Ahmad Azrul Zuniarto
STF YPIB Cirebon

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS HEMOSTATIKA SIRUP INFUSA DAUN SIRIH (Piperbetle L.) PADA MENCIT PUTIH (Musmusculus) Rizki Rahmah Fauzia; Ahmad Azrul Zuniarto; Rizky Medino Putera
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/0yh8br89

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas hemostatika sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) pada mencit putih (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hemostatika sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) terhadap mencit putih (Mus musculus), untuk mengetahui pada dosis berapakah sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai agent hemostatika terhadap mencit putih (Mus musculus), untuk mengetahui stabilitas sediaan sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) dengan metode cycling test, dan untuk mengetahui perbedaan efektivitas hemostatika antara metode potong ekor mencit dan metode pembekuan darah mencit pada objek glass. 15 ekor mencit putih jantan terbagi dalam 5 kelompok dengan masingmasing kelompok terdiri dari 3ekor mencit. Masing-masing mencit diberi sediaan kontrol positif (Asam Traneksamat), kontrol negative (basis sirup), serta control perlakuan dengan sirup infusa daun Sirih dosis 0,2g/20g mencit, 0,35g/20g mencit, dan 0,5g/20g mencit. Waktu yang diamati adalah pada saat darah berhenti menetes dan menggumpalnya darah pada objek glass. Hasil penelitian berdasarkan waktu pembekuan darah pada ekor mencit yaitu kontrol positif (250 detik), kontrol negative (535 detik), dosis 0,2g/20gmencit (475 detik), 0,35g/20gmencit (448,33detik), dan 0,5g/20g mencit (351,67 detik). Waktu pembekuan darah mencit pada objek glass yaitu kontrol positif (183,33 detik), kontrol negatif (321,67 detik), dosis 0 ,2g/20g mencit (273,33 detik), 0,35g/20g mencit (268,33 detik), dan 0,5g/20g mencit (258,33 detik). Sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas hemostatika pada mencit putih (Mus musculus). Pada dosis 0,5g/20g mencit sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai agen themostatika pada mencit putih (Mus musculus). Sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) tidak stabil pada siklus ke-6. Metode pembekuan darah mencit pada objek glass mempunyai efektivitas hemostatika yang lebih baik dibandingkan dengan metode potong ekor mencit.
UJI EFEKTIVITAS MINYAK JAGUNG (Oleum maydis) TERHADAP DAYA INGAT MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAZE RADIAL DELAPAN LENGAN Cece Supriatna; Ahmad Azrul Zuniarto; Sari Novianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/cartq007

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays) mengandung senyawa asam linoleat (omega 6), asam linolenat (omega 3) dan vitamin (A, B1, B2, B6, C dan E) yang berkhasiat dalam membantu memperbaiki daya ingat dan konsentrasi untuk mencegah kepikunan adalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas minyak Jagung (Oleum Maydis) terhadap daya ingat mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan metode maze radial delapan lengan. Untuk mengetahui pada dosis berapa minyak agung (Oleum Maydis) efektif terhadap daya ingat mencit putih jantan (Mus musculus) dengan menggunakan metode maze radial delapan lengandan untuk mengetahui apakah minyak Jagung (Oleum Maydis) yang dibuat sudah memenuhi persyaratan minyak.Mencit 15 ekor dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing 3 ekor. Diberikan minyak Jagung (Oleum maydis) dosis 5 ml/kg bb; 10 ml/kg bb; 15 ml/kg bb; kontrol positif diberikan obat enchepabol0,5 ml/kg bb, kontrol negatif diberikan aquadest0,5 ml/kg bb. Pengujian dilakukan pada hari ke-18 dan data dihitung dari hari ke-1 sampai ke-18 dengan parameter pengamatan meliputi waktu yang ditempuh mencit dalam menemukan makanan pada maze radial delapan lengan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa minyak Jagung (Oleum maydis) mempunyai efektivitas meningkatkan daya ingat terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Hasil penelitian daya ingat berdasarkan uji mann-whitney (sig. >0,05) menunjukan bahwa minyak Jagung (Oleum maydis) dosis 5 ml/kg bb mempunyai efektivitas untuk meningkatkan daya ingat terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Minyak Jagung (Oleum Maydis) tidak memenuhi persyratan mutu dan uji stabilitas.
UJI AKTIVITAS PASTA GIGI KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG SEBAGAI ANTI JAMUR TERHADAP Candida albicans Ahmad Azrul Zuniarto; Jojon Tanujaya
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/dxz8ws82

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang formulasi pasta gigi kitosan dari limbah kulit udang yang berfungsi sebagai antijamur. Adapun penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antijamur terhadap Candida albicans, serta untuk mengetahui kestabilan sediaan pasta gigi selama penyimpanan. Kitosan diperoleh dari limbah kulit udang melalui proses (deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi kitin menjadi kitosan) dan diformulasi dalam bentuk pasta gigi dengan konsentrasi 0%, 0,25%, 0,5%, dan 0,75%. Pengujian aktivitas daya hambat terhadap Candida albicans dilakukan dengan metode sumuran menggunakan perforator ukuran 0,6 cm. Uji stabilitas menggunakan metode Cycling Test. Hasil data pengukuran daya hambat pada uji aktivitas antijamur hari ke-1 dan hari ke-2 dianalisis dengan Uji Anova Satu Arah dengan tingkat kepercayaan 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasta gigi yang mengandung kitosan 0,25%, 0,5% dan 0,75% menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dengan rata-rata diameter hambatan (cm) berturut-turut 0,712 cm, 0,836 cm, 0,896 cm. Dengan hasil uji-t yaitu nilai sig > 0,01. Kesimpulan bahwa pasta gigi kitosan dari limbah kulit udang mempunyai aktivitas sebagai anti jamur terhadap Candida albicans dengan konsentrasi 0,75% dan pasta gigi kitosan stabil pada penyimpanan pada suhu 4 C dan 40 C selama 12 hari.
Uji Perbandingan Antiinflamasi Gel Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Terhadap Luka Bakar dengan Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Wirsad Yuniuswoyo; Ahmad Azrul Zuniarto; Feni Yusniawati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/k3dmnm06

