Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA UNIVERSITAS BHAKTI KENCANA GARUT DENGAN PROMOSI KESEHATAN DIMASA PANDEMIC COVID-19 Ridwan Riadul Jinan; Winasari Dewi
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2021): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v5i2.128

Abstract

Mahasiswa dituntut untuk menjadi promotor dibidang kesehatan khususnya dalam rangka pencegahan dan penanggulangan COVID-19. Pada penelitian ini akan di ukur pengetahuan dan sikap mahasiswa UBK Garut dan di teliti hubungannya dengan perilaku mahasiswa tersebut apakah dia melakukan promosi kesehatan khususnya tentang COVID-19 ini atau tidak, Desain penelitian korelasional dengan Crosssectional yaitu hubungan pengetahuan dengan perilaku dan sikap dengan perilaku. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Garut dengan promosi kesehatan dimasa pandemic covid-19. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini 234 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampel. Penyajian data dilakukan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden tergolong baik (94%), sikap negatif (55,6%), dan perilaku terbesar (64,5%) yaitu melaksanakan promosi kesehatan. Dari analisa bivariat tidak ada hubungan pengetahuan tentang promosi kesehatan terhadap perilaku promosi kesehatan mahasiswa pada saat pandemi (p=0,241), dan tidak ada hubungan sikap tentang tentang promosi kesehatan terhadap perilaku promosi kesehatan mahasiswa pada saat pandemi (p=0, 0,562). Untuk Mahasiswa disarankan lebih giat membantu program pemerintah khususnya melakukan promosi kesehatan pada saat pandemi covid 19.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU TENTANG JAMBAN SEHAT DI RW 05 KELURAHAN SUKAJAYA WILAYAH KERJA PKM PEMBANGUNAN TAHUN 2020 Ridwan Riadul Jinan; Winasari Dewi
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2021): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v5i1.116

Abstract

Menurut Hendrik L.Blum ada 4 faktor yang dapat memengaruhi derajat kesehatan manusia diantaranya adalah lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Menurut teori lain Lawrence Green mencoba menganalisis perilaku manusia dari tingkat kesehatan. Kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh 2 faktor pokok, yakni faktor perilaku (behavior causes) dan faktor di luar perilaku (non behaviour causes). Studi pendahuluan dilakukan pada 10 orang ibu rumah tangga diperoleh hasil 6 orang dari 10 responden tidak mengetahui tentang pengertian, sikap, dan berperilaku yang benar mengenai Jamban Sehat. Jamban yang tidak sehat sangat rentan menimbulkan penyakit diantaranya diare yang bisa menyebabkan angka kesakitan dan mewabah serta berpotensi banyak memakan korban bahkan korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Ibu Rumah Tangga Tentang Jamban Sehat di Kelurahan Sukajaya wilayah Kerja PKM Pembangunan Tahun 2020. Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Simpulan dari penelitian ini adalah Pengetahuan Ibu Tentang Jamban Sehat mayoritas responden berpengetahuan kurang yaitu 42 orang dari 61 responden atau sebanyak 69%, untuk sikap mayoritas responden mendukung terlaksananya jamban yang sehat yaitu 54 orang dari 61 responden atau sebanyak 88% dan perilaku Ibu Tentang Jamban Sehat responden tidak melaksanakan upaya untuk mewujudkan jamban yang sehat yaitu 36 orang dari 61 responden atau sebanyak 59%. Untuk pihak yang berwenang disarankan lebih ditingkatkan lagi promosi tentang masalah jamban ini agar masalah bisa teratasi dengan baik.
GUIDELINES FOR THE IMPLEMENTATION OF POSYANDU IN THE PANDEMIC TIME COVID-19 AT THE CADRE IN RW 05 AND 06 KELURAHAN SUKAJAYA KECAMATAN TAROGONG KIDUL KAB. GARUT Ridwan Riadul Jinan; Winasari Dewi; Yusni Ainurrahmah
Abdimas Siliwangi Vol 4, No 1: Januari, 2021
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v4i1p%p.6468

