Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengaturan Emosi Positif Antara Citra Tubuh Dan Kualitas Hidup Pada Wanita Masa Menopause Juwita, Linda
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 5 No 2 (2020): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v5i2.473

Abstract

Background: Post menopausal women feel that they are old, unhealthy, and no longer beautiful and this affects their body image. In some women, menopause symptoms may severely impair quality of life. The objective is is there a correlation between positive emotional management between body image and quality of life in menopausal women. Methods: This study was conducted using an analytic observational method with a cross-sectional design. The population is 68 elderly female members of the Aprilia Posyandu in the Kenjeran Community Health Center. The sample is menopausal women. The data in this study were analyzed using ordinal regression for the correlation between positive emotional management, body image and quality of life. Result: p> 0.05 positive emotional management with body image. Statistical test p <0.05 for the correlation of positive emotional management with quality of life. Conclusion: there is a correlation between positive emotional management and quality of life and there is no relationship between positive emotional management and body image. Pendahuluan: Wanita menopause merasa menjadi tua, tidak sehat, dan tidak cantik lagi dan hal ini berpengaruh terhadap citra tubuh wanita. Pada beberapa wanita, gejala-gejala menopause mungkin sangat mengganggu kualitas hidup. Tujuan yaitu adakah hubungan pengaturan emosi positif antara citra tubuh dan kualitas hidup pada wanita masa menopause. Metode: Penelitian ini akan dilakukan dengan metode observasional analitik dengan rancangan berupa cross-sectional. Populasi yaitu anggota wanita Posyandu Lansia Aprilia di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran sebanyak 68 lansia.
BEBAN CAREGIVER DAN STRES DALAM MERAWAT LANJUT USIA DENGAN SINDROM GERIATRI DI RUMAH Marcello, Steven Aldo; Prabasari, Ninda Ayu; Juwita, Linda
JPK : Jurnal Penelitian Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Katolik St. Vincentius a Paulo Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54040/jpk.v15i2.362

Abstract

Proses aging atau penuaan yang dialami oleh lansia beresiko menyebabkan sindrom geriatri, sindrom geriatri sendiri dapat menyebabkan penurunan fungsi fisiologis dan dan kognitif. Sehingga, hal tersebut tentunya perlu pendampingan dari caregiver. Keluarga dapat dikatakan caregiver yang memiliki peran penting dalam proses perawatan lansia yang ada di rumah. Beban fisik maupun psikologis dapat terjadi pada caregiver dalam merawat lansia. Disamping itu, tekanan emosional juga beresiko menyebabkan stres, sehingga mempengaruhi caregiver dalam proses perawatan lansia di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui beban caregiver dan tingkat stres pada caregiver, serta hubungan diantara keduanya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional study pada 76 family caregiver di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran Surabaya, yang menggunakan kuesioner The Zarith Burden Interview untuk mengukur beban caregiver dan kuesioner Perceived stres scale (PSS) untuk mengukur tingkat stres caregiver. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata caregiver mengalami beban ringan, sedangkan untuk rata-rata tingkat stres dalam kategori stres sedang. Hubungan antar beban caregiver dan tingkat stres diuji menggunakan uji korelasi rank spearman dan didapatkan hasil p= 0.043, r= -0.232, dan dapat diartikan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara beban caregiver dan tingkat stres caregiver dalam merawat lansia dengan sindrom geriatri di rumah. Beban yang dirasakan oleh caregiver dapat menyebabkan perubahan tingkat stres pada caregiver.
Penyuluhan melalui Metode Emo-Demo untuk Meningkatkan Pengetahuan Wanita tentang Vaginal Douching sebagai Faktor Risiko Kanker Serviks di Puskesmas Kenjeran Juwita, Linda; Prabasari, Ninda Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.23942

