Hudinoto Eko Yudyarto
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

OVERVIEW OF NURSES IN THE PREVENTION AND CONTROL OF HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS (HAIS) AT KARDINAH Nurcholis Nurcholis; Gayuh Siska Laksanano; Hudinoto Eko Yudyarto; Agus Mulyadi
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi D3 Keperawatan Tegal Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.675 KB) | DOI: 10.31983/juk.v1i1.8032

Abstract

Background Nurses are most often in contact with patients, so that of all health workers, nurses are the most at risk of being exposed to various diseases. Objective: To identify the description of nurses in the prevention and control of health care associated infections (HAIs) in the emergency department of Kardinah Hospital, Tegal City. Methods: This research is a quantitative research using descriptive research methods. The sampling technique in this study used a total sampling of 40 Results: Data analysis showed that 90% of the emergency room and ICU nurses had high knowledge of the use of PPE, as many as 10% of nurses had a negative attitude in the use of PPE. The most reason for using PPE is to maintain personal safety and the most reason for not using PPE is because they are not used to it Conclusions and Suggestions: PPI provides socialization and information on the use of PPE according to hospital SOPs. IPCN is expected to be the right role model in the use of PPE, hospital management provides support and motivation to nurses to be more disciplined in the use of PPE to prevent HAIs.
PELATIHAN BHD BAGI REMAJA SMA DI KELURAHAN DEBONG KULON KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Fatchurozak Himawan; Suparjo -
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 1 No. 1 (2024): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v1i1.11016

Abstract

diantisipasi bukan hanya oleh tenaga kesehatan saja, Kematiandisebabkan henti jantung dan henti nafas terjadi kapan saja, dimanasaja dan bisa terjadi mendadak. Pengetahuan dan ketrampilan BHDakan lebih baik dimiliki oleh semua lapisan masyarkat karenasebagian besar orang akan berhadapan dengan situasi memerlukanpertolongan pertama atau melakukan pertolongan pertama. Salahsatu kelompok masyarakat yang bisa mendapatkan pengetahuandan ketrampilan dalam memberikan BHD untuk masa yang akandatang adalah pelajar SMA. Tujuan kegiatan ini adalah untukmeningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikanBatuan Hidup Dasar BHD kepada mayarakat terutama remaja SMAdi kelurahan debong kulon Kota Tegal Metode yang digunakandalam kegiatan ini yang pertama adalah dengan bentuk pemberianpelatihan selama 2 hari yang didalamnya berisi tentang materi BHDdan yang kedua akan dilakukan monitoring evaluasi setelah kegiatanpelatihan serta pendampingan pada peserta. Hasil kegiatan iniefektif dan berhasil dimana seluruh peserta mampu memahami dandapat melakukan bantuan hidup dasar dengan baik.
Hubungan Perawatan Kaki Terhadap Risiko Kejadian Ulkus pada Pasien Diabetes Melitus di RSUD Kardinah Kota Tegal Trimar Handayani; Sadar Prihandana; Hudinoto Eko Yudyarto
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.17619