Abstract

The COVID-19 pandemic has limited space for activities due to the speed of distribution and not yet available drugs, on the other hand, implementing Posyandu is a must even in limited circumstances. Posyandu implementation must use the correct health protocol procedures, however, the knowledge and skills of cadres hamper the implementation of Posyandu. The aim of this PENGMAS is to train cadres in carrying out safe Posyandu activities in accordance with standard health protocols. The PENGMAS method is carried out in three activities, namely socialization, seminars, and Posyandu protocol simulations by measuring cadres' knowledge before and after the activity is carried out to measure the success of this activity. After the activity was carried out, it could be concluded that there was a significant increase in knowledge and understanding from the participants about the implementation of health protocols in the implementation of the Posyandu.
Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Rumah Sakit Melalui Pelatihan Aplikasi Software Workload Indicators of Staffing Need: Hospital Health Human Resource Planning Through Software Application Training Workload Indicators of Staffing Need Richa Noprianty; Winasari Dewi; Soni Muhsinin; Sri Soleha; Ina Sugiharti; Ivan Andriyansyah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 5 (2023): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v8i5.4991

Abstract

Hospitals are one of the health services that are required to improve the quality of services that depend on the ability of human resources (HR). Therefore, planning HR needs must be calculated precisely based on needs. There are various approaches to calculating health workers, including the WISN method, where the calculation is based on workload. The purpose of this community service is to socialize the WISN software from WHO. This activity partnered with three hospitals, namely RSUD Subang with 16 people, RSUD Dr Slamet Garut with 18 participants, and RSUD Kota Bandung with 17 people. The activity is in progress from November to December 2023 and is carried out hybridly. The offline meeting was given a pre-test, then WISN socialization was carried out, and at the end, a post-test was given. Meanwhile, the online meeting invited speakers related to the WISN software application technicalities through the Zoom meeting application. Participants who attended were 51 people, consisting of hospital management. The pre-test results showed a mean value of 8.92 while the post-test value was 11.00, and the T-test results obtained a value of 0.02 (sig >0.05), meaning that there was an increase between the pre-test and post-test with an average increase of 2.29. The workshops and trainings went well. The hospital plans to calculate the workload using the WISN software as a comparison with the existing methods in the hospital.
INNOVATION IN USING BETEL LEAVES IN PERSONAL HYGIENE EDUCATION TO IMPROVE BOYS' HEALTH AT PAUD AL-WALIDAH, GARUT DISTRICT Nurjaman, Iman; Rinjani , Santi; Dewi, Winasari; Ainurrahmah, Yusni; Jinan, Ridwan Riadul; Yulianie, Rany; Sutrisno, Nisa Wening Asih; Bastian, Yani Annisa Fauziah
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This program focuses on personal hygiene education for boys at PAUD Al-Walidah, Sukajaya, Garut Regency. Through innovation in the use of betel leaves as a natural antiseptic ingredient by involving parents, this program aims to increase awareness and clean living behavior in children. Apart from that, this program is also designed to empower the community by opening business opportunities based on local innovation. The results of this activity show an increase in the ability and knowledge of parents of uncircumcised boys regarding the importance of keeping personal areas clean. Therefore, parents can use natural media using betel leaves which are processed into an antiseptic spray and the ingredients are available around the house to clean the scalp area of ​​their child's penis to prevent phimosis.
EDUKASI PINTAR REMAJA TENTANG STUNTING DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SECARA DINI Dewi, Winasari; Ainurrahmah, Yusni; Sutrisno, Nisa Wening Asih
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.415

