Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Agropet

PENERAPAN METODE SELEKSI MASSA DALAM UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS VARIETAS JAGUNG MANADO KUNING Andri Managanta
Agropet Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.535 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menerapkan seleksi massa dalam upaya meningkatkan produktivitas Jagung Manado Kuning di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso selama 4 bulan dari bulan Januari 2007 sampai dengan April 2007. Populasi yang diteliti berjumlah 2000 tanaman yang dianalisis berjumlah 100 tongkol untuk populasi C1 dan 20 untuk populasi C0. Data yang diperoleh dianalisis statistik untuk menghitung respon seleksi dan nilai duga daya waris.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan penerapan metode seleksi massa pada tanaman jagung Varietas Manado Kuning di desa Talikuran Kecamatan Tompaso dapat meningkatkan berat biji pertongkol rata-rata sebesar 0,01 g (2,7 %) selama satu daur seleksi serta karakter jumlah biji dalam satu baris (JBB), jumlah biji (JB), panjang tongkol (PT), berat biji (JBi), dan berat tongkol (BT) memiliki respon seleksi yang berbeda-beda. Nilai duga daya waris dari karakter jumlah biji dalam satu baris (tinggi), jumlah biji (sedang), panjang tongkol (tinggi), berat biji (sedang) dan berat tongkol (rendah). Berdasarkan respon seleksi dan nilai duga daya waris pada pertanaman Jagung Manado Kuning di Desa Talikuran Kecamatan Tompaso dapat menjadi dasar dalam melakukan seleksi pada populasi berikutnya. Kata Kunci: Jagung Manado Kuning, Seleksi Massa, Respon Seleksi, Daya Waris
STUDI HABITAT DAN IVENTARISASI ANGGREK HITAM (Black Orchid) DI KAWASAN HUTAN CAGAR ALAM BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN, KABUPATEN POSO Andri A. Managanta
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1826.317 KB)

Abstract

Sulawesi   adalah   pulau   terbesar   dan   terpenting   di  Wallace, suatu wilayah unik di dunia, tempat bercampurnya  tumbuhan  dan  hewan  dari  Asia  dan  Australia.  Apabila  dibandingkan  dengan pulau Jawa dalam luasan yang sama, telah berhasil  dikoleksi 200 spesimen herbarium. Kondisi ini menunjukkan  masih  diperlukan  lebih  banyak  kegiatan  eksplorasi  flora  di  Sulawesi untuk mengungkap kekayan flora dan potensinya.  Sebanyak   27   suku,   40   marga,   dan   76   jenis   pohon  dinyatakan  endemik  di  Sulawesi. Agar  keberadaan  jenis-jenis  anggrek  di  suatu  wilayah   dapat   diketahui   dengan   baik,   diperlukan suatu  penelitian  berupa  eksplorasi  dan  inventarisasi. Eksplorasi  bertujuan  untuk   mengambil  contoh tanaman  yang  mempunyai  nilai  ekonomi  dan  nilai ilmu  pengetahuan   yang  penting, sedangkan inventarisasi  bertujuan  untuk  mendata  keragaman jenis  tanaman  di  suatu  kawasan,  sehingga  apabila nantinya  kawasan  tersebut  mengalami  perubahan ekosistem,  sudah  tersedia  data  keragaman  floranya. Studi habiat dan inventarisasi  dilakukan  di  Kawasan Hutan Cagar Alam Bancea,  Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso  pada  Maret – Oktober  2014. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskriptif. Bertujuan untuk membuat deskripsi, atau gambaran mengenai kelimpahan keragaman genetik anggrek terlebih khusus anggrek hitam (black orchid) di Kawasan Hutan Cagar Alam Bancea dengan cara mengakumulasi data yang diperoleh.Berdasarkan hasil pengamatan terdapat berbagai jenis anggrek alam yang tumbuh secara alami dan hasil survey identifikasi spesies anggrek yang dilaksanakan ditemukan 24 spesies, 13 genus dan 78 rumpun. Jenis anggrek yang ada di dalam kawasan Hutan Cagar  Alam Bancea antara lain: Eria feroks, Eria rigida, Aerides thibautian, Spathoglottis plicata, Spathoglottis asperata, Spathoglottis sp Thrixspermum trichoglottis, Agrostophyllum stipulatum, Agrostophyllum majus, Dendrobium finlaysonianum, Dendrobium discolor, Dendrobium sp, Coelogyne speciosa, Coelogyne spa, Coelogyne spb, Coelogyne spc, Cymbidium pubescens, Phalaenopsis gigantean, Phalaenopsis bellina, Grammatophyllum scriptum, Grammatophyllum sp, Bulbophyllum ecinolobium, Arundina graminifolia, Lusia sp.Anggrek Hitam ditemukan dominan terdapat pada zona 3 (tiga) ditemukan sebanyak 13 rumpun dan spesies pohon yang menjadi  inang Angrek Hitam (black orchid) adalah Theobrema cacao, Ficus benjamina, Agathis sp, Elmerillia ovalis, Arenga pinnata dan pohon  inang   yang   paling banyak  ditempeli  adalah Agathis sp.Kata Kunci: Anggrek Hitam (black orchid), Studi Habitat, Inventarisasi
Motivasi Dan Persepsi Petani Padi Terhadap Intensi Penggunaan Pupuk Organik Di Desa Leuwibatu Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Andri Amaliel Managanta
Agropet Vol 13, No 2 (2016): Volume 13 No 02 Tahun 2016
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.486 KB)

