Ali Ahmad Muhdy
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

KERANG SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN SOUVENIRDI TOKO BERLIANNA TANJUNG BIRA  KABUPATEN BULUKUMBA Nurfadillah; Ali Ahmad Muhdy; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 9 No 1 (2019): HARMONI: APRIL 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5nbw6j28

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan kerang sebagai bahan pembuatan souvenir di Berlianna Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, serta kualitas hasil karya yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pemanfaatan kerang dan menilai kualitas karya souvenir yang dihasilkan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan souvenir kerang meliputi tahap penentuan konsep, pemilihan alat dan bahan, perancangan, dan perwujudan karya. Secara umum, proses berkarya masyarakat tergolong cukup baik meskipun masih terdapat beberapa hambatan akibat ketidaksesuaian pada beberapa tahapan. Kualitas karya souvenir dinilai baik berdasarkan aspek kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan
PEMBUATAN STRING ART KALIGRAFI DENGAN MODEL STAD PADA SISWA KELAS VIII SMP DARUL HUSNA BIMA Muslimah; Ali Ahmad Muhdy; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 10 No 2 (2020): HARMONI: OCTOBER 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/dkt6dg37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara jelas tentang proses pembuatan string art dengan konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima yang jelas, terperinci, dan terpercaya dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan string art, mengetahui tingkat kesulitan dan nilai estetika dalam proses pembuatan string art. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima sebanyak 35 dan sampel 35 orang tahun ajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi (pengamatan), tes praktik dan dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian-bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Teknik analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang siswa kelas VIII SMP Plus Darul Husna Ambalawi Bima dalam hal proses pembuatan String Art dengan konsep kaligrafi melalui model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division).
KERANG  SEBAGAI  BAHAN  PEMBUATAN  SOUVENIR  DI TOKO BERLIANNA TANJUNG BIRA   KABUPATEN BULUKUMBA Nurfadillah; Ali Ahmad Muhdy; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 10 No 2 (2020): HARMONI: OCTOBER 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/65m7nn45

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan kerang sebagai bahan pembuatan souvenir di Berlianna Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, serta kualitas hasil karya yang dihasilkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pemanfaatan kerang dan menilai kualitas karya souvenir yang dihasilkan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan souvenir kerang meliputi tahap penentuan konsep, pemilihan alat dan bahan, perancangan, dan perwujudan karya. Secara umum, proses berkarya masyarakat tergolong cukup baik meskipun masih terdapat beberapa hambatan akibat ketidaksesuaian pada beberapa tahapan. Kualitas karya souvenir dinilai baik berdasarkan aspek kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan
PEMANFAATAN   DAUN KERING DALAM BERKARYA SENI KOLASE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADA SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 7 MAKASSAR M. Sahran; Sukarman; Ali Ahmad Muhdy
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2015): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wyrwr584

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana peningkatan kemampuan berkarya seni kolase siswa kelas X SMA Muhammadiyah 7 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan sejauh mana efektivitas penerapan pembelajaran tersebut. Dan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal diperlukan metode pendekatan pembelajaran, yaitu metode pembelajaran Kualitatif mengolah materi pemanfaatan daun kering dalam berkarya seni kolase. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa Hasil pembelajaran adalah kulitas hasil karya seni kolase pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 7 Makassar
PROSES BERKARYA SENI KRIYA MENGGUNAKAN TEMPURUNG KELAPA BAGI SISWA KELAS VII SMPUNISMUH MAKASSAR Fitri Ningsih; Ali Ahmad Muhdy; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 9 No 2 (2019): HARMONI: OCTOBER 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/y8hjhn30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran seni rupa dalam pembuatan seni kriya menggunakan tempurung kelapa pada siswa kelas VII B SMP Unismuh Makassar, serta memperoleh data mengenai proses berkarya dengan teknik tempel. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang terbagi dalam empat kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berkarya tergolong cukup baik, ditunjukkan oleh tiga kelompok yang mampu menyelesaikan karya dengan desain dan teknik yang baik. Pembelajaran ini juga meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa, meskipun sebagian siswa masih mengalami kesulitan pada tahap pemotongan dan penempelan tempurung kelapa ke media tripleks.
MINIATUR PATUNG TAU-TAU DI KOMPLEKS WISATA LEMO KECAMATAN MAKALE  KABUPATEN TANA TORAJA Khendra Lahida; Abd. Kahar Wahid; Ali Ahmad Muhdy
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 12 No 2 (2022): HARMONI: OCTOBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/t5w96z34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan miniatur patung Tau-tau di Kompleks Wisata Lemo, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan utama yang digunakan adalah kayu uru karena kuat, tahan rayap, dan memiliki kualitas yang baik. Peralatan yang digunakan masih sederhana, seperti pahat, gergaji, parang, pisau ukir, dan palu kayu. Proses pembuatan diawali dengan pembentukan dasar patung secara global tanpa menggunakan sketsa, karena perajin mengandalkan pengalaman dan imajinasi yang telah terlatih. Faktor pendukung usaha ini adalah peningkatan pendapatan keluarga ketika produk terjual, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pemasaran dan rendahnya permintaan karena produk bukan kebutuhan rutin. Kualitas miniatur patung Tau-tau memiliki nilai estetis dan nilai guna sebagai benda hias.