Abstract

ABSTRACT Long-standing diabetes mellitus can cause neuropathy complications, namely the loss of sensory function due to damage to the peripheral and autonomic nervous systems, which begins distally in the lower extremities. This can cause ulcers or wounds due to several reasons, including anatomical changes, pressure area development, and trauma repeation during walking caused by sensitivity decreas of the foot nerves leading to skin damage. Therefore, prevention and foot care, initial screening, and health education about diabetic feet are necessary. However, this greatly depends on the patient’s level of compliance in carring out these actions independently at home. Regular foot care is suspected not to be the main factor in preventing the risk of diabetic ulcers. Therefore, the study aims to identify the relationship between foot care and the risk of ulcers in DM patients in Kardinah Hospital Tegal. The method used involved administering a questionnaire to determine the home foot care habits of diabetic patients, followed by a physical examination of the feet as well as Ipswich Test (IpTT) and the Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSC). The total number of respondents were 51 people, that the population of the patients where from the internal medicine clinic. The research design used a descriptive analytic method. The obtained statistical test result revealed a p-value of 0.35. Thus, it can be concluded that there is no significant relationship between foot care and the risk of diabetic ulcers occurrence. Keywords: Foot Care, Risk of DM Ulcers, Neuropathy  ABSTRAK Diabetes Melitus yang berlangsung lama dapat menyebabkan komplikasi neuropati yaitu hilangnya fungsi sensorik akibat kerusakan system saraf perifer dan otonom yang dimulai secara distal pada ekstermitas bawah. Hal ini dapat menyebabkan ulkus atau luka karena beberapa penyebab antara lain: perubahan anatomi, bertambahnya area yang mengalami penekanan serta terjadinya trauma berulang pada saat beraktifitas jalan akibat penurunan kepekaan saraf kaki yang menyebabkan kerusakan kulit. Oleh karena itu diperlukan pencegahan dan perawatan kaki, skrining awal dan pendidikan kesehatan tentang kaki diabetik. Namun hal ini sangat bergantung pada tingkat kepatuhan penderita dalam melaksanakan tindakan tersebut secara mandiri dirumah. Adanya perawatan kaki yang rutin diduga bukan sebagai faktor utama dalam mencegah risiko terjadinya ulkus diabetik. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara perawatan kaki terhadap risiko kejadian ulkus pada pasien DM di RSUD Kardinah Kota Tegal. Metode yang digunakan dengan memberikan kuesioner untuk mengetahui kebiasaan perawatan kaki dirumah pada pasien DM, kemudian dilakukan pemeriksaan fisik pada kaki serta Ipswich Test (IpTT) dan Michigan Neuropaty Screening Instrument (MNSC). Jumlah responden sebanyak 51 orang dengan populasi pasien yang datang di poli penyakit dalam. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil uji statistic diperoleh nilai p 0.35 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara perawatan kaki dan risiko kejadian ulkus DM. Kata Kunci: Perawatan Kaki, Risiko Ulkus DM, Neuropati
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI KELURAHAN BANDUNG KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Didi Hermawan; Sadar Prihandana
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 1 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimat.v3i1.14830

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencegah berbagai penyakit menular maupun tidak menular. PHBS mencakup berbagai praktik sehari-hari, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan sehat, dan menerapkan pola hidup bersih dan aman. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai praktik PHBS dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai masalah kesehatan, mulai dari infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, hingga penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya PHBS melalui edukasi kesehatan yang sistematis dan menarik. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, leaflet edukatif, diskusi interaktif, serta demonstrasi praktik PHBS secara langsung. Pendekatan ini diharapkan dapat memudahkan peserta memahami dan menerapkan prinsip PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan pada masyarakat di kelurahan bandung kota tegal dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang dipilih secara representatif dari berbagai kelompok usia. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah menerima edukasi kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai praktik PHBS, termasuk kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri, lingkungan, dan makanan yang dikonsumsi. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai PHBS. Implementasi rutin edukasi semacam ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku jangka panjang, mengurangi risiko penyakit, dan mendukung tercapainya masyarakat yang lebih sehat serta produktif.
PENCEGAHAN GAGAL GINJAL KRONIK MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA SISWA DAN GURU SMP NEGERI 19 KOTA TEGAL Anny Fauziyah; Maria Ulfah; Hudinoto Eko Yudyarto
Jurnal Inovasi Masyarakat Terupdate Vol. 3 No. 2 (2026): JIMAT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa dan guru SMP Negeri 19 Kota Tegal mengenai pencegahan gagal ginjal kronik melalui edukasi kesehatan dan penggunaan Q-Kidney Calculator untuk deteksi dini. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan interaktif, demonstrasi, serta praktik penggunaan aplikasi kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari nilai rata-rata 7,2 menjadi 9,1 dan guru dari 8,2 menjadi 9,7. Selain itu, kegiatan ini dipublikasikan melalui media massa cetak, online, dan kanal YouTube sebagai bentuk diseminasi. Program ini diharapkan berkelanjutan dengan integrasi edukasi kesehatan ke dalam kurikulum sekolah
OVERVIEW OF NURSES IN THE PREVENTION AND CONTROL OF HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS (HAIS) AT KARDINAH Nurcholis Nurcholis; Gayuh Siska Laksanano; Hudinoto Eko Yudyarto; Agus Mulyadi
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 1 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v1i1.8032