Abstract

Penggunaan pupuk organik dapat diindentifikasi lebih awal melalui intensi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi motivasi, persepsi terhadap intensi penggunaan pupuk organik, menganalisis hubungan motivasi, persepsi terhadap intensi penggunaan pupuk organik. Menganalisis pengaruh norma subjektif, persepsi pengendalian perilaku dan  sikap individu terhadap intensi penggunaan pupuk organik. Penelitian dilaksanakan dikelompok tani Rahayu Mekar Leuwibatu Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Populasi 110 petani dan sampel sebanyak 64 orang petani. Pengujian hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan model analisis jalur (path analysis) dan pengolahan data menggunakan program Lisrel 9.2 dan smartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara motivasi dan persepsi  petani padi terhadap intensi penggunaan pupuk organik. Ini berarti semakin tinggi motivasi dan persepsi petani maka akan semakin tinggi pula intensi penggunaan pupuk organik pada petani. Adanya pengaruh dari sikap terhadap perilaku, norma subjektif dan persepsi pengendalian perilaku petani padi terhadap intensi penggunaan pupuk organik.
Keragaman Genetik Dan Fenotipik Beberapa Karakter Buah Tanaman Pala (Myristica fragrans, Houtt) Unisexual Andri A. Managanta
Agropet Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.789 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan pala rakyat Desa Sepe, Kecamatan Lage milik Frans Labina sebagai tempat pengambilan sampel dan penelitian dilakukan selama bulan Desember 2012 - Maret 2013. Sebanyak 205 sampel diambil dari satu pohon induk berjenis kelamin betina unisexual. Koefisien Keragaman Genetik (KKG) digunakan untuk menduga potensi kemajuan genetik dalam seleksi beberapa karakter buah tanaman pala, yaitu: Berat segar daging buah, Berat segar fuli buah, Berat segar biji buah, Diameter buah, Panjang biji buah dan Lebar biji buah. Keseluruhan karakter yang diamati memiliki frekwensi heterozygote yang tinggi, yakni 42.4%-59.0% dan nilai KKG yang berkisar antara 6.08%-22.56% dengan kriteria keragaman dari sedang hingga cukup. Karakter berat segar fuli buah memiliki nilai KKG yang paling tinggi (22.02%) dengan criteria keragaman cukup adalah karakter yang paling berpotensi untuk memperoleh kemajuan genetik melalui seleksi karena memiliki keragaman genetik yang luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari keragaman genetik dan fenotipik beberapa karakter buah tanaman pala (Myristica fragrans, Houtt) Unisexual yang berasal dari satu pohon induk. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi kepada pemulia dan petani dalam usaha menseleksi buah tanaman pala.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan dari Kakao menjadi Padi Sawah Sunarmin Sunarmin; Andri Amaliel Managanta; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Tahun 2017 – 2018 lahan kakao di Kabupaten Poso mengalami penurunan luas areal salah satu penyebabnya alih fungsi lahan, contohnya yaitu dilakukan alih fungsi lahan di Desa Masamba dari lahan kakao menjadi padi sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor–faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan dan menganalisis perbedaan pendapatan kakao dan padi sawah. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode sensus dengan responden 24 petani padi sawah dan 20 petani kakao kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis R/C ratio, analisis uji beda nyata, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani padi sawah lebih besar selama 1 tahun yaitu sebesar Rp 22.486.559 dan pada kakao sebesar Rp –9.155.064 selain itu variabel luas lahan dan produksi berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan petani melakukan alih fungsi lahan
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Pemuda Pedesaan dalam Melakukan Usahatani Padi Sawah Wahyuni Wahyuni; Andri Amaliel Managanta; Ridwan Ridwan
Agropet Vol 16, No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuda pedesaan merupakan sumber daya manusia terbaik dalam pembangunan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pemuda pedesaan, usahatani padi sawah, pemenuhan kebutuhan informasi, minat dan Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda pedesaan dalam melakukan usahatani padi sawah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini Minat pemuda di Desa Buyumpondoli untuk melakukan usahatani padi sawah berada dalam kategori sedang. Hal ini dikarenakan pemuda pedesaan lebih memilih bekerja di luar usahatani padi sawah. Tingkat kekosmopolitan yang tinggi cenderung mendorong pemuda untuk beralih dari bekerja di sektor pertanian ke sektor usaha lain yang lebih menguntungkan.
Pengaruh Badan Usaha Milik Desa Sumber Sejahtera terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah Indah Kurnia; Andri Amaliel Managanta; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian dapat memiliki kemampuan menghasilkan peningkatan pendapatan bagi petani. Saat pasca panen kapasitas penggilingan padi belum bisa menampung hasil panen petani yang berdampak pada bertumpuknya gabah.Sehingga Pemerintah Desa Masamba mendirikan usaha BUMDes pengilingan padi Sumber Sejahtera.Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani di Desa Masamba dan mengetahui pengaruh usaha pengilingan padi Sumber Sejahtera Terhadap Pendapatan Petani.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2019 di Desa Masamba kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan populasi yaitu seluruh petani yang tergabung dalam anggota penggilingan padi Sumber Sejahtera berjumlah 41 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh pendapatan petani yang tergabung dalam anggota penggilingan Sumber Sejahtera sebesar Rp. 2.418.409 per bulan, dengan nilai R/C - ratio yaitu 1,84> 1 berarti petani yang tergabung dalam usaha BUMDes dikatakan untung. Adapun faktor yang memengaruhi pendapatan petani yaitu penjualan produk samping, penggunaan herbisida dan penggunaan insektisida, dimana penjualan produk samping dan penggunaan herbisida secara tepat dapat meningkatkan pendapatan petani, berbeda dengan penggunaan insektisida yang meningkat mengurangi pendapatan petani.
KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH INCEPTISOL YANG DIAPLIKASIKAN KOMPOS DAUN JOHAR SEBAGAI MEDIA TANAM BIBIT KOPI ARABIKA Wulandari, Tri; Mowidu, Ita; Managanta, Andri Amaliel
Agropet Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.658