Abstract

ABSTRAK Vaginal douching merupakan perilaku wanita memasukan air atau bahan tertentu kedalam vagina. Tindakan ini merupakan perilaku yang salah karena dapat merubah PH normal sehingga memudahkan HPV menginfeksi dan dapat berkembang menjadi penyakit kanker serviks. Faktor keliru terkait vaginal douching adalah adanya persepsi yang salah tentang vaginal douching dan rendahnya pengetahuan tentang personal hygine genital yang benar. Target luaran kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan vaginal douching sebagai faktor resiko kanker serviks dan personal hygiene genital yang benar pada wanita di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran. Sebelum kegiatan pemberian materi, seluruh peserta diberi kuesioner pretest. Setelah pretest dilakukan dilanjutkan pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, kemudian memberikan e-booklet selanjutnya pelaksanaan emo demo personal hygiene genitalmelalui demontrasi. Diakhir kegiatan dilakukan evaluasi dengan memberikan kuesioner postest. Media penyampaian materi yang digunakan berupa materi penyuluhan, materi e-booklet dan demonstrasi (emo-demo) menggunakan alat serta panthoom. Peserta yaitu 53 orang wanita di wilayah kerja Puskesmas Kenjeran. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, dilakukan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini, dilakukan evaluasi untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pretestsebelum pemberian materi pendidikan kesehatan dan posttest setelah pemberian materi pendidikan kesehatan. Pretest dan posttest diberikan secara tertulis berupa kuesioner terkait materi akan disampaikan dalam proses. Hasil evaluasi menunjukan adanya penurunan persentase jumlah pengetahuan kurang dan sedang dan adanya peningkatan pengetahuan baik para peserta.  Kata Kunci: Emo-Demo, Kanker Serviks, Personal Hygiene Genital, Vaginal Douching.  ABSTARCT Vaginal douching is the practice of inserting water or certain substances into the vagina. This practice is considered inappropriate because it can alter the normal pH, making it easier for HPV to infect and develop into cervical cancer. Misconceptions about vaginal douching include misperceptions about it and a lack of knowledge about proper genital personal hygiene. The target outcome of this community service activity is to increase knowledge about vaginal douching as a risk factor for cervical cancer and proper genital personal hygiene among women in the Kenjeran Community Health Center area. Prior to the presentation, all participants were given a pretest questionnaire. After the pretest, the material was presented, followed by a discussion, a question and answer session, an e-booklet, and an e-demonstration of personal genital hygiene. At the end of the activity, an evaluation was conducted using a posttest questionnaire. The delivery media used included counseling materials, e-booklets, and demonstrations (e-demos) using tools and pantomimes. Participants were 53 women in the Kenjeran Community Health Center area. In this community service activity, an evaluation was conducted to measure the success of the activity. The evaluation was conducted by administering a pretest before the health education material was presented and a posttest after. The pretest and posttest were administered in written questionnaires related to the material to be presented later in the process. The evaluation results showed a decrease in the percentage of participants with poor and moderate knowledge and an increase in good knowledge. Keywords: Emo-Demo, Cervical Cancer, Personal Genital Hygiene, Vaginal Douching.
Penguatan Ketrampilan Kader dalam Optimalisasi Rentang Gerak Lansia Arthritis Gout melalui Senam Ergonomis & Kompres Jahe Prabasari, Ninda Ayu; Juwita, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24018

Abstract

ABSTRAK Perubahan sistem muskuloskeletal lanjut usia menyebabkan perubahan rentang gerak yang berdampak pada activity daily living, jika dibiarkan berlanjut mempengaruhi kualitas hidup lansia dan peningkatan kebutuhan perawatan lansia. Masalah persendian dengan keluhan nyeri sendi paling banyak ditemukan pada lansia. Arthritis gout merupakan penyakit tidak menular tetapi memiliki prevalensi yang tinggi di Indonesia seiring pertambahan usia. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang arthritis gout, pelatihan melakukan senam ergonomis dan kompres jahe untuk mengurangi nyeri sendi. Sejumlah 53 kader lansia yang mengikuti kegiatan ini dengan mayoritas berusia 46-55 tahun, lama menjadi kader 2-10 tahun. Hasil pre test dan post test menunjukkan peningkatan jumlah pengetahuan kategori baik sebanyak 35.84% menjadi 86.79%. Edukasi tentang asam urat, pemberian pelatihan senam ergonomis dan kompres jahe menunjukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kader, hal tersebut memberikan dampak positif pada lansia yaitu dapat membantu mengurangi nyeri sendi yang dirasakan, sehingga  optimalisasi rentang gerak lansia dapat tercapai dan aktivitas sehari-hari lansia tidak terganggu.  Kata Kunci: Arthritis Gout, Kompres Jahe, Lansia, Senam Ergonomis. ABSTRACT Changes in the musculoskeletal system in older adults cause changes in range of motion, which impact daily activities. If left untreated, this can impact quality of life and increase the need for care. Joint problems, including pain, are most common in older adults. Gout arthritis is a non-communicable disease but has a high prevalence in Indonesia with increasing age. This community service program aims to provide knowledge about gout arthritis, training in ergonomic exercises, and ginger compresses to reduce joint pain. Fifty-three elderly cadres participated in this activity, the majority aged 46-55, with 2-10 years of experience. Pre test and post test results showed an increase in knowledge in the good category, from 35.84% to 86.79%. Education about gout, ergonomic exercise training, and ginger compresses demonstrated an increase in the knowledge and skills of the cadres. This has a positive impact on the elderly, helping to reduce joint pain, optimizing their range of motion and ensuring their daily activities are not disrupted. Keywords: Gout Arthritis, Ginger Compress, Elderly, Ergonomic Exercise.