Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KEEFEKTIFAN PROGRAM PERILAKU CERDIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALISE Rianti Rianti; Elifa Ihda Rahmayanti; Agnes Erlita Distriani Patade
KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CERDIK is a routine health check, free from cigarette smoke, routine exercise, balanced diet, adequate rest and stress management. Hypertension occurs when a person has a systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic ≥90 mmHg on examination. Diastolic blood pressure is the main measurement in the diagnosis of hypertension. This research uses a quantitative study. Descriptive correlation by using a cross-sectional approach.  Total of population was 50 people who have participated in the CERDIK program Individual. And by using conceptive sampling technique, 25 respondents were selected as the research sample. Based on the results of the spearman rank test with a correlation coefficient value = 0.555, it shows that the correlation between the two variables has a negative direction, it means that when the CERDIK behavior program is high, the degree of hypertension tends to low, so the strength is considered moderate, because the value is not reach to -1. strength is considered moderate, because the value is not too close to -1. The p-value of this study was 0.004, therefore the p-value was <0.05, so statistically there is an effectiveness of the CERDIK behavior program toward the incidence of hypertension in the Talise Public Health Center working area.The higher the CERDIK behavior, it is the better/low the incidence of hypertension in the Talise Public Health Center working area. the incidence of hypertension in the Talise Health Center working area For health workers should motivate and promote patients to follow the CERDIK behavior program in controlling/lowering hypertension.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Pra Lansia dan Lansia di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi: Penelitian Siti Zahra; Elifa Ihda Rahmayanti; Benny Harry L Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5597

Abstract

Kelompok pra lansia dan lansia memiliki kerentanan terhadap stres yang dipicu oleh perubahan fisik, kondisi psikologis, serta peran sosial seiring bertambahnya usia. Apabila stres tidak ditangani dengan baik, hal tersebut dapat mengganggu kualitas tidur dan berpengaruh negatif terhadap kesehatan tubuh maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada pra lansia dan lansia di Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan 94 responden pra lansia dan lansia yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Tingkat stres diukur dengan PSS-10, kualitas tidur dengan PSQI, dan data dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Sebagian besar responden berada pada kategori stres sedang (84,0%) dan memiliki kualitas tidur yang kurang baik (72,3%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat stres dan kualitas tidur (p = 0,009; r = 0,269), di mana peningkatan stres berkaitan dengan penurunan kualitas tidur. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dan kualitas tidur pada pra lansia dan lansia di Desa Karawana.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pencegahan Ulkus Diabetikum pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Vidya A. Ismail; Siti Yartin; Elifa Ihda Rahmayanti; Sisilia Rammang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pencegahan ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 47 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (42,6%), sikap positif (78,7%), dan tindakan pencegahan ulkus yang positif (89,4%). Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan ulkus diabetikum (p-value = 0,002) dengan kekuatan korelasi sedang (0,435), serta hubungan yang signifikan antara sikap dengan pencegahan ulkus diabetikum (p-value = 0,001) dengan kekuatan korelasi yang kuat (0,664). Simpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan dan semakin positif sikap pasien, maka semakin efektif pula tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi risiko ulkus diabetikum.
Hubungan Durasi Paparan Screen Time Dengan Perilaku Emosional Pada Anak Usia Prasekolah di TK Mutiara Hati Kota Palu: Penelitian Elsa Dwi Putri Oktavianti; Waode Fitrah Sari; Elifa Ihda Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5729