Abstract

ABSTRAK: Penyediaan bibit kopi arabika yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan produksinya. Aplikasi bahan organik pada media tanam bibit kopi arabika diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah dan meningkatkan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos daun johar terhadap sifat kimia tanah Inceptisol yang digunakan sebagai media tanam bibit kopi arabika. Aplikasi berbagai dosis kompos daun johar (0, 9, 11, 13 dan 15 g/polybag) yang diulang sebanyak 4 kali ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK). Sifat kimia tanah yang diamati meliputi kadar C-organik, kadar N-total, nisbah C/N, kadar P-tersedia, kadar K-tersedia, reaksi tanah (pH) dan KTK tanah. Parameter tanaman yang diamati adalah bobot kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Inceptisol yang diaplikasikan kompos daun johar sebanyak 13 g/polybag meningkatkan nilai pH tanah mendekati netral, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia dan KTK tanah, menurunkan nisbah C/N serta meningkatkan bobot kering bibit lebih tinggi pada umur 16 minggu sesudah tanam. ABSTRACT: Provision of quality Arabica coffee seedlings is one of the factors that determine its production. Application of organic materials to the planting medium of Arabica coffee seedlings is expected to improve the chemical properties of the soil and increase seedling growth. This study aims to determine the effect of johar leaf compost on the chemical properties of Inceptisol soil used as a planting medium for Arabica coffee seedlings. Application of various doses of johar leaf compost (0, 9, 11, 13 and 15 g/polybag) which were repeated 4 times were arranged according to a Randomized Block Design (RBD). The observed chemical properties of the soil included organic C content, total N content, C/N ratio, available P content, available K content, soil reaction (pH) and soil CEC. The observed plant parameters were dry weight of seedlings. The results of the study showed that Inceptisol soil that was applied with 13 g/polybag of johar leaf compost increased the soil pH value to near neutral, organic C, total N, available P, available K and soil CEC, reduced the C/N ratio and increased the dry weight of seedlings higher at the age of 16 weeks after planting.
PERAN USAHATANI NILAM DALAM MENDUKUNG PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA ., Indrawan; Managanta, Andri Amaliel; Saleh, Abdul Rahim
Agropet Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.649