Abstract

Rimpang kencur merupakan simplisia yang mengandung flavonoid yang mana mempunyai efektivitas sebagai antiinflamasi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan perbedaan efektivitas gel ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap luka bakar dengan luka sayat pada tikus putih (Rattus Novergicus), serta mengetahui stabilitas gel ekstrak Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) selama penyimpanan. Ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) didapatkan dari metode maserasi dengan pelarut alkohol 70% dan dibuat dalam bentuk sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak 10%, 15%, 20%. Gel ekstrak rimpang kencur diujikan ke tikus putih jantan sebanyak 15 ekor dengan masing masing kelompok 3 ekor dengan luka sayat dan luka bakar. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dengan parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi. Gel dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% telah menunjukan efektivitas terhadap luka bakar (dengan waktu kesembuhan 11 – 13 hari) dan luka sayat (dengan waktu kesembuhan 8 hari) pada tikus putih jantan dan tidak terdapat perbedaan diantara kedua luka. Sediaan gel ekstrak Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) memenuhi persyaratan mutu uji stabilitas. Gel ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L) tidak memiliki perbedaan efektivitas terhadap luka bakar maupun luka sayat dan stabil selama penyimpanan.
Uji Aktivitas Antioksidan Gel Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan Metode DPPH dan METODE ABTS Ris Ayu Nuari; Ahmad Azrul Zuniarto; Rachma Putri Maulida
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ft082c39

Abstract

Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah satu tanaman yang kaya akan antioksidan, salah satu zat yang terkandung di dalamnya adalah flavonoid dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan metode DPPH dan ABTS, untuk mengetahui pada konsentrasi berapa aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) yang paling baik dan untuk mengetahui apakah gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) memenuhi persyaratan dan stabil dalam penyimpanan. Kulit Jeruk Nipis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian dibuat sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak 10%, 12,5%, 15% dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH dan metode ABTS menggunakan spektrofotometri UV-Vis serta stabilitas fisiknya dengan metode Cycling Test selama 6 siklus atau 12 hari. Hasil uji aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) metode DPPH menunjukkan bahwa nilai IC50 pada konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, dan basis gel berturut-turut adalah 72,25 ppm ; 67,401 ppm ; 67,647 ppm ; 73,772 ppm. Dan hasil pada metode ABTS menunjukkan bahwa nilai IC50 pada konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, dan basis gel berturut-turut adalah 79,378 ppm ; 38,721 ppm ; 35,153 ppm ; 44,304 ppm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak kulit Jeruk Nipis memiliki aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan Metode ABTS, Ketiga konsentrasi Gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan metode DPPH dan metode ABTS, dan hasil uji stabilitas gel ekstrak kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) dengan berbagai parameter uji (uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji sineresis) menunjukkan bahwa semua formulasi pada suhu dan waktu tertentu.
Pengaruh Efek Samping Obat Anastesi terhadap Pasien Post Operasi Caesar di Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon Ahmad Azrul Zuniarto; Nuryana; Ris Ayu Nuari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/k6gs0k62

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh efek samping obat anastesi terhadap pasien post operasi Caesar di rumah sakit Sumber Kasih Cirebon. Anestesi yang sering digunakan yaitu propofol injeksi dan bupivacaine injeksi yang memiliki efek samping mual dan muntah, mengigil, pusing, sakit kepala, dan nyeri punggung. Pengaruh efek samping obat anastesi spinal ditentukan setelah pasien menjalani operasi caesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek samping terhadap masing-masing obat dan membandingkan mana yang lebih banyak memberikan efek samping antara propofol injeksi dan bupivacaine injeksi. Penelitian dilakukan dengan uji klinik tersamar ganda pada 224 pasien terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok 1 bulan September 2019 sampai bulan Oktober 2019 dan kelompok 2 mulai bulan November sampai bulan Desember 2019 Dalam masing-masing kelompok tersebut di kategorikan pada pasien yang berusia 18–30 tahun dan pasien yang berusia 31– 40 tahun. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan dilakukan uji T dengan tingkat kepercayaan 95% dan dianggap bermakna bila p<0,05. Hasil penelitian didapatkan pada obat propofol injeksi dan bupivacaine injeksi bulan September 2019 sampai bulan Oktober 2019 terbanyak pada efek samping mual dan muntah yaitu timbul rasa mual atau muntah yang menggunakan propofol injeksi 62,5% dan bupivacaine injeksi sebanyak  0,5%%. Data perbandingan efek samping obat anastesi propofol injeksi dan bupivacaine injeksi bulan November 2019 sampai bulan Desember 2019 yaitu timbul rasa mual atau muntah yang menggunakan propofol injeksi sebanyak 44,6% dan bupivacaine injeksi sebanyak 99,1%. Kesimpulan penelitian ini adalah efek samping terbanyak pada obat anastesi propofol injeksi dan bupivacaine injeksi yaitu mual dan muntah dan yang terbanyak mengalami efek samping tersebut terjadi pada penggunaan obat bupivacaine injeksi.