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan meningkatnya penggunaan perangkat digital pada anak usia prasekolah. Kondisi ini membuat durasi paparan screen time menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi paparan screen time dengan perilaku emosional anak usia prasekolah di TK Mutiara Hati Kota Palu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 61 anak yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi screen time dan kuesioner perilaku emosional anak. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki durasi paparan screen time kategori tinggi (50,8%) dan perilaku emosional berada pada kategori berat (45,9%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value 0,000 dan r-value 0,770, yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara durasi paparan screen time dengan perilaku emosional anak. Semakin tinggi durasi paparan screen time, semakin besar risiko munculnya masalah perilaku emosional pada anak usia prasekolah. Pihak TK Mutiara Hati Kota Palu diharapkan melakukan pendampingan dan pemantauan rutin terhadap penggunaan screen time pada anak. Selain itu, perlu diberikan edukasi kepada orang tua terkait batasan penggunaan gadget sesuai usia serta penyelenggaraan penyuluhan atau kelas parenting secara berkala untuk mendukung perkembangan emosional anak secara optimal.
Hubungan Pengetahuan dan Keterampilan Perawat tentang Triage dengan Respon Time di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Fitri Kurniawati; Elifa Ihda Rahmayanti; Benny H.L Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5153

Abstract

Latar Belakang: Triage merupakan komponen penting dalam pelayanan gawat darurat untuk menentukan prioritas penanganan pasien sesuai tingkat kegawatan. Kecepatan dan ketepatan perawat dalam melakukan triage berperan besar dalam menentukan respon time pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage menjadi faktor utama yang memengaruhi efektivitas dan kualitas pelayanan gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage dengan respon time di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 perawat IGD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan keterampilan triage serta lembar observasi respon time. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (53,3%), keterampilan baik (66,7%), dan respon time cepat (70%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan respon time (p = 0,004) dan keterampilan dengan respon time (p = 0,002). Simpulan: Pengetahuan dan keterampilan perawat tentang triage berhubungan signifikan dengan respon time di IGD RSUD Undata. Pelatihan triage secara berkala diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan gawat darurat.
Hubungan Autonomy Support Dan Kompetensi Facilitation Terhadap Praktik Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Dhya Nazwa Maliha; Elin Hidayat; Elifa Ihda Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5230

Abstract

Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi kronis di Indonesia yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Pencegahan stunting sangat bergantung pada praktik masyarakat, yang dipengaruhi oleh interaksi dengan petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara Autonomy support dan Kompetensi Facilitation terhadap praktik pencegahan stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro, Kabupaten Sigi. Metode : Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak dibawa Usia 5 tahun Di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro yang berjumlah 169 orang, dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan jumlah 63 orang. Variabel penelitian ini yaitu Autonomy support dan Kompetensi Facilitation dan Pencegahan Stunting di ukur menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian : Hasil penelitian dari 63 orang menunjukkan ada hubungan Autonomy support Terhadap Praktik Pencegahan stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi dengan nilai Uji Chi Square di peroleh nilai p-value= 0,003. Ada Hubungan Kompetensi Facilitation Terhadap Praktik Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi dengan nilai Uji Chi Square di peroleh nilai p-value= 0,001. Simpulan : Ada Hubungan Autonomy support Dan Kompetensi Facilitation Terhadap Praktik Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi. Saran : Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dan institusi pelayanan kesehatan dalam meningkatkan praktik pencegahan stunting. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang berhubungan dengan pencegahan stunting dengan cakupan dan metode yang lebih luas.
Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Yosep Kristiana; Surianto; Elifa Ihda Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5452

Abstract

Prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI) kerap memicu timbulnya kecemasan pada pasien karena berkaitan dengan kondisi kesehatan yang serius serta tindakan medis yang bersifat invasif. Tingkat pengetahuan pasien mengenai prosedur PCI memiliki peran yang kompleks dalam memengaruhi kecemasan yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien sebelum menjalani Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik serta menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian mencakup rata-rata jumlah pasien pre Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah setiap bulan, yaitu sebanyak 70 orang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 responden, yang dipilih melalui teknik non-random sampling dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu sebesar 58,3%. Sementara itu, responden dengan pengetahuan cukup berjumlah 16,7%, dan pengetahuan baik sebesar 25%. Dari sisi tingkat kecemasan, mayoritas responden mengalami kecemasan berat, yaitu 66,7%, diikuti oleh kecemasan ringan sebesar 28,3%, dan kecemasan sedang sebanyak 5%. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai p sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi sebesar 0,642, yang mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan. ada hubungan hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada pasien pre Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.