Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Al-Fath

Kiprah Ulama dalam Politik Pada Masa Pendudukan Jepang Di Indonesia (1942-1945) Eva Syarifah Wardah
Al-Fath Vol 4 No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alfath.v4i1.3358

Abstract

Sarah peruangan bangsa Indonesia tidak terlepas dari sgarah perjuangan umat Islam, karena keterlibatan umat Islam Indonesia sangat mewarnat gerak langkah perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan. Salah satu basis kekuatan politik Islam di Indonesia adalah pesantren yang dipimpin oleh kaum ulama, di mana ulama mendapat kedudukan terhormat dalam masyarakat Indonesia. Sebagat pemimpin umat Islam ia memiliki kepribadian Jang tinggi dan muha tidak saja dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam kemasyarakatan. Pada masa penjajahan ketika ulama berhadapan dengan realitas penjajahan, pemikiran keagamaan menuntutnya berperan lebih dari sekedar pemimpin serta pembina pesantren saja. hakeRatnya ta adalah pemimpin dari sebuah Romunitas spritual Islamyang kokoh. Pada masa pendudukan Jepang tenadi perubahan pada possi dan peran ulama. Jika pada masa kolonial belanda yang dyadikan elit keRuasaan dalam pemerintahan adalah kelompok priyayi (birokrat), maka pemerintahan Jepang memposisikan ulama sebagai tangan-tangannya. Fakta sejarah menjelaskan bagaimana perbitungan Jepang terhadap kepemimpinan informal Kyat (ulama) ditujukan pada pemilihan K.H. Hasyim Asy ari sebagai pejabat Shumubu (KUA), posts ulama dalam Peta, partisipast dalam Coun Sang in (Dewan Penasehat),pendirian Masyumi,dibentuknya Hizbullah dsb. Dengan kata lain Jepang tdak mengabaikan posisi ulama kendatt harus dipahami dengan ekspanst Dai Nipon