Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Alih Fungsi Lahan dari Kakao menjadi Padi Sawah Sunarmin Sunarmin; Andri Amaliel Managanta; Dolfie DD Tinggogoy
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Tahun 2017 – 2018 lahan kakao di Kabupaten Poso mengalami penurunan luas areal salah satu penyebabnya alih fungsi lahan, contohnya yaitu dilakukan alih fungsi lahan di Desa Masamba dari lahan kakao menjadi padi sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor–faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan dan menganalisis perbedaan pendapatan kakao dan padi sawah. Sampel diperoleh dengan menggunakan metode sensus dengan responden 24 petani padi sawah dan 20 petani kakao kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan, analisis R/C ratio, analisis uji beda nyata, dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani padi sawah lebih besar selama 1 tahun yaitu sebesar Rp 22.486.559 dan pada kakao sebesar Rp –9.155.064 selain itu variabel luas lahan dan produksi berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan petani melakukan alih fungsi lahan
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Pemuda Pedesaan dalam Melakukan Usahatani Padi Sawah Wahyuni Wahyuni; Andri Amaliel Managanta; Ridwan Ridwan
Agropet Vol 16, No 2 (2019): Volume 16 No 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemuda pedesaan merupakan sumber daya manusia terbaik dalam pembangunan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik pemuda pedesaan, usahatani padi sawah, pemenuhan kebutuhan informasi, minat dan Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda pedesaan dalam melakukan usahatani padi sawah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini Minat pemuda di Desa Buyumpondoli untuk melakukan usahatani padi sawah berada dalam kategori sedang. Hal ini dikarenakan pemuda pedesaan lebih memilih bekerja di luar usahatani padi sawah. Tingkat kekosmopolitan yang tinggi cenderung mendorong pemuda untuk beralih dari bekerja di sektor pertanian ke sektor usaha lain yang lebih menguntungkan.
Pengaruh Badan Usaha Milik Desa Sumber Sejahtera terhadap Pendapatan Petani Padi Sawah Indah Kurnia; Andri Amaliel Managanta; Yulinda Tanari
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian dapat memiliki kemampuan menghasilkan peningkatan pendapatan bagi petani. Saat pasca panen kapasitas penggilingan padi belum bisa menampung hasil panen petani yang berdampak pada bertumpuknya gabah.Sehingga Pemerintah Desa Masamba mendirikan usaha BUMDes pengilingan padi Sumber Sejahtera.Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pendapatan petani di Desa Masamba dan mengetahui pengaruh usaha pengilingan padi Sumber Sejahtera Terhadap Pendapatan Petani.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai bulan Juni 2019 di Desa Masamba kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan populasi yaitu seluruh petani yang tergabung dalam anggota penggilingan padi Sumber Sejahtera berjumlah 41 orang. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh pendapatan petani yang tergabung dalam anggota penggilingan Sumber Sejahtera sebesar Rp. 2.418.409 per bulan, dengan nilai R/C - ratio yaitu 1,84> 1 berarti petani yang tergabung dalam usaha BUMDes dikatakan untung. Adapun faktor yang memengaruhi pendapatan petani yaitu penjualan produk samping, penggunaan herbisida dan penggunaan insektisida, dimana penjualan produk samping dan penggunaan herbisida secara tepat dapat meningkatkan pendapatan petani, berbeda dengan penggunaan insektisida yang meningkat mengurangi pendapatan petani.
Efektivitas Website Cyber Extension Sebagai Media Komunikasi dan Informasi Penyuluh Managanta, Andri Amaliel; Wengkau, Rinaldi; Tambingsila , Meitry
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jpp.v19i1.771

Abstract

Penyuluh berperan penting dalam pembangunan sektor pertanian di Indonesia, dan keberhasilan pertanian ditentukan pada peran penyuluh. Cyber extension hadir sebagai salah satu media untuk menyebarkan teknologi pertanian. Kementerian Pertanian telah menghadirkan cyber extension sebagai sarana bagi penyuluh di tingkat pusat maupun daerah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas website cyber extension sebagai alat komunikasi dan sumber informasi bagi penyuluh di Kabupaten Poso. Penelitian dilakukan bulan Mei hingga Desember 2020, melibatkan lima Kecamatan di Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode survei pada 30 penyuluh yang telah mengakses website cyber extension. Data yang dikumpulkan merupakan tanggapan responden terhadap (Y) efektivitas website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi, (X1) karakteristik pengunjung, dan (X2) karakteristik website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi. Analisi data menggunakan analisis linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristek pengunjung (X1), karakteristik website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi(X2) terhadap efektivitas website cybereExtension sebagai media komunikasi dan informasi (Y1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas website cyber extension sebagai media komunikasi dan informasi yaitu karakteristik website cyber extension yang terdiri atas perhatian, ketertarikan, keinginan, dan tindakan mampu menarik minat penyuluh mengakses cyber extension. Dapat disimpulkan bahwa Website cyber extension merupakan media komunikasi dan sumber informasi dalam bidang pertanian yang efektif bagi penyuluh.
The Role of Agricultural Extension in Increasing Competence and Income Rice Farmers Managanta, Andri Amaliel
Indonesian Journal of Agricultural Research Vol. 3 No. 2 (2020): InJAR, Vol. 3, No. 2, July 2020
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1859.093 KB) | DOI: 10.32734/injar.v3i2.3963

