Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMBENAHAN SISTEM INVENTORI UKM SUMBER BERKAT MANDIRI, BLITAR, JAWA TIMUR Tuti Hartani; Benedicta D. Muljani; Philipus Suryo Subandoro; Eric Sulindra
Jurnal Sekretari Universitas Pamulang Vol 8, No 2 (2021): JURNAL SEKRETARI
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/skr.v8i2.12963

Abstract

ABSTRAKUKM Sumber Berkat Mandiri sebagai Mitra Tim Abdimas selama ini menggunakan “sistem manajemen warung” dalam menjalankan bisnis di mana hampir seluruh urusan dikerjakan secara perorangan. Manajemen tersebut menyebabkan kurang optimalnya sistem administrasi, terutama dalam hal pencatatan aset, berdampak pada over stock dan kerugian lain. Secara umum, permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum adanya sistem administrasi terpadu untuk membantu pelaksanaan proses bisnis Mitra dan belum adanya sistem manajemen aset yang baik. Karena itu, tim abdimas membantu mitra untuk membenahi sistem inventori mitra, juga mengembangkan kemampuan manajerial Mitra melalui pengembangan keterampilan bagi Mitra dalam hal kepemimpinan, etika profesi, manajemen waktu, layanan prima, dan keterampilan interpersonal. Metode pelaksanaan kegiatan Abdimas ini dilakukan dalam 4 (empat) tahap. Tahap pertama survey untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra; tahap kedua pemberian materi pelatihan; tahap ketiga penugasan kepada mitra terkait inventori barang yang dijual; tahap keempat sharing atas pelatihan yang telah didapatkan dan pendampingan penggunaan aplikasi inventory management. Luaran kegiatan pengabdian ini adalah buku panduan kerja yang dapat digunakan oleh mitra dalam mengimplentasikan aplikasi inventory management.Kata Kunci: UKM, pencatatan aset, aplikasi inventory management ABSTRACTA Small-Medium Enterprise unit, Sumber Berkat Mandiri, as the partner of this social and community service activity, has been using “sistem manajemen warung” in doing the business, in which almost all management activities are done in ‘one man show’ mode. This management style causes lacking in administration system optimality, especially in inventory record. The style has created over stock problem and other losses. In general, the partner’s major problem is the absence of integrated administration system for the business process and lacking of good inventory system. Therefore, the social and community service team helps the partner to implement an application for the inventory record and also develop the partner’s managerial skills through leadership training, professional ethics training, time management and service excellence trainings, as well as interpersonal skills training. The methods used in helping the partner are divided into 4 (four) phases. The first phase is doing a survey to get the partner’s needs; the second phase is giving the trainings; the third phase is asking the partner to record the inventory of all items in the partner’s warehouse; and the fourth phase is getting the partner’s feedback after receiving all the trainings and guiding the partner in implementing inventory management application. The result of this activity is a manual book for the partner to implement the inventory management application.Keywords: Small-medium enterprise unit, inventory record, inventory management application
Tantangan Administration Professionals Selama Work from Home (WFH) dalam Membangun Komunikasi yang Efektif Tuti Hartani; Benedicta Djarwati Muljani; Indriana Lestari; Eric Sulindra
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jak.v7i1.675

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak pada organisasi atau bisnis, terutama kegiatan komunikasi dan koordinasi dalam lingkup administrasi di organisasi atau bisnis tersebut, dengan stakeholders internal maupun eksternal. Penelitian ini memberikan gambaran tentang kegiatan komunikasi dilakukan selama work from home dan tantangan yang dihadapi. Subyek penelitian ini adalah alumni Prodi Administrasi Perkantoran Diploma Tiga, Fakultas Vokasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang berkarir sebagai Administration Professionals tersebar di seluruh Indonesia. Responden dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden lebih memilih komunikasi verbal lisan karena dianggap paling cepat untuk mendapatkan respon. Selain itu responden juga memilih media komunikasi Whatapps, Line atau Telegram karena dianggap paling cepat dan mudah digunakan. Kata kunci: komunikasi efektif, administration professionals, work from home, pandemi Covid-19
Mind Mapping and Positive Mental Attitude to Enhance Secretarial Duties Benedicta Djarwati Muljani; Eric Sulindra; Tuti Hartani
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 7, No 1 (2023): JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v7i1.1503

Abstract

Mind mapping is a powerful graphic technique that provides universal keys to unlocking the brain's potential. It has been proven through studies that work performance, including secretarial duties, are affected significantly by how an individual manage their thinking. Hypothetically, mind-mapping, one of the techniques to organize thoughts and produce creative ideas, could help enhance desired mental attitude (one of our mind’s product) which in turn direct the secretarial duties completion with the desired result. The study is observing and finding patterns of how mind-mapping affects one’s mental attitude and enhance her secretarial duties performance. The findings show that the mind mapping skills support the functions of an office administration personnel in planning and executing plans. The respondents showed they used graphs, figures, and symbols in planning and executing the plan. The findings regarding mental attitude supporting Secretarial Skills also indicate that most of the mental attitude aspects support secretarial skills.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN (Studi Pada Tenaga Pendidik yang Dipimpin oleh Pemimpin Perempuan di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya ) Muljani, Benedicta Djarwati; Alhabsji, Taher; Hamid, Djamhur
Profit: Jurnal Adminsitrasi Bisnis Vol. 6 No. 2 (2012): Profit : Jurnal Administrasi Bisnis
Publisher : FIA UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.336 KB)