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan pada balita yang terjadi karena adanya kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting, salah satunya adalah memberikan pengetahuan yang memadai mengenai stunting dan pentingnya pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada remaja. Remaja sebagai calon orangtua di masa yang akan datang akan memiliki peran besar dalam mewujudkan generasi yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, maka upaya tepat dalam pencegahan stunting adalah diawali dari mereka sendiri, yaitu kelompok remaja. Mendasari hal tersebut, sangat perlu bagi remaja untuk mendapatkan pendidikan parenting, pemahaman kesehatan dan penerapan pola gizi seimbang, serta perencanaan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi pintar bagi remaja dalam meningkatkan pengetahuan tentang stunting sebagai upaya dalam pencegahan stunting secara dini. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimental pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 13 Garut dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden diambil secara purposive sampling. Berdasarkan hasil pretest, sebagian responden (51,5%) berpengetahuan cukup. Sedangkan setelah diberikan edukasi, hasil postest menunjukkan sebagian besar responden (64,9%) berpengetahuan baik. Hasil Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan postest, sehingga terdapat pengaruh yang bermakna dari perlakuan yaitu edukasi yang diberikan. Kegiatan penelitian berbasis edukasi sebagai upaya dalam pengenalan dan pencegahan dini stunting pada remaja direkomendasikan untuk dilaksanakan kembali baik dalam bentuk penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat diberbagai jenjang institusi pendidikan.Kata Kunci: edukasi; stunting; remaja; pencegahan Abstract Stunting is a health problem in toddlers that occurs due to failure to thrive in toddlers due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). Many things can be done to prevent stunting, including providing adequate knowledge about stunting and the importance of caring for teenagers in the First 1000 Days of Life (HPK). Teenagers as future parents will have a big role in creating a quality generation. Based on this, the right effort to prevent stunting is to start with them themselves, namely the youth group. Based on this, teenagers must receive parenting education, understand health, and implement balanced nutritional patterns and family planning. This research aims to determine the effectiveness of smart education for teenagers in increasing knowledge about stunting as an effort to prevent stunting early. The research method uses a quasi-experimental pretest-posttest design. The research subjects were class XI students at SMA Negeri 13 Garut with a total sample of 97 respondents taken using purposive sampling. Based on the pretest results, some respondents (51.5%) had sufficient knowledge. Meanwhile, after being given education, the post-test results showed that most of the respondents (64.9%) had good knowledge. The results of the Paired Sample T-Test with a significance value (2-tailed) 0.05 indicate a significant difference between the pretest and post-test results so there is a significant influence from the treatment, namely the education provided. Education-based research activities as an effort to recognize and prevent early stunting in adolescents are recommended to be carried out again, both in the form of research and community service at various levels of educational institutions.Keywords: education; stunting; teenager; prevention
Pengaruh Perawatan Kulit dengan Minyak Zaitun Terhadap Gangguan Integritas Kulit Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Ainurrahmah, Yusni; Winasari Dewi; Annisa Fauziah Bastian, Yani
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.101

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 adalah gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kulit, seperti pruritus dan xerosis, akibat neuropati diabetik dan angiopati. Di RSUD dr. Slamet Garut, kejadian gangguan integritas kulit pada pasien DM mengalami peningkatan, namun penelitian mengenai penggunaan minyak zaitun sebagai intervensi perawatan kulit alternatif masih terbatas. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perawatan kulit menggunakan minyak zaitun terhadap integritas kulit pada pasien DM tipe 2 di RSUD dr. Slamet Garut. Metode penelitian ini menerapkan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel sebanyak 22 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan mengaplikasikan minyak zaitun pada area kulit yang bermasalah dua kali sehari selama 7 hari. Analisis data dilakukan dengan Paired Sample T- Test. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan integritas kulit yang signifikan setelah aplikasi minyak zaitun (p < 0.05). Sebanyak 50% partisipan mengalami peningkatan kondisi kulit menjadi tidak terganggu setelah intervensi. Rata-rata skor pretest adalah 3.18, sedangkan skor posttest adalah 2,00, dengan selisih rata-rata 1.18. Kesimpulan penelitian bahwa minyak zaitun efektif dalam meningkatkan integritas kulit pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD dr. Slamet Garut melalui mekanisme hidrasi, peningkatan sirkulasi mikro, dan aktivitas antioksidan.
Edukasi Kesehatan (Hipertensi) Dalam Meningkatkan Kesadaran Kepada Masyarakat di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut Yani Annisa Fauziah Bastian; Winasari Dewi; Santi Rinjani; Yusni Ainurrahmah; Iman Nurjaman; Ridwan Riadul Jinan
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.176

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderitanya tidak menyadari kondisi yang dialami. Kelompok lansia menjadi populasi yang rentan karena risiko komplikasi lebih besar, sementara pengetahuan mereka mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta lansia dalam upaya promotif dan preventif melalui media booklet dan demonstrasi pembuatan minuman herbal daun salam. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 di GOR Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut dengan jumlah peserta 40 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan berdasarkan hasil pre-test dan post-test, antara lain pemahaman faktor risiko, pencegahan hipertensi, keterampilan membuat minuman herbal, serta kesadaran melakukan kontrol rutin. Kesimpulan pengabdian kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran, perubahan sikap menuju pola hidup sehat, dan pemberdayaan kader sebagai agen perubahan di masyarakat.
Studi Fenomenologi: Kebutuhan Dukungan Sosial pada Remaja dengan Diabetes Mellitus Tipe-1 Dewi, Winasari
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 2/Nomor 2/Juli 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.855 KB) | DOI: 10.33377/jkh.v2i2.19

