Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI BAHASA INGGRIS BERBASIS KONTEKSTUAL‑ISLAMI BAGI SANTRI TAHFIDZ DI MTS DARUL AMIN PALANGKA RAYA Devi Rosallina; Abdul Azis; Salma Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6035

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat literasi bahasa Inggris bagi santri tahfidz MTs Darul Amin Palangka Raya melalui pendekatan kontekstual Islami. Santri tahfidz umumnya memiliki waktu terbatas untuk mempelajari pelajaran umum karena fokus utama mereka adalah menghafal Al-Qur’an. Integrasi pembelajaran umum di madrasah ini baru berjalan selama satu semester, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang relevan dan efektif. Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung oleh peneliti dalam dua pertemuan pada hari Sabtu, yang merupakan waktu khusus pembelajaran umum di madrasah tersebut. Materi yang digunakan mencakup kosakata Islami, kisah para nabi dan tokoh Islam, latihan pemahaman bacaan, serta percakapan sederhana. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui observasi dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan antusiasme dan keterlibatan santri dalam pembelajaran bahasa Inggris. Pendekatan kontekstual Islami terbukti membantu santri memahami materi dengan lebih baik karena selaras dengan latar belakang keagamaan mereka. Kegiatan ini dapat dijadikan model pengembangan literasi bahasa Inggris di lingkungan pendidikan Islam.  
Menumbuhkan Kreativitas Islami melalui Gantungan Kunci Asmaul Husna di Darul Amin Palangka Raya Siti Nur Aisyah; Abdul Azis; Lutfi Rasyad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6094

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan menumbuhkan kreativitas Islami peserta didik melalui kegiatan pembuatan gantungan kunci bertema Asmaul Husna di MA Darul Amin Palangka Raya. Topik ini dipilih karena pembelajaran Asmaul Husna di madrasah cenderung bersifat hafalan dan belum mengarah pada penghayatan makna maupun penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan. Metode yang digunakan adalah Service Learning yang melibatkan siswa secara aktif dalam lima tahap kegiatan: investigasi, persiapan, tindakan, refleksi, dan demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih kreatif, antusias, dan memahami makna Asmaul Husna dengan lebih mendalam. Melalui karya sederhana, mereka belajar meneladani Asmaul Husna serta menjadikannya sebagai pengingat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kreatif dapat memperkuat pendidikan agama dan membentuk karakter religius siswa.
Metodologi Hadits di Era Modern: Urgensi Kritik Sanad dan Matan sebagai Fondasi Keilmuan Islam yang Otentik Abdul Azis; Hadrian Nur; Muhammad Nasir; Ahmad Supriadi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/v5vbw165

Abstract

This article examines the methodology of isnad (sanad) and matn criticism in hadith studies as a scientific instrument to verify the authenticity of prophetic traditions. Hadith represents the second source of Islamic law after the Qur'an; therefore, its validity must be ensured through systematic critical mechanisms. Isnad criticism focuses on the chain of transmission, encompassing continuity of narration (ittishal al-sanad), moral integrity ('adalah) and precision (dhabt) of narrators, and evaluation through the sciences of jarh wa ta'dil and rijal al-hadith. Meanwhile, matn criticism examines the textual substance of hadith through its conformity with the Qur'an, stronger traditions, linguistic analysis, historical context (asbab al-wurud), and detection of shadhdh and 'illah. This study employs a library research approach with descriptive-analytical methods applied to classical sources and contemporary scholarly journals. The findings indicate that classical and contemporary methods are complementary rather than contradictory. Their integration produces a comprehensive methodological framework relevant to modern academic contexts, particularly for students of Islamic Education Management who require a valid and accountable hadith knowledge base.
Integrasi Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital Dela Sevira; Nurhidayah; Wahyuna Fitriyanty; Ahmad Zaki; Abdul Azis
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has significantly transformed the field of education, including Islamic Religious Education (PAI). One of the rapidly developing technologies is Artificial Intelligence (AI), which is capable of supporting learning processes to become more effective, interactive, and adaptive to students’ needs. This article aims to describe the integration of Artificial Intelligence in Islamic Religious Education learning in the digital era, including the basic concepts of AI, the implementation of AI as a learning medium, as well as the challenges and opportunities of its application in Islamic education. The method used in this article is a literature review by examining various references related to the use of AI in education. The results indicate that AI can be utilized as a digital learning assistant, learning evaluation tool, educational chatbot, adaptive quiz system, and automatic learning content generator. The use of AI in PAI learning can improve learning effectiveness, personalize learning materials, and increase student engagement. However, the use of AI also presents challenges such as plagiarism risks, data security issues, and limitations in understanding students’ emotional and spiritual aspects. Therefore, the implementation of AI should be carried out wisely while maintaining the teacher’s role as the primary guide in Islamic values and character education.
The Potential of Video Media in Enhancing the Effectiveness of Islamic Education Learning in the Digital Era Rabiatul Ismi; Hafifatun Natasya; Maulana Fathur Rizqia; Vika Yuniar; Safar Wardana; Abdul Azis
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1879