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  dan  menjelaskan  pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kualitas Kehidupan Kerja terhadap Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Karyawan. Penelitian ini termasuk penelitian explanatory research. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Proportional Random Sampling (teknik sampel proposional) dan besarnya ditetapkan berdasarkan rumus Slovin sebesar 110 dari 152 tenaga pendidik Unika Widya Mandala Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analisis Jalur. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  (1)  Kepemimpinan Transformasional  berpengaruh tidak signifikan terhadap Motivasi Kerja; (2) Kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan  terhadap  Kepuasan  Kerja;  (3)  Kualitas  Kehidupan  Kerja  berpengaruh  signifikan terhadap Motivasi Kerja; (4) Kualitas Kehidupan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja; dan (5) Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja.   Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kualitas Kehidupan Kerja, Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja
PEMBERDAYAAN PENDERITA KUSTA MELALUI PENGUATAN UMKM DAN PELAYANAN KESEHATAN Muljani, Benedicta Djarwati; Novitarum, Lilis; Karo, Mestiana Br.; Frisca, Sanny; Srimiyati, Srimiyati; Verawaty, Verawaty; Maria, Anna; Dabur, Feliks
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36378

Abstract

Abstrak: Kusta merupakan penyakit menular kronis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Stigma negatif terhadap penderita kusta menyebabkan mereka mengalami diskriminasi dan kesulitan reintegrasi sosial. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan penderita kusta melalui penguatan UMKM dan peningkatan akses pelayanan kesehatan di Panti Rehabilitasi Kusta. Metode kegiatan meliputi penyediaan alat pelindung diri untuk pertukangan, pengadaan obat dan alat medis dasar, serta pembentukan sistem pelayanan kesehatan dasar. Evaluasi dilakukan melalui wawancara kepada sebagai pengrajin mebelair yang dirawat luka secara rutin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keselamatan kerja pengrajin mebelair, terfasilitasinya ruang pengobatan yang lengkap, dan terbangunnya sistem pelayanan kesehatan rutin. Program ini berhasil meningkatkan kualitas hidup 44 penghuni panti yang terdiri dari 19 kepala keluarga. Keberlanjutan kegiatan PKM dilakukan secara rutin oleh mitra kerjasama lintas institusi. Hal ini terbukti efektif dalam mengatasi masalah kompleks penderita kusta dan diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan penderita kusta yang berkelanjutan.Abstract: Leprosy is a chronic infectious disease that remains a public health problem in Indonesia. The negative stigma against leprosy sufferers causes them to experience discrimination and difficulty in social reintegration. This community service program aims to empower leprosy sufferers by strengthening UMKM and improving access to health services at Leprosy Rehabilitation Center. The activity methods include providing personal protective equipment for carpentry, procuring basic medicines and medical equipment, and establishing a basic health care system. Evaluation was conducted through interviews with furniture craftsmen who regularly treat wounds. The results of the activity showed an increase in work safety for furniture craftsmen, the provision of a complete treatment room, and the establishment of a routine health care system. This program successfully improved the quality of life of 44 residents of the center, consisting of 19 heads of families. The continuation of PKM activities is carried out routinely by institutional collaboration partner. This has proven effective in addressing the complex problems of leprosy sufferers and is expected to become a model for sustainable empowerment of leprosy sufferers.
Tantangan Administration Professionals Selama Work from Home (WFH) dalam Membangun Komunikasi yang Efektif Tuti Hartani; Benedicta Djarwati Muljani; Indriana Lestari; Eric Sulindra
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 7 No 1: Maret 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/99v1zk96

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak pada organisasi atau bisnis, terutama kegiatan komunikasi dan koordinasi dalam lingkup administrasi di organisasi atau bisnis tersebut, dengan stakeholders internal maupun eksternal. Penelitian ini berusaha memberikan gambaran tentang kegiatan komunikasi dilakukan selama work from home dan tantangan yang dihadapi oleh para administrative profesional. Informan penelitian ini adalah alumni Prodi Administrasi Perkantoran Diploma Tiga, Fakultas Vokasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang berkarir sebagai Administration Professionals tersebar di seluruh Indonesia. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Informan dipilih menggunakan kriteria bahwa mereka adalah perempuan bekerja (career woman), sering berkerja di rumah (work from home), alumni dari Program Studi Administrasi Perkantoran (Sekretari) Diploma Tiga, Fakultas Vokasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan lebih memilih komunikasi verbal lisan karena dianggap paling cepat untuk mendapatkan respon. Selain itu informan juga memilih media komunikasi Whatapps, Line atau Telegram karena dianggap paling cepat dan mudah digunakan. Pentingnya kemampuan beradaptasi, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di mana semua orang berkomunikasi melalui media komunikasi digital, melakukan klarifikasi, menanyakan ulang, menjelaskan kembali dengan informasi yang lebih detil, lebih fleksibel, tarik ulur dalam proses komunikasi adalah beberapa upaya yang dilakukan oleh administration professionals dalam membangun komunikasi yang efektif.