Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penerapan Zona Selamat Sekolah di SDN Cibaregbeg, Sukabumi Lestari, Putri Winda; Andrea Chris David; Ghassa Athallah Ramadha; Charles Putra Ricardo; Aspriyani Wahyu A.N. Annisaa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita Vol. 5 No. 01 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bakti Parahita
Publisher : Universitas Binawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/xdahs953

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah global yang membutuhkan perhatian serius, terutama di Indonesia. Kelompok yang rentan terhadap kecelakaan lalu lintas adalah pejalan kaki dan anak usia sekolah dasar karena anak pada usia tersebut belum memiliki pengalaman dan pengetahuan yang cukup tentang aturan lalu lintas. SDN Cibaregbeg terletak di Desa Caringin Kabupaten Sukabumi, berdasarkan observasi lapangan, kondisi jalanan di lokasi tersebut sempit, banyak kendaraan lalu lalang dan jalanan yang menurun, dimana kombinasi ini dapat meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas. Zona Selamat Sekolah (ZoSS) adalah fasilitas jalan khusus untuk penyebrangan di sekolah yang bertujuan untuk mengurangi kecepatan kendaraan dan memberikan kesempatan bagi pengguna jalan untuk memperkirakan perilaku siswa yang akan menyeberang. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menerapkan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) guna meningkatkan keselamatan dan memberikan rasa aman kepada anak sekolah ketika menyeberang. Metode yang digunakan adalah membuat marka jalan ZoSS, memasang rambu lalu lintas seperti rambu menyeberang, rambu hati-hati dan rambu menurunkan kecepatan serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanannya. Meskipun terdapat hambatan dalam pelaksanaan kegiatan ini, namun kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah setempat, dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini. Simpulan dari kegiatan ini adalah ZoSS efektif dalam meningkatkan keselamatan anak-anak sekolah dengan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di area sekolah.
Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kelelahan Pada Satpam PT. X Karawang: Factors Affecting The Level Of Fatigue At Security PT. X Karawang Kurnianti, Dinan; Lestari, Putri Winda
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 3 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i3.849

Abstract

Terjadi trend peningkatan kecelakaan kerja dari ke tahun. Kecelakaan kerja timbul sebagai hasil dari gabungan beberapa faktor, salah satunya adalah faktor manusia seperti kemampuan fisik, kompetensi, kelelahan, stress, dan faktor pekerjaan. Survey awal pada satpam PT. X Karawang menunjukkan bahwa 80% satpam mengalami gejala kelelahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan pada satpam PT. X Karawang. Penelitian ini bersifat kuantitatif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 121 orang dengan sampel 63 orang. Data diambil dengan pengisian kuesioner Subjective Self Rating dari Industrial Fatigue Research Committee (IRFC) Jepang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kelelahan pada satpam PT. X Karawang (p=0,025). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p=0,761), masa kerja (p = 0,135), status gizi (p = 0,193), dan status kesehatan (p = 1,000).
Penerapan HACCP Gula Sehat Stevia di PT Tri Arga Makmur Sentosa Sulandari, Uci; Lulus Suci Hendrawati; Yunita Sari Purba; Defi Arjuni; Putri Winda Lestari
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan gula untuk manusia sangat tinggi. Gula digunakan sebagai bahan makanan tambahan yang memberikan rasa manis pada makanan dan minuman. Namun, konsumsi gula yang berlebih dapat menimbulkan masalah kesehatan. Penyakit obesitas dan diabetes mellitus adalah dua penyakit yang selalu dihubungkan dengan konsumsi gula yang berlebih. Gula Stevia merupakan salah satu sumber pemanis selain tebu yang memiliki kelebihan berupa tingkat kemanisan 200-300 kali dari gula tebu. Gula stevia didapat dari hasil proses ekstrak daun stevia. Pengolahan gula stevia dilakukan dengan metode ekstrasi dengan menggunakan sistem IoT. Produksi gula stevia dengan menggunakan system IoT ini diharapkan dapat meningkat jumlahnya secara signifikan untuk memenuhi permintaan ekspor sampai dengan 1000 ton perbulan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang penerapan HACCP ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk gula stevia dari segi kesehatan.
PENCAHAYAAN DAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA OFFICE PT. X Hidayanti, Aulia Nur; Lestari, Putri Winda
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v8i1.3820