Abstract

This study aims to examine the potential of video media in improving the effectiveness of Islamic Religious Education (PAI) learning in the digital era. This research employed a qualitative descriptive approach using library research methods. Data were collected from scientific journals, books, and relevant research articles related to the use of video media in PAI learning. The findings indicate that video media has significant potential in enhancing students’ learning motivation, improving understanding of abstract materials, strengthening memory retention, and supporting the development of Islamic moral values and character. Through audio-visual presentations, video media creates more interactive, interesting, and contextual learning experiences. In addition, video-based learning supports independent learning because students can access learning materials repeatedly through digital devices. However, the implementation of video media in PAI learning still faces several challenges, including limited technological facilities, internet accessibility, and teachers’ competence in selecting and developing appropriate learning videos. Therefore, video media can serve as an effective innovation to improve the quality of Islamic Religious Education learning in the era of information technology.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN IKAN BINTAHUKAN MENJADI BAKSO DI DESA MALITIN, BARITO SELATAN Astaniah Astaniah; Lingkee Natalie Anisa Safitri; Meki Puspa; Alda Saputri; Raudhatul Jannah; Fania Nur Fitri Ramadani; Gita Nur Aini; Alya Rahmi Ihsan; Muhammad Raihan; Muhammad Amin Badali; Abdul Azis
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v7i3.7379

Abstract

Masyarakat Desa Malitin, Kabupaten Barito Selatan, memiliki potensi ikan bintahukan (Thynnichthys thynnoides) sebagai sumber daya perikanan lokal, tetapi pemanfaatannya belum optimal untuk diversifikasi produk pangan bernilai tambah. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan bintahukan menjadi produk olahan menjadi permasalahan yang perlu ditangani melalui pemberdayaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan bintahukan menjadi bakso ikan. Mitra kegiatan terdiri atas 10 orang masyarakat Desa Malitin yang terlibat langsung dalam kegiatan. Kegiatan dilaksanakan pada 25–26 Juli 2026 menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) melalui sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada pemahaman proses pembuatan bakso ikan, 8 peserta berada pada kategori sangat tinggi dan 2 peserta pada kategori tinggi. Pada pemilihan bahan baku, 7 peserta berada pada kategori sangat tinggi dan 3 peserta pada kategori tinggi. Pada aspek kebersihan dan higienitas, 9 peserta berada pada kategori sangat tinggi dan 1 peserta pada kategori tinggi. Sementara itu, kesiapan menerapkan keterampilan menunjukkan 6 peserta berada pada kategori sangat tinggi, 3 peserta pada kategori tinggi, dan 1 peserta pada kategori sedang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan kapasitas praktis masyarakat dalam memanfaatkan ikan bintahukan sebagai produk pangan olahan dan menjadi tahap awal pemberdayaan berbasis potensi lokal yang memerlukan pendampingan lanjutan untuk pengembangan usaha.