Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBENAHAN SISTEM INVENTORI UKM SUMBER BERKAT MANDIRI, BLITAR, JAWA TIMUR Hartani, Tuti; D. Muljani, Benedicta; Subandoro, Philipus Suryo; Sulindra, Eric
Jurnal Sekretari Universitas Pamulang Vol. 8 No. 2 (2021): JURNAL SEKRETARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/skr.v8i2.12963

Abstract

ABSTRAKUKM Sumber Berkat Mandiri sebagai Mitra Tim Abdimas selama ini menggunakan “sistem manajemen warung” dalam menjalankan bisnis di mana hampir seluruh urusan dikerjakan secara perorangan. Manajemen tersebut menyebabkan kurang optimalnya sistem administrasi, terutama dalam hal pencatatan aset, berdampak pada over stock dan kerugian lain. Secara umum, permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum adanya sistem administrasi terpadu untuk membantu pelaksanaan proses bisnis Mitra dan belum adanya sistem manajemen aset yang baik. Karena itu, tim abdimas membantu mitra untuk membenahi sistem inventori mitra, juga mengembangkan kemampuan manajerial Mitra melalui pengembangan keterampilan bagi Mitra dalam hal kepemimpinan, etika profesi, manajemen waktu, layanan prima, dan keterampilan interpersonal. Metode pelaksanaan kegiatan Abdimas ini dilakukan dalam 4 (empat) tahap. Tahap pertama survey untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra; tahap kedua pemberian materi pelatihan; tahap ketiga penugasan kepada mitra terkait inventori barang yang dijual; tahap keempat sharing atas pelatihan yang telah didapatkan dan pendampingan penggunaan aplikasi inventory management. Luaran kegiatan pengabdian ini adalah buku panduan kerja yang dapat digunakan oleh mitra dalam mengimplentasikan aplikasi inventory management.Kata Kunci: UKM, pencatatan aset, aplikasi inventory management ABSTRACTA Small-Medium Enterprise unit, Sumber Berkat Mandiri, as the partner of this social and community service activity, has been using “sistem manajemen warung” in doing the business, in which almost all management activities are done in ‘one man show’ mode. This management style causes lacking in administration system optimality, especially in inventory record. The style has created over stock problem and other losses. In general, the partner’s major problem is the absence of integrated administration system for the business process and lacking of good inventory system. Therefore, the social and community service team helps the partner to implement an application for the inventory record and also develop the partner’s managerial skills through leadership training, professional ethics training, time management and service excellence trainings, as well as interpersonal skills training. The methods used in helping the partner are divided into 4 (four) phases. The first phase is doing a survey to get the partner’s needs; the second phase is giving the trainings; the third phase is asking the partner to record the inventory of all items in the partner’s warehouse; and the fourth phase is getting the partner’s feedback after receiving all the trainings and guiding the partner in implementing inventory management application. The result of this activity is a manual book for the partner to implement the inventory management application.Keywords: Small-medium enterprise unit, inventory record, inventory management application
Tantangan Administration Professionals Selama Work from Home (WFH) dalam Membangun Komunikasi yang Efektif Tuti Hartani; Benedicta Djarwati Muljani; Indriana Lestari; Eric Sulindra
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 7 No 1: Maret 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/99v1zk96

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak pada organisasi atau bisnis, terutama kegiatan komunikasi dan koordinasi dalam lingkup administrasi di organisasi atau bisnis tersebut, dengan stakeholders internal maupun eksternal. Penelitian ini berusaha memberikan gambaran tentang kegiatan komunikasi dilakukan selama work from home dan tantangan yang dihadapi oleh para administrative profesional. Informan penelitian ini adalah alumni Prodi Administrasi Perkantoran Diploma Tiga, Fakultas Vokasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang berkarir sebagai Administration Professionals tersebar di seluruh Indonesia. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Informan dipilih menggunakan kriteria bahwa mereka adalah perempuan bekerja (career woman), sering berkerja di rumah (work from home), alumni dari Program Studi Administrasi Perkantoran (Sekretari) Diploma Tiga, Fakultas Vokasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan lebih memilih komunikasi verbal lisan karena dianggap paling cepat untuk mendapatkan respon. Selain itu informan juga memilih media komunikasi Whatapps, Line atau Telegram karena dianggap paling cepat dan mudah digunakan. Pentingnya kemampuan beradaptasi, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di mana semua orang berkomunikasi melalui media komunikasi digital, melakukan klarifikasi, menanyakan ulang, menjelaskan kembali dengan informasi yang lebih detil, lebih fleksibel, tarik ulur dalam proses komunikasi adalah beberapa upaya yang dilakukan oleh administration professionals dalam membangun komunikasi yang efektif.
Meningkatkan Kemampuan Penulisan Surat Dinas: Pelatihan Tata Surat dan Korespondensi untuk Tenaga Kependidikan Yayasan Lazaris, Surabaya Yohanes Adven Sarbani; Anastasia Nelladia Cendra; Eric Sulindra; Tuti Hartani; Andreas Emmanuel Hadisoebroto; Indriana Lestari
Journal of Applied Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Applied Community Engagement (JACE)
Publisher : ISAS (Indonesian Society of Applied Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jace.v5i1.1134

Abstract

This community service program aims to improve the ability of educational staff at Yayasan Lazaris, Surabaya, in writing official letters in accordance with the standards outlined in Ministerial Regulation No. 3 of 2021. The training was conducted in two sessions: theoretical and practical, and included a pre-test and post-test assessment. The results showed a significant improvement in participants' competence in understanding official letter formats and using email for formal correspondence. This program has proven to be applicable, relevant, and impactful in strengthening administrative governance and supporting the implementation of the Tri Dharma of Higher Education.
Optimalisasi Daya Saing Profesional Siswa SMA St. Louis 2 Surabaya melalui Professional Lifeskills Training Eric Sulindra; Yohanes Adven Sarbani; Anastasia Nelladia Cendra; Andreas Emmanuel Hadisoebroto; Indriana Lestari; Caeciliai Setya Budi Wahyun; Gesti Memarista; Deatri Arumsari Agung
Journal of Applied Community Engagement Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Applied Community Engagement (JACE)
Publisher : ISAS (Indonesian Society of Applied Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jace.v5i2.1415

Abstract

In today’s era of globalization, digital transformation, and increasingly competitive job markets, high school (SMA) and vocational school (SMK) students are expected to excel not only in academics but also in essential life skills. Abilities such as managing digital information and communicating professionally are now critical assets for building a career and achieving independence. Unfortunately, many graduates still face a gap between the skills they have and what the professional world requires. For instance, they often lack proficiency in productive digital tools like Microsoft Excel and have little awareness of the importance of developing a personal digital brand through platforms such as LinkedIn or professional email. To address this gap, the Professional Life Skills Training program was introduced as a strategic initiative to help SMAK St. Louis 2 students grow holistically and strengthen their future competitiveness. This training goes beyond teaching technical skills; it also fosters the mindset and attitudes needed to thrive in the 21st-century workplace.