Abstract

In every year, there was an increase in type-1 DM patients. Without adequate social support, type-1 DM often disrupted the normal life of the patients. The aim of this research is to explore social support needs for the adolescents with type-1 DM. The research using a qualitative methods with phenomenology. The number of participants in this research is 6 adolescents with type-1 DM. The sampling technique was used purposive sampling. Data analysis using thematic analysis. Result of this research is identified four themes: dependency with around people, controlled living, happiness when support was given, and desire like other adolescents. Based on the study findings, researcher recommended for pediatric nurse with others part can be coordinated to develop innovation for a review of nursing care provides nursing care with holistic and comprehensive for adolescents with type-1 DM so need of them for the social support can be fulfilled.
EDUKASI PINTAR REMAJA TENTANG STUNTING DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SECARA DINI Winasari Dewi; Yusni Ainurrahmah; Nisa Wening Asih Sutrisno
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.415

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan pada balita yang terjadi karena adanya kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting, salah satunya adalah memberikan pengetahuan yang memadai mengenai stunting dan pentingnya pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) pada remaja. Remaja sebagai calon orangtua di masa yang akan datang akan memiliki peran besar dalam mewujudkan generasi yang berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, maka upaya tepat dalam pencegahan stunting adalah diawali dari mereka sendiri, yaitu kelompok remaja. Mendasari hal tersebut, sangat perlu bagi remaja untuk mendapatkan pendidikan parenting, pemahaman kesehatan dan penerapan pola gizi seimbang, serta perencanaan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi pintar bagi remaja dalam meningkatkan pengetahuan tentang stunting sebagai upaya dalam pencegahan stunting secara dini. Metode penelitian menggunakan rancangan quasi eksperimental pretest-posttest design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 13 Garut dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden diambil secara purposive sampling. Berdasarkan hasil pretest, sebagian responden (51,5%) berpengetahuan cukup. Sedangkan setelah diberikan edukasi, hasil postest menunjukkan sebagian besar responden (64,9%) berpengetahuan baik. Hasil Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi (2-tailed) <0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan postest, sehingga terdapat pengaruh yang bermakna dari perlakuan yaitu edukasi yang diberikan. Kegiatan penelitian berbasis edukasi sebagai upaya dalam pengenalan dan pencegahan dini stunting pada remaja direkomendasikan untuk dilaksanakan kembali baik dalam bentuk penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat diberbagai jenjang institusi pendidikan.Kata Kunci: edukasi; stunting; remaja; pencegahan Abstract Stunting is a health problem in toddlers that occurs due to failure to thrive in toddlers due to chronic malnutrition, especially in the first 1,000 days of life (HPK). Many things can be done to prevent stunting, including providing adequate knowledge about stunting and the importance of caring for teenagers in the First 1000 Days of Life (HPK). Teenagers as future parents will have a big role in creating a quality generation. Based on this, the right effort to prevent stunting is to start with them themselves, namely the youth group. Based on this, teenagers must receive parenting education, understand health, and implement balanced nutritional patterns and family planning. This research aims to determine the effectiveness of smart education for teenagers in increasing knowledge about stunting as an effort to prevent stunting early. The research method uses a quasi-experimental pretest-posttest design. The research subjects were class XI students at SMA Negeri 13 Garut with a total sample of 97 respondents taken using purposive sampling. Based on the pretest results, some respondents (51.5%) had sufficient knowledge. Meanwhile, after being given education, the post-test results showed that most of the respondents (64.9%) had good knowledge. The results of the Paired Sample T-Test with a significance value (2-tailed) <0.05 indicate a significant difference between the pretest and post-test results so there is a significant influence from the treatment, namely the education provided. Education-based research activities as an effort to recognize and prevent early stunting in adolescents are recommended to be carried out again, both in the form of research and community service at various levels of educational institutions.Keywords: education; stunting; teenager; prevention