Abstract

Background Nurses are most often in contact with patients, so that of all health workers, nurses are the most at risk of being exposed to various diseases. Objective: To identify the description of nurses in the prevention and control of health care associated infections (HAIs) in the emergency department of Kardinah Hospital, Tegal City. Methods: This research is a quantitative research using descriptive research methods. The sampling technique in this study used a total sampling of 40 Results: Data analysis showed that 90% of the emergency room and ICU nurses had high knowledge of the use of PPE, as many as 10% of nurses had a negative attitude in the use of PPE. The most reason for using PPE is to maintain personal safety and the most reason for not using PPE is because they are not used to it Conclusions and Suggestions: PPI provides socialization and information on the use of PPE according to hospital SOPs. IPCN is expected to be the right role model in the use of PPE, hospital management provides support and motivation to nurses to be more disciplined in the use of PPE to prevent HAIs.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN TB PARU DI POLI PARU RSUD KARDINAH KOTA TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Taadi Taadi; Nurcholis Nurcholis
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 4 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v4i2.12474

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang menyerang parenkim paru-paru yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Pengobatan TBC diberikan dalam bentuk kombinasi dari beberapa jenis obat dan dosis tepat selama 6-8 bulan supaya semua kuman (temasuk kuman persiter) dapat dibunuh. Pasien menyadari bahwa ketika pasien didiagnosa menderita penyakit TB, maka secara otomatis pasien tersebut harus mengikuti program pengobatanyang relatif lama yaitu minimal 6 bulan. Perasaan takut yang dialami penderita Tuberculosis (TB) yang disebabkan oleh ketidakmampuan mereka menjalankan pengobatan TB dengan baik serta waktu pengobatan yang lama akan menimbulkan kecemasan dalam diri penderita TB. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pasien TB paru di poli paru RSUD Kardinah Kota Tegal. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif dan Analisa data dalam penelitian ini, yaitu: univariat dan penyajian data menggunakan distribusi frekuensi. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien TB yang sedang dalam pengobatan yang bersedia menjadi responden, diambil sebanyak 51 sampel dari bulan Juni-Agustus 2024 yang datang dan berobat di poli paru RSUD Kardinah Kota Tegal. Variabel penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu tingkat kecemasan pasien TB Paru, instrumen yang digunakan dengan lembar kuesioner modifikasi HRS-A (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki kecemasan dengan total sebanyak 30 orang (59%) yang terbagi dalam Kecemasan Ringan sebanyak 10 orang (20%), Kecemasan Berat Sekali 9 Orang (18 %), Kecemasan Berat 6 Orang ( 12%) dan Kecemasan Sedang 5 orang (20%). Dan sebanyak 21 orang masuk ke dalam kategori tidak ada kecemasan (41%).
FAKTOR FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP TERJADINYA GAGAL GINJAL KRONIS PADA USIA PRODUKTIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARDINAH TEGAL Hudinoto Eko Yudyarto; Gayuh Siska Laksanano; Nurcholis
Juru Rawat. Jurnal Update Keperawatan Vol 6 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Prodi Keperawatan Tegal Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/juk.v6i1.13842

Abstract

The increasing incidence of Chronic Kidney Disease (CKD) among the productive-age population has become a serious threat to quality of life and imposes a substantial economic burden. This study aimed to analyze factors associated with CKD stages among productive-age patients. This quantitative study employed a cross-sectional design involving 90 respondents aged 15–64 years with stage 4 and 5 CKD, selected using a total sampling technique. Data were analyzed using the Chi-square test to examine the relationship between demographic factors, medical history, and lifestyle variables with CKD stages. The majority of respondents were classified as stage 5 CKD (62%), predominantly within the 45–59-year age group and male patients. Statistical analysis revealed that age, sex, family history, fruit and vegetable consumption, alcohol intake, smoking, physical activity, and hypertension were not significantly associated with CKD stages (p > 0.05). Only obesity showed a significant association (p = 0.038; OR = 0.401), indicating that obese patients were more likely to be in advanced stages of CKD. Obesity is identified as a major contributing factor to CKD progression among the productive-age population at Kardinah Hospital.