Abstract

The success of agricultural development in Indonesia in developing the ability of farmers is inseparable from the role of extension services carried out professionally. This study aims to (1) Analyzing the level of farmers 'perceptions about the role of extension workers in improving the competence of rice farmers in Tayawa Village, and (2) Analyzing factors that influence the level of farmers' perceptions about the role of extension workers in increasing the competence of rice farmers in Tayawa Village. This research uses a survey method with a descriptive analysis approach and a quantitative paradigm, supplemented with qualitative data information to support and sharpen quantitative analysis. The level of competence of middle rice farmers tends to be low, due to the weak role of agricultural extension workers. The role of the instructor as a communicator, facilitator, educator, and communicator turned out to have a positive effect on increasing the competence of rice farmers. But now these factors tend to be low so that it is still lacking in efforts to increase the competence of rice farmers.
The Increasing Capacity of Rice Farmers through the Role Agricultural Extension Bakari, Nurlailah; Managanta, Andri Amaliel; Tambingsila, Meitry
Indonesian Journal of Agricultural Research Vol. 4 No. 3 (2021): InJAR, Vol. 4, No. 3, November 2021
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/injar.v4i3.6348

Abstract

Agricultural extension agents are agents of change who are directly related to farmers The purpose of the extension is to change the behavior of farmers in terms of knowledge, attitudes, and skills so that farmers have a more prosperous life. Rice farmers in West Tojo District carry out farming activities that still rely on hereditary habits, causing farmers to lack the capacity to run food crop businesses, both technically in cultivation, harvesting, and marketing. The objectives of the study are (1) to determine the level of capacity of rice farmers in Kabalo Village Tojo Una-Una District and, (2) to determine the effect of the role of extension agents on increasing the capacity of rice farmers in Kabalo Village Tojo Una-Una District. This research was conducted from March 2020 to August 2020 in Kabalo Village West Tojo District Tojo Una-Una Regency. This study used a population sample of 56 rice farmers. Based on the results of this study, the role of agricultural extension agents had an effect on the success rate of rice farmers in Kabalo Village. Through increasing the role of extension workers, both facilitators, motivators, mediators, advisors, and communicators, could increase the capacity of farmers in managing capital, utilizing technology, labor, and marketing processes that benefit farmers.
The Prevalence of Helminthiasis in Bali Cattle in Pamona Puselemba District Poso Regency Managanta, Andri Amaliel
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 9, No 3 (2022): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v9i3.25423

Abstract

Worms in the digestive tract of livestock are generally asymptomatic or chronic. The disease causes economic losses due to decreased body weight and productivity of livestock, and can even cause death. The study aimed to determine the prevalence of helminthic parasitic infections in the digestive tract of Bali cattle in Pamona Puselemba District Poso Regency. This type of research is an experimental laboratory and was carried out from January to December 2021. This study used 77 samples of Bali cattle feces obtained from cattle belonging to the community in Pamona Puselemba District and maintained intensively or extensively. The inspection process used the floating test method and the sedimentation test at the Maros Veterinary Center Laboratory Maros Regency South Sulawesi Province. Based on the results of the study, the prevalence of parasitic worm infection in the digestive tract of Bali cattle in Pamona Puselemba District Poso Regency was 71.45%. The types of worms that infect the digestive tract of Bali cattle include worms Paramphistomum spp, 32.47% and followed by worms Trichostrongylus spp, 5.19%, Strongyloides, spp 2.56%, and Cooperia 2.56%. There are liver flukes or Fasciola that infect 2.56% and are infected with protozoa, namely Eimeria, spp with a prevalence of 3.89%.
Peningkatan Produksi dan Pendapatan Melalui Penyuluhan Pada Petani Kakao Managanta, Andri Amaliel; Ridwan, Ridwan
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 02 (2024): Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2024.5.02.222-228

Abstract

Sulawesi Tengah menjadi sentra komiditas kakao Sulawesi Tengah menjadi sentra komoditas kakao terbesar di Indonesia dan Kabupaten Poso merupakan wilayah pengembangan komoditas kakao. Desa Tangkura sebagai salah satu areal komoditas kakao di Kabupaten Poso. Adapun tujuan kegiatan untuk, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui peningkatan kompetensi petani, dan peningkatan produksi dan pendapatan petani kakao. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat berbasis paradigma penyuluhan yang bersifat partisipatif. Metode meliputi pendampingan, demontrasi cara, kunjungan lapangan serta pendampingan dan monitoring evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat pada petani kakao Rukun Majulea 1 di Desa Tangkura Kecamatan Poso Pesisir Selatan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Selain itu, meningkatkan 15 kg per bulan biji kering kakao dan penerimaan sebesar Rp. 390.000 per bulannya. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berbasis paradigma penyuluhan bersifat partisipatif dan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dalam hal ini petani perlu diperhatikan pemerintah, sebagai program pemberdayaan masyarakat yang memandirikan petani.
KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH INCEPTISOL YANG DIAPLIKASIKAN KOMPOS DAUN JOHAR SEBAGAI MEDIA TANAM BIBIT KOPI ARABIKA Wulandari, Tri; Mowidu, Ita; Managanta, Andri Amaliel
Agropet Vol 21, No 2 (2024): Volume 21 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.658

