antara tinggi badan dan Tinggi Potensi Genetik Kata Kunci : Tinggi badan, Genetik, Tinggi Potensi Genetik ABSTRACT Background: Height is closely related to the interaction of genetic factors and nutritional status. Height is inherited or passed down continuously from generation to generation. Reporting from the Indonesian Pediatrician Association, one way to predict a child's height as an adult is through calculating the Genetic Potential Height formula which can be used to estimate a child's final height using data on the height of both parents. Methods: Analytical observational study with a cross-sectional research design. Research data was taken from 53 UGJ Faculty of Medicine students from the 2020- 2022 classes using the stratified random sampling method. The data were analyzed using univariate analysis Results: The results this study showed that most of them had a high suitability of genetic potential. Respondents who are compatible with High Genetic Potential are 46 people (86.8%). Meanwhile, the number of respondents whose height did not match the genetic potential height was 7 people (13.2%). Conclusion: There is a concordance between height and genetic potential height