Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Culturally Centered Crisis Communication Model dalam Penanganan Pencemaran Sungai Kerumutan Pelalawan Riau Hevi Susanti; Helen Puspita Sari; Yasir Yasir; Tantri Puspita Yazid; Nofri Sandria
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i4.25651

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan Culturally Centered Crisis Communication Model (CCCCM) dalam penanganan pencemaran Sungai Kerumutan di Kabupaten Pelalawan, Riau, dengan fokus pada transparansi pemerintah dan partisipasi publik masyarakat Melayu Petalangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan focus group discussion dengan tokoh adat, aparatur pemerintah, dan masyarakat terdampak. Temuan menunjukkan masyarakat Melayu Petalangan memiliki worldview unik yang memandang sungai sebagai entitas spiritual, bukan sekadar sumber air. Transparansi pemerintah masih terbatas dengan komunikasi yang tidak sensitif budaya, sementara partisipasi masyarakat terhambat keterbatasan kapasitas dan minimnya pendampingan berkelanjutan. Penelitian mengidentifikasi tiga elemen budaya kunci: sistem nilai dan kepercayaan, struktur sosial dan kepemimpinan, serta pola komunikasi tradisional. Berdasarkan analisis tersebut, diusulkan model komunikasi krisis terintegrasi yang menggabungkan pendekatan konvensional dengan berbasis budaya melalui fase pre-crisis, crisis response, dan post-crisis. Model ini dapat menjadi rujukan penanganan krisis lingkungan di komunitas adat lain dengan adaptasi sesuai karakteristik budaya spesifik.
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat Desa Teluk Sungka Melalui Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa dan Lateks menjadi Produk Kerajinan Bernilai Jual Ernidawati Ernidawati; Mitri Irianti; Zuhdi Ma'aruf; Zulhelmi Zulhelmi; Zulkarnain Zulkarnain; Hevi Susanti; Isnaria Rizki Hayati; Zulia Ulfa; Miftahul Jannah; Hanifaturrahmi Andrina; Idris Idris; Ego Srivajawaty Sinaga
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.135-144

Abstract

This community service activity was carried out in Teluk Sungka Village, Gaung Anak Serka District, Indragiri Hilir Regency, with the aim of empowering the community through the utilization of coconut coir waste into innovative handicraft products with market value. Until now, coconut coir has only been regarded as waste and has not been optimally utilized, even though it has considerable economic potential. The method used in this activity was a participatory approach, actively involving the community through several stages, namely identifying potential, collecting materials, conducting training, practicing handicraft production, and providing assistance during the production process. The coconut coir was processed into handicrafts with the help of latex as an adhesive to produce products such as flower pots and various other decorative items. The results of the activity showed that the community was able to process coconut coir into more useful products that have economic value and the potential to become an additional source of income. Through this program, the community gained new skills while also opening opportunities for the development of creative economies based on local potential.