Abstract

ABSTRAK: Penyediaan bibit kopi arabika yang berkualitas merupakan salah satu faktor yang menentukan produksinya. Aplikasi bahan organik pada media tanam bibit kopi arabika diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah dan meningkatkan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos daun johar terhadap sifat kimia tanah Inceptisol yang digunakan sebagai media tanam bibit kopi arabika. Aplikasi berbagai dosis kompos daun johar (0, 9, 11, 13 dan 15 g/polybag) yang diulang sebanyak 4 kali ditata menurut rancangan acak kelompok (RAK). Sifat kimia tanah yang diamati meliputi kadar C-organik, kadar N-total, nisbah C/N, kadar P-tersedia, kadar K-tersedia, reaksi tanah (pH) dan KTK tanah. Parameter tanaman yang diamati adalah bobot kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah Inceptisol yang diaplikasikan kompos daun johar sebanyak 13 g/polybag meningkatkan nilai pH tanah mendekati netral, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia dan KTK tanah, menurunkan nisbah C/N serta meningkatkan bobot kering bibit lebih tinggi pada umur 16 minggu sesudah tanam. ABSTRACT: Provision of quality Arabica coffee seedlings is one of the factors that determine its production. Application of organic materials to the planting medium of Arabica coffee seedlings is expected to improve the chemical properties of the soil and increase seedling growth. This study aims to determine the effect of johar leaf compost on the chemical properties of Inceptisol soil used as a planting medium for Arabica coffee seedlings. Application of various doses of johar leaf compost (0, 9, 11, 13 and 15 g/polybag) which were repeated 4 times were arranged according to a Randomized Block Design (RBD). The observed chemical properties of the soil included organic C content, total N content, C/N ratio, available P content, available K content, soil reaction (pH) and soil CEC. The observed plant parameters were dry weight of seedlings. The results of the study showed that Inceptisol soil that was applied with 13 g/polybag of johar leaf compost increased the soil pH value to near neutral, organic C, total N, available P, available K and soil CEC, reduced the C/N ratio and increased the dry weight of seedlings higher at the age of 16 weeks after planting.
PERAN USAHATANI NILAM DALAM MENDUKUNG PENDAPATAN KELUARGA DI KECAMATAN BATUDAKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA ., Indrawan; Managanta, Andri Amaliel; Saleh, Abdul Rahim
Agropet Vol 20, No 2 (2023): Volume 20 No 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.649

Abstract

ABSTRAK : Nilam merupakan komoditas perkebunan yang banyak dibudidayakan oleh para petani, terutama karena harganya yang relatif tinggi, yaitu sekitar Rp. 450.000 per kilogram. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya nilam sebagai salah satu sumber penghasilan rumah tangga. Kontribusi usahatani menjadi indikator penting untuk mengukur sejauh mana usaha tani nilam mampu memberikan pengaruh pada pendapatan keluarga petani. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan usaha tani nilam serta menentukan seberapa besar kontribusi usaha tersebut terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli hingga September 2022 di Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una, dengan populasi penelitian terdiri dari 80 petani di Desa Molowagu dan Desa Kambutu yang menjalankan usaha tani nilam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani nilam di wilayah ini layak untuk dikembangkan dan memiliki potensi sebagai sumber penghasilan keluarga. Kontribusi usaha tani nilam terhadap pendapatan bulanan keluarga tercatat sebesar 76% atau Rp. 1.381.168, meskipun angka ini masih di bawah Upah Minimum Kabupaten Tojo Una-Una sebesar Rp. 2.390.739, sementara pendapatan dari kegiatan non-usaha tani menyumbang 24% atau Rp. 436.250. Data ini mengindikasikan bahwa usaha tani nilam memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan keluarga petani di Kecamatan Batudaka. ABSTRACT: Patchouli is a plantation commodity that is widely cultivated by farmers, especially because the price is relatively high, which is around IDR 450,000 per kilogram. This condition encourages people to develop patchouli cultivation as a source of household income. The contribution of farming is an important indicator to measure the extent to which patchouli farming is able to influence the income of farmer families. This study aims to assess the feasibility of patchouli farming and determine how much the business contributes to the income of farmer families in Batudaka District. This study was conducted from July to September 2022 in Batudaka District, Tojo Una-Una Regency, with a study population consisting of 80 farmers in Molowagu Village and Kambutu Village who run patchouli farming businesses. The results of the study showed that patchouli farming in this area is feasible to be developed and has the potential as a source of family income. The contribution of patchouli farming to monthly family income was recorded at 76% or IDR 1,381,168, although this figure is still below the Tojo Una-Una Regency Minimum Wage of IDR. 2,390,739, while income from non-farming activities contributed 24% or Rp. 436,250. This data indicates that patchouli farming has a significant contribution to the income of farming families in Batudaka District.