Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Partisipasi dalam Mengikuti Program Ojol (Slot Jatah Ruang Kerja) dengan Kesejahteraan Psikologis Driver Ojol di Surabaya Melalui Stres Kerja sebagai Variabel Moderator Mario Putra Pratama; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between participation in online motorcycle taxi programs (work space allocation slots) and the psychological well-being of online motorcycle taxi drivers in Surabaya, with the moderating variable of work stress experienced by online motorcycle taxi drivers in Surabaya. A quantitative approach was used. The population in this study was online motorcycle taxi drivers. Data were obtained by distributing questionnaires to 74 online motorcycle taxi driver respondents. In this study, the sample was selected using the GPower program. The measurement tools developed by the researcher used a program participation scale (20 items), psychological well-being scale (48 items), and work stress scale (40 items). The analysis used by the researcher was multiple regression analysis. The results of this study used moderated analyses (MRA) using the JAMOVI program. The results of this study indicate that program participation has a significant and negative relationship with psychological well-being with a value of (Z = 4.17; Estimate = 1.0802; p < 0.05). In addition, work stress significantly cannot moderate the relationship between program participation and psychological well-being (Z = -1.81; p > 0.05). This study shows that work stress cannot moderate or play an important role in the relationship between program participation and psychological well-being for online motorcycle taxi drivers in the city of Surabaya.  Keywords: Participation, Psychological well-being, Work stress, Online motorcycle taxi drivers.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara partisipasi yang mengikuti program ojek online (slot jatah ruang kerja) dengan kesejahteraan psikologis driver ojek online yang ada di kota surabaya dengan variabel moderator stres kerja yang telah dialami oleh driver ojek online dikota surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah driver ojek online. Data diperoleh dengan cara mengisi kuesioner yang dibagaikan kepada 74 responden driver ojek online, pada penilitian ini sampel yang digunakan menggunakan program GPower. Alat ukur yang telah disusun oleh peneliti menggunkan skala partisipasi program (20 item), kesejahteraan psikologis (48 item) dan stres kerja (40 item). Analisis yang telah digunakan oleh peneliti merupakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian ini menggunakan moderated analyses (MRA) dengan menggunakan program JAMOVI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi program memiliki hubungan yang signifikan dan negatif dengan kesejahteraan psikologis yang memiliki nilai (Z = 4.17; Estimate = 1.0802; p < 0,05). Selain itu, stres kerja secara signifikan tidak dapat moderasi hubungan antara partisipasi program kerja dengan kesejahteraan psikologis (Z = -1,81; p >0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa stres kerja tidak dapat memoderasi atau tidak dapat berperan penting dalam hubungan partisipasi program dengan kesejahteraan psikologis bagi pengemudi ojek online di kota surabaya.  Kata kunci: partisipasi, kesejahteraan psikologis, stres kerja, pengemudi ojek online. 
Kematangan Emosi dan Komunikasi Interpersonal terhadap Kualitas Keharmonisan Keluarga Muda Nanda Shahiza; Bawinda Sri Lestari; Herlan Pratikto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between emotional maturity, interpersonal communication, and harmony in young families. This study uses a quantitative approach with a correlational method to determine the direction of the relationship. The subjects in this study consisted of 176 respondents who were married couples aged between 20 and 40 years old, with 1 to 5 years of marriage in the Sukamaju, West Binjai. Data collection was conducted using a family harmony scale, an emotional maturity scale, and an interpersonal communication scale that had undergone validity and reliability testing. Data analysis used simple linear regression with the help of the SPSS 16.0 for Windows. The analysis results showed that, partially, emotional maturity had a positive and significant relationship with family harmony, and interpersonal communication also showed a positive and significant relationship with family harmony. Based on the research results, it can be concluded that the higher the emotional maturity and the better the interpersonal communication possessed by the couple, the higher the quality of family harmony felt, especially in young families in the early stages of marriage. Keywords: Emotional Maturity, Family Harmony, Interpersonal Communication, Young Family Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi, komunikasi interpersonal, dan keharmonisan keluarga muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional atau untuk mengetahui arah hubungan. Subjek dalam penelitian terdiri dari 176 responden yang merupakan pasangan suami istri yang berusia antara 20 hingga 40 tahun, dengan usia pernikahan 1 hingga 5 tahun di Kelurahan Sukamaju, Binjai Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala keharmonisan keluarga, skala kematangan emosi, dan skala komunikasi interpersonal yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS 16.0 for Windows. Hasil analisis menunjukkan secara parsial, kematangan emosi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap keharmonisan keluarga, Begitu pula komunikasi interpersonal menunjukkan hubungan positif dan signifikan terhadap keharmonisan keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kematangan emosi dan semakin baik komunikasi interpersonal yang dimiliki oleh pasangan, maka semakin tinggi pula kualitas keharmonisan keluarga yang dirasakan, terutama pada keluarga muda di masa awal pernikahan. Keywords: Kematangan Emosi, Keharmonisan Keluarga, Keluarga Muda,  Komunikasi Interpersonal