Abstract

Pekerjaan yang memerlukan ketelitian membutuhkan pencahayaan yang cukup, jika pencahayaan kurang maka dapat menyebabkan terjadinya kelelahan otot mata dan kelelahan saraf mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pencahayaan dengan terjadinya kelelahan mata pada pekerja office PT. X. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan cross-sectional study. Total sampling digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 orang. Data kelelahan mata diambil melalui pengisian kuesioner, data pencahayaan yang diambil dengan melakukan pengukuran menggunakan luxmeter. Data selanjutnya dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 26 orang responden (70,3%) terpapar pencahayaan <300 lux. Responden yang mengalami kelelahan mata sebanyak 12 orang (32,4%). Hasil analisis bivariat menunjukan adanya hubungan antara tingkat pencahayaan dengan kelelahan mata (p=0,007).
Analysis of the Application of the Hirarc Method (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control) in Potential Hazard Identification Activities in the Healthy Stevia Sugar Making Process at PT Tri Arga Makmur Sentosa Sulandari, Uci; Winda Lestari, Putri; Mumpuni Ngesti Rahaju, Sri; Dewi Dyah Maharani, Maya; Basri, Hasan; Munawir, Abdillah; Istoni, Reza; Sugiyanto, Didik
ASTONJADRO Vol. 13 No. 2 (2024): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The still high level of work accidents requires companies to implement work safety and health programs to prevent work accidents. HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, And Determining Control) is one of the K3 programs which consists of a series of activities to identify potential hazards and risks and provide appropriate control efforts according to the level of hazard risk. Based on the results of determining the risk level, there are 7 process activities with 2 types of risk. In each process activity, 5 (71%) hazard risks are included in the moderate category, and 2 (29%) hazard risks are included in the acceptable category.
Zoom Fatigue during the COVID-19 Pandemic: Is it Real? Lestari, Putri Winda; Fayasari, Adhila
Kesmas Vol. 17, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The coronavirus disease 2019 (COVID-19) pandemic has caused drastic changes to social lives moreover the activities done outside, such as work and school. The policy of large-scale social restrictions (LSRR)/Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), which makes people stay at home, also plays an important role in changing the face-to-face activity online. As a solution to the major change, people use video conferencing to keep in touch and still feel like doing "offline" activities. The increasing use of video conferencing has raised concerns about the resulting fatigue, termed "Zoom fatigue." This study aimed to describe Zoom fatigue during the COVID-19 pandemic and the factors contributing to it. This study used a cross-sectional design with 376 participants. Data were gathered by completing a 45-item online questionnaire, which was analyzed using univariate, bivariate (Chi-square), and multivariate (binomial logistic regression) analyses. It was found that 68.6% of respondents experienced Zoom fatigue at a moderate to a high level. Respondents complained of se - veral symptoms related to activity, motivation, and physical weakness after using the video platform. In brief, Zoom fatigue is real, and the frequency of video platform use is related to the incidence of Zoom fatigue.
Compliance with Personal Protective Equipment Usage among Finishing Section Workers in a Public Housing Project, Jakarta Hutapea, Selly Mariati; Lestari, Putri Winda
Jurnal Kesmas Jambi Vol. 9 No. 2 (2025): VOLUME 9 - NUMBER 2 - July 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkmj.v9i2.47823

Abstract

The control hierarchy must be implemented properly in construction. One of the control hierarchies is the use of Personal Protective Equipment (PPE). Based on field observations, there are still finishing workers in the Flats Project who do not use PPE. The purpose of this study was to determine the factors associated with compliance with the use of PPE for workers in the finishing section of the Flat Project. It is a cross-sectional study. The sampling technique is total sampling (40 people). Data was gathered through observation and the completion of a questionnaire. Univariate and bivariate Chi-Square tests were used to analyze the data. The results showed that the factors related to compliance with the use of PPE were knowledge (p=0.017), supervision (p=0.010), sanctions (p=0.010), while the variables not related to compliance with the use of PPE were education level (p=0.293) and age (p=0.510). It is essential to enhance workers’ knowledge, strengthen supervision, and enforce strict sanctions to improve compliance with PPE use.