Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Analysis Go-Food of Sales (Case Study Salad Buah Kembar) Mica Siar Meiriza; Ananda Sakinah; Jemelly Prisya Simanjuntak; Tiara Amanda; Yendita Pakpahan
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 2 (2025): April
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i2.2350

Abstract

Salad Buah Kembar is a small and medium enterprise (MSME) food product with great potential to be developed in the market and in Go-food. However, sales of Salad Buah Kembar are still not optimal due to the lack of an effective marketing strategy. This research aims to develop a marketing strategy that can increase sales of Salad Buah Kembar in small and medium businesses. The research method used is a qualitative method with data collection techniques through interviews, observations, and document analysis. The results of the study show that an effective marketing strategy to increase sales of Salad Buah Kembar is to use the go food app, and develop innovative and high-quality products. In addition, this study also found that the factors that affect the sales of Salad Buah Kembar are product quality, price, and promotion. This research is expected to contribute to the development of effective marketing strategies to increase sales of Salad Buah Kembar in Small and Medium Enterprises (MSMEs).
Pengaruh IPM dan Persentase Penduduk Miskin Terhadap Gini Ratio di Sumatera Utara Tahun 2001-2024: Penelitian Jemelly Prisya Simanjuntak; Feny Amelia Sinaga; Kesia Septina Tarigan; Helena Seprina Sitohang; Nela Permata Sari Lubis; Alhasymi Matodang
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.390

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Persentase Penduduk Miskin (PPM) terhadap Rasio Gini di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2001–2024. Studi ini mengadopsi metode kuantitatif menggunakan data deret waktu yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara. Analisis dilakukan dengan metode regresi linier berganda menggunakan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Temuan penelitian menunjukkan bahwa IPM memiliki dampak negatif dan signifikan terhadap Gini Ratio, yang artinya peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat dapat menurunkan tingkat ketimpangan pendapatan. Persentase Penduduk Miskin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Gini Ratio, yang menunjukkan bahwa pengurangan tingkat kemiskinan mendukung pemerataan distribusi pendapatan. Secara bersamaan, IPM dan PPM berkontribusi besar terhadap Gini Ratio. Koefisien determinasi (R²) yang bernilai 0,465 menunjukkan bahwa 46,51% variasi Gini Ratio dapat dijelaskan oleh kedua variabel itu, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pembangunan manusia dan pengurangan kemiskinan adalah faktor krusial dalam mereduksi ketimpangan pendapatan serta mendukung pembangunan yang lebih adil dan inklusif di Provinsi Sumatera Utara.
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Utara: Penelitian Jemelly Prisya Simanjuntak; Adel Syesaria Agustin Daole; Siti Khofifah Hanif; Laurent Damai Yanti Silaban; Muammar El Zaidan; Yendita Pakpahan; Muhammad Yusuf Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7211

Abstract

Masalah Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara merupakan tantangan yang besar dan terus berubah-ubah. Hal tersebut dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia dan ketersediaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) di Provinsi Sumatera Utara, baik secara Parsial maupun Simultan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda berbasis estimasi Ordinary Least Squares (OLS). Data yang digunakan merupakan data sekunder time series periode 2007-2024 (18 observasi) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) dengan nilai t-statistik -2,323584 dan signifikansi 0,0346, membuktikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat, terhadap Jumlah Penduduk Miskin akan berkurang. Sebaliknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) nilai t-statistik 5,163799 dan signifikansi 0,0001. Artinya, jika pengangguran meningkat, maka jumlah penduduk miskin juga akan langsung bertambah, karena tidak adanya penghasilan. Secara Simultan, IPM dan TPT terbukti berpengaruh signifikan terhadap JPM dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,000036 serta nilai Adjusted R-squared sebesar 74,46%, sedangkan sisanya 28,94% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan penelitian ini adalah Pemerintah Daerah Sumatera Utara perlu fokus dalam meningkatkan kualitas keterampilan masyarakat sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja sehingga kemiskinan dapat teratasi.
Pengaruh Ekspor dan Laju Pertumbuhan Produk Domestik Bruto terhadap Jumlah Uang Beredar di Indonesia Siti Khofifah Hanif; Jemelly Prisya Simanjuntak; Gebatania Pakpahan; Agustin Olivia Simamora; Kevin Daniel Sirait
Jurnal UMKM, Manajemen dan Akuntansi Vol. 3 No. 1: Agustus 2026
Publisher : Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah uang yang berputar di masyarakat adalah indikator penting dalam perekonomian yang menunjukkan kestabilan mata uang dan tingkat kegiatan ekonomi sebuah negara. Perubahan jumlah uang yang beredar bisa dipengaruhi oleh berbagai hal dalam ekonomi, seperti ekspor dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Ekspor berperan sebagai sumber devisa nasional yang dapat meningkatkan aliran valuta asing ke dalam negeri, sementara pertumbuhan PDB mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi yang umumnya disertai dengan peningkatan kebutuhan likuiditas untuk melakukan transaksi.Penelitian ini bertujuan mempelajari bagaimana ekspor dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto memengaruhi jumlah uang yang beredar di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data deret waktu tahunan selama periode 2010 hingga 2024, yang didapatkan dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari jumlah uang beredar sebagai variabel dependen, serta ekspor dan laju pertumbuhan PDB sebagai variabel independen. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS), yang diolah menggunakan perangkat lunak berupa software Eviews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, ekspor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. Sementara itu, pertumbuhan PDB juga terbukti sangat berpengaruh terhadap jumlah uang yang beredar. Pengaruh signifikan terdapat antara ekspor dan laju pertumbuhan PDB terhadap jumlah uang beredar. Hasil ini menunjukkan bahwa meningkatnya perdagangan internasional melalui ekspor dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri bisa membantu meningkatkan ketersediaan uang bergerak di dalam perekonomian.Ekonomi makro adalah cabang ekonomi yang mempelajari perilaku kolektif, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, dan kebijakan pemerintah dalam mengelola kebijakan fiskal dan moneter.Dalam konteks ini, pengelolaan kebijakan ekonomi makro yang tepat, khususnya terkait sektor perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, menjadi penting untuk menjaga stabilitas jumlah uang beredar dan mendukung stabilitas perekonomian nasional.