Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ekonomi dan Lama Pembakaran Briket Bioarang Berbahan Dasar Feses Sapi Potong Tyalif Gibran Takapaha; Arif Nindyo Kisworo; Rifa Rafi'atu Syabani Wihansah
JURNAL TRITON Vol 13 No 2 (2022): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v13i2.231

Abstract

Saat ini paradigma limbah peternakan sudah beralih dari bahan buangan menjadi bahan baku yang bernilai ekonomis. Usaha peternakan yang memanfaatkan limbah ternak perlu dikembangkan. Salah satu usaha yang dapat dilakukan yakni pemanfaatan feses sapi potong menjadi briket bioarang yang dapat menambah pendapatan dari para peternak. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan pengetahuan peternak dalam pengolahan limbah ternak sapi potong sebagai briket bioarang, mengukur durasi pembakaran dari briket bioarang dan menganalisis keuntungan ekonomisnya. Penelitian dilaksanakan pada 5 April 2021 sampai dengan 30 Juni 2021 di Desa Karangjaladri Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Perlakuan pada penelitian ini yakni perbedaan takaran perekat tapioka dan feses gosong pada briket bioarang terhadap lama pembakaran dengan 6 ulangan. Data kaji terap dianalisis menggunakan uji t, sedangkan pengukuran terhadap aspek pengetahuan peternak diolah secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis efektifitas penyuluhan sebesar 69,8 % dengan kriteria berhasil. Hasil Uji t pada kaji terap menunjukan bahwa perbedaan takaran campuran perekat cairan tapioka tidak berpengaruh nyata pada lama pembakaran dari briket bioarang feses sapi. Analisis ekonomi dari kedua perlakuan kaji terap menunjukkan bahwa penggunaan 70% feses gosong, 20% sekam, dan 10% larutan tapioca lebih menguntungkan secara ekonomi. Berdasarkan pengukuran R/C rasio yang lebih dari satu (>1), maka usaha pengolahan feses sapi potong menjadi briket bioarang ini layak untuk direalisasikan.
Study of quality of cows milk treated bay leaf teat dipping in Tegal Mandiri Farmer Wihansah, Rifa Rafi'atu Sya'bani; Purwanti, Maya; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Harry, Harry
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipt.v7i2.4476

Abstract

The aim of this study was to examine the quality of milk including microbiological, chemical properties and detection of subclinical mastitis resulting from the application of bay leaf solution as a natural antiseptic. Application of bay leaf solution was conducted on dairy cows at Tegal Mandiri Farmer Group for 28 days. The parameters observed include microbiological and chemical quality including Total Plate Count (TPC), Staphylococcus aureus contamination, Escherichia coli contamination, fat, protein, lactose content, density and freezing point. Subclinical mastitis was detected using the Draminski Mastitis Detector to see the electrical resistance value of the milk. The results showed that the milk resulting from the application of teat dipping with bay leaf solution had microbiological qualities including Total Plate Count and S. aureus population which met the standards with a TPC population of 4.70 log CFU/ml and S. aureus 0.91 log CFU/ mL, but the E. coli population did not meet the standards. Application of teat dipping with bay leaf solution can reduce the population of S. aureus. Chemical quality in the form of fat content, protein, specific gravity, lactose and freezing point is in accordance with standards. An electrical resistance value of >300 indicates that the milk is of high quality, healthy and has a low incidence of mastitis.