Abstract

ABSTRAK : Nilam merupakan komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan oleh para petani, terutama karena harganya yang relatif tinggi, yaitu sekitar Rp. 450.000 per kilogram. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya nilam sebagai salah satu sumber penghasilan rumah tangga. Kontribusi usahatani menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana usaha tani nilam mampu memberikan pengaruh pada pendapatan keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan usaha tani nilam serta menentukan seberapa besar kontribusi usaha tersebut terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli hingga September 2022 di Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan populasi penelitian terdiri dari 80 petani di Desa Molowagu dan Desa Kambutu yang menjalankan usaha tani nilam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani nilam di wilayah ini layak untuk dikembangkan dan memiliki potensi sebagai sumber penghasilan keluarga. Kontribusi usaha tani nilam terhadap pendapatan bulanan keluarga tercatat sebesar 76% atau Rp. 1.381.168, meskipun angka ini masih di bawah Upah Minimum Kabupaten Tojo Una-Una sebesar Rp. 2.390.739, sementara pendapatan dari kegiatan non-usaha tani menyumbang 24% atau Rp. 436.250. Data ini mengindikasikan bahwa usaha tani nilam memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. ABSTRACT: Patchouli is a plantation commodity that is widely cultivated by farmers, especially because the price is relatively high, which is around IDR 450,000 per kilogram. This condition encourages people to develop patchouli cultivation as a source of household income. The contribution of farming is an important indicator to measure the extent to which patchouli farming is able to influence the income of farmer families. This study aims to assess the feasibility of patchouli farming and determine how much the business contributes to the income of farmer families in Batudaka District. This study was conducted from July to September 2022 in Batudaka District, Tojo Una-Una Regency, with a study population consisting of 80 farmers in Molowagu Village and Kambutu Village who run patchouli farming businesses. The results of the study showed that patchouli farming in this area is feasible to be developed and has the potential as a source of family income. The contribution of patchouli farming to monthly family income was recorded at 76% or IDR 1,381,168, although this figure is still below the Tojo Una-Una Regency Minimum Wage of IDR. 2,390,739, while income from non-farming activities contributed 24% or Rp. 436,250. This data indicates that patchouli farming has a significant contribution to the income of farming families in Batudaka District.
SALURAN PEMASARAN DURIAN MONTONG DI KECAMATAN POSO PESISIR SELATAN KABUPATEN POSO Bramasta, Komang Yudi; Managanta, Andri Amaliel; Pangli, Marten
Agropet Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.660

Abstract

ABSTRAK: Provinsi Sulawesi Tengah sebagai daerah penghasil buah durian. Pendapatan dan pemasaran hasil produk pertanian khususnya durian menjadi perhatian sebab merupakan sumber pendapatan bagi para petani untuk memenuhi kebutuhannya. Kabupaten Poso, durian sebagai komoditas unggulan dan menjadi komoditas utama setelah alpukat, belimbing dan langsat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Taunca Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso dan dilakukan selama tiga bulan yaitu dari bulan September 2022 sampai bulan November 2022. Desa Taunca dipilih karena Desa tersebut menjadi salah satu sentra produksi durian montong yang ada di Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso. Rata- rata pendapatan petani di Desa Taunca Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso sebesar Rp. 28.996.252 dalam satu tahun. Proses pemasaran Durian Montong di Desa Taunca Kecamatan Poso Pesisir Selatan Kabupaten Poso menggunakan saluran tingkat satu yaitu dari produsen, pedagang pengumpul sampai kepada konsumen, dengan nilai margin pemasaran sebesar Rp.8.750/ kg. Usahatani Durian Montong layak diusahakan karena mempunyai tingkat pendapatan yang tinggi dari hasil penjualan. Selain itu Durian motong merupakan komoditas hortikultura yang menjanjikan bagi Indonesia karena mampu memenuhi kebutuhan pasar nasional dan internasional. Oleh karena itu perlu perhatian pemerintah untuk lebih memperhatikan petani yang menjalankan usahatani Durian montong.