Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Yang Mempunyai Anak Usia 6-24 Bulan Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Sebagai Cara Pencegahan Stunting di RW 09 Desa Simpang Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut Dewi, Winasari; Rinjani, Santi; Nugraha, Andri
Jurnal Medika Cendikia Vol 9 No 02 (2022): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : Karsa Husada Health Institute Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/medika.v9i02.194

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) dalam pemberian yang tepat, tidak hanya mampu melengkapi asupan vitamin bayi, tapi bisa merangsang keterampilan makan, menumbuhkan percaya diri pada anak. Modifikasi dalam memberikan makanan tambahan mulai dari wujud bubur cair hingga pekat ekstrak dari buah segar, makanan yang halus makanan dengan model lembut hingga makanan padat. Tidak cuma itu, pemberian MPASI pula berperan sebagai salah satu cara pencegahan terjadinya stunting pada balita. Tujuan penelitian untuk memahami perkiraan tingkat pengetahuan dan tindakan ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan hal pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Pengumpulan informasi memakai angket Analisa data memakai analisa univariat. Dari 57 responden, hampir seluruh responden (72%) terletak pada rentang usia 15-30 tahun, sebagian besar responden (65%) berpendidikan SD, sebagian responden (49%) memberikan MPASI di usia 6 bulan, sebagian besar responden (68%) berpengetahuan cukup tentang pemberian MPASI, dan sebagian responden (53%) memiliki sikap positif dalam pemberian MPASI. Kesimpulannya Ibu dapat lebih memperhatikan nutrisi anak dan bayi sesuai dengan usia agar perkembangan dan pertumbuhan anak dan bayi ideal serta menghindari terjadinya stunting pada balita.
Aplikasi Pemantauan Tekanan Darah untuk Pemberdayaan Keluarga Lansia dengan Hipertensi dan Diabetes di Desa Cintarasa Garut Nurjaman, Iman; Dewi, Winasari; Sutrisno, Nisa Wening Asih; Yuliani, Rany
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23559

Abstract

ABSTRAK Tingginya prevalensi hipertensi dan diabetes pada lansia membutuhkan pemantauan teratur yang belum berjalan optimal di RW 01 Desa Cintarasa, Garut. Mendeskripsikan efektivitas aplikasi pemantauan tekanan darah dalam memberdayakan keluarga lansia penderita hipertensi dan/atau diabetes. Program pengabdian dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan penggunaan tensimeter digital dan aplikasi, serta pendampingan; diikuti 60 peserta lansia, 10 pendamping keluarga, dan 5 kader; evaluasi menggunakan instrumen pengetahuan (20 soal) dan observasi keterampilan; analisis paired t-test. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 56 menjadi 74 (32%). Sebanyak 85% peserta mampu melakukan pengukuran tekanan darah yang benar; 80% keluarga rutin menggunakan aplikasi. Edukasi, pelatihan, dan aplikasi pemantauan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepatuhan monitoring tekanan darah pada lansia.  Integrasikan aplikasi ke kegiatan posyandu, sediakan pelatihan lanjutan, dan lakukan evaluasi jangka panjang. Kata Kunci: Pemantauan Tekanan Darah, Pemberdayaan Keluarga, Lansia, Hipertensi, Aplikasi Mobile.  ABSTRACT Introduction The high prevalence of hypertension and diabetes among the elderly requires regular monitoring, which remains suboptimal in RW 01 Desa Cintarasa, Garut. To describe the effectiveness of a blood pressure monitoring application in empowering families of elderly patients with hypertension and/or diabetes. Method The community service program consisted of health education, training on the use of digital blood pressure monitors and the application, and mentoring. A total of 60 elderly participants, 10 family caregivers, and 5 cadres were involved. Evaluation used a 20-item knowledge questionnaire and a skill observation checklist, analyzed with a paired t-test. The mean knowledge score increased from 56 to 74 (32%). Eighty-five percent of participants were able to measure blood pressure correctly, and 80% of families routinely used the application. Education, training, and the monitoring application improved knowledge, skills, and compliance with regular blood pressure monitoring among the elderly.Integrate the application into posyandu activities, provide further training, and conduct long-term evaluations. Keywords: Blood Pressure Monitoring, Family Empowerment, Elderly, Hypertension, Mobile Application.