Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kesulitan Mahasiswa Dalam Menyusun Makalah Ilmiah Pada Mata Kuliah Bahasa Indonesia Di Perguruan Tinggi Anggi Nur Febriani; Safira Ayesha Ismaidin; Nurul Aisyah Syahkila; Puja Astrid; Rafiqah Yusna Siregar; Achmad Yudhi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan menulis karya ilmiah merupakan salah satu kompetensi akademik penting yang harus dimiliki mahasiswa di perguruan tinggi. Namun dalam praktiknya, masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun makalah ilmiah secara sistematis dan sesuai kaidah akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesulitan mahasiswa dalam menyusun makalah ilmiah pada mata kuliah Bahasa Indonesia di perguruan tinggi serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket yang disebarkan kepada 15 mahasiswa semester II melalui Google Form. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert dengan empat kategori jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan pada hampir seluruh aspek penulisan makalah ilmiah, terutama dalam merumuskan latar belakang masalah, menentukan topik, menyusun rumusan masalah, mencari referensi ilmiah, serta menuliskan sitasi dan daftar pustaka. Selain itu, mahasiswa juga mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa ilmiah yang formal serta menyusun pembahasan secara runtut dan logis. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh rendahnya literasi akademik, kurangnya pengalaman membaca sumber ilmiah, serta metode pembelajaran yang masih bersifat teoritis. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih aplikatif, latihan menulis secara bertahap, serta pendampingan dosen agar kemampuan menulis ilmiah mahasiswa dapat berkembang secara optimal.
The phenomenon of begging in the comment columns of public figures’ Instagram account viewed by the lens of Media Ecology Theory Rafiqah Yusna Siregar; Mazdalifah Mazdalifah; Sri Ulina Br Sembiring
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i9.556

Abstract

The phenomenon of digital begging in Instagram comments by public figures reflects changing patterns of social interaction influenced by digital media. This study aims to analyze the practice of openly asking for help on social media through the lens of McLuhan's media ecology theory. Using a descriptive qualitative approach, this study combines thematic and critical discourse analyses of netizen comments directed at seven Indonesian public figures with a luxurious lifestyle. The analysis shows that these comments form a discourse pattern that emphasizes the glorification of wealth, emotional dependence, representations of suffering, and the legitimacy of public pleas. Media, in this case, Instagram, functions as a symbolic environment that shapes perceptions, behaviors, and social values. This study offers novelty by revealing the dark side of social media as a mediating space for economic hope and parasocial interaction while also highlighting the changing power relations between public figures and digital society. These findings broaden our understanding of the impact of media ecology on shaping communication culture in the platform era.
The Relationship between Native Americans and the Chinese: Representation of the Formation of National Identity in the Short Story Sin Po of the 1940s Agus Sri Danardana; sartika sari; Sri Yono; Rafiqah Yusna Siregar
ELT (English Language Teaching Prima Journal) Vol. 8 No. 1 (2026): ELT (English Language Teaching Prima Journal)
Publisher : English Language Teaching Prima Journal (ELT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/elt.v8i1.8585

Abstract

ABSTRACT This study examines the formation of Chinese national identity in short stories published in the Sin Po newspaper during the 1930s and 1940s, arguing that this identity emerges most clearly in the relationship depicted between the Chinese and the indigenous Indonesian population. Using a qualitative sociology-of-literature approach with content analysis, it reads the stories as social documents and interprets them through Castells's typology of identity construction—legitimizing, resistance, and project identity—alongside theories of imagined and diasporic national identity. The analysis identifies three modes of identification: a legitimizing identity imposed by colonial racial classification ("Nji Patmah"); a resistance identity forged through communal solidarity amid institutional neglect ("Bahaja Api"); and a project identity built on a shared destiny with the indigenous population ("Kemaleman di Desa," "Balesan," "Ampir Sadja," "Bapa Koempoel"). Arranged chronologically, these forms compose a trajectory from an identity received from the colonizer toward one projected in fellowship with indigenous Indonesians. Although the characters remain articulated as Chinese, empathy and a sense of shared destiny already constituted the seeds of Indonesian nationality before independence, revealing national identity as a layered, ambivalent, and medium-borne process.
Tingkat Pemahaman Mahasiswa tentang Penggunaan Huruf Kapital dalam Penulisan Mega Kristina Purba; Naima Azmi Hutagalung; Puan Annisa Pane; Revayani Sagala; Rafiqah Yusna Siregar
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.8101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan tingkat pemahaman mahasiswa terhadap penggunaan huruf kapital dalam penulisan sesuai Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan dengan menghitung skor individu, menentukan nilai rata-rata, mengelompokkan skor berdasarkan kriteria kategorisasi, serta menghitung persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pemahaman mahasiswa adalah 64,8 yang termasuk kategori “Baik”. Sebanyak 12 mahasiswa (60%) mencapai ketuntasan, sedangkan 8 mahasiswa (40%) belum tuntas. Rentang skor yang lebar antara nilai 15 hingga 100 menunjukkan adanya kesenjangan pemahaman antarmahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun mayoritas mahasiswa memiliki tingkat pemahaman yang cukup baik, penguatan literasi kebahasaan dan pembelajaran kaidah ejaan masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas penulisan akademik secara berkelanjutan.
Analisis Struktur dan Kaidah Bahasa Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa Prety Vania Akwila Napitupulu; Sherly Anjelia Purba; Miranda Maria Magdalena Gultom; Novita Eka Fitri; Rafiqah Yusna Siregar
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur serta kaidah bahasa dalam karya ilmiah mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya ketidaktepatan dalam penyusunan sistematika penulisan dan penggunaan bahasa pada makalah maupun laporan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis dokumen terhadap sejumlah karya ilmiah mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum struktur karya ilmiah telah memuat bagian utama, seperti pendahuluan, pembahasan, dan penutup, namun masih terdapat ketidakkonsistenan dalam pengorganisasian subbab serta kesalahan pada ejaan, tanda baca, diksi, dan kalimat efektif. Temuan ini menegaskan pentingnya pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan agar kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah sesuai pedoman dan kaidah bahasa Indonesia dapat meningkat.
Village Organization Communication Against Tidal Flooding Rafiqah Yusna Siregar; Afriadi Amin; Regi Novfitri
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 2 (2025): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v18i2.7790

Abstract

This study aims to investigate the role of organizational communication in mitigating tidal flood disasters in Nelayan Indah Village, Medan Labuhan District, Indonesia. The village frequently experiences tidal floods due to its low-lying coastal location and aging embankments. Employing a qualitative descriptive method, the research collected data through participatory observation, interviews with key stakeholders (village heads, subdistrict officials, and residents), and documentation. The study applies the POAC framework (Planning, Organizing, Actuating/Directing, Controlling) integrated with a community-based communication (CBC) approach. Findings indicate that community involvement in infrastructure development, localized messaging, and inter-agency collaboration significantly improve the effectiveness of flood mitigation. However, several challenges persist, including the absence of hazard maps, limited digital access, low public awareness, and inadequate feedback mechanisms. The study emphasizes the need for participatory, data-driven communication strategies that are sensitive to socio-cultural contexts. Theoretically, this research extends the POAC framework to community-based disaster communication, an area that has rarely been explored in the literature. Practically, the study offers policy recommendations for participatory organizational communication models. These models aim to enhance the resilience of coastal communities against tidal floods. Thus, the study provides new insights into the strategic role of grassroots organizational communication in